Phoenix: Rules Of The Harem

Phoenix: Rules Of The Harem
Bab 16: Jenderal Shi, Mari Bekerja Sama!



Setiap jenderal yang memimpin pasukan perang kekaisaran memiliki markas mereka masing-masing. Kemudian di setiap bulannya mereka semua akan mengadakan pertemuan khusus untuk membahas strategi perang dan hal-hal yang berkaitan dengan militer, lalu menyatukan semua pemikiran dan ide dari setiap jenderal agar tidak terjadi permusuhan internal yang dapat merusak formasi kerja mereka. Setidaknya begitulah cara para jenderal tertinggi Kekaisaran Shao dalam mengurus pekerjaan mereka. Mereka juga memiliki pasukan elit yang dilatih dan dikendalikan oleh mereka menggunakan sebuah token khusus, token itu didapatkan atas izin dari Permaisuri Agung sebagai hadiah karena jasa besar yang telah mereka lakukan untuk kekaisaran dan dapat juga digunakan untuk melindungi keluarga mereka.


Berpikir tentang markas, sekarang ini Putri Keempat Shao Ling Mei berada di markas pelatihan militer milik Jenderal Besar Kekaisaran Shi yang terletak tak terlalu jauh dari kediaman utama keluarga Shi. Ketika Ling Mei berkunjung, markas terlihat lebih sepi dari biasanya. Tentu saja, itu karena hari ini adalah hari libur untuk para pasukan elit milik Jenderal Besar Shi. Pelatihan pasukan biasanya tidak dilakukan setiap hari, setiap markas memiliki jadwal pelatihan masing-masing, bahkan peraturan itu juga diberlakukan oleh Ling Mei di markasnya sendiri yang berada di kota Jianhu. Sebelumnya Ling Mei telah menghubungi Jenderal Besar Shi tentang kunjungannya ke markas miliknya beberapa waktu lalu dan mengambil hari di mana keadaan markas sedang sangat sepi untuk mencegah terbongkarnya kondisi Ling Mei yang asli.


Karena itu, saat ini dapat dipastikan bahwa Jenderal Besar Shi telah menunggunya di ruangan milik wanita itu dan Ling Mei yakin bahwa rumor tentang keterbelakangan mentalnya yang mulai membaik pasti sudah sampai di telinga Jenderal Shi. Untuk dapat menarik Jenderal Shi ke pihaknya, Ling Mei mencoba untuk memberikan wanita itu beberapa tawaran yang menguntungkan yang mungkin akan tetap sedikit sulit untuk membujuknya. Karena bagaimana pun, Jenderal Shi terkenal memiliki kejujuran dan netral pada pihak keluarga kekaisaran mana pun, dia tak tertarik untuk berpihak pada salah satu putri yang sedang bertarung untuk kursi phoenix demi keuntungannya sendiri. Ling Mei juga berusaha untuk tidak menggunakan tawaran mengambil selir saat kesepakatan ini berlangsung, namun bila satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah hal ini mungkin dia akan mempertimbangkannya kembali.


"Anda sudah datang, Yang Mulia?"


Ling Mei tersenyum tipis, keduanya berdiri dan saling menunduk hormat dengan singkat sebelum duduk di tempat yang telah disediakan sebelumnya.


"Jadi, apa yang membawa anda datang ke markas kecil milik saya, Yang Mulia Putri Keempat?"


Ling Mei mendengus pelan, Jenderal Shi ternyata lebih tidak sabaran dari yang dia pikirkan. "Kudengar Jenderal Tinggi Wu menginginkan posisi Jenderal Agung Kekaisaran yang saat ini masih dipegang oleh nenekku, bukankah kamu tahu seperti apa sifat Jenderal Tinggi Wu? Lalu, apa kamu akan duduk diam saja di sini tanpa melakukan apa pun, Jenderal Besar Shi?"


Tatapan Jenderal Shi Li Ying menajam, dia tahu bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di dalam diri putri keempat. "Apa maksud anda, Yang Mulia?"


