New Adventure

New Adventure
Sekte penyembah iblis



"Astaga, jadi ini semua nyata. Apa ini bukanlah bumi!?. Memangnya bisa, aku berpindah planet hanya dengan waktu semalam!. Sangat tidak masuk akal. Yang lebih penting dari itu bagaimana nasib dari orang yang pernah dipanggil dulu?"


Tak terasa hari sudah petang, Somia datang untuk memberitahu Sero kalau perpustakaan sebentar lagi tutup.


Sero belum sempat membaca buku tentang Viards yang disarankan Somia jadi ia menaruh kembali bukunya dirak dan berniat akan membacanya lain waktu.


Sero mulai bergegas keluar dari perpustakaan untuk pulang, saat keluar dari pintu ia kepikiran kalau ia mungkin harus membeli senjata untuk berjaga jaga, seperti kebanyakan petualang yang membawa pedang kemana mana.


Lalu Sero menemukan sebuah toko perlengkapan tempur, didalam terlihat begitu banyak perlengkapan mulai dari baju zirah rantai, besi, hingga emas dan persenjataan mulai dari kapak, palu besar, pedang, dan lain-lain. Dari semua senjata itu, Sero memilih sebuah senjata pendek yaitu pisau dengan panjang 30 cm dengan harga dua koin perak.


Rupanya toko itu juga menjual beberapa item seperti potion dan mana potion. Tertulis potion berguna untuk memulihkan luka, dan mana potion berguna untuk memulihkan mana atau energi sihir.


"Seperti item ini cukup berguna."


Sero membeli beberapa kedua item tersebut dengan dengan harga satuan masing masing 1 koin perak. Ia juga membeli sebuah kantung kecil untuk menyimpan uang dan item yang ia beli.


"Aku rasa untuk berjaga-jaga, semua barang ini akan kubawa kemana-mana"


Saat dalam perjalanan pulang, Sero melihat disebuah gang kecil terdapat 3 orang berpakaian serba tertutup berwarna merah gelap, mereka terlihat seperti membawa sesuatu, saat mereka menyadari sedang dilihat Sero, mereka pun melompat ke atas atap bangunan lalu pergi.


Sero tak peduli dengan mereka, lalu ia kembali melanjutkan perjalanannya karena sudah malam.


Keesokan harinya....


Sero ingat dengan kata kata Tuan Aumus kalau hari ini ia akan membawakan kertas bertulisan bahasa inggris itu, jadi Sero akan mengunjungi Tuan Mazo terlebih dahulu.


Dijalan menuju pintu keluar penginapan, Sero berpapasan dengan Xia,


"Mau pergi kemana, Sero?" Ucap Xia.


"Aku mau mengunjungi Tuan Mazo." Ucap Sero


"Akhir-akhir ini kau sering sekali mengunjunginya, memang ada urusan apa?" Ucap Xia.


"Tidak ada, aku hanya perlu sesuatu." Ucap Sero.


"Begitu ya, apa besok kau senggang?" Ucap Xia.


"Entahlah." Ucap Sero.


"Jika senggang, ikutlah bersama kami menyelesaikan Quest." Ucap Xia.


"Baiklah." Ucap Sero.


Sero pun mulai keluar dan berjalan menuju rumah Tuan Mazo.


"Ahh, aku lupa menanyakan pada Xia quest apa yang akan besok kerjakan. Yaudah, nanti saja."


Sampailah Sero dirumah Tuan Mazo, seperti biasa mereka berbincang untuk menunggu kedatangan Tuan Aumus.


Beberapa saat kemudian, Tuan Aumus datang dengan tergesa-gesa.


Brakkk....(Suara pintu dibuka dengan keras)


Sero dan Tuan Mazo terkejut, lalu berdiri.


"Ada apa!?" Ucap Mazo


"Kertas dan petinya dicuri!" Teriak Aumus.


"Dicuri siapa?" Ucap Mazo.


"Dicuri Red Satanist." Ucap Aumus.


"Begitu ya, tapi untuk apa mereka mencurinya." Ucap Mazo.


"Apa itu Red Satanist?" Ucap Sero.


