
Pagi hari di kediaman putri keempat yang sibuk, para pelayan dan Pendamping Utama Wei Yun Rui dibuat kebingungan saat Tabib Xia Lu Si datang berkunjung secara tidak terduga. Entah alasan apa yang membawa Tabib Xia datang dengan membawa kedua anaknya ke manor putri keempat. Ling Mei mengangkat satu alisnya penuh tanya, kini ketiganya berada di ruang kerja Ling Mei tanpa mengucapkan apa pun. Tentu saja, Putri Keempat Kekaisaran Shao itu tengah menunggu Tabib Xia untuk mengatakan sesuatu padanya. Berbeda dengan itu, putri sulung keluarga Xia, Xia Hui Fang justru menatap diam-diam wajah Ling Mei yang terasa familiar di dalam pandangannya. Dia merasa seperti telah mengenal wanita muda itu, namun dia merasa itu adalah hal yang mustahil mengingat dia tidak pernah bertemu dengan Putri Keempat sebelumnya.
"Jadi, apa yang membuat kamu datang ke sini Tabib Xia?" Ling Mei bertanya dengan santai meski dia merasa cukup penasaran, karena rumor tentang keterbelakangan mentalnya yang membaik, Ling Mei tidak perlu lagi berpura-pura menjadi putri idiot di depan orang lain.
Meski begitu, raut dingin dan tajam miliknya tidak bisa dia keluarkan dengan mudah mengingat kondisinya yang belum dikatakan pulih seutuhnya di depan publik. Bahkan dengan karakter aslinya yang masih belum dapat dia tunjukkan secara sembarangan di depan orang lain. Tabib Xia tersenyum dengan sedikit canggung membuat Ling Mei menjadi semakin penasaran, bahkan untuk seorang Xia Lu Si yang tidak tahu malu, wanita yang tak lagi muda itu masih dapat merasa tidak nyaman, itu adalah hal yang aneh untuknya.
"Yang Mulia, jika anda tidak keberatan, bolehkah saya menitipkan putra bungsu saya untuk tinggal di kediaman anda selama beberapa waktu?"
"Apa?" Ling Mei membulatkan matanya terkejut, menitipkan seorang putra padanya, apa Tabib Xia telah menjadi gila?!
Diam-diam Tabib Xia meringis dalam hatinya, cukup mengerti dengan respon Ling Mei yang pasti akan terkejut mendengar ucapannya. "Izinkan saya menitipkan putra bungsu saya, Xia Huan Ran untuk tinggal di kediaman anda selama beberapa waktu."
"Kamu!" Ling Mei memejamkan matanya dan menghela napas berat sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Apa yang membuat kamu harus menitipkan putramu di sini? Aku pikir kamu sudah tahu bahwa aku hidup dipenuhi dengan banyak rumor dan aku tidak ingin putramu terseret ke dalamnya."
Jika diperhatikan, hanya ada Putri Keempat Shao Ling Mei, Tabib Xia Lu Si, dan putri sulungnya Xia Hui Fang di sana. Itu karena putra bungsu Tabib Xia, Xia Huan Ran berada di luar Paviliun Yin ditemani dengan Pendamping Utama Wei dan Selir Shi. Hui Fang hanya terdiam dengan penuh pertanyaan dalam kepalanya, dia memang telah mendengar berita jika kondisi mental Putri Keempat Shao Ling Mei telah membaik dan berangsur-angsur pulih seperti dulu. Tapi, apa memang secepat ini? Banyak pertanyaan yang mengganjal dalam hatinya, hanya saja ibunya yang mengurus kondisi kesehatan Putri Keempat secara langsung membuat Hui Fang tidak mungkin meragukannya karena dia tahu sehebat apa kemampuan ibunya dalam dunia medis.
"Saya, pasangan saya, dan Hui Fang harus pergi untuk beberapa waktu ke kota Linhua. Itu adalah perjalanan yang cukup panjang dan beresiko karena kami harus melakukan penelitian medis di sana dan melihat penduduk dari beberapa desa yang terkena wabah untuk menemukan obatnya."
Penjelasan panjang dari Tabib Xia membuat Ling Mei mengerti, namun apa itu akan baik mengingat semua hal yang dia lakukan dapat menjadi rumor yang besar bagi rakyat kekaisaran?
