
Perjalanan dari acara jamuan ke rumah sakit lumayan jauh sehingga Rey dan Olivya punya waktu lama untuk berbincang.
" Nona Oliv, Sudahlah tak perlu kau pikirkan tentang jas itu simpan saja dann emm sepertinya aku harus meminjamkan jas lagi untukmu " Ucap Rey dengan sedikit canggung, Membuat Olivya merasa heran.
" Memang kenapa tuan harus meminjamkan jas lagi untukku ? " Olivya bertanya dengan polosnya.
" Emm gaunmu Nona sepertinya sedikit terlalu terbuka dibagian atas " Rey memalingkan wajahnya ke luar melihat jalanan dengan canggung, Olivya pun baru sadar jika gaunnya sedikit terbuka dibagian atas.
" Akhh maaf tuan saya lupa masih memakai gaun ini, Saya terlalu bersemangat mendengar kabar ayah saya. Sepertinya saya akan merepotkan tuan lagi maaf ya tuan? " Olivya menunduk malu, Membuat Rey tersenyum.
" Tidak apa Nona, Pakailah ini kau boleh mengembalikannya lain waktu " Ucap Rey memberikan jasnya pada Olivya.
" Terimakasih Tuan Rey, Saya sudah banyak merepotkan anda dan untuk insiden dihotel kemarin saya benar benar bertrimakasih anda sangat baik sekali. Bagaimana saya membalas hutang budi ini tuan? " Ucap Olivya seraya menatap wajah tampan Rey, Olivya memang tau Rey pria yang tampan dan baik tetapi di dekatnya sekarang menambah kekaguman Olivya pada Rey.
" Tidak usah dipikirkan Nona Oliv, Saya senang membantu anda dan bagaimana kau bisa dijebak waktu itu? " Tanya rey berpura pura tidak tau.
" Ahh itu karna ibu tiri saya, Akupun tidak tau apa alasannya menjebakku sampai saat ini pun saya belum bertemu dengannya saya sudah tidak pulang kerumah tuan " Jelas oliv membuat Rey mengangguk.
" Lalu kau tinggal dimana sekarang? " Tanya Rey.
" Saya tinggal di apartemen dekat rumah sakit XX tuan, Agar bisa sering menjenguk ayah saya " Jawab Olivya yang dibalas anggukan Rey.
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit, Olivya segera turun dan mengucapkan terimakasih lagi kepada Rey. Rey sempat menawarkan untuk mengantar Olivya pulang mengingat hari sudah malam tetapi Olivya menolak karna dia akan lama dirumah sakit lagipula apartemennya juga dekat, Rey pun tidak bisa memaksa Olivya akhirnya dia pergi. Olivya bergegas menuju ruangan ayahnya.
" Permisi dok, Bagaimana kondisi ayah saya? " Tanya Olivya pada Dokter Robert yang baru keluar setelah memeriksa Tuan Albert.
" Sudah sangat baik Nona, Beliau sudah siuman bahkan beliau daritadi memanggil nama Nona "
" Benarkah? Baiklah dok saya permisi dulu " Olivya segera masuk keruangan ayahnya.
" Ayahhhhh.. Akhirnya ayah sadar juga Oliv sangat merindukan ayah hiks hiks " Olivya berlari menghampiri Tuan Albert dan langsung memeluknya.
" Olivya anak ayah, Kau sudah datang nakk ayah juga merindukanmu " Ucap Tuan Albert dengan suara lemah.
" Ayah maafkan Oliv tadi Oliv sedang ada acara tapi Oliv segera kesini saat tahu ayah sadar "
" Tidak apa Oliv, Bagaimana keadaanmu? Berapa lama ayah tidak sadar lalu mana ibu tirimu dan Elina? "
" Maafkan ayah Oliv, Sekarang ayah janji tidak akan meninggalkanmu lagi. " Ucap Tuan Albert sedih, Selama koma Tuan Albert bertemu dengan mendiang istrinya mereka saling melepas rindu disana bahkan Tuan Albert tidak ingin kembali lagi dia ingin bersama istrinya tetapi mendiang Nyonya Adeline melarangnya karena masih ada putrinya yang membutuhkan sosok seorang ayah hingga sekarang Tuan Albert tersadar dari komanya.
" Janji ya ayah jangan tinggalkan aku, Cuma ayah yang kupunya " Olivya terus menerus memeluk ayahnya melepas kerinduan yang begitu dalam.