"Itu adalah sebuah Organisasi penyembah iblis, nama organisasi lengkap mereka Red Satanist Reunion." Ucap Mazo.


"Apa mereka memakai baju merah gelap?" Ucap Sero.


"Ya, itu mereka. Kapan dan dimana kau melihatnya" Ucap Aumus.


"Kemarin di sebuah gang kecil." Ucap Sero.


"Ya ampun." Ucap Aumus.


"Apa kita bisa mendapatkannya kembali." Ucap Sero.


"Kita akan merebutnya kembali." Ucap Mazo.


"Aku rasa sebaiknya kita bergerak sekarang." Ucap Aumus.


Tuan Mazo tahu dimana tempat persembunyian sekte itu berada. Mereka mempersiapkan semua perlengkapan untuk bertarung dan merebut arsip itu kembali. Arsip itu sangatlah penting, bisa saja isinya berupa pesan, informasi, atau peringatan. Pasti ada maksud mengapa arsip tersebut ditulis dengan bahasa inggris dan pasti isinya penting karena sekte penyembah iblis sampai mencurinya.


Dengan hanya berangotakan 3 orang, perjalanan pun dimulai menuju tempat persembunyian sekte penyembah iblis. Rupanya tempat persembunyian mereka cukup jauh dari kerajaan. Diperjalanan Tuan Mazo dan Tuan Aumus berkata kalau mereka akan selalu membantu Sero dalam segala urusan, hal ini mereka lakukan sebagai tanda hormat kepada Viards terdahulu yang sudah sangat berjasa diAldeo dengan membantu Viards selanjutnya. Para Viards dikenal sebagai tokoh pahlawan dan dikenal sebagai legenda terhebat. Sero masih belum mengetahui legenganya karena ia tidak sempat membaca bukunya kemarin.


Dalam perjalanan, terutama saat dihutan penuh monster, Sero diberi sebuah pedang oleh Tuan Aumus untuk ikut bertarung melawan semua monster seperti goblin dan orc. Aumus menyuruh Sero melawan dengan tujuan agar ia terbiasa dan bisa bertahan hidup. Hingga akhirnya Sero mulai terbiasa membunuh monster, namun perasaan ragu masih melekat pada dirinya.


Setelah melalui hutan mereka menyempatkan waktu untuk beristirahat, dan setelahnya perjalanan dilanjut dengan melewati padang pasir



Untungnya mereka sempat mengisi persediaan air dengan jumlah yang besar disebuah sungai saat berada dihutan.


Disana benar benar terasa sangat panas dan menyengat. Tanpa mengeluh, mereka terus berjalan walau persediaan air terus berkurang.


Hingga diujung padang pasir mereka menemukan sebuah gua dengan lubang masuk yang kecil. Menurut Tuan Mazo itu adalah tempat persembunyian sekte penyembah iblis itu, mereka pun masuk kedalam satu persatu.



Ternyata ruangan didalam gua sangat luas dan penuh dengan tulang tulang yang besar, juga banyak jurang yang dalam.


Didalam terdapat beberapa orang yang kemungkinan anggota dari sekte penyembah iblis yang sedang berjalan dengan membawa lampu.


Terlihat kalau dari beberapa orang itu ada yang membawa Arsip yang mereka cari dan peti kecil yang pernah diberikan Zuyo kepada Tuan Aumus. Niat awal mereka melumpuhkan anggota sekte itu, namun ternyata kedua orang yang membawa arsip dan peti dikawal oleh 10 orang dari belakang.


Akhirnya mereka mengikuti kedua orang itu dari kejauhan sembari sembunyi.


Tak ada monster, tak ada iblis, hanya ada beberapa barang, tempat, dan gambar bekas ritual. Entah apa yang mereka hasilkan dari ritual tersebut, dan apa tujuan mereka menyembah makhluk terkutuk itu.


Saat sampai disebuah ruangan, mereka dikejutkan dengan jumlah anggota sekte penyembah iblis yang begitu banyak.


"Sepertinya anggota mereka bertambah banyak" Ucap Mazo.


"WORYESSEMI...WORYESSEMI...WORYESSEMI" Ucap para pengabdi setan.


"Apa artinya itu?" Ucap sero.


