
Sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan beberapa waktu yang lalu, tibalah hari di mana Shi Yu Han akan resmi menjadi selir pertama dari Putri Keempat Shao Ling Mei. Saat ini paviliun yang ditempati oleh Yu Han termasuk seluruh bagian kediaman keluarga Jenderal Shi telah dihias dengan warna merah yang meriah di setiap sudutnya. Menggunakan rangkaian proses yang hampir sama dengan pernikahan Ling Mei sebelumnya bersama Pangeran Kedua Wei Yun Rui, kali ini Yu Han berada di dalam kamarnya dengan pakaian serba merah khas pernikahan dan wajah yang telah dirias dengan sempurna sembari menunggu kedatangan utusan dari Manor Putri Keempat yang akan menjemputnya.
"Mo Xi, aku merasa sangat gugup. Apa ini benar tidak apa-apa? Bahkan jika itu sebagai selir, apa aku pantas menikah dengan Putri Keempat yang agung?"
Mo Xi mendengarkannya, ketika Yu Han bertanya padanya dengan nada yang penuh ketidakpercayaan diri itu. Pelayan pria itu terdiam sebentar dengan alis yang mengerut tidak setuju, sejak dulu tuan mudanya memang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Dia begitu mudah untuk mengalah dan pengertian dalam banyak hal.
"Tuan Muda, anda adalah orang yang baik. Anda jauh lebih dari pantas untuk pernikahan ini, karena itu mohon untuk Tuan Muda tidak meragukan diri anda sendiri. Saya yakin Yang Mulia Putri Keempat akan menyayangi anda dan menghormati anda sebagai selirnya."
Yu Han menatap gambaran dirinya yang terpantul dari depan cermin, hari ini dia terlihat berbeda dari sebelumnya karena riasan dari pernikahan. Setelahnya, dia tersenyum tipis dengan pandangan yang sendu. "Aku juga ... aku juga berharap seperti itu, Mo Xi."
Tak lama setelah itu, suara pintu yang dibuka membuat Yu Han dan Mo Xi menolehkan kepala mereka. Dapat dilihat bahwa Jenderal Besar Shi Li Ying memasuki kamar putranya dengan tatapan yang hangat, raut wajahnya terlihat baik meski ada sirat kesedihan yang samar dari pendar matanya.
"Apa sudah selesai? Sedan pernikahan yang dikirim Putri Keempat sudah datang dan sedang menunggumu di depan aula utama. Han'er, setelah ini kamu bukan lagi tanggung jawab kediaman Shi, meski begitu pintu kediaman Shi akan selalu terbuka untukmu kapan pun kamu ingin kembali."
Ketika mengatakan itu, Li Ying memegang kedua bahu putranya dan mengusapnya dengan lembut. Yu Han tersenyum, ibunya adalah wanita yang baik, di luar dia memiliki karakter yang keras karena dia adalah seorang jenderal kekaisaran, tapi Li Ying memiliki hati yang hangat di dalamnya.
"Ya, ibu, saya mengerti. Terima kasih karena telah menyayangi saya hingga saat ini, saya harap anda selalu bahagia." mata Yu Han berpendar cerah, seulas senyum lebar terlihat di wajahnya yang menawan.
"Putraku! Putraku yang berharga!" Li Ying menatap penuh kebanggaan, melihat Yu Han dapat tumbuh sebesar ini, dia merasa senang. "Aku akan mengantarmu menuju sedan pernikahan, persiapkan dirimu Han'er!"
Sama seperti pernikahan sebelumnya, kali ini seorang sipir memakaikan kerudung merah pengantin pada Yu Han dan menutupi kepalanya. Segera setelahnya, Yu Han diantar menuju aula utama dengan Jenderal Shi di sampingnya. Suara ledakan petasan terdengar keras dan meriah ketika Yu Han tiba di aula utama kediaman Jenderal Besar Shi. Lalu, tiba saatnya untuk mempelai pengantin pria dibawa menuju kediaman sang mempelai wanita dengan menggunakan sedan pengantin yang begitu meriah. Tak lama setelahnya sipir berteriak dengan suara keras dan lantang, meminta Yu Han untuk memasuki kursi sedan pengantin yang telah disiapkan oleh pihak pengantin wanita. Ketika memasuki sedan pernikahan, Yu Han merasakan gugup yang luar biasa di dalam hatinya. Ini berbeda dari hanya sekedar berkunjung biasa ke Manor Putri Keempat.
