Phoenix: Rules Of The Harem

Phoenix: Rules Of The Harem
Bab 21: Perjamuan Musim Dingin



Ketika musim dingin tiba, istana kekaisaran selalu mengadakan perjamuan besar yang dihadiri oleh seluruh anggota keluarga kekaisaran bersama pasangan resmi mereka masing-masing. Perjamuan ini merupakan ide dari pendamping utama kekaisaran terdahulu agar keharmonisan para anggota keluarga kekaisaran tetap terjalin dengan baik dan terus digelar hingga masa kepemimpinan Pendamping Utama Kekaisaran Hong Yu Wen. Sayangnya, beberapa waktu berlalu perjamuan ini berubah menjadi ajang bagi para anggota keluarga kekaisaran untuk saling menjatuhkan satu sama lain dikarenakan permusuhan yang terjadi secara internal di antara mereka.


Tidak seperti yang diharapkan, perjamuan musim dingin yang digelar untuk membawa suasana yang hangat ditengah dinginnya salju yang jatuh justru lebih sering membawa badai permusuhan yang dingin di antara anggota keluarga kekaisaran. Sama seperti sebelumnya, tahun ini Ling Mei kembali hadir dalam perjamuan musim dingin. Jika biasanya dia akan pergi bersama dengan adiknya Shao Qiao Feng dan Shao Xu Cheng, maka kali ini dia datang bersama dengan suami utamanya, Prince Consort Wei Yun Rui. Untuk menunjukkan gambaran sepasang suami istri yang harmonis, bahkan Yu Shen menyarankan Ling Mei dan Yun Rui untuk menggunakan pakaian dengan warna yang sama.


Dengan tusuk rambut phoenix emas, hiasan jumbai merah kehitaman yang dulu diberikan oleh Ling Mei dan hanfu biru kehitaman yang sama seperti milik Ling Mei, Yun Rui benar-benar terlihat seperti suami utama yang dicintai. Memasuki Aula Perjamuan, dapat dilihat hampir seluruh anggota keluarga kekaisaran telah duduk di tempat masing-masing. Jika diperhatikan hanya tinggal dirinya dan Putri Kedua Shao Mu Rong yang belum berada di tempatnya masing-masing, itu dapat dilihat dengan tempat milik kakak keduanya Shao Mu Rong yang masih kosong. Berjalan dengan penuh martabat, Ling Mei dan Yun Rui membungkuk hormat ketika mereka telah sampai di depan kursi kebesaran Permaisuri Agung Shao Fang Hua dan Pendamping Utama Kekaisaran Hong Yu Wen.


"Memberi salam kepada Matahari dan Bulan Kekaisaran, semoga Yang Mulia panjang umur seribu tahun."


Ling Mei sedikit terkejut ketika dua suara lainnya ikut terdengar di saat dia dan Yun Rui mengucapkan salam penghormatan pada Permaisuri Agung Shao. Sedangkan di lain sisi Shao Fang Hua tertawa dengan wajah yang senang, dia melihat putri keempat dan putri keduanya datang di waktu yang sama tanpa sengaja, ini benar-benar kebetulan yang baik!


Dengan sorot mata yang hangat, Shao Fang Hua tersenyum dan berkata, "Bagus! Bagus! Duduklah kalian berempat! Aku telah menerima ketulusan kalian semua."


Shao Mu Rong tersenyum tipis, diam-diam dia menatap adik keempatnya itu dengan tatapan penuh arti. Berbeda dengan para saudara yang lain, Mu Rong tidak pernah melakukan hal-hal yang dianggap mengganggu bagi Ling Mei. Dia cenderung diam tanpa pergerakan apa pun dan selalu bersikap dingin dengan semua orang, hal itu justru membuat Ling Mei semakin berhati-hati pada Mu Rong. Terkadang yang diam belum tentu tenang, Shao Mu Rong dengan sikap dinginnya jauh lebih mengerikan dibandingkan menghadapi Shao Mu Lan yang kejam. Saat semua telah duduk di tempat masing-masing, Permaisuri Agung Shao Fang Hua memberi isyarat untuk memulai perjamuan hari ini. Kali ini para selir kekaisaran tingkat atas juga diizinkan untuk datang ke perjamuan, karena bagaimanapun mereka juga termasuk anggota keluarga kekaisaran.