"Itu artinya Puja setan agung" Ucap Mazo.


Didepan para pengabdi setan itu terdapat sebuah panggung yang terbuat dari batu, dan diatasnya terdapat lelaki tua memegang tongkat dengan sebuah bola mata besar diujung tongkatnya, sepertinya dia adalah pimpinan atau ketua dari sekte ini.


"WALEMANOO...." Ucap ketua sekte.


Kemudian datang kedua orang yang membawa arsip dan peti.


Ketua sekte melihat ke arah belakang para pengabdi setan, kemudian berkata...


"ELYES GRANTO NE DUMM...!" Ucap ketua sekte.


Kemudian bola mata dari tongkat yang dipegang ketua sekte mengeluarkan cahaya merah.


BLUSSHH....


"AWASS!" Ucap Aumus.


Ketua sekte menembakkan sihir kearah Sero, Tuan Mazo, dan Tuan Aumus berada.


Rupanya itu adalah sihir ledakan api. Sero, Tuan Aumus, dan Tuan Mazo berhasil menghindar dan tak menerima luka apapun.


"Tangkap mereka....!" Ucap ketua sekte.


Dari belakang mereka tiba tiba ditangkap lalu diikat.


"Bawa mereka kemari." Ucap ketua sekte.


Mereka dibawa dengan badan diikat ke atas panggung batu.


"Bagaimana ini, apa yang akan mereka lakukan." Ucap Sero dengan panik.


Saat berada diatas panggung batu, mereka dipaksa untuk berlutut.


Saat itu Sero melihat wajah dari para penyembah setan dihadapannya, ekspresi mereka menggambarkan keputusasaan, kesedihan, amarah, dan dendam.


Sero berpikir, para pengabdi setan ini pasti punya alasan masing masing mengapa mereka masuk kedalam organisasi sekte ini.


Disamping itu, ternyata Tuan Mazo dan Tuan Aumus begitu tenang menghadapi situasi mereka saat ini. Seteleh melihat mereka berdua akhirnya Sero pun ikut tenang, karena ia pikir kalau mereka berdua pasti punya suatu rencana.


"Apa urusan kalian datang kemari." Ucap ketua sekte dengan tegas.


"Kami hanya jalan jalan." Ucap Aumus.


"Begitu ya!. Baiklah aku akan membantu."


"Aku hanya bermain." Ucap Sero.


"Kami akan menumbalkan kalian, dasar makhluk laknat." Ucap ketua sekte.


"Ahhh, aku masih mau main." Ucap Sero.


"Paman!, kasih aku camilan." Ucap Sero.


"BERISIK..!!, BOCAH GILA." Ucap ketua sekte.


Akhirnya setelah mengulur waktu Tuan Mazo berkata...


"Hei, coba kalian lihat keatas." Ucap Mazo.


Semua orang melihat keatas, ternyata diatas terdapat tongkat sihir Mazo yang melayang di udara.


Sero sudah bisa menebak apa yang akan terjadi, jadi ia menundukkan kepalanya.


"ERY-LIGHTSTAR!!" Teriak Mazo.


CIIIING....


Seluruh ruangan menjadi sangat terang dan silau.


"Ahhhh!!!" Teriak semua orang termasuk ketua sekte.


Cahaya itu membutakan penglihatan semua anggota sekte.


Disaat itu, tiba tiba ikatan tali Sero terlepas.


"Ambil peti dan arsipnya." Ucap Aumus.


Dengan cepat Sero merampas peti dan arsip dari pegangan anggota sekte. Lalu mereka pergi berlari keluar.


Setelah cahaya menghilang, ketua sekte berkata...


"BUNUH MEREKA...!"


"WORYESSEMI.....WORYESSEMI.... WORYESSEMI" Ucap para pengabdi setan.


"EXPLOSION...!!" Teriak Mazo


DUARRR.....


Mazo mengeluarkan Sihir ledakan diatas jalan keluar, sehingga membuat batu diatas runtuh kebawah, lalu membuat para pengabdi setan beserta ketua sekte terjebak didalamya.


Rupanya diluar ruangan didalam gua, masih ada beberapa anggota sekte, sehingga perkelahian pun tak terhindarkan.