Berbeda dengan Yun Rui yang harus melewati hampir seluruh kota untuk sampai di kediaman Ling Mei, Yu Han tidak memerlukan perjalanan panjang untuk sampai di tempat tujuannya. Tentu, itu karena letak kediaman utama Shi yang berada di barat kota Xiaoyang, sedangkan kediaman Ling Mei berada di selatan. Maka, tidak membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk sampai di tempat itu. Di dalam sedan pernikahan, Yu Han menghela napas panjang. Tuan muda itu begitu tegang, namun tak menutupi ekspresi bahagia yang terlihat samar di wajahnya. Ini adalah pernikahannya, bahkan jika Ling Mei menyetujui hal ini karena permintaan dari ibunya, Yu Han sama sekali tidak mempermasalahkannya. Ling Mei adalah istrinya, sudah kewajibannya untuk mencintai sang putri keempat dan melayaninya dengan penuh kesetiaan.
Segera, ketika sedan pengantin milik Yu Han telah tiba di depan pintu kediaman putri keempat, Shi Yu Han mengintip diam-diam orang-orang yang berdiri di luar pintu. Menutup kembali wajahnya dengan kerudung merah pernikahan yang sempat dia buka setengah, Yu Han menghela napas. Bersiap untuk keluar dari sedan pernikahan dibantu oleh seorang sipir dan pelayan setianya, Mo Xi. Karena pernikahan Yu Han dan Ling Mei adalah pernikahan untuk seorang selir dan tidak resmi, para kerabat putri keempat yang adalah putri dan pangeran kekaisaran tidak diharuskan untuk datang. Kebanyakan para tamu yang datang adalah para pejabat kekaisaran yang netral ataupun orang-orang militer dan kerabat yang berada di pihak Jenderal Besar Kekaisaran Shi.
Dalam keterdiamannya, Wei Yun Rui menatap dari jauh upacara pernikahan kedua istrinya bersama seorang tuan muda terhormat yang akan dijadikan sebagai selir resmi kediaman. Sebagai seorang pendamping utama putri kekaisaran, Yun Rui tentu saja mempersiapkan segala keperluan pernikahan Ling Mei dari awal hingga akhir. Dia telah sibuk untuk beberapa waktu sebelum pernikahan dan kini memilih untuk berada di tempat yang lebih tertutup karena istrinya, Putri Keempat Shao Ling Mei itu pasti akan sibuk dengan para tamu dan selir barunya. Setelah memastikan bahwa seluruh rangkaian proses upacara pernikahan telah dilakukan, Yu Han kemudian digiring menuju kamar pengantin miliknya dan Ling Mei.
Yu Han memasuki kamar luas bernuansa merah khas pernikahan itu dengan hati-hati, dia tak dapat melihat dengan jelas hiasan dan ornamen yang ada di dalam kamar tersebut karena wajahnya yang masih tertutup oleh kerudung pernikahan. Yu Han dibantu oleh Mo Xi untuk duduk di atas ranjang yang tidak jauh dari meja yang berisikan beberapa makanan ringan dan teko arak dengan dua gelas kosong di sampingnya.
'Merasa begitu gugup, aku merasa tidak cukup baik untuk ini.' dalam hatinya, Yu Han bergumam dengan gelisah.
Saat ini dia tengah menunggu Ling Mei untuk datang dan membuka kerudung merahnya sesuai dengan tradisi pernikahan yang berlaku. Yu Han merasa cukup khawatir dengan respon yang akan diberikan Ling Mei padanya, bagaimana pun mereka berdua tidak menikah karena saling mencintai. Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Yu Han, di dalam pandangannya yang tertutup kerudung pernikahan dapat dia lihat dengan samar Ling Mei yang berjalan mendekat ke arahnya yang masih duduk di atas peraduan. Diam-diam Yu Han menghela napas, Tuan Muda Shi yang kini telah resmi menjadi selir putri keempat itu merasakan tubuhnya sedikit gemetar ketika Ling Mei dengan perlahan membuka kerudung pernikahan tersebut dan menariknya ke atas.
