
Memasuki musim semi, seluruh kota di Kekaisaran Shao mengadakan festival musim semi yang meriah. Itu juga berlaku untuk ibu kota Xiaoyang yang padat, para penduduk akan menghias seluruh sudut kota dengan pernak-pernik musim semi yang cerah dan bersinar. Angin bertiup dengan lembut di dalam Manor Putri Keempat, membuat banyak tirai dengan jendela yang terbuka ikut bergerak dan berterbangan dengan ringan. Kediaman ini terasa begitu damai dan menenangkan, di dalam suasana yang menyenangkan ini, Ling Mei memilih berdiam diri di dalam Paviliun Yin miliknya. Hari menjelang malam ketika Ling Mei hampir selesai dengan seluruh pekerjaan miliknya, itu benar-benar menghabiskan banyak waktu dan pikiran mengingat semua tumpukan tinggi perkamen yang ada di mejanya.
Ling Mei menghela napas sembari memijat kedua pelipisnya dengan lembut, sedikit banyak dia merasa pusing di kepalanya karena terlalu banyak berpikir sejak pagi hari. Sebenarnya, Ling Mei membutuhkan sesuatu untuk mengistirahatkan pikirannya sejenak, mungkin sesuatu seperti keluar dari kediaman atau hampir sama dengan itu dapat merilekskan kepalanya yang dia rasa akan meledak setelah ini. Berpikir tentang pekerjaan, saat ini hanya ada Ling Mei sendiri di dalam ruangan kerjanya, tidak ada Wu Jin yang bersamanya dan Yu Shen yang berjaga di luar ruang kerja Ling Mei. Namun, tak berapa lama setelahnya, Yu Shen mengetuk pintu dan memasuki ruang kerja Ling Mei, sepertinya dia berniat untuk menyampaikan sesuatu.
"Yang Mulia, ada pesan dari Pendamping Utama Wei."
Mendengar ucapan Yu Shen, Ling Mei mengalihkan tatapannya pada pelayannya tersebut. "Katakan!"
"Pendamping Utama Wei mengajak anda untuk menikmati keindahan kota di luar kediaman malam ini."
Ling Mei mengangguk mengerti, "Hǎo, katakan pada Pendamping Utama Wei bahwa aku menyetujuinya."
Namun, sebelum Yu Shen keluar dari ruangan Ling Mei, Putri Keempat Kekaisaran Shao itu kembali memanggilnya.
"Ah, Yu Shen! Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang gadis yang aku temui di pasar beberapa hari yang lalu?"
"Ya, Yang Mulia. Gadis muda bernama Fan Lin Hua itu adalah putri dari pasangan bangsawan yang telah jatuh dan hidup dalam kemiskinan selama beberapa tahun terakhir. Dia berusia 12 tahun dan hanya tinggal bersama adik laki-lakinya yang baru berusia delapan tahun. Ibunya meninggal karena sakit dua tahun yang lalu, sedangkan ayahnya menyusul dengan melakukan bunuh diri menggunakan racun beberapa bulan setelah kematian istrinya. Saat ini mereka hidup menggunakan sedikit tabungan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka dan Fan Lin Hua yang bekerja dengan tidak menentu karena usianya yang begitu muda."
Penjelasan panjang dari Yu Shen membuat Ling Mei terdiam sebentar, Putri Keempat Kekaisaran itu menghela napas panjang.
"Aku mengerti. Beberapa hari ini aku telah membawa kedua anak itu ke dalam kediaman dan mempekerjakan Lin Hua sebagai pelayan sementara. Yu Shen, setelah ini bawa anak itu padaku, aku ingin menawarkan sesuatu padanya."
Yu Shen menunduk hormat, "Shì. Sesuai keinginan anda, Yang Mulia."
Ling Mei mengangguk, lalu berkata dengan singkat. "Pergilah!"
.
.