Suasana di Aula Perjamuan tampak ramai dengan para penari pria yang tengah melakukan pertunjukan di depan para tamu perjamuan. Ling Mei dalam hati mendengus, meskipun semua orang tahu jika dia bukan lagi putri cacat mental yang bodoh karena rumor tentang kesehatannya yang telah membaik menyebar ke seluruh penjuru kekaisaran, Ling Mei tetap harus berpura-pura menjadi gadis yang naif dan polos. Ling Mei tersenyum lebar dan berterima kasih ketika Yun Rui menyuapinya sepotong kudapan yang memang disediakan untuk mereka. Semua adegan penuh kemesraan itu tentu saja dilihat oleh semua anggota keluarga kekaisaran lainnya yang juga berada di sana, sama seperti niat awal Ling Mei, mereka benar-benar terlihat seperti sepasang suami istri yang harmonis di depan mereka semua.


Bahkan beberapa selir kekaisaran memuji interaksi keduanya yang terlihat menggemaskan dan penuh cinta, berbeda dengan itu, Putri Mahkota Shao Mu Lan menatap adik keempatnya itu dengan tatapan datar. Rasa kesalnya naik ke atas ubun-ubun ketika dia melihat Permaisuri Agung memandang penuh kasih sayang ke arah Ling Mei, karena se-berusaha apa pun Mu Lan untuk mendapatkan tatapan yang sama dengan adiknya itu, dia tak pernah mendapatkannya bahkan meski itu hanya sekali saja. Mu Lan tertawa dalam hati, pandangannya beralih pada ayahnya yang diam-diam pandangannya selalu tertuju pada sang Phoenix Agung Kekaisaran. Bahkan selama bertahun-tahun, ayahnya itu selalu saja mengharapkan cinta dari ibunya yang bahkan mencintai orang lain.


Mu Lan meraih cangkir arak yang berada di depannya, diteguknya cairan hangat itu dengan anggun, kemudian Mu Lan tersenyum kecil. "Adik keempat, aku dengar kamu mengambil putra dari Jenderal Besar Kekaisaran Shi sebagai selir. Apa itu benar?"


Beruntungnya pertunjukan tarian telah selesai dilakukan, hanya ada keramaian kecil dari para anggota keluarga kekaisaran yang saling berbicara satu sama lain. Ling Mei diam-diam menaikkan satu alisnya, dalam hati dia tersenyum meremehkan. Apa kali ini? Sepertinya kakak pertamanya itu ingin menjebaknya ke dalam masalah dengan topik pengambilan selir baru.


Dengan tenang Ling Mei berbicara, "Itu benar, saya menikahinya beberapa hari yang lalu."


"Bukankah kamu terlihat seperti sepasang suami istri harmonis bersama Pangeran Kedua Wei? Itu membuatku cukup terkejut ketika aku mendengar berita pernikahan kamu dengan Tuan Muda Shi." menatap Ling Mei sekilas, Mu Lan tersenyum kecil dengan mata yang berkilat samar.


Ketika Mu Lan selesai mengatakannya, semua orang terdiam. Merasa bingung dengan apa yang terjadi, bahkan Permaisuri Agung Shao menatap Mu Lan dengan wajah yang mengerut tidak senang. Yun Rui yang ada di samping Ling Mei hanya terdiam dengan kepala yang menunduk ke bawah, mata semerah darahnya menatap kosong ke arah cangkir arak yang ada di depannya. Sedikit banyak itu adalah hal yang benar, tapi semua orang tidak mengetahui bahwa sepasang suami istri harmonis yang mereka tunjukkan hanyalah sebuah akting untuk menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya. Bahkan sekalipun Ling Mei memperlakukannya dengan baik dan penuh hormat selayaknya suami dan istri, itu masihlah tidak cukup baginya jika semua hal tersebut dilakukan tanpa rasa cinta yang sama.