"Lalu, apa kamu yakin tentang hal ini?" Ling Mei menuangkan teh ke dalam cangkir miliknya dan menyesapnya dengan perlahan.
Xia Lu Si mengangguk dengan yakin. "Ya, Yang Mulia. Saya berharap anda tidak keberatan dengan permohonan saya."
Selain untuk menjaga putra bungsunya, ada hal tersembunyi lainnya yang sedang dia lakukan, tentu saja untuk mendekatkan putra bungsunya dengan Putri Keempat Shao Ling Mei. Bagi Tabib Xia, tidak ada calon istri yang cukup baik untuk putranya, Huan Ran selain Putri Keempat. Dia telah mengikuti Putri Keempat sejak dia masih kecil, melihat hal itu dia cukup yakin untuk menyerahkan Huan Ran pada Ling Mei suatu saat nanti.
"Jika menurutmu itu baik, aku mengizinkannya."
Tabib Xia tersenyum dengan wajah senang, ini akan baik karena Putri Keempat tidak menolaknya. "Hǎo, terima kasih Yang Mulia."
Setelahnya, Ling Mei berdiri disusul oleh Tabib Xia Lu Si dan putrinya Xia Hui Fang. Putri Keempat Kekaisaran Shao berniat mengantarkan kedua tamunya keluar dari Paviliun Yin, setelah itu Ling Mei harus menemui Yu Shen untuk mengatur tempat tinggal sementara milik Xia Huan Ran. Ya, mungkin dengan adanya Huan Ran, Yun Rui dan Yu Han tidak akan merasa kesepian karena selalu ditinggal bekerja olehnya. Sampai di depan pintu Paviliun, Xia Lu Si dan Xia Hui Fang memberi salam pada Putri Keempat sebelum kemudian Tabib Xia berbalik untuk pergi dan menemui putranya sebentar. Namun, ada yang aneh yang membuat Ling Mei mengerutkan alisnya tidak mengerti. Mengapa Hui Fang hanya berdiri di depannya sembari menatapnya cukup lekat?
"Apa ada yang salah dengan aku, Nona Xia?" Ling Mei waspada dalam hatinya, mengingat dulu mereka pernah bertemu satu kali dalam penampilannya yang menyamar sebagai seorang pria, dia merasa cukup khawatir dengan hal itu.
Hui Fang yang mendengarnya menjadi tersentak dan merasa gugup tiba-tiba. "Ah! Tidak, tidak! Hanya saja, Yang Mulia, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
Ling Mei memutar matanya ke bawah, sebelum kembali menatap Hui Fang dengan tatapan datar. "Apa kita pernah terlihat bertemu sebelumnya? Aku pikir itu tidak mungkin."
Sebenarnya, sejak kedatangan Hui Fang beberapa waktu lalu dia telah mengenali nona muda itu, namun Ling Mei memilih untuk berpura-pura tidak tahu karena Hui Fang dan dia yang belum pernah bertemu sama sekali dalam penampilannya yang adalah seorang Putri Keempat Kekaisaran.
"Maafkan atas kelancangan saya, Yang Mulia. Ini mungkin karena anda terlihat seperti orang yang pernah saya temui saat itu." Hui Fang dengan cepat menunduk hormat dengan penuh permohonan maaf, dia merasa bersalah untuk beberapa hal.
"Tidak perlu dipikirkan, aku mengerti." Ling Mei menghela napas lega dalam hatinya, itu bukan hal yang baik jika Hui Fang benar-benar mengenalinya sebagai seorang pria. Beruntungnya, saat itu Hui Fang tidak sempat menanyakan namanya atau dia mungkin harus berpikir dua kali untuk itu.
Segera setelah Hui Fang memastikan, dia memutuskan untuk berpamitan dan pergi menyusul ibunya meninggalkan Ling Mei yang masih terpaku memandang kepergian Hui Fang dalam diam.
..................................
Beberapa jam berlalu di dalam manor putri keempat yang damai. Karena merasa bosan, Huan Ran memutuskan untuk pergi keluar dari paviliun sementara yang tengah dia tempati saat ini. Tuan Muda keluarga Xia, Xia Huan Ran berusia 15 tahun dan belum memasuki usia pernikahan. Dia memiliki kecantikan yang unik dengan rambut panjang berwarna emas, kulit seputih susu, dan mata hijau yang segar, penampilannya terlihat mencolok dan sangat mudah untuk dikenali. Karena umurnya yang masih cukup muda, dia memiliki sifat yang ceria dan menggemaskan. Bahkan untuk Yun Rui dan Yu Han, Huan Ran terlihat seperti adik kecil bagi mereka. Meski Huan Ran membawa satu pelayan di sisinya, tapi entah bagaimana dia dapat kabur dari penjagaan sang pelayan dan menyelinap ke dalam ruangan perpustakaan yang memang memiliki bangunan sendiri di dalam kediaman Ling Mei.