"Apa aku harus membunuh mereka!?" Ucap sero.


"Jangan!, tujuan kita kemari hanya untuk merebut kembali arsip dan peti itu. Kita tidak perlu membunuh mereka." Ucap Aumus.


"HAAAA!!" Teriak anggota sekte sambil menyerang.


"Awas Sero!!" Teriak Mazo.


Anggota sekte itu menyerang menggunakan pedang yang sama seperti sero.


DREENKK...


Hanya dengan satu tangan, Sero menangkis serangannya. Sero mencoba menyerang balik. Ia ayunkan pedangnya dengan cepat namun dengan tenaga yang kecil.


DRENNK.....DREENKK....DREENK.


Setiap tebasan berhasil ditangkis lawannya.


Adu pedang antara Sero dan anggota sekte itu terus terjadi. Sero terus menebas lawannya walau hanya dengan satu tangan dan berhasil membuat lawannya mundur, kemudian saat lawannya hampir terjatuh karena menginjak batu, lalu seketika Sero menendang perut musuhnya dengan sangat keras sampai membuatnya pingsan.


"AIR-BOLG" Teriak Mazo.


PLUSSHH.....


Mazo mengeluarkan Sihir tembakan udara.


Puluhan udara terlihat seperti membentuk sebuah jarum kemudian semuanya ditembakkan pada anggota sekte.


"Aaaaa" Teriak anggota sekte.


Tuan Aumus rupanya dihadapkan dengan musuh berbadan besar dan tinggi yang membawa kapak besi.


"Haaaa" Teriak lawan Aumus.


Lawannya mengayunkan kapak dari atas.


DRAAKK....


Namun berhasil ditahan dengan tameng Aumus. Aumus menyerang balik dengan pedangnya, ia mengayunkan pedangnya kearah lawannya dengan kuat.


DREENKK...


Ditahan oleh kapak lawannya. Aumus terus menebasnya dan ditahan kapak lawannya. Lawannya terus mengayunkan kapaknya dan ditahan tameng Aumus.


Terjadi pertarungan cukup sengit antara Aumus dengan anggota sekte itu.


Akhirnya Aumus mengeluarkan skillnya...


"LEONS-AURA!" Ucap Aumus.


Seluruh tubuh Aumus mengeluarkan aura berwarna kuning lalu membuat batu dan tanah disekitarnya menjadi retak.


Auranya benar benar terasa seperti seolah sedang berhadapan dengan singa sungguhan.


Skill tersebut membuat langkah dan kekuatan Aumus meningkat.


Aumus kembali menyerang. Ia menebas lawannya dengan cepat sampai lawannya tak berkutik sama sekali dan hanya bisa menahan serangan Aumus.


Sampai akhirnya kapak besi lawannya terlempar ke udara. Dan disaat itu, Aumus dengan segera menabrak lawannya sampai terpental kebelakang.


Setelah lawan berhasil dikalahkan, mereka kembali berlari menuju jalan keluar.


Aumus berada didepan, Sero ditengah, dan Mazo dibelakang.


Musuh kembali berdatangan.


Mereka terus berlari sambil melawan musuh. Aumus melindungi yang lainnya dari depan dan mengalahkan musuh hanya dengan satu tebasan.


Akhirnya mereka berhasil keluar dari gua.


"EXPLOSION!" Teriak Mazo.


Mazo meledakkan jalan keluar, jalan keluar mulai tertimbun batu diatasnya. Dan seluruh anggota sekte penyembah iblis terjebak didalamnya.


"Apa mereka masih bisa keluar?" Ucap Sero.


"Ya, mereka pasti masih bisa keluar." Ucap Mazo.


"Hahhh, Akhir kita bisa keluar dengan selamat." Ucap Sero sambil menghela nafas.


Arsip dan peti berhasil direbut kembali, masih utuh dan tak ada kerusakan.


"Baiklah, mari kita cepat kembali." Ucap Aumus.


Apakah isi arsip bertulisan bahasa inggris itu dan apa isi dari peti kecil itu?, Apakah semua itu pemberian dari Viards sebelumnya?


BERSAMBUNG.....