Ling Mei tersenyum dingin dalam hatinya, dia tahu bahwa Mu Lan mencoba untuk menyindirnya secara halus. Namun, dari luar Ling Mei melihat Mu Lan dengan wajah bersalah yang jelas. "Itu karena sebelumnya adik ini tidak tahu jika kakak pertama menyukai Tuan Muda Pertama Shi yang telah menjadi selir saya. Maafkan adik karena tidak berpikir panjang dan membuat kakak pertama merasa tidak nyaman."


Senyum kecil di wajah Mu Lan memudar, dia mengerutkan alisnya dengan ekspresi tidak senang yang kentara. "Apa?"


"Baru-baru ini, setelah pernikahanku dengan Tuan Muda Shi, aku mendengar rumor mengatakan jika kakak pertama menyukai Tuan Muda Pertama Shi dan berniat untuk melamarnya, tidak tahu apa itu benar atau tidak?" Ling Mei bertanya dengan nada yang polos, benar-benar terlihat seperti baru mendengarnya dari sebuah rumor yang beredar.


Hal itu membuat Mu Lan memendam kemarahan dalam hatinya. Apa ini? Mengapa Shao Ling Mei yang bodoh berubah menjadi licik seperti siluman rubah berekor sembilan berumur seribu tahun? Apa ini mungkin? Shao Mu Lan meragukan hal itu dalam hatinya, namun tidak bisa menyangkal jika adik keempatnya yang cacat mental itu terlihat berbeda dari biasanya.


"Karena Jenderal Besar Kekaisaran Shi mengirim sebuah lamaran pernikahan untuk putranya dan suami utama telah mengizinkan, aku memilih untuk menikahi Tuan Muda Pertama Shi." Ling Mei menjawab dengan nada yang halus, wajahnya terlihat mencerminkan kebaikan hati yang murni.


Sial! Ucapan itu! Ini artinya Jenderal Besar Shi sama sekali tidak ingin memberi Mu Lan kesempatan untuk mendapatkan dukungan kekuatan darinya. Karena dengan menikahkan satu-satunya putra sah yang dia miliki dengan Putri Keempat Shao membuat Mu Lan tak bisa menyentuh Shi Yu Han dengan mudah dan menekan Jenderal Besar Shi untuk menjadi pengikutnya. Bagaimanapun juga, latar belakang Shao Ling Mei tidak kecil, hal itu membuat Mu Lan tidak bisa bergerak dengan bebas menyentuh Ling Mei di depan ibunya, Permaisuri Agung Shao Fang Hua atau itu akan menjadi bencana yang besar untuknya.


Mu Lan terdiam sebentar, kemudian dengan ragu-ragu kembali membuka mulutnya. "Adik keempat, kamu—"


Belum selesai berbicara, Permaisuri Agung mengangkat satu tangannya lalu berucap dengan nada yang dingin seperti biasanya.


"Baiklah, itu cukup. Putri Mahkota, kupikir kamu tidak akan bertengkar dengan adik keempatmu hanya karena seorang pria. Lagi pula, aku melihat kamu cukup dekat dengan salah satu tuan muda kediaman menteri. Asal suami utama mengizinkan, tidak ada salahnya jika kamu menikahinya."


"Saya mengerti, Yang Mulia. Mohon Yang Mulia memaafkan ketidaksopanan saya yang berbicara hal tidak penting di dalam perjamuan."


Shao Fang Hua mengangguk, "Bagus, itu membuat aku merasa senang. Nikmatilah perjamuan hari ini dengan santai, Putri Mahkota."


Para selir kekaisaran hanya mengamati dan terdiam tanpa kata, bahkan Pendamping Utama Kekaisaran Hong juga tidak mengatakan apa pun dan lebih memilih untuk melihatnya saja. Hal seperti ini sudah terlalu sering terjadi, dia sudah tahu, tidak banyak orang yang menyayangi putrinya dengan tulus. Tentu saja itu karena latar belakang Ling Mei yang membuat banyak orang iri kepadanya, bukan hanya itu, kondisi kesehatannya yang tidak baik juga membuat orang-orang semakin tidak menyukainya karena dianggap sebagai sebuah kecacatan. Di samping itu, Hong Yu Wen juga ingin melihat seberapa jauh pemulihan kondisi putrinya yang dikatakan mulai membaik dan hanya perlu menunggu waktu untuk dapat kembali seperti semula.