"Berhentilah berpura-pura tidak tahu, Jenderal Shi. Bukankah kamu juga menginginkan posisi itu?" Ling Mei memandang Shi Li Ying dengan datar, kemudian dia menyeringai kecil.


Li Ying terdiam sebentar sebelum dia kembali melontarkan sebuah pertanyaan yang selama ini tidak pernah dipikirkan oleh orang-orang tentang Ling Mei. "Mengapa anda berpura-pura cacat mental, Yang Mulia?"


"Apa sekarang kamu telah menyadarinya, Jenderal Shi? Bahkan seekor buaya harus bersembunyi di dalam air untuk waktu yang lama sebelum menangkap mangsanya, Jenderal Shi. Dan aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat kapan aku harus menunjukkan gigi taringku, sebelum kemudian aku akan menggigit dan merobek para mangsaku dengan ganas."


"Anda benar-benar telah berubah, Yang Mulia. Anda bukan lagi putri kecil Ling Mei yang hangat dan disukai semua rakyat kekaisaran."


Tatapan Ling Mei berubah menjadi begitu dingin seperti salju di musim dingin yang membekukan, raut wajahnya sama sekali tak terlihat setitik pun kesenangan. "Hmph! Putri kecil yang hangat telah mati sejak delapan tahun yang lalu, Jenderal Shi. Saat orang-orang mulai memburu nyawanya dan membunuh orang yang dia sayangi di dalam istananya sendiri."


Ling Mei menghela napas sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Berhenti membicarakan omong kosong tentang masa lalu, sekarang aku ingin memberikan sebuah penawaran padamu, Jenderal Shi."


"Sebuah penawaran?" Li Ying menatap Ling Mei sembari menaikkan satu alisnya.


"Aku bisa membantumu untuk mendapatkan posisi itu agar Jenderal Tinggi Wu tak mendapatkannya. Tentu saja dengan bantuan kakak pertamaku, Jenderal Tinggi Wu pasti akan dengan mudah mendapatkan posisi Jenderal Agung Kekaisaran. Juga, kakakku tidak akan berhenti sampai dia berhasil menarik semua pejabat kekaisaran untuk berpihak padanya. Shao Mu Lan akan menggunakan cara apa pun untuk membuat para pejabat kekaisaran berada di pihaknya, termasuk menggunakan cara kotor sekalipun. Bukankah kamu sudah tahu hal itu?"


Brak!


Jenderal Shi menggebrak meja yang ada di depannya dengan cukup keras, sepertinya emosinya mulai meningkat setelah mendengar ucapan Ling Mei. Semua putri kekaisaran sama saja! Mereka mendekati para pejabat kekaisaran hanya untuk meminta dukungan dari mereka! Itu membuatnya merasa tidak senang. Bahkan suara keras itu membuat dua orang yang berdiri bersembunyi di balik pintu ruangan sang jenderal juga tersentak kaget.


"Tuan Muda, apa anda baik-baik saja? Haruskah kita kembali saja? Sepertinya Nyonya Besar sedang melakukan pertemuan yang tidak dapat diganggu." Melihat tuannya yang sedikit ketakutan, pelayan pria yang berdiri di belakang seorang pria muda itu bertanya dengan panik.


Pria muda itu menggeleng, dalam hal ini dia menjadi terlalu keras kepala. "Tidak, tidak perlu! Aku akan menunggu, mungkin sebentar lagi itu akan selesai."


Kembali, suara Jenderal Shi terdengar cukup keras.


"Sebenarnya apa yang ingin anda katakan Yang Mulia?! Bahkan jika anda adalah putri kekaisaran dan satu-satunya putri yang memiliki posisi yang sah sebagai pewaris takhta, saya tidak takut pada anda, Yang Mulia! Karena itu, jangan pernah mencoba untuk mempengaruhi saya!"


Melihat kemarahan yang mulai terlihat di wajah Jenderal Besar Shi, Ling Mei tertawa. Itu membuatnya senang ketika melihat respon Jenderal Shi yang benar-benar berani. "Hahaha! Inilah yang membuatku menyukaimu, Jenderal Shi! Keberanianmu membuatku merasa senang!"


