New Adventure

New Adventure
Menuju Kuil kuno



Sero :"ngomong-ngomong, apa nama kota ini ?"


Mira :"Ini adalah kota Holes, diambil dari nama Nama belakang raja pertama yaitu Endri Manor Holes."


Sero :"Siapa nama raja sekarang ini?"


Mira :"Raja Xianlord Manor Holes


Sero :"lalu ini tempat apa?"


Xia :"Kau ini banyak tanya yah. ini adalah penginapan, kau bisa istirahat disini, kami sudah membayarkannya untukmu selama 1 bulan."


Zuyo :"Dan ini ada sedikit uang untukmu semoga membantu."


Sero :"Terima kasih banyak, kalian benar benar baik, padahal kita baru ketemu."


Zuyo :"yah, membantu orang kesusahan itu sudah jadi kewajiban, benar bukan."


"Ya." kata Mira dan Xia.


3 hari kemudian Sero berhasil mempelajari tulisan bahasa Iruta, dia sudah paham hampir semua kosakata.


"Baiklah, aku rasa sekarang aku harus mencari pekerjaan. Aku tidak mau sampai merepotkan Zuyo, Xia, dan mira, apalagi Tuan Mazo dia sudah banyak membantuku."


Sero menemui Zuyo dipanginapan.


Sero :"Zuyo apa kau tahu dimana aku bisa dapat pekerjaaan?"


Zuyo :"Bagaimana kalau kau jadi petualang seperti kami."


Sero :"Apa pekerjaan petualang?"


Zuyo :"Kau hanya perlu menerima quest dari guild petualang dan jika selesai kau akan dapat imbalan."


Sero :"Seperti apa?"


Zuyo :"Seperti membasmi Monster, mengumpulkan suatu barang, dan lain lain. Akan ada quest yang dipajang dipapan quest, jika kau sanggup mengerjakannya maka kau bisa mengambil quest itu. Dan pastinya bayaran dari setiap quest berbeda beda, semakin sulit pekerjaannya maka semakin mahal bayarannya. Ada juga Private Quest, yaitu quest yang ditujukan khusus kepada seseorang, biasanya imbalan Private Quest ini lebih tinggi.


Xia :"Oh ya, kami barusan menerima Quest untuk menjelajahi kuil kuno apa kau mau ikut?"


Sero :"Apa berbahaya?"


Xia :"Tentu saja berbahaya, namanya juga kuil kuno sudah pasti lama ditinggalkan dan sudah dihuni monster. Katanya didalam kuil itu ada ruangan rahasia jadi kita harus menjelajahinya.


Zuyo :"Bagaimana?"


"hmm, aku rasa aku harus ikut, memangnya monster disana seperti apa."


Sero :"Baiklah, aku ikut."


Kemudian mereka bersiap siap lalu berangkat menuju kuil kuno dengan berjalan kaki. Saat sampai diluar kerajaan Zuyo, Xia, dan Mira banyak menceritakan kisah petualangan mereka ke berbagai kerajaan besar dan pelosok desa untuk untuk membasmi Monster, dan menceritakan hal hal yang mungkin belum Sero ketahui seperti Labirin, Dungeon, dan Kuil yang akan mereka jelajahi.


Semua yang diceritakan mereka, memanglah hal yang sangat baru bagi Sero.


Selama perjalanan, mereka menyusuri bukit dan danau, hingga saat mereka berada dihutan mereka disergap sekumpulan goblin.


Goblin :"HEHEHEHEHH."


Goblin tiba-tiba muncul dari depan dan belakang mereka.


Sero :"Apa itu!?"


Mira :"Mereka adalah goblin."


Zuyo :"Sero ambil ini."


Zuyo melemparkan pedang pendek kepada Sero.


Sero :"Untuk apa ini!?"


Zuyo :"Untuk membunuh mereka!"


Sero :"Apa!, kenapa tidak kabur saja!?,


Zuyo :"Percuma lari, kita sudah terkepung."


Goblin :"Hehehehh."


Mereka tampak bersiap untuk menyerang para goblin itu, sedangkan Sero hanya ketakutan dan Kebingungan.


Zuyo mulai menyerang goblin dengan pedangnya. Tanpa ragu dalam satu tebasan cepat dan kuat dari atas berhasil membunuhnya.


Xia menyerang disamping Zuyo dengan panahnya, walau sasaran terus berlarian


tak karuan, dengan fokus yang tinggi Xia memanah goblin dengan sangat akurat.