Kemudian, setelah melewati pembicaraan yang tidak menyenangkan itu, perjamuan kembali dilanjutkan dengan penuh keramaian. Terlihat para putri kekaisaran yang sibuk dengan pasangan masing-masing, bahkan untuk seorang Shao Ming Fei yang lebih mencintai medan perang dibandingkan para pria, dia memperlakukan suami resminya dengan sangat baik. Hal yang membuat Ling Mei merasa aneh ketika Ming Fei yang lebih sering memberinya banyak kata-kata menyakitkan hari ini sama sekali tak mengeluarkan sepatah kata pun untuk mengganggunya. Lalu, entah kenapa, kakak keduanya, Shao Mu Rong sejak tadi selalu memperhatikannya dalam diam. Putri Kedua Kekaisaran itu tidak segan untuk menatapnya dalam-dalam dengan sorot mata penuh arti yang tidak bisa Ling Mei pahami dengan mudah.


Memilih untuk lebih menyibukkan diri, pandangan Ling Mei beralih pada Yun Rui. Dengan senyum manis yang tersemat di wajahnya yang berseri, Ling Mei mengarahkan sebuah kudapan manis ke mulut Yun Rui, menyuapinya dengan lembut dan hati-hati membuat kedua pipi dan telinga Yun Rui memerah tanpa sadar.


"Ling Mei, kamu membuat aku malu! Apa ini benar tidak apa-apa? Jangan dipaksa jika kamu merasa keberatan!" Yun Rui berbisik di dekat Ling Mei, meski begitu Ling Mei menyentuh kepalanya dan mengelus rambutnya dengan lembut.


"Itu baik. Lalu, apa kamu berpikir jika aku selalu merasa keberatan saat memperlakukan kamu dengan manis?" nadanya terdengar datar, namun Yun Rui tahu bahwa Ling Mei benar-benar tidak membencinya.


Yun Rui memalingkan wajah dengan malu-malu, dia mengungkapkan dengan nada yang kecil. "Itu ... itu karena kamu tidak menyukai pernikahan kita sejak awal. Aku berpikir bahwa kamu mungkin akan terus membenci aku karena memaksa kamu untuk menikahi aku dengan dekrit kekaisaran."


"Mungkin iya, tapi itu bukan berarti aku memperlakukan orang-orang aku dengan buruk." Ling Mei menghela napas, kemudian melihat Yun Rui yang terdiam setelahnya.


Di sisi lain, di kursi kebesaran Phoenix dan Naga Kekaisaran, Permaisuri Agung Shao Fang Hua dan Pendamping Utama Kekaisaran Hong Yu Wen memandang sang Putri Keempat dengan tatapan mata yang senang. Sudah sejak bertahun-tahun Ling Mei menjadi orang yang tidak memiliki alasan hidup, bahkan sekalipun dia terlihat seperti putri yang bodoh, tapi tatapan mata itu tidak dapat berbohong. Baik Yu Wen maupun Fang Hua dapat mengenali dengan baik sorot mata Ling Mei yang seperti kehilangan sesuatu yang berharga di dalam dirinya. Itu membuat Yu Wen merasa khawatir yang berlebihan, sekalipun Ling Mei tidak dapat mengingatnya, tetap saja Pendamping Utama Kekaisaran itu merasa takut akan kembalinya ingatan Ling Mei dan membuat Ling Mei kembali merasakan kesedihan mendalam seperti dulu.


"Yang Mulia, apa anda melihatnya? Adalah hal yang baik untuk menempatkan Pangeran Kedua Wei di sisi putri kita." Yu Wen berkomentar dengan wajah yang berseri bahagia.


Fang Hua tersenyum tipis, raut wajahnya menghangat dari waktu ke waktu. Di antara semua putrinya, hanya Ling Mei yang benar-benar paling mirip dengannya, itu membuat Fang Hua sangat menyayanginya selain karena Ling Mei adalah putri dari sang Pendamping Utama Kekaisaran yang dia cintai sejak lama. "Kamu benar, Pangeran Kedua Wei mungkin dapat membuat putri kita menjadi lebih hidup."