
Bahasa inggris dan Viards adalah misteri yang harus segera diselesaikan, untuk mendapat petunjuk mengenai dunia ini. Sero beranggapan kalau pihak yang memanggil Viards punya maksud dan tujuan tertentu, dan teks bahasa inggris yang tulis Viards terdahulu mungkin ditujukan untuk Viards selanjutnya yaitu Sero.
Beberapa saat kemudian, Sero sampai kembali ke kota Holes. Mereka menuju Pusat bar yaitu sebuah bar besar yang berada dipusat kota. Sampai akhirnya didepan pusat bar mereka bertemu dengan seorang bangsawan yang merupakan pemberi Private Quest mereka. Mereka melaporkan hasil penjelajahan mereka dikuil Astars dan memberikan peti kecil dan kumpulan kertas yang mereka temukan dibalik lemari.
Bangsawan itu melirik Sero, Sero lantas terkejut dengan pandangan matanya yang tajam. Dia seperti mewaspadai Sero.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu." Ucap Zuyo.
Mereka pergi kembali ke penginapan untuk istirahat karena sudah hampir malam.
Keesokan harinya...
Sero berencana untuk menemui Tuan Mazo untuk berbincang dan mendapatkan informasi. Saat ia masuk ternyata ada bangsawan kemarin yang sedang mengobrol dengan Tuan Mazo.
"Kau lagi ya." ucap bangsawan.
Sero terkejut, karena nada bicaranya seperti orang yang sedang marah.
"Tenang, dia adalah kenalanku" ucap Tuan Mazo
Mendengar hal itu, bangsawan itu jadi penasaran.
"Siapa dia?, aku merasakan energi kuat dan auranya begitu berbeda dari yang lain."
Ucap bangsawan.
Sero tidak paham dengan hal yang diucapkan bangsawan itu.
"Aura?, energi?, apa maksudnya."
Mazo :"Sero, perkenalkan dia adalah Aumus. Beliau adalah panglima kerajaan dan kelasnya adalah Paladin."
Sero :"Perkenalkan namaku Sero Hotaru, anda bisa memanggil saya Sero. Senang bertemu dengan anda."
Aumus :"Jadi mazo siapa anak muda ini?"
Mazo :"Dia adalah Viards ketiga."
Aumus :"APA!!"
Mendengar fakta Sero adalah Seorang Viards, Aumus sampai benar benar kaget dan ekspresinya begitu syok.
"Kenapa ekspresinya sampai begitu. Memangnya ada apa dengan Viards."
Aumus :"Tidak mungkin. Aku pikir itu hanya legenda."
Mazo meminta Sero untuk duduk dulu.
Aumus :"Siapa yang memanggilmu?!"
Sero :"Entahlah, saya tidak tahu."
Aumus :"Apa!, yang benar saja. Seharusnya setelah dipanggil kau harusnya sudah berada didepan orang yang memanggilmu."
Sero :"Tapi saya tidak seperti itu, yang saya alami saat saya bangun tidur saya sudah berada dihutan."
Aumus :"Aneh. apa mungkin terjadi kesalahan saat proses ritual."
Aumus :"Tapi yang lebih penting dari itu, kita harus mengetahui dulu siapa orang yang memanggilmu. Jangan sampai orang lain tahu termasuk kerajaan. Bisa gawat jika sampai ada orang jahat yang mengaku memanggilmu."
"lebih tepatnya orang menculikku, dan orang yang menculikku itu sudah termasuk orang jahat."
Mereka semua berbincang dan berdiskusi untuk membantu Sero mendapat informasi seperti Anugerah apa yang ia miliki. Namun pengetahuan mereka masih kurang karena Legenda tentang Viards sudah ada ber-abad abad yang lalu, wajar jika mereka tidak mengetahui seluruhnya. Tuan Aumus berencana mencari tahu informasi dari arsip arsip kerajaan dan Tuan Mazo berencana bertanya pada para leluhurnya yang pernah bertemu dengan Viards.
Aumus :"Sero, karena kau adalah Viards apa kau bisa membaca tulisan kertas yang kemarin diberikan padaku?"
Sero :"Ya, saya bisa."
Aumus :"Syukurlah kalau begitu. mungkin lusa aku akan membawanya. Karena besok aku harus melatih para prajurit ku."
brakk.... (Suara pintu dibuka)
"Maaf mengganggu, panglima ada gerombolan goblin dihutan utara sedang menuju kemari." Ucap seorang prajurit.