Melihat aksi berdarah didepan matanya Sero semakin ketakutan, hingga satu goblin menyerang dari belakang Sero.


"Heehhhh."


Sero menoleh kebelakang, saat goblin itu lompat ke arah Sero, tanpa sengaja saat Sero mencoba menghindar goblin itu tertusuk oleh pedang Sero.


"Hekkk, hekkk, hekk......"


Sero :"Arrgg."


goblin itu mati.


Tangan Sero berlumuran darah, dia begitu ketakutan dan syok, karena tidak pernah membunuh sebelumnya.


Mira sebagai Wicth ikut membantu, dia mengambil tempat dibelakang Zuyo untuk berlindung lalu merapal mantra.


Mira :"AIR-BOLT!."


Serangan Sihir dari mira membuat semua goblin terlihat seperti tertembak oleh angin dan membuat mereka terhempas sehingga membuat para goblin itu terluka cukup parah.


Satu persatu goblin dibunuh dan Xia berusaha melindungi Sero dari kejauhan dengan panahnya.


Mira :"WATER-CANNON!"


Mira menyerang dengan tembakan air meskipun dengan air, air itu menembak goblin dengan sangat keras sehingga terdengar suara tulang patah. Goblin yang terkena tembakan WATER-CANNON dari Mira langsung mati seketika.


Bagi Sero ini sudah seperti pembantaian.


Pertarungan selesai. Zuyo menghampiri Sero yang masih Syok kemudian menampar nampar pipinya dengan pelan.


Prakk, prakk.


Zuyo :"Sero, kau tidak apa apa?"


Sero :"Aku membunuhnya." dengan nada ketakutan.


Zuyo :"Begitu ya, sepertinya kau belum terbiasa membunuh."


Zuyo :"Disini membunuh itu sudah biasa, membunuh atau dibunuh. Kau harus terbiasa dengan hal ini agar kau bisa bertahan hidup."


Zuyo :"Sekarang tenangkan dirimu."


sshuummm, hoosshh. (Sero)


Zuyo :"Kau sudah tenang?"


Sero :"Aku sudah tenang sekarang."


Zuyo :"Bagus, kalau begitu ayo kita lanjutkan."


Mira :"MINOR-FALL."


Air keluar mengalir dari tongkat sihir Mira.


Mira :"Sekarang bersihkan dulu tanganmu."


Setelah Sero membersihkan tangannya Perjalanan pun dilanjut.


Diperjalanan Sero melihat kedua tanganya, tidak percaya kini tangannya sudah ternodai. Entah dia harus merasa bersalah atau tidak karena dia telah merenggut nyawa. Sero berpikir kalau dia tidak usah merasa bersalah karena yang ia bunuh adalah monster, namun entah kenapa hatinya merasa bersalah.


Sampailah mereka disebuah Kuil yang sudah lama ditinggalkan. Sebuah kuil besar dengan anak tangga dan tanpa pintu.


Mira :"Inilah dia Kuil Astars. Tempat orang orang memuja Dewa keberuntungan yaitu Dewa bintang."


Xia :"Kenapa nama kuilnya astars"


Mira :"Arstars itu adalah nama dewanya."


Xia :"Oh begitu."


Kemudian mereka menaiki 50 anak tangga untuk masuk kedalam kuil. Bangunan kuil itu sudah retak, ditumbuhi banyak rambat dan tumbuhan liar.


Zuyo :"Baiklah sekarang periksa seluruh kuil ini."


Semua orang berpencar, Zuyo memeriksa puing puing yang runtuh, Xia memeriksa bagian luar, Mira menjelajahi ruangan, dan Sero memeriksa barang barang yang ada.


Diantara semua barang ada juga buku yang sudah sangat berdebu, diantaranya ada yang berjudul "<-sdra< I, Five, to child,".


" hmm, buku ini punya judul yang aneh"


Sero merasa tertarik untuk membawanya pulang.


Sero :"Apa boleh aku membawa salah satu buku ini!?"


Mira :"Buku apa?"


Sero :"Sdra i five to child."


Mira :"Oh, itu adalah buku cerita anak, dulu cerita didalamnya sering menjadi cerita penghantar tidur dan populer dikalangan anak anak. Namun sekarang sudah terlupakan. Ambil saja kalau kau mau."