Ruangan perpustakaan berada di belakang Paviliun Yin dan tidak jauh dari paviliun Huan Ran berada, karena itu Tuan Muda Kecil Xia dengan mudah menemukannya. Memasuki bagian dalam perpustakaan, Huan Ran menatap berbinar ke arah buku-buku dengan berbagai ukuran yang berjejer rapi di rak.
"Wah! Perpustakaan ini besar dan luas!" Xia Huan Ran tersenyum senang, ditelusurinya bagian-bagian perpustakaan satu per satu.
Lalu, tanpa sengaja, dari balik rak yang berongga Huan Ran melihat seorang wanita dengan rambut sehitam malam, mata biru yang jernih, dan tahi lalat kecil di bawah matanya sedang sibuk membaca buku di tangannya sembari duduk bersandar di dekat sebuah jendela bulat yang terbuka. Dengan cepat Huan Ran menundukkan kepalanya dengan pikiran yang bertanya-tanya.
"Apa kamu akan terus mengintip aku dari sana?"
Suara itu membuat Huan Ran tersentak dengan mata yang semakin membulat karena terkejut.
Dug!
"Akhh!" karena tergesa-gesa, kepala Huan Ran terbentur rak saat akan menegakkan tubuhnya. Sambil mengusap-usap kepalanya, Xia Huan Ran keluar dari balik rak dengan cemberut besar di wajahnya.
"Mengapa kamu mengagetkan aku?!" Tuan Muda Kecil Xia berucap dengan nada yang kesal.
Dalam hati Ling Mei mendengus geli, lelaki muda ini mengingatkannya pada saudara kembarnya Shao Qiao Feng. Bahkan jika mereka memiliki umur yang sama, Qiao Feng selalu bertingkah manja dan kekanakan saat ada di dekatnya. Dengan hati-hati Ling Mei mengarahkan telapak tangannya ke atas kepala Xia Huan Ran yang ada di depannya dan mengusapnya dengan perlahan. "Apa sudah lebih baik?"
Usapan lembut itu membuat Xia Huan Ran mematung di tempatnya, begitu lembut dan hangat membuat Huan Ran merasa nyaman dan ingin merasakannya lebih lama. Kemudian, ketika kesadarannya mulai kembali, Huan Ran dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata dengan gugup, "Itu ... baik! Sudah tidak sakit, kamu tenang saja!"
Ling Mei hanya mendengus pelan dengan bibir yang berkedut. "Lalu, apa yang kamu lakukan di sini?"
"Aku ... aku tentu saja untuk melihat buku! Tapi, apa yang kamu lakukan di sini dan siapa kamu? Memangnya Yang Mulia Putri Keempat mengizinkan seorang wanita selain dirinya untuk masuk ke dalam kediaman ini?"
Mendengar itu, Ling Mei benar-benar tak bisa menahan senyum kecil di wajahnya. Tuan Muda Kecil Xia ini benar-benar membuatnya terhibur, benar-benar hal yang langka. "Memangnya kamu tahu penampilan dari Putri Keempat?"
"Aku ... itu aku memang belum pernah melihatnya sama sekali." Huan Ran berucap pelan sembari meringis kecil.
Walaupun dia diizinkan tinggal di sini oleh Putri Keempat Shao Ling Mei atas permintaan ibunya yang adalah Tabib Kekaisaran, tapi sejak tadi dia sama sekali belum melihat bagaimana penampilan dari Putri Keempat. Yang dia dengar hanyalah rumor-rumor yang beredar di antara rakyat kekaisaran, termasuk rumor tentang keterbelakangan mental Putri Keempat yang mulai membaik di bawah penanganan dari ibunya, Tabib Kekaisaran Xia Lu Si. Meski sebenarnya dia merasa penasaran dan ingin melihat secara langsung bagaimana penampilan dari Putri Keempat yang begitu disayangi oleh Permaisuri Agung, tapi dia cukup mengerti jika Putri Keempat bukanlah orang sembarangan yang bisa ditemui kapan saja bahkan jika itu di dalam kediamannya sendiri.