"Berapa jumlahnya?" Ucap Aumus
"Siap, Sekitar 500 goblin" Ucap prajurit
"Sero, ikut denganku." Ucap Aumus.
"Tapi..." ucap Sero.
"Ayoo cepat." Ucap Aumus.
Sero terpaksa ikut dengan Panglima Aumus, Tuan Mazo pun mengikuti mereka.
"Sekarang apa lagi yang harus aku lakukan."
Sero hanya berharap kalau ia tidak akan dihadapkan dengan pertarungan lagi. Sero tidak tahu ia akan dibawa kemana, namun ia berjalan bersama mereka sudah cukup jauh sampai akhirnya ternyata Sero dibawa menuju Camp latihan prajurit.
"PERHATIAN SEMUANYAA..!!" dengan keras Aumus berkata pada seluruh pasukan.
"Ada segerombolan goblin dari hutan utara sedang menuju kemari." Ucap Aumus.
"Jumlahnya 500 goblin."
"Apa!?" para pasukan bertanya tanya dan khawatir.
"Bukankah 500 goblin itu masih sedikit dibanding dengan seluruh pasukan di kerajaan besar ini."
"Seperti yang kita tahu, kalau sisa prajurit dikerajaan ini tinggal 80 orang." Ucap Aumus.
"Apa!!, kemana semua pasukannya. Yang lebih penting, untuk apa aku dibawa kesini?"
Ketegangan mulai terjadi di antara para prajurit.
Aumus :"Untuk itu aku akan menunjuk pemuda ini untuk memimpin kalian." Sambil memegang pundak Sero.
"Apa!!, yang benar saja orang tua!, aku harus memimpin pasukan yang sedikit untuk melawan goblin yang begitu banyak. Harusnya kan kau sendiri yang harus memimpin mereka karena kau adalah panglimanya. Kenapa harus mengandalkan yang lebih mudah darimu!"
"Yang benar saja, memangnya siapa dia, apa dia bisa diandalkan!?" bisik dari para prajurit.
"Jika kalian tidak mau menuruti perintahku, kalian boleh pergi dari sini." Ucap Aumus dengan keras.
Nampak prajurit tidak mau melawan perintah dari Aumus.
"Bagus." Ucap Aumus.
Kemudian Sero dibawa menuju kereta kuda tempur oleh Aumus.
Sero :"Apa yang harus kulakukan?"
Aumus :"Kau hanya perlu memberi perintah dan bertarung bersama prajurit ku. Semua senjata dan item yang kau perlukan sudah tersedia didalam kotak perlengkapan persenjataan. Aku akan menunggumu disini."
Sero :"Tapi Tuan Aumus..."
Prakk....(Aumus menampar bokong kuda)
Hii....hihihi...(Suara kuda sambil berlari)
Aumus :"Ikutilah dia dan patuhi perintahnya."
"Siap!" Ucap para prajurit.
Sero pergi dengan diiringi oleh 80 prajurit kerajaan. Orang-orang sekitar melihat Sero sambil bertanya-tanya siapa dia, begitu pula dengan Zuyo, Xia, dan Mira mereka begitu terkejut melihat Sero yang menjadi pemimpin pasukan kerajaan.
Dibalik semua itu, Aumus bertanya pada Mazo,
Aumus :"Oh ya, apa kemampuan Viards Sero?"
Mazo :"Tidak tahu."
Aumus :"Tapi dia pasti punya kan?"
Mazo :"Tidak tahu."
Aumus :"Apa!, lalu pasti kemampuan bertarungnya hebat bukan?"
Mazo :"Tidak tahu."
Aumus :"APAA!, kenapa kau tidak bilang dari tadi mungkin dia akan terbunuh."
Aumus hendak menyusul Sero, namun ia dihentikan Mazo.
Mazo :"Tidak perlu, dia pasti bisa mengatasinya."
Aumus :"Kalau begitu setidaknya kita harus berada disana jika terjadi sesuatu."
Tuan Mazo dan Tuan Aumus berangkat menyusul Sero. Saat diperjalanan Tuan mazo berkata pada Tuan Aumus kalau selama pertarungan melawan goblin, mereka tidak boleh membantu Sero, kecuali jika pasukan sudah ada yang hampir terbunuh dan keadaan semakin memburuk. Mereka hanya akan berada jauh dibelakang Sero untuk mengawasinya saja.