Segera setelah kerudung merah terbuka, Yu Han dapat melihat dengan jelas raut wajah Ling Mei yang datar. Namun, meski begitu, ada sedikit pancaran hangat yang terlihat dari mata sang putri keempat. Tanpa mengatakan apa pun, Ling Mei menuangkan arak ke dalam cangkir miliknya dan Yu Han.
"Minumlah." Ling Mei mengulurkan secangkir arak ke arah Yu Han, membuat sang selir tersenyum dengan semburat merah samar di kedua pipinya. "Terima kasih, Yang Mulia."
Yu Han meminum araknya tanpa tergesa-gesa, berbeda dengan Ling Mei yang terdiam sembari menatap lurus ke depan, Yu Han justru memandang lekat ke arah Ling Mei dengan mata yang berpendar cerah. Wajahnya memerah ketika memikirkan malam pertama pernikahan yang akan dilaluinya bersama Ling Mei. Putri Keempat Kekaisaran Shao itu menolehkan kepalanya ke arah Yu Han, mengerti jika sejak tadi pria muda itu selalu menatap ke arahnya.
"Bersiaplah untuk tidur, aku akan membantumu melepas semua perhiasanmu."
"Ya?" binar cahaya di mata Yu Han meredup, ekspresi penuh kebingungan terlihat jelas di wajahnya yang menawan.
Ling Mei menghela napas, wajahnya sedikit melunak dan nada suaranya merendah mencoba menjelaskan pada Yu Han dengan baik.
"Maaf karena ini tidak akan sesuai dengan bayanganmu, tapi aku harap kamu mengerti jika aku belum siap untuk hal ini. Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir, sebagai gantinya aku akan berada di sini dan menemanimu. Aku akan tetap menjaga wajah selirku di malam pertama pernikahannya."
Mendengarnya, Yu Han mengerjapkan matanya beberapa kali. Pandangan matanya bergulir dengan tatapan ke bawah, Shi Yu Han tersenyum lembut, sebuah senyum tipis yang halus. Ling Mei mungkin dapat menebaknya, bahkan dengan seulas senyum di wajahnya, Yu Han mungkin memiliki rasa kecewa yang besar dalam hatinya.
Ling Mei mendekatkan tubuhnya pada Yu Han dan dengan perlahan menyentuh rambut panjang selirnya. Dengan hati-hati dia melepaskan satu per satu perhiasan yang ada di rambut Yu Han seperti jepit rambut dan tusuk rambut. Yu Han menatap wajah Ling Mei yang begitu dekat dengannya, auranya begitu mendominasi dengan sorot matanya yang begitu tajam membuat pria muda itu meremang halus.
'Dengan wajah ini, aku tidak mungkin tidak jatuh padanya.' kembali, Yu Han begitu mengagumi keindahan wajah istrinya. Memiliki Ling Mei sebagai pasangannya adalah sebuah keberuntungan yang Yu Han tidak pernah pikirkan sebelumnya.
Dengan keadaannya yang seorang tuan muda yang mudah ditindas, Yu Han bahkan tidak yakin akan mendapatkan pernikahan yang baik di masa depan. Karena itu, dia tidak pernah berharap lebih untuk hal ini. Lamunannya pada sosok Ling Mei tersadar ketika Putri Keempat Kekaisaran Shao itu memanggil namanya beberapa kali.
"Han'er? Apa kamu baik-baik saja?" sorot mata yang tegas dan wajah yang serius, Ling Mei kemudian bertanya dengan nada yang lembut.
Dalam hati Yu Han merutuki tentang dirinya sendiri dan menyadarkan pikirannya, pria muda itu tersenyum manis dan menjawab dengan cepat. "A-ah! Saya baik, hanya memiliki beberapa pikiran yang terlintas, Yang Mulia bisa membiarkannya."
"Baik, baik. Kamu dapat menyimpannya untuk dirimu sendiri, hanya perlu katakan padaku jika kamu memiliki keluhan di manor putri ini."
Yu Han mengangguk dengan wajah senang, "Selir ini mengerti, terima kasih Yang Mulia."
"Tidurlah. Aku akan menemani kamu di sini."
Yu Han membaringkan tubuhnya dengan Ling Mei yang ada di sampingnya, pria muda itu berbaring miring ke arah Ling Mei yang memunggunginya. Sama seperti pernikahan sebelumnya, tidak ada malam pertama yang baik di dalam upacara pernikahan seorang putri keempat.
...........................