Sero :"Baiklah."


"Aku bawa saja buku ini, aku juga ingin tahu cerita anak seperti apa yang ada disini, apa sama dengan cerita atau dongeng ada di duniaku."


"Ahh sial, aku lupa untuk mencari tahu dunia apa ini. Mungkin setelah selesai semua ini aku akan mencari tahunya."


Grrrrggrrr (Pintu bergeser)


Mira :"Suara apa itu?"


Sero :"Sepertinya aku menemukan jalan rahasia itu."


Zuyo keluar memanggil Xia. Saat sudah berkumpul mereka masuk kedalam, didalam sangat gelap. Mira menggunakan sihir cahaya ditongkatnya untuk menerangi jalan.


Saat ditengah perjalanan.....


Ceplak...., ceplek...


Xia :"Rasanya seperti ada yang basah, apa ruangan ini memang awalnya basah."


Semakin mereka masuk kedalam, cairan dilantai terasa semakin mengental.


Zuyo :"Mira tingkatkan cahayanya."


Mira meningkatkan sihirnya, saat semua mulai terang, ternyata diatap banyak Monster jenis Slime berwarna hijau. Slime berbentuk seperti gumpalan lendir yang hidup.


Zuyo :"Sial, ayo cepat kita lari jangan sampai terkena lendirnya."


Mereka berlari lurus menuju pintu didepan mereka, saat hampir sampai Xia tersandung dan jatuh menimpa slime hijau, tangan kirinya terkena banyak lendir slime itu.


Sero :"Xia, kau tidak apa apa?"


Xia :"Aku baik, ayo cepat."


Mereka masuk dan menutup erat pintu masuk.


Zuyo :"Sekarang aman."


Xia :"Sial, aku terkena lendirnya."


Sero :"Memangnya kenapa jika kena lendir slime."


Xia :"Lendir slime hijau ini efeknya bisa membuat gatal."


Xia membersihkan lendir dengan air dari sihir Mira, lalu mengompresnya agar gatalnya mereda. Rupanya didalam sana masih ada slime hijau.


Zuyo :"Mira kau rawat saja Xia, biar aku dan Sero yang menangani ini."


Sero :"Bagaimana cara membunuhnya?"


Zuyo :"Kau hancurkan Core-nya."


Sero :"Apa itu?"


Zuyo :"Itu adalah intinya, bentuknya seperti bola. letaknya ditengah tubuh slime."


Sero menebas slime hijau itu dengan kuat beberapa kali, tapi gerakan slimenya terlalu lincah, jadi dia kesulitan.


Sero :"Kena!"


Saat core nya hancur slime itu meleleh seketika.


Zuyo tampak dengan sangat mudah membunuh slime slime itu.


Pertarungan selesai tanpa ketegangan. Lanjut mereka menyelidiki ruangan itu, didalam terdapat banyak sarang laba laba dan tikus. Ditengah ruangan terdapat sebuah peti mati.


Zuyo :"Aneh sekali, untuk apa peti mati ada disini."


Zuyo :"Apa tak apa jika kita membukanya?"


Mira :"Kau buka saja."


Dengan pelan Zuyo membuka peti itu, ternyata isinya.....


Zuyo :"Yah, sudah kuduga."


Sero :"Kalau kau sudah tahu kenapa kau membukanya."


Zuyo :"Yah, aku pikir isinya harta karun!."


Sero terheran heran.


Zuyo :"Ada apa?"


Sero :"Aku merasa aneh saja, untuk apa peti berisi mayat disimpan disini dan dibiarkan begitu saja."


Zuyo :"Hmm, aku juga baru pertama kali melihatnya."


Mira :"Sudah sudah, tutup kembali peti itu, biarkan dia istirahat dengan tenang."


Sero dan Zuyo memeriksa barang barang yang ada disekitarnya, Sero menemukan sebuah bola kristal berukuran kecil, bening dan didalam tengah kristal berwarna merah.


"wow, ini kristal yang bagus."


Sero :"Apa boleh aku mengambil bola kristal ini?"


Zuyo tanpa melihat kristal Sero, ia menjawab..


Zuyo :"Ambil saja, jika kau menemukan uang atau barang yang bisa dijual, maka bawa saja."


"Begitu ya, jadi cukup menguntungkan menjelajahi kuil-kuil seperti ini."


Sero :"Oh ya, apa tujuan kita kemari?"


