New Adventure

New Adventure
Satu hari bersama orang asing



Sudah sekitar dua jam perjalanan berlalu, tak ada sesuatu yang dapat Sero lakukan selain melihat-lihat kearah luar. Tak ada hal menarik didalam kereta, hanya beberapa barang aneh yang tergeletak. Didalam kereta yang Sero naiki, berisikan tiga orang perempuan. Mereka tak banyak berbicara, mereka mengerjakan kegiatan masing-masing.


Satu orang prajurit menaiki kuda dan dua orang jalan kaki. Sero tidak tahu sebenarnya ia akan dibawa kemana oleh orang asing tersebut. Sero tidak memikirkannya dia bersyukur karena sudah ditolong.


"Wiranta dare mo razi" Ucap kurir.


"hmm, darema" Ucap salah seorang prajurit.


Kereta mulai berhenti di pinggir danau besar.


Kemudian masuk seorang prajurit berkata,


"Wiranta dare mo razi"


"Raig!" Ucap semua orang dalam kereta.


Semua orang keluar lalu masuk dua orang prajurit untuk mengambil barang dan bahan makanan. Kemudian Prajurit itu berkata,


"Anata de, kisuroi"


Seolah prajurit itu meminta Sero untuk ikut keluar. Lalu Sero pun menurutinya.


Para prajurit itu menaruh bahan makanan dan beberapa alat memasak. Lalu semua orang duduk melingkar didekat barang-barang itu.


"Sepertinya mereka akan beristirahat disini." Batin Sero.


Prajurit datang lalu menepuk pundak sero dari belakang, sambil berkata,


"Hey, grademo ni"


Seolah Sero di ajak ikut duduk untuk makan bersama.


Setelah duduk, Sero melihat kalau ditengah terdapat sebuah panci yang ditaruh di atas papan kayu, panci tersebut terlihat lebih lebar dan lebih pendek.


lalu seorang perempuan berpakaian baju merah memasukkan bahan makanan seperti air, daging, bawang, dan lain lain. Dari semua bahan bahan tersebut ada beberapa bahan yang terlihat asing bagi Sero yaitu, ada bahan dengan bentuk seperti jahe namun berwarna ungu, ada bahan berbentuk seperti pisang namun berduri, dan ada bahan seperti jamur namun bentuknya transparan dan terlihat memiliki tekstur yang sangat lembut.


Setelah semua bahan masuk, Seorang perempuan memakai jubah biru tua dan memakai tudung tinggi membacakan sesuatu sambil mengarahkan lengannya kearah panci tersebut. Beberapa saat kemudian panci tersebut mulai bercahaya merah dan mengeluarkan percikan api.


"Hebat, bagaimana dia bisa melakukan itu?!." Batin Sero.


Air dalam panci mulai mendidih. Lalu para perempuan mulai melakukan pekerjaan utama mereka yaitu memasak.


"Ayo cepatlah, aku sudah lapar" Batin Sero.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan sudah matang dan perempuan itu langsung membagikan makanan dengan porsi yang sama rata.


Sero merasa ragu dengan makanan tersebut. Ada beberapa bahan makanan aneh didalamnya. Untuk bumbu makanan Sero hanya melihat perempuan itu hanya memasukkan bawang, jadi Sero tak terlalu berharap dengan rasanya. Akhirnya Sero mencoba suapan pertama.


"*R**asanya cukup enak, namun karena tidak ditambah garam dan kaldu jadi kurang gurih. bahan aneh tadi yang bentuknya mirip pisang berduri terasa seperti ubi namun agak pahit dan agak keras, bahan seperti jahe namun berwarna ungu tadi rasanya sangat jauh beda dari jahe teksturnya cukup lembut dan rasanya agak manis, bahan terakhir yaitu jamur transparan rasanya sulit dijelaskan dengan kata kata namun rasanya sangat mantap bahkan rasanya bisa menyaingi daging*." Batin Sero.