Pagi hari pertama setelah pernikahan, Yu Han terbangun tanpa ada Ling Mei di sisinya. Sepertinya wanita itu telah pergi sejak pagi-pagi buta tanpa berpamitan padanya, Yu Han menghela napas berat. Istrinya adalah seorang wanita yang sibuk, dia memiliki banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda terlalu lama, dan untuk beberapa hal Yu Han merasa sedih untuk itu. Yu Han mengusap wajahnya, dia harus membersihkan diri dan bersiap setelahnya. Sebagai selir baru, Yu Han harus mengunjungi paviliun Yun Rui untuk menyapa dan menunjukkan rasa hormatnya sebagai selir kepada suami resmi dari istrinya.
"Mo Xi!" segera setelahnya, Yu Han memilih untuk memanggil Mo Xi. Bukan hal yang baik jika seorang selir baru sepertinya terlambat menyapa suami resmi dari istrinya di hari pertama setelah malam pernikahannya, karena itu mungkin akan menimbulkan rumor yang buruk tentangnya.
Dari arah luar, Mo Xi datang dan bertanya dengan nada yang sopan. "Ya, Tuan? Anda membutuhkan sesuatu?"
"Bantu aku mandi dan bersiap! Aku harus mengunjungi paviliun Pendamping Utama Wei setelah ini, adalah hal yang tidak pantas jika aku datang terlambat untuk menyapa."
Mo Xi mengangguk dan mulai membantu Yu Han, "Seperti yang anda inginkan, Tuan."
Beberapa waktu setelahnya, di dalam Paviliun Zuanshi, terlihat Wei Yun Rui yang sedang fokus membaca buku. Jari-jarinya dengan terampil membalik lembar demi lembar halaman buku, Yun Rui menghela napas panjang. Sejak kemarin dia sama sekali belum berbicara ataupun menghabiskan waktu bersama dengan Ling Mei, Yun Rui mengakui, dia merindukan istrinya. Belum lagi dengan adanya Yu Han sebagai selir baru istrinya, Ling Mei mungkin akan menghabiskan beberapa waktunya ke depan bersama dengan Tuan Muda Pertama keluarga Shi itu.
Menatap Shu Lian yang berdiri tak jauh darinya, Yun Rui membuka mulutnya dan berkata, "Shu Lian, apa kamu tahu di mana Putri Keempat sekarang?"
"Menjawab pertanyaan Pendamping Utama Wei, dari yang saya ketahui, Yang Mulia Putri Keempat sedang berada di—"
"Pendamping Utama Wei, Selir Shi datang menemui anda." suara dari Mo Xi, pelayan dari Shi Yu Han membuat ucapan Shu Lian terpotong.
Yun Rui menatap ke arah pintu paviliunnya sebelum berkata, "Biarkan masuk!"
Memasuki ruangan utama Paviliun Zuanshi, Yu Han memandang gugup ke arah Yun Rui yang masih duduk dengan buku di tangannya. Seperti yang dikatakan banyak orang, Yun Rui memiliki kecantikan yang tajam, bahkan sorot matanya yang masih terfokus pada lembaran buku itu terlihat tajam tanpa keraguan. Seperti yang diharapkan, Wei Yun Rui benar-benar pantas menjadi calon Pendamping Utama Kekaisaran yang akan memimpin harem Istana Kekaisaran menggantikan Pendamping Utama Kekaisaran Hong.
"Selir Shi memberi salam kepada Pendamping Utama Wei." menundukkan kepalanya dan berkata dengan nada yang lembut, setelahnya Yu Han dapat melihat Yun Rui mengangguk dan tersenyum kecil.
"En, duduklah! Kita mungkin dapat berbicara tentang beberapa hal untuk beberapa waktu ke depan. Mari menjadi akur dan melayani Yang Mulia Putri Keempat bersama!"
Mendengar itu Yu Han tersenyum dengan tatapan yang hangat. Tidak seperti yang dirumorkan, Pangeran Kedua Kerajaan Wei memiliki hati yang baik. Berbeda dengan kediaman keluarga Shi, tinggal di manor putri keempat adalah sebuah kebahagiaan untuknya. Tidak akan ada lagi yang menindasnya, tidak akan ada lagi yang menghinanya, Yu Han hanya berharap jika Shao Ling Mei akan menerimanya di dalam hati wanita itu suatu hari nanti.