Ling Mei menaikkan satu alisnya, tiba-tiba dia merasa ingin menggoda tuan muda kecil yang ada di depannya ini. "Apa kamu tidak penasaran dengan wajahnya? Aku dengar dia jelek dan juga bodoh."
"Aiyo! Kamu tidak boleh menghinanya seperti itu! Dia adalah anggota keluarga kekaisaran! Kepala kamu mungkin akan menghilang dalam sekejap jika ada seseorang yang mendengarnya!" Huan Ran berkata dengan panik, wanita di depannya ini! Dia benar-benar sangat berani untuk ukuran seorang bangsawan.
Begitu tak tertahankan! Bintang Keempat Kekaisaran Shao itu tertawa kecil setelah mendengarnya. Bahkan untuk Ling Mei yang dingin dan jarang tertawa, Huan Ran adalah seorang adik kecil yang dapat menghiburnya dengan mudah. Mungkin benar, dalam beberapa waktu ke depan, manor putri keempat tidak akan sepi dengan adanya Huan Ran yang polos dan ceria. Huan Ran mengerutkan aslinya bingung, mengapa wanita di depannya ini malah tertawa dengan santainya?
"Hei! Mengapa kamu tertawa, Jiejie?"
"Tidak. Hanya saja kamu begitu lucu dan aku tidak kuat untuk tidak tertawa mendengarkan ucapanmu."
Huan Ran menyilangkan kedua tangannya di depan dada, lalu mendengus. "Kamu! Jiejie, aku sudah memperingatkan kamu, tapi kamu justru tidak mendengarkan aku! Jika Putri Keempat mendengarnya dan marah padamu, itu bukan menjadi urusan aku!"
Ling Mei menggelengkan kepalanya pelan, dia berpikir untuk berhenti bermain-main dan mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya. "Memangnya kenapa? Aku adalah—"
"Yang Mulia Putri Keempat! Sangat beruntung untuk menemukan anda di sini! Saya mencari anda sejak tadi karena ada beberapa hal mendesak yang harus Yang Mulia selesaikan." suara dari Yu Shen membuat keduanya menoleh, termasuk Huan Ran yang terlihat begitu terkejut ketika mendengarnya.
"Yang Mulia Putri Keempat?!" Huan Ran berseru dengan panik, kemudian menatap Ling Mek dengan mata yang terbelalak lebar.
Yu Shen mengangguk dan tersenyum dengan sopan. "Tentu saja, Tuan Muda Xia. Wanita yang ada di depan anda adalah Yang Mulia Putri Keempat Shao Ling Mei. Ah! Apa anda baru saja bertemu dengan Yang Mulia di dalam perpustakaan?"
Huan Ran menatap Yu Shen sebelum kemudian dia kembali menatap Ling Mei dengan wajah yang panik dan takut secara bersamaan. Betapa tidak sopannya ucapan yang dia katakan sejak tadi pada seorang putri kekaisaran! Bahkan meski harus membungkuk seratus kali siang dan malam, itu masih belum cukup untuk mengamankan nyawanya dan keluarganya!
Meski terlambat, Huan Ran dengan cepat membungkuk hormat pada Ling Mei. "Xia Huan Ran memberi salam kepada Bintang Keempat Kekaisaran Shao, semoga Yang Mulia selalu dipenuhi oleh kebahagiaan."
"Kamu bisa pergi sekarang, Tuan Muda Xia. Dan terima kasih untuk yang sebelumnya, aku merasa cukup senang dengan hal itu." ucap Ling Mei dengan seringai kecil membuat Huan Ran menelan ludah penuh kegugupan. Segera setelahnya, Huan Ran berbalik dan pergi menjauh dari area perpustakaan dengan begitu tergesa-gesa.
Yu Shen hanya melihat tuannya dengan wajah kebingungan saat yang kentara. "Apa ada sesuatu yang baru saja terjadi, Yang Mulia?"
Ling Mei menggeleng pelan dengan wajah yang kembali datar dan dingin. "Tidak ada. Hanya saja, seperti yang kamu katakan Yu Shen, ada baiknya jika aku menghibur diri sesekali."