"Saat ini keluargamu dalam bahaya Jenderal Shi, Putri Mahkota telah mengincar kekuatan dukungan dari seorang Jenderal Besar Kekaisaran Shi dan menargetkan keluargamu untuk mendapatkannya. Tentunya, jika dia tak bisa mendapatkannya darimu, maka dia akan menggunakan anak-anakmu agar bisa membawa dirimu masuk ke dalam pihaknya. Lalu, setelah dia tidak membutuhkan kamu lagi, kakakku yang baik itu akan membuangmu dan melenyapkan seluruh keluargamu dengan alasan pemberontakan terhadap kekaisaran."


"Kemudian, bagaimana saya bisa mempercayai ucapan anda, Yang Mulia?" Li Ying bertanya pada Ling Mei sambil menatap datar ke arah cangkir berisi teh yang mulai mendingin, Ling Mei yang melihat itu hanya tersenyum tipis.


"Sebentar lagi kakak pertama mungkin akan mendatangimu dan jika kamu masih tidak meraih tanganku, mungkin aku tidak bisa membantumu saat itu terjadi, Jenderal Shi. Bahkan sekalipun kamu adalah bangsawan yang netral, tapi kamu mengawasi kami berempat dalam diam. Dalam hal ini apa aku salah, Jenderal Shi?"


Aura seorang Jenderal Besar Kekaisaran memang tak dapat diragukan, dengan sorot mata yang tegas dan tajam dia memandang lurus tepat di kedua mata Ling Mei yang juga memancarkan kilatan dingin yang samar. "Lalu, apa yang anda inginkan dari saya Yang Mulia?"


"Sebagai salah satu sayap pelindung kekaisaran, aku ingin kamu berada di pihakku dan memberiku dukungan penuh untuk merebut kembali posisi milikku yang direbut paksa oleh kakak pertama. Untuk tetap hidup dan melindungi orang-orangku, aku harus menjadi Permaisuri Agung!"


Li Ying mendengus, tetapi kemudian dia tersenyum miring. "Melihat hal ini, anda benar-benar tidak mengalami cacat mental, Yang Mulia."


"Ah! Lalu, apa pembicaraan kami begitu menarik hingga kamu memilih untuk mendengarkan semuanya dan terus berdiri di sana dalam waktu yang lama? Siapa pun yang ada di balik pintu, apa kamu tidak akan masuk?" Ling Mei berucap dengan nada yang sangat dingin tanpa menoleh ke belakang sedikitpun, dia bahkan tetap menatap lurus ke depan tepat ke arah Jenderal Shi.


Shi Yu Han, tuan muda pertama keluarga Shi itu tersentak dengan kedua mata yang terbelalak lebar. Dia tak menyangka bahwa putri keempat akan menyadari kehadirannya di sana, ini membuatnya terkejut ketika mengetahui bahwa putri keempat benar-benar sangat berbeda dari yang dirumorkan. Tidak ada pilihan lain, Yu Han kemudian memilih untuk masuk dan menunjukkan dirinya. Rasa malu menyelimuti dirinya ketika putri keempat dan ibunya mengira bahwa dia adalah penyusup yang sedang mengintai mereka, itu terlihat dari Jenderal Shi sendiri yang telah siap dengan pedang di tangannya.


Yu Han menundukkan kepalanya memberi hormat, diam-diam dia menelan ludahnya gugup. "Sebelumnya, memberi salam kepada Bintang Keempat Kekaisaran, semoga anda selalu dipenuhi kebahagiaan. Maafkan saya ibu, saya tidak memiliki maksud untuk mendengarkan percakapan anda dengan sengaja."


"Lalu apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Ling Mei menatap dingin tuan muda itu, raut wajahnya terlihat misterius tanpa ekspresi.


"Saya tidak memiliki terlalu banyak pekerjaan di dalam kediaman dan memutuskan untuk mengunjungi ibu, saya tidak mengetahui bahwa itu bukanlah waktu yang tepat. Maaf karena telah menganggu waktu anda berdua dan dengan lancang mendengarkan sesuatu yang tidak seharusnya saya ketahui, Yu Han bersedia untuk membawa rahasia ini sampai mati."