Aumus :"Tapi bagaimana cara kita sampai kesana dengan tepat waktu?"
Mazo :"Aku akan menggunakan Sihir terbang untuk menuju kesana dan menembak musuh dengan Sihirku."
"Astaga, aku tidak tahu cara mengendarai kuda bagaimana ini. Ah lebih baik aku ikuti saja seperti yang ada di TV."
Pasukan Sero berangkat dari luar gerbang dengan berjalan kaki dan Sero menaiki kereta kuda tempur.
Sero selama dalam perjalanan terus memikirkan strategi yang tepat untuk melawan 500 goblin dengan jumlah pasukan yang hanya 80 orang. Hal ini tidak akan mustahil jika strateginya kuat. Sero bertanya pada seorang prajurit disampingnya,
Sero :"Apa saja senjata yang digunakan seluruh prajurit dan berapa banyak penggunanya?"
Prajurit :"Siap, prajurit pengguna pedang jumlahnya 30 orang, Pemanah 40 orang, dan penyihir 10 orang."
Sero berpikir sambil memegang dagu.
"Baiklah seperti apa rencana yang bagus untuk melawan goblin. Pertama-tama saat aku melawan goblin, mereka itu gegabah dan ceroboh, mereka hanya menyerang tanpa berpikir, jadi ada kemungkinan kalau goblin ini tidak punya akal, itu cukup menguntungkan. Lalu aku punya 40 pemanah, 30 pengguna pedang, dan 10 penyihir. lebih dominan pemanah dibanding pengguna pedang, tapi bagainama dengan penyihir?"
Sero bertanya pada penyihir dibelakangnya,
Sero :"Sihir apa saja yang bisa kalian gunakan?"
Penyihir :"Siap, kami bisa menggunakan Sihir ledakan, api dan Air."
Setelah mendapat informasi yang dia butuhkan Sero kembali memikirkan rencananya. Ia memikirkan rencana lebih dari satu karena mungkin wujud goblin nanti akan berbeda dari sebelumnya atau medan pertarungan nanti akan mempengaruhi rencananya.
"Aku sudah banyak bermain game strategi didunia ku dulu, dalam rencana ini aku tidak akan ikut bertarung tapi aku hanya akan memerintah pasukan ku."
Sampailah mereka di medan pertarungan, Sero dengan keretanya mengambil tempat diatas tebing untuk memudahkan dia melihat dan memberi perintah pada pasukannya, dibawah tebing terdapat lapang yang luas yang akan dipakai sebagai medan melawan goblin. Goblin akan muncul di ujung hutan didepan. Karena para goblin belum datang, Sero mulai memberi perintah.
Sero :"PRAJURIT BERPEDANG TURUN DAN AMBIL BARISAN!"
"Siap!!" Ucap para prajurit.
Para prajurit menuruti perintah Sero.
Sero :"PEMANAH!, AMBIL BARISAN DIDEPAN PRAJURIT BERPEDANG!"
"Apa!?, yang benar saja!, apa dia ingin membunuh kita!?" Ucap para pemanah.
Pasukan mulai meragukan strategi dan kepemimpinan Sero. Dengan satu tarikan nafas ia berteriak...
"CEPAT!!"
"Siap!!" Ucap pemanah.
Pemanah mulai turun dan mengambil posisi.
Sero :"PEMANAH!!, BAGI DUA BARISAN KALIAN 20 ORANG 20 ORANG."
"Siap!!" Ucap pemanah.
Sero :"PENYIHIR!!, AMBIL BARISAN DISAMPINGKU!"
"Siap!!" Ucap Penyihir.
Dibelakang, Aumus dan Mazo terkejut melihat formasi pasukan Sero.
Aumus :"Apa-apaan dia apa dia ingin membunuh semua prajurit itu!. untuk apa dia menaruh pemanah dibarisan depan. Dia pasti sudah gila."
Mazo hanya terdiam.
Akhirnya goblin muncul keluar dari hutan, jaraknya cukup jauh dari pasukan Sero.
Rupanya gerombolan goblin itu ada yang bertubuh kecil dan besar. Ternyata hal ini sesuai dengan pemikiran dan rencana yang Sero buat.
"Hehhhh" Teriak para goblin sambil maju.