Sepanjang malam Olivya bercerita tentang kehidupannya selama 2 tahun belakangan ini pada ayahnya tetapi dia tidak memberitahu sikap Nyonya Helena dan Elina serta insiden jebakan beberapa hari yang lalu dia takut membuat ayahnya syok dan stres Olivya ingin membuat ayahnya sehat dulu. Dia hanya menceritakan tentang karirnya sekarang.
Sementara itu Nyonya Helena mendapat kabar dari orang suruhannya tentang Tuan Albert yang sudah siuman bahkan dia memberitahu jika Olivya sedang berada dirumah sakit.
" Elinaaa, Ayah tirimu sudah sadar sekarang " Ucap Nyonya Helena dengan raut muka tidak suka.
" Apaa? Bagaimana mungkin maa bukankah ayah sudah koma selama 2 tahun bagaimana bisa dia tiba tiba sadar kukira dia akan menyusul ibunya Olivya !! " Clarisa heran dengan kabar tersebut, Selama ini Clarisa hanya bersikap baik dihadapan Tuan Albert tetapi tetap saja Tuan Albert hanya menyayangi Olivya. Itu membuat Nyonya Helena dan Elina dendam.
" Mama juga tidak tau, Sudahlah kau tenang saja mama akan memikirkan cara untuk menyingkirkan dia sekarang kita hanya perlu berpura pura sedih saja didepannya besok kita akan kesana bagaimanapun perusahaan ini masih sepenuhnya miliknya " Ucap Nyonya Helena tersenyum licik.
" Baikk maa akan aku ikuti permainan mama " Ucap Elina menyeringai.
***
Di satu sisi Clarisa dan Aiden sedang berdebat tentang penghinaan di acara jamuan tadi. Mereka mendapat teguran dari Tuan Max karena telah mempermalukannya apalagi dihadapan Tuan Rey.
" Ini semua salahmu Aiden !! Kalau kau tidak menyuruhku menggoda Tuan Rey dijamuan tadi aku tidak akan dipermalukan !! " Bentak Clarisa pada Aiden, Membuat Aiden tidak terima dengan perlakuan Clarisa.
" Apaaa !! Bukannya kau yang ingin menggodanya !! Aku hanya memberimu saran tapi kau bodoh tidak bisa menggodanya !! " Teriak Aiden pada Clarisa.
" Hah aku ? Jika kau menghubungi asisten pribadinya dan menemui dia diluar pasti aku tidak akan dipermalukan !! Sekarang aku sudah gagal merayunya bahkan aku dihina oleh model lainnya !! " Clarisa frustasi dengan keadaannya.
" Huh sudahlah kau diam masih untung kita tidak didepak keluar oleh Tuan Max, Aku akan mendekatkanmu dengan Tuan Rey tenang saja kali ini pasti akan berhasil. Dia itu lelaki tidak mungkin kuat menahan godaan wanita mungkin dia hanya jual mahal saja karna kau menggodanya didepan publik jika dia langsung menyetujuimu pasti itu akan menurunkan harga dirinya ! " Ucap Aiden menenangkan Clarisa, Aiden masih berusaha untuk memanfaatkan Clarisa dia pasti akan mendapat untung jika Clarisa mampu menggoda Tuan Rey.
" Huh baiklah, Kupercayakan padamu aku benar benar ingin mendapatkannya wajahnya benar benar tampan aku yakin dia sangat hebat diatas ranjang haha " Clarisa tersenyum licik membayangkan dirinya bisa mendapatkan Tuan Rey, Tapi itu hanya angan angan saja karna Rey mulai tertarik dengan Olivya.
Pagi harinya berita dimajalah bahkan koran ramai dengan pemberitaan Clarisa yang menggoda Rey waktu jamuan tadi malam, Itu membuat banyak kontrak iklan yang dibatalkan secara sepihak dan tidak mau mengkontrak Clarisa lagi. Keadaan ini menjadi perbincangan model yang satu management dengannya bahkan Olivya pun terkejut karna dia pun tidak tau jika Clarisa tadi malam menggoda Rey karna dia sedang menerima telfon dari pihak rumah sakit.
" Aku tidak menyangka ada kejadian seperti itu tadi malam, pantas saja waktu aku menabrak bahu tuan rey raut wajahnya sedang tidak senang " Batin Olivya.