Ling Mei menatap lekat ke arah Yu Han, mencoba menelisik kejujuran dari perkataan pria muda itu. Dia benar, lelaki muda itu mengatakan sebuah kejujuran, bahkan Ling Mei tak menemukan setitik pun kebohongan di dalam ucapannya. Ling Mei menghela napas panjang dan memejamkan matanya sebentar sebelum membukanya kembali.


"Karena kamu sudah tahu ... pastikan kamu menutup mulutmu dalam hal ini! Jika sampai rahasia ini diketahui oleh orang lain terutama ketiga kakakku, jangan salahkan aku tidak akan sungkan lagi!"


"Yang rendah ini mengerti, Yang Mulia." segera setelah itu, pandangan Yu Han beralih menatap ke arah ibunya yang telah meletakkan pedangnya kembali di tempat semula. "Ah! Karena ibu sedang dalam pembicaraan yang penting, saya akan kembali ke kediaman dan akan menemui ibu di waktu yang lain."


"Tidak. Tetaplah di sini dan duduk di sampingku, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan dan itu berkaitan denganmu."


Seperti yang Li Ying ucapkan, Yu Han kemudian berjalan ke arah ibunya dan duduk di sampingnya. Dia menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang meremas hanfunya gugup, tak berani menatap langsung ke arah Ling Mei yang berada di depannya.


"Anda telah meminta saya untuk berpihak pada anda, karena itu saya ingin mengajukan satu syarat untuk anda."


"Syarat? Apa itu?" Ling Mei menaikkan satu alisnya, mencoba menebak-nebak keinginan dari Jenderal Shi dalam hati, mungkinkah...


"Tolong jadikan Yu Han sebagai selir anda dan berjanjilah untuk menjaganya dengan baik, Yang Mulia."


Mendengar ucapan dari Li Ying, Ling Mei dan Yu Han sama-sama terbelalak lebar tak percaya. Mereka terkejut, bahkan sekalipun Ling Mei telah menebak hal itu sebelumnya, dia tak berpikir bahwa hal itu akan benar-benar terjadi.


"Apa? Kamu memintaku untuk mengambil putramu sebagai selirku? Bahkan jika harus menikah, bukankah putramu adalah seorang tuan muda sah keluarga Shi yang dapat menikah dan menjadi seorang pendamping resmi dari nona besar keluarga ternama?"


"Saya mengerti, Yang Mulia. Namun, tidak ada pilihan lain yang lebih baik saat ini. Putri Mahkota Shao Mu Lan telah menargetkan Yu Han yang adalah satu-satunya putra sah yang saya miliki untuk mengikat saya agar bersedia berpihak padanya."


Li Ying menatap Yu Han dengan pendar mata yang hangat, wajahnya terlihat melembut membuat Ling Mei mengerti bahwa Jenderal Shi benar-benar sangat menyayangi putranya.


"Jenderal Shi, jika dia menikah denganku, bahkan meskipun aku memberikan gelar Selir Agung Kekaisaran padanya, itu tidak bisa mengubah fakta bahwa selir tetaplah selir. Mengetahui hal itu, apa kamu masih tetap bersedia memberikan putramu padaku?"


"Ya, saya bersedia." Li Ying Memandang Ling Mei dengan yakin, ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi putranya dari pandangan Putri Mahkota.


"Han'er, ibu harap kamu mengerti. Ibu tidak ingin kamu menjadi selir Putri Mahkota, saat ini hanya Yang Mulia Putri Keempat yang bisa melindungimu dan lagi dia adalah orang yang baik. Kamu akan baik-baik saja bersamanya."


Ketika Li Ying mengatakannya, Ling Mei memalingkan mukanya dengan kilatan mata sendu yang samar. 'Kamu salah Jenderal Shi, saya bukanlah orang yang baik. Saya benar-benar bukanlah orang yang baik.'