Seperti yang telah Ling Mei perintahkan sebelumnya, Fan Lin Hua berdiri di depan Ling Mei dengan wajah yang tertunduk ke bawah. Di sampingnya, adik laki-lakinya yang berusia delapan tahun, Fan Li Yun, memegang satu lengannya dengan erat. Wajah anak kecil itu terlihat malu-malu dengan sorot ketakutan kecil yang terlihat di kedua matanya. Ling Mei mendengus dalam hati, apa dia memang semenyeramkan itu hingga kedua anak ini terlihat takut padanya?
"Kalian berdua, mendekatlah! Duduklah dengan santai!" Ling Mei menghela napas, keduanya mengingatkannya pada sebuah kepingan memori lama yang tersimpan dengan rapat di dalam hatinya. Melihat keduanya yang duduk di depan Ling Mei dengan patuh, Putri Keempat Shao itu diam-diam tersenyum sangat tipis. "Fan Lin Hua, apa kamu tahu mengapa aku memanggil kamu ke sini?"
Gadis muda itu mencengkram kain hanfunya dengan erat, raut wajahnya terlihat gugup ketika dia berhadapan dengan sang Bintang Keempat Kekaisaran yang berharga. "Tidak, Yang Mulia."
Pada awalnya, Fan Lin Hua tidak pernah berpikir bahwa orang yang menyelamatkannya dari perampokan yang dilakukan para pencuri jalanan itu adalah seorang putri kekaisaran, lebih tepatnya Putri Keempat Kekaisaran Shao yang penuh dengan rumor. Itu sangat berbeda dengan rumor yang beredar jika Putri Keempat Shao Ling Mei adalah seorang cacat mental yang bodoh dan kekanak-kanakan, banyak orang mengatakan bahwa dia adalah putri yang tidak berguna seperti sampah dan tidak memiliki wajah yang begitu indah. Namun, sesuatu yang berbeda telah Lin Hua lihat dengan kedua matanya sendiri karena sebuah kejadian yang tidak disengaja.
"Dengar, Fan Lin Hua! Sepertinya aku tidak dapat mempekerjakan kamu di dalam kediaman milikku lagi setelah ini."
Mendengar hal itu, Fan Lin Hua mendongakkan kepalanya dengan wajah terkejut yang kentara. Tidak! Apa itu artinya dia akan dikeluarkan dari tempat ini? Bahkan adiknya, Fan Li Yun, menatap sedih ke arah kakak perempuannya yang terlihat begitu kecewa. Fan Li Yun tahu dengan baik maksud dari ucapan yang disampaikan oleh wanita muda terhormat yang ada di depannya itu, ini cukup tidak adil mengingat kakaknya terlihat sangat bahagia ketika dia bekerja di tempat ini. Tidak seperti sebelumnya, tidak ada yang menghina atau bahkan menindas mereka berdua di sini, semua orang memperlakukan Li Yun dan Lin Hua dengan baik, sama seperti saat kedua orang tua mereka masih hidup.
Fan Li Yun bahkan dapat melihat dengan jelas seberapa tulusnya sang kakak melakukan semua pekerjaannya selama di kediaman ini tanpa mengeluh sama sekali dengan terus mengingat Putri Keempat yang bahkan hampir tidak pernah mereka berdua lihat dalam beberapa hari terakhir karena kesibukan wanita muda itu.
"M-maaf sebelumnya, Yang Mulia ... apa saya melakukan kesalahan? A-atau anda tidak menyukai sikap saya ketika saya bekerja? A-apakah karena saya yang tidak kompeten dalam bekerja? Apa pun itu, maafkan saya Yang Mulia, saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ... saya mohon, izinkan saya untuk tetap berada di sisi anda, Yang Mulia!"
Suara Lin Hua terdengar bergetar hebat, kepala gadis muda itu menunduk dalam-dalam meminta pengampunan dari sang Putri Keempat. Ketika melihat ketakutan pada mata gadis muda itu, Shao Ling Mei menghela napas. Putri Keempat Kekaisaran itu cukup menyadari bahwa dia terlihat menakutkan dengan aura dinginnya, biar bagaimanapun, tidak cukup mudah untuk merubahnya begitu saja. Hal ini telah secara alami menguar ketika Ling Mei mulai menunjukkan karakter aslinya.