Dengan lahap Sero menghabiskan makanannya. Setelah makanan habis, Sero mengamati orang-orang dihadapannya. Semua orang berjumlah tujuh orang. Tiga orang prajurit, tiga orang Perempuan, dan satu orang kurir. Pakaian yang mereka kenakan benar-benar kuno. Bahkan untuk baju zirah mereka benar-benar terbuat dari besi asli. Dari semua orang tersebut hanya satu orang yang membuat Sero penasaran, yaitu perempuan yang memiliki telinga panjang. Ia memanglah cantik, tapi mengapa telinganya bisa seperti itu.


beberapa menit kemudian, Seorang prajurit berkata…


"Wiranta!, gras de branta parke"


"Raig!" Ucap semua orang.


Semua orang yang mulai mengemas barang-barang untuk melanjutkan perjalanan. Dengan tertib mereka masuk kembali kedalam kereta. Lalu kereta mulai berjalan kembali.


Semua orang didalam kereta terlihat mulai mengantuk, mereka pun tertidur dengan cepat dan pulas.


Didalam kereta terdapat banyak barang dan senjata kuno seperti pedang, buku tebal kuno, bola kaca, tongkat dengan kristal, sisik besar, dan lain lain.


"Kenapa mereka mambawa semua barang barang ini, apa mereka akan menjualnya?" batin Sero.


"kalau dipikir pikir mereka ini seperti musisi jalanan, karena costum mereka seperti tokoh pada cerita dongeng." Batin Sero.


Kereta kayu yang Sero naiki menggunakan roda yang terbuat dari kayu, sehingga terasa ada beberapa guncangan kecil dan getaran. Berkanya Sero mulai mengantuk, kemudian ikut tertidur.


Empat jam kemudian. Sero mulai bangun, dan waktu menunjukkan sudah hampir malam.


"Eh, kenapa belum sampai, padahal tadi aku tidur sudah cukup lama. Tadi masih siang dan sekarang sudah hampir malam." Batin Sero.


"Malam nanti kita akan tidur dimana!?" Batin Sero.


Perjalanan terus berlanjut selama berjam-jam, hingga akhirnya mereka berhenti disuatu tempat karena sudah malam hari.


"Wiranta dare mo razi." Ucap kurir.


Kereta berhenti tepat ditengah hutan yang begitu gelap dan sunyi. Lalu orang didalam kereta mulai turun keluar.


"Kenapa berhenti disini, bukankan jika kita tidur disini akan cukup berbahaya. mungkin saja ada binatang buas." Batin Sero.


Sero pun ikut turun dari kereta kemudian meregangkan badannya karena pegal setelah berjam-jam duduk.


Seorang prajurit sedang menyusun kayu untuk api unggun di tempat datar yang tidak berumput dan perempuan berbaju penyihir membakar kayu menggunakan api yang keluar dari tangannya.


"Keren, aku tidak pernah bosan melihat wanita itu menyalakan api" Batin Sero.


Prajurit lainnya membagikan kain selimut kepada semua orang termasuk Sero.


"Serius, kita akan tidur disini. bukankan akan lebih aman jika mendirikan tenda" Batin Sero.


Semua orang mengambil tempat disekitar api unggun, kemudian mereka langsung tidur beralaskan tanah dan rumput yang dingin. Dua orang prajurit berjaga, sedangkan prajurit yang satunya ikut tidur.


Sero mencoba berbaring lalu berusaha untuk menahan dingin yang ia rasakan. Meskipun ia memakai selimut, tetap punggungnya masih merasakan dingin. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Sero bisa tertidur lelap.


Keesokan harinya...


"Hoi, brante." Ucap prajurit


"Hmm."


"Brante." Ucap prajurit


Salah seorang prajurit membangunkan Sero. Pagi yang benar-benar dingin membuat Sero menggigil kedinginan.


"Wiranta barke praste." Ucap prajurit


Semua orang mulai naik ke dalam kereta.


"Sial dingin sekali, untung aku pakai sweater, jadi tidak terlalu dingin." Batin Sero.


Disamping Sero yang kedinginan, orang lain yang memakai pakaian lebih tipis terlihat biasa saja seolah tidak merasakan apapun.