Xia :"Tujuan kita hanya menjelajahi kuil ini lalu melaporkan hasilnya pada pemberi Quest."


Mira :"Konon katanya dikuil ini banyak monster, tapi entah kenapa tidak ada yang berbahaya sama sekali."


Zuyo :"Ya ampun, kenapa disini tidak ada harta karunnya, ahh."


Brakk... (Zuyo menendang lemari)


Lemari itu mulai bergoyang dan perlahan jatuh.


Sero :"AWAS!!"


GEBRAKKK.... (lemari jatuh)


Zuyo :"Maafkan aku."


Rupanya dibelakang lemari itu terdapat sebuah lubang yang didalamnya terdapat peti kecil dan kumpulan kertas.


Sero :"Lihat, disana ada lubang."


Semua orang mendekati lubang itu. Mira mengambil kumpulan kertas dan Zuyo mengambil peti kecil.


Karena Mira adalah seorang penyihir/Wicth dia mencoba membaca kertas dengan bertulisan kuno itu. Beberapa kata bisa ia mengerti, tapi kata yang lainnya tidak bisa ia baca. Disamping Mira yang berusaha membaca tulisan kuno Zuyo tampak sedang berusaha membuka peti yang tersegel.


Mira :"Hey, kau bisa diam tidak, kanapa kau selalu mementingkan uang."


Zuyo :"ah maaf, karena uang itu adalah kebutuhan hidup."


Mira :"hmm." (dengan tampang kesal)


Sero melihat Mira kesulitan membaca tulisan kuno, Sero mendekat untuk melihat tulisan kuno itu seperti apa. Saat ia melihat dia benar benar terkejut, karena ia mengenal bahasa yang digunakan dalam kertas itu.


"APA!!, itu adalah tulisan bahasa inggris, tapi kenapa bisa sampai didunia ini."


Misteri mulai bertambah. Sero mencoba menanyakan mengenai tulisan itu pada Mira. Karena ia penasaran apa didunia ini ada yang mengenal bahasa apa itu."


Sero :"Mira, bahasa apa itu?"


Mira :"Ini adalah salah satu bahasa kuno yang belum sepenuhnya terpelajari, karena didalam bahasa ini sangat banyak kosakata. Legenda mengatakan kalau bahasa ini dibawa oleh Viards dan bisa dimengerti sepenuhnya oleh Viards juga."


Sero :"Ohh."


"Tadinya aku ingin langsung membaca kertas itu, aku khawatir akan terjadi sesuatu. kurasa keputusanku cukup tepat karena jika aku membacanya langsung mereka akan menyadari kalau aku Viards."


Mira :"Zuyo!!, kau masih sibuk dengan peti itu!"


Zuyo :"Didalamnya mungkin ada uang."


Xia :"Sudah sudah, ayo kita kembali."


Mereka keluar dari ruangan itu dengan membawa semua kertas bertulisan bahasa inggris dan peti kecil. Setelah berada diluar, Sero melihat kalau Xia masih menggaruk garuk tangannya yang terkena lendir tadi.


Sero :"Xia, apa tangan mu masih gatal?"


Xia :"Ya, sedikit."


"hmm, apa yah obat alami untuk meredakan gatal. Ayolah berpikir.....Obat alami untuk gatal itu adalah emm...Ouh, itu dia aku tahu sekarang."


Sero melihat ke sekelilingnya dan sero menemukan dan mengambil tanaman Lidah buaya dan memberikannya pada Xia.


Sero :"Ambil ini, oleskan lendir tanaman ini pada kulit yang gatal."


Xia :"Untuk apa?"


Sero :"Agar gatalnya hilang."


Xia :"Memangnya aman, ini tidak akan membuat gatalnya semakin menjadi jadi kan!?"


Sero :"Tenang saja, gatalnya pasti hilang."


Xia :"Baiklah, jika semakin gatal, kau harus tanggung jawab."


Xia akhirnya mengoleskan lendir lidah buaya pada seluruh bagian kulit yang gatal.


Setelah selesai, perjalanan pulang pun dilanjutkan.


Misteri yang harus dipecahkan Sero bertambah, Diawali dengan Misteri dunia yang ia tempati, kehidupan didunia ini, Viards, dan sekarang misteri dari bahasa inggris, Siapa yang membawa bahasa itu dan apa isi dari kertas bertulisan bahasa inggris tersebut.


BERSAMBUNG....