"Gadis kecil, kamu tidak memiliki kesalahan apa pun. Semua pekerjaan yang kamu kerjakan sangat baik dan aku menyukainya, aku memanggil kalian berdua kemari karena ada hal yang ingin aku tawarkan pada kamu."
Mendengar hal itu, Lin Hua dengan cepat mendongakkan kepalanya. Sorot matanya terlihat kembali bersinar dan dengan sedikit terbata dia bertanya, "S-sebuah tawaran? Tentang apa itu Yang Mulia?"
"Apa? P-pasukan Yuyin? Apa maksud anda Yang Mulia? Maafkan saya, tapi saya tidak cukup mengerti." Lin Hua berkata penuh keraguan, merasa kebingungan dan gugup dalam satu waktu, apa yang dimaksud oleh Putri Keempat sebenarnya?
"Jika kamu resmi bergabung, pengawal pribadiku, Liao Wu Jin akan menjelaskannya padamu. Jadi, gadis kecil, aku menunggu jawabanmu."
"Lalu, apa itu artinya saya akan tetap berada di sisi anda? Apa saya dapat menjadi seseorang yang berguna untuk anda, Yang Mulia?"
"Tentu, dalam artian yang berbeda. Kamu akan berlatih di tempat yang tersembunyi yang cukup jauh dari sini dan kamu bisa membawa adikmu jika kamu menginginkannya atau menitipkannya di kediaman ini. Tunjukkan padaku bahwa aku tidak salah menilai kamu, gadis kecil."
Fan Lin Hua menghembuskan napas dengan yakin, sorot mata itu terlihat berkobar penuh semangat dan ketidaksabaran. "Yang Mulia, saya bersedia. Tetapi, saya ingin adik saya tetap di sini dan membantu melayani anda karena itu mungkin akan menjadi pelatihan yang panjang untuk saya."
Ling Mei mengangguk menyetujui, "Itu tidak sulit, Wu Jin akan mengantarmu ke tempat itu dan kamu boleh mengunjungi adikmu setiap dua bulan sekali. Kamu juga bisa mengirim surat untuk adikmu jika kamu merindukannya, aku tidak melarang hal itu.*
"Fan Lin Hua dan Fan Li Yun berterima kasih untuk setiap kebaikan yang diberikan oleh Yang Mulia Putri Keempat Shao. Yang rendah ini pasti akan melakukannya dengan baik untuk anda." bangkit dari duduknya, Fan Lin Hua yang diikuti oleh adik laki-lakinya; Fan Li Yun membungkuk dengan hormat pada Shao Ling Mei yang ada di depan mereka.
.............................
Langit kembali berhiaskan bulan purnama yang indah, malam telah tiba, langit cerah menjadi gelap dengan banyak bintang yang bersinar terang diantaranya. Sesuai janjinya bersama Yun Rui, Ling Mei melangkahkan kakinya menuju Paviliun Zuanshi berniat menjemput suami utamanya dan membawanya keluar kediaman untuk menghabiskan waktu bersama. Berbeda dari biasanya, Ling Mei yang lebih sering memakai pakaian berwarna gelap kali ini dia terlihat begitu manis seperti buah persik matang dengan hanfu berwarna cerah di bagian dalam dan merah di bagian luar dengan sulaman berpola bunga persik yang menawan. Menatap kedatangannya, Yun Rui yang saat itu menunggu di dalam sebuah gazebo yang berada di depan paviliun miliknya dengan cepat berdiri dan menghampiri Ling Mei dengan senyum yang terulas di wajahnya.
Menggunakan pakaian yang tidak begitu cerah, namun juga tidak begitu gelap, dengan hanfu berwarna abu-abu gelap di bagian dalamnya dan putih di bagian luar yang dihiasi sulaman berpola daun bambu yang rapi, Yun Rui berdiri tepat di hadapan Ling Mei dengan binar senang yang terlihat di kedua matanya.