"Hǎo. Yu Han bersedia menerima pernikahan ini dan akan melayani Putri Keempat dengan penuh kesetiaan." Yu Han menjawab dengan lembut, dia terlihat seperti kaca yang mudah rapuh dan pecah, itu membuat Ling Mei merasa jahat karena menikahi pria sebaik itu.


"Baiklah, lakukan jika kalian tidak merasa keberatan akan hal ini. Aku akan menerimanya dan menjaga Yu Han dengan baik seperti janji yang kamu inginkan dariku."


Ling Mei berhenti sebentar sebelum kembali berkata, "Segera setelah kamu menjadi selirku, kamu akan tinggal di kediamanku. Karena itu, setelah ini datanglah ke kediamanku untuk melihat tempat tinggalmu yang baru, aku akan membawamu untuk melihat seperti apa kediamanku sebelum kamu benar-benar tinggal di sana."


"Yu Han berterima kasih pada Putri Keempat untuk kebaikan yang telah diberikan." Yu Han tersenyum kecil, tuan muda itu telah bertekad untuk berusaha menerima Ling Mei dalam hatinya.


"Sekarang, karena kesepakatan telah dilakukan, bagaimana jika anda berlatih pedang dengan saya, Yang Mulia? Saya merasa cukup penasaran dengan kemampuan bela diri yang anda miliki, apakah anda berkenan untuk ini?"


Kilatan senyum terlihat di mata Ling Mei, dia menemukan lawan yang sepadan selain neneknya, itu membuatnya merasa bersemangat. "Tidak masalah, mari lakukan! Aku akan menerimanya dengan senang hati."


Ketika Jenderal Besar Shi dan Putri Keempat Shao Ling Mei telah berada di area pertarungan, Yu Han dan pelayan prianya, Mo Xi juga melihatnya. Aura keduanya benar-benar tajam dan mendominasi, sangat menakjubkan. Bahkan Mo Xi tak henti-hentinya mengatakan bahwa putri keempat sangat keren dan kuat ketika membawa pedang di tangannya, wajah seindah gioknya berkali-kali lipat terlihat lebih menawan ketika menunjukkan raut serius yang penuh akan ketegasan. Dengan tambahan terpaan sinar matahari senja yang membuat Ling Mei jauh lebih bersinar, melihat hal itu Yu Han juga menyetujui perkataan Mo Xi dalam hatinya.


"Tuan Muda, lihatlah! Putri Keempat benar-benar sangat cantik, dia juga sangat kuat! Istri anda adalah orang berbakat yang langka! Jika saya adalah anda, pelayan ini mungkin akan memberikan seluruh hati saya pada putri keempat. Anda adalah pria yang sangat beruntung, Tuan Muda. Putri keempat adalah orang yang baik dan hebat, di masa depan saya berharap anda akan selalu bahagia."


'Istrinya....'


Mendengar seluruh ucapan Mo Xi, kedua pipi dan telinga Yu Han memerah. Pria muda itu menatap Ling Mei yang bertarung dengan ibunya diam-diam dengan pendar mata yang bersinar. Putri keempat adalah wanita yang hebat, dan wanita hebat itu akan menjadi istrinya sebentar lagi. Tiba-tiba jantungnya berdetak sangat cepat, Yu Han merasa seperti akan meledak karena itu. Dia tak dapat menahan perasaan membuncah yang aneh di dalam hatinya. Shi Yu Han selalu bertanya di dalam pikirannya, apakah dia benar-benar boleh mendapatkan semua ini?


"Kamu benar, Mo Xi. Aku sangat beruntung dapat menikah dengannya, karena itu aku berharap suatu saat nanti Putri Keempat akan membuka hatinya untukku." Yu Han bergumam lirih dengan raut wajah yang menunjukkan sinar hangat, begitu lembut dan menyejukkan. Shi Yu Han akan memberikan seluruh hidup dan perasaan yang dia miliki untuk Shao Ling Mei, setelah ini dalam hidupnya dia berharap Ling Mei tak pernah meninggalkannya apa pun yang terjadi.