Sero memberi aba aba pada pemanah dan penyihir.
Sero :"PEMANAH! BERSIAP!!"
"Siap!!" Ucap pemanah.
Sero :"PENYIHIR! SIAPKAN SIHIR LEDAKAN"
"Siap!!" Ucap penyihir.
Gerombolan goblin hampir sampai tengah medan..
Sero :"PEMANAH! TEMBAKK!!"
Puluhan panah dilepaskan dan membuat puluhan goblin mati dan terluka.
Sero :"PRAJURIT BERPEDANG!!, DAN PEMANAH MAJUU!!"
"HAAA" Teriak para prajurit dan pemanah.
Dibelakang, Aumus berkata kalau Sero itu Viards yang paling bodoh karena ia membuat maju para pemanah.
Sero :"PENYIHIR!!, SERANG!!"
DUARR.....
Sihir ledakan dilepaskan dibagian tengah gerombolan goblin, dan membuat goblin yang terkena ledakan mati.
membutuhkan waktu cukup lama untuk merapalkan kembali sihir ledakan.
Sebelum pemanah dekat dengan para goblin dengan cepat Sero memberi perintah,
Sero :"PEMANAH!!, MELEBAR KE-KANAN DAN KE-KIRI LALU KEPUNG MEREKA!!"
Sero :"PRAJURIT BERPEDANG TERUS MAJU!!"
Semua prajurit berpedang dan pemanah menuruti perintah Sero. Para pemanah langsung melebar sesuai dengan perintah Sero, tentu saja saat mereka melebar para goblin akan mengincar pemanah terlebih dahulu, dan disaat itulah ketika goblin hendak menyerang pemanah, mereka langsung diserang dari belakang oleh prajurit berpedang.
Sero sengaja membuat strategi seperti itu karena iya tahu kalau seorang pemanah itu larinya pasti cepat, disisi lain strategi ini cukup beresiko.
Pemanah langsung membentuk sebuah lingkaran dengan goblin ditengahnya. Dan hasilnya para goblin dikelilingi oleh para pemanah dari jarak yang sangat jauh. Menciptakan sebuah pagar pemanah, jika goblin mendekati salah satu pemanah maka akan langsung ditembak oleh pemanah yang lainnya.
Prajurit berpedang menyerang goblin dari depan, sedangkan para pemanah menyerang dari samping dan belakang.
Pertarungan berlangsung sesuai dengan ekspetasi Sero.
Dibelakang, Aumus dan Mazo begitu takjub dengan strategi Sero, Aumus berpikir kalau Sero tidak akan bisa mengalahkan goblin itu.
Sero memperhatikan dengan serius para prajurit berpedang, karena mereka yang resikonya paling besar. Ketika mereka hampir terkepung oleh goblin, dengan cepat Sero memerintahkan prajurit berpedang mundur, lalu pemanah mulai maju sambil terus memanah para goblin dari samping dan belakang. Saat jarak antara prajurit berpedang cukup jauh dari goblin, Sero memerintahkan penyihir menyerang dengan Sihir ledakang.
DUARR.....
Goblin mulai tersisa sedikit, Sero memerintahkan prajurit berpedang kembali menyerang.
"HOOO!!" Teriak para prajurit.
Pertarungan berlangsung dengan lancar dan mudah berkat strategi cerdas Sero.
Hari mulai petang...
Akhirnya pertarungan selesai dan dimenangkan oleh pasukan Sero dengan hasil, 500 goblin terbunuh, 0 terluka, 0 korban jiwa.
"HOOO!!" Teriak seluruh pasukan Sero.
Dengan gembira seluruh pasukan kembali berkumpul dihadapan Sero.
"Aku tidak percaya 80 lawan 500 dan kita berhasil menang!" Ucap salah seorang prajurit.
Dengan ekspresi sedikit senyum dalam hati Sero berkata
"AHHH!!, AKU BERHASIL 500 musuh berhasil kukalahkan tanpa turun tangan!"
Setelah semua tenang, Sero memerintahkan para prajurit untuk kembali ke kerajaan.
Setelah berhasil melawan 500 goblin dengan jumlah pasukan yang hanya 80 orang, Sero kembali menuju kerajaan. Bagaimanakah dengan tanggapan Aumus dan Mazo ketika mengetahui Sero berhasil menang hanya dengan memerintah
BERSAMBUNG.....