"Istri, kamu datang!" ucapan dengan nada ceria terdengar dari bibir Yun Rui.
Menatap datar ke arah Yun Rui, tapi tidak menunjukkan sorot kebencian, Ling Mei berkata, "Bukankah aku sudah menyetujuinya sebelumnya? Tentu saja aku akan datang untukmu."
Merasa senang dengan balasan Ling Mei, Yun Rui meraih lengan sang Putri Keempat dan berbicara dengan antusias. "Haruskah kita pergi sekarang?"
"Ya." jawab Ling Mei pelan dengan sorot mata yang melembut.
Pasar terlihat jauh lebih indah di malam hari, festival musim semi telah digelar sejak satu hari yang lalu, tentu semua jalanan kota terlihat sangat menakjubkan dengan banyak lentera dan bunga-bunga yang dihias di setiap sudut kota saat ini. Banyak orang berlalu-lalang, terdengar suara keras dari beberapa pedagang yang menawarkan dengan ramah barang dagangannya pada setiap orang yang lewat. Ling Mei dan Yun Rui berjalan bersampingan, kali ini keduanya memilih untuk keluar tanpa membawa satupun pelayan di belakang mereka. Hanya berdua dan menikmati keramaian kota Xiaoyang dengan santai. Beberapa makanan ringan dari yang manis, gurih, hingga pedas telah mereka beli. Ling Mei yang berada di samping Yun Rui akan diam sembari memandang Yun Rui dan membelikan semua yang diinginkan oleh pria muda yang berstatus sebagai suami resminya itu.
Di akhir waktu, Yun Rui mengajak Ling Mei membeli dua buah lampion untuk mereka berdua terbangkan. Pada awalnya Ling Mei berniat untuk menolaknya, namun ketika dia melihat kekecewaan di wajah Yun Rui dia menyetujuinya. Haa... Ling Mei merasa ini tidak seperti dirinya. Menulis dalam diam, keduanya menerbangkan lampion mereka ke langit bersamaan dengan orang-orang di sekitar mereka yang juga satu per satu mulai menerbangkan lampion mereka.
Melihat lampionnya yang terbang ke atas, Ling Mei menoleh, menatap Yun Rui yang ada disampingnya dengan sedikit ragu. "Kamu ... apa harapanmu?"
"Aku berharap istriku akan selalu bahagia apa pun keadaannya dan apa pun yang diinginkan istriku akan menjadi kenyataan."
Jawaban Yun Rui membuat Ling Mei terdiam dengan mata yang melebar, sedikitnya dia tak menyangka bahwa pria muda yang dijuluki sebagai Pangeran Iblis karena kenakalannya itu akan mengatakan hal tersebut.
'Dan juga Yang Mulia, aku berharap kamu dapat kembali mencintaiku sama seperti dulu.' batin Yun Rui berucap penuh pengharapan, sesaat sorot matanya terlihat meredup, namun dengan cepat kembali menjadi binar cerah sama seperti sebelumnya.
"Lalu, istriku, katakan harapanmu padaku!" ucap Yun Rui sembari memandang ke arah cahaya lampion mereka berdua yang kini mulai bergerak menuju ke atas langit yang luas bersama dengan lampion-lampion milik orang lain.
"Hanya ... sebuah kekuatan agar aku bisa melindungi orang-orangku."
Yun Rui menolehkan pandangannya pada Ling Mei, seulas senyum lembut terlihat di wajahnya yang menawan. Pria muda itu bergerak mendekat ke arah Ling Mei, lalu, tanpa mengatakan apa pun Yun Rui memeluk Ling Mei. "Kamu pasti dapat melakukannya, saya yakin dengan hal itu, Ling Mei."
Mendengar nada yang pelan, namun menguatkan itu, Ling Mei terdiam dengan kaku. Tanpa sadar kedua tangan putri yang dianggap sebagai orang yang cacat mental itu bergerak membalas pelukan dari Yun Rui, dalam diam dengan wajah yang sedikit getir Ling Mei mengeratkan pelukannya tanpa memikirkan apa pun.