"hey hey, yang benar saja kenapa mereka tidak kedinginan sama sekali padahal ini ditengah hutan. Bahkan pakaian mereka lebih tipis dari sweater ku, sudah wajar jika mereka menggigil, tapi kenapa hanya aku yang kedinginan ****disini****!" Batin Sero.


Dua jam kemudian, sampailah mereka diujung hutan. Kabut membuat jarak pandang menjadi terbatas. Sehingga tak terlihat apapun dari sana.


"Ya ampun, apa masih jauh!" Batin Sero.


Ketika kereta sudah berjalan cukup jauh, terlihatlah sebuah bayangan besar seperti bangunan. Sero berpikir itu adalah sebuah gedung dikota. Namun, setelah kereta mulai cukup dekat dengan bayangan tersebut, barulah terlihat jelas bahwa itu adalah sebuah kastil kerajaan besar.



"Waw, tempat macam apa ini!?" Batin Sero.


Dan rupanya terdapat benteng besar dan tinggi didepan membentang mengelilingi kerajaan. Sero berpikir kalau ini adalah tempat wisata, bukan kerajaan sungguhan.


Saat sampai di depan gerbang, prajurit lain dari sisi gerbang menghentikan kereta.


"Eranto mastine!" Ucap prajurit lalu berjalan mendekati kurir.


"Basta name yo grante?" Ucap prajurit.


"Narama de branzi." Ucap kurir


Prajurit tadi masuk kedalam kereta lalu memeriksa semua barang yang ada.


"Raig, no misteno." Ucap prajurit


Kereta mulai berjalan kembali. Setelah melewati gerbang, barulah terlihat jelas semua bagian dalam kerajaan. Semua bangunan terbuat dari kayu, tak ada kaca dimana pun, dan sebagainya.


Setelah masuk cukup dalam, Sero sangat terkejut melihat penduduk disana. Terdapat manusia bertubuh setengah hewan, hewan seperti manusia dia bisa berdiri bahkan bisa berinteraksi layaknya manusia normal. Bahkan manusia normal disana terlihat cukup akrab dengan makhluk tersebut.


Sero mulai gelisah.


"Dimana sebenarnya ini!?" Batin Sero.


Tak lama kemudian, kereda mulai berhenti.


"Armaz!" kata kurir


Orang-orang menurunkan semua barang bawaan mereka yang ada didalam kereta, lalu memasukkannya kedalam sebuah bangunan.


"Hey, anata deris paze" Ucap prajurit sambil memberi kotak besar.


"Sepertinya dia ingin aku membantu, kalau begitu baiklah" Batin Sero.


Setelahnya semua barang dimasukkan, mereka sempat berbicara satu sama lain sebelum akhirnya mereka berpisah.


"Anata, bizimla kiru" Ucap prajurit.


Orang itu mendorong pundak Sero dari belakang, seolah menyuruh Sero untuk ikut bersama mereka. Setelah tiga menit jalan kaki, mereka sampai di sebuah rumah berlantai dua. Mereka masuk ke dalam. Didalam terdapat seseorang berpenampilan Serba putih, ia memakai jubah putih tebal, berambut putih, dan memegang tongkat berlapis emas dengan motif kuno.


Orang itu mengajak mereka duduk, mereka disuguhi dengan minuman berupa teh. Lalu mereka mengobrol.


Selama pembicaraan seperti biasa Sero hanya terdiam. Ia hanya bisa mengikuti alur dan berharap hal buruk tak terjadi.


"aku mau di diapakan, dibawa kesini?" Batin Sero.


Sekitar dua menit mereka mengobrol. orang berambut putih itu berdiri, lalu menghampiri Sero, dan dia berkata…


"Ukitoku nor mara"


Lalu ia memegang kepala Sero. Tak lama kemudian, sesuatu terjadi pada Sero.


"Aarrgghh."


Sekilas Sero merasa kepalanya dimasuki oleh ribuan kata, proses itu dibarengi dengan datangnya sakit kepala. Hingga akhirnya setelah beberapa menit, proses tersebut berakhir.


Orang berambut putih menurunkan tangannya kemudian berkata,


"Nak, apa kau mengerti kata kata ku?"


BERSAMBUNG.....