My Woman

My Woman
Keputusan



Mengingat kontrak kerja sama dengan perusahaan Rey akan segera berakhir, Olivya berencana untuk memberi tahu Riska tentang dirinya yang akan hengkang dari dunia Modeling.


" Kak kita makan siang bersama yuk? " Ajaknya setelah selesai melakukan pemotretan terakhirnya.


" Baiklah aku juga sudah lapar, Mau makan siang dimana Oliv? "


" Di dekat sini saja kak, Restoran di ujung jalan sana cukup enak kan? "


" Baiklah, Apa kau tidak mau makan bersama Tuan Rey? "


" Tidak kak, Aku sudah bilang padanya kalau aku mau makan siang bersamamu " Jelasnya, Riska pun mengangguk paham.


Olivya dan Riska tidak menyadari jika ada sepasang mata yang memberikan tatapan benci pada mereka. Bahkan dia mencuri dengar tentang rencana makan siang mereka.


Sebelum mereka pergi Riska pun pamit ke toilet sebentar, Membuat Olivya harus menunggu di Loby.


Setelah keluar dari toilet, Riska pun tak sengaja melihat Alex yang sedang menelfon.


" Bukankah itu Tuan Alex? Ah aku harus menanyakan tentang gaun itu. " Ucap Riska seraya menghampiri Alex.


" Tuan Alex, Tunggu sebentar. " Mendengar ada yang memanggilnya, Alex pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke ruangannya.


" Ada apa nona Riska? "


" Ah begini tuan, Aku ingin menanyakan tentang gaun yang tuan berikan padaku. "


" Apa ada masalah? " Tanyanya heran.


" Tidak tuan, Aku hanya bingung kenapa tuan memberiku gaun itu? Bukankah itu sangat mahal? "


" Aku hanya ingin memberinya saja Nona "


" Tapi aku tidak pantas menerimanya Tuan "


" Jika tidak suka silahkan buang saja Nona, Saya permisi dulu masih banyak pekerjaan. " Ucapnya dingin seraya meninggalkan Riska.


Riska hanya terdiam setelah mendengar ucapan Alex. Dia pun merasa bersalah karena tidak sempat mengucapkan terimakasih.


" Apa dia gila menyuruhku membuang gaun semahal itu? Apa dia tersinggung dengan ucapanku? " Gumam Riska melihat Alex sudah pergi dari pandangannya.


" Kak kenapa lama sekali sih? Ayo aku udah lapar nih " Olivya pun menyusul Riska ke toilet karena terlalu lama menunggu.


" Ah maaf Oliv, Ayo kita langsung ke sana. "


Mereka pun segera menuju restoran, Olivya pun sudah memesan taxi online. Sebenarnya Rey menyuruhnya menggunakan mobilnya saja tetapi Olivya menolaknya.


Sesampainya di restoran mereka pun memesan makanan masing-masing.


" Kak tadi kenapa lama sekali di toilet? "


" Ah tadi aku bertemu Tuan Alex, Aku ingin mengembalikan gaun itu aku bilang aku tidak pantas menerimanya tetapi katanya buang saja gaun itu dan dia langsung pergi. " Riska pun murung mengingat kejadian tadi.


" Astaga kak, Kenapa kakak bilang begitu? Terima saja lagian Tuan Alex memberi dengan tulus kan? Kakak juga suka gaunnya kan? "


" Tentu saja aku suka tetapi itu kan sangat mahal, Aku tidak enak menerimanya Oliv. Makanya aku ingin mengembalikannya. "


" Haduh kak, Kau harus meminta maaf dan mengucapkan terimakasih saja kak. Mungkin Tuan Alex merasa tersinggung. "


" Baiklah nanti aku akan meminta maaf dan mengucapkan terimakasih padanya. " Ucap riska sembari tersenyum, Olivya pun mengangguk merasa senang.


" Permisi Nona, Ini pesanan anda. " Ucap seorang pelayan sembari menyajikan makanan mereka berdua.


Mereka pun segera menyantap makan siang mereka masing-masing.


" Oliv, Katanya kau ingin bicara? Mau bicara apa? "


" Oh iya, Kak ini kan hari terakhir kontrak kerja sama kita dengan perusahaan Rey. Setelah ini aku ingin berhenti jadi model. " Riska pun tidak terkejut mendengarnya.


" Oh begitu, Apa kau sudah yakin Oliv? "


" Sudah kak, Tau sendiri kan sedari dulu aku memang tidak berminat dengan profesi ini kak. Mungkin ini saatnya aku berhenti menjadi model. " Ucap Olivya dengan yakin.


" Yah aku tau Oliv, Walaupun kau sangat terkenal tetapi kau menolak tawaran bermain film yang akan semakin membuatmu terkenal. Jika orang lain yang ada di posisimu pasti mereka tidak akan melewatkan kesempatan ini. "


" Tetapi aku tidak ingin semakin terkenal kak hehe. " Olivya terkekeh membuat Riska ikut tertawa.


" Lalu setelah ini kau ingin melakukan apa Oliv? "


" Aku masih bingung kak, Mungkin aku akan membantu ayah mengurus perusahaan kak. " Ucapnya membuat Riska mengangguk paham.


" Emm lalu setelah aku berhenti menjadi model, Kakak akan bagaimana? " Imbuhnya membuat Riska terdiam cukup lama.


" Entahlah, Sebenarnya aku juga cukup bosan dengan pekerjaan ini Oliv. Apalagi tekanan di rumah akhir-akhir ini membuatku menjadi semakin pusing, Rasanya aku ingin berhenti bekerja sebentar. " Ucapnya membuat olivya mengeryit heran.


" Memang tekanan apa kak? " Tanya Olivya penasaran, Riska pun menceritakan masalah perjodohannya.


Olivya pun terkejut mendengarnya karena selama ini dia tidak tahu kehidupan pribadi Riska. Riska selalu terlihat baik-baik saja dan pintar menyembunyikan masalahnya, Sikapnya yang dewasa dan tegas membuat dirinya tidak mau sampai orang lain tahu urusan pribadinya. Baru kali ini dirinya mau bercerita tentang masalah pribadinya pada orang lain.


" Astaga kak, Aku tidak tau kalau kakak punya masalah seperti itu. " Ucap Olivya dengan raut muka sedih.


" Tak apa Oliv, Lagipula aku tidak ingin kau kepikiran dengan masalahku. " Ucap Riska dengan santai.


" Jangan begitu kak, Aku sudah menganggapmu seperti kakaku sendiri. Berbagilah masalahmu denganku, Walaupun aku tidak bisa membantumu tapi aku bisa kan menjadi pendengar yang baik untukmu kak. Aku juga sering bercerita tentang masalahku padamu. "


" Baiklah Oliv, Terimakasih. " Ucapnya membuat Olivya tersenyum.


" Sama-sama kak, Lalu apa kakak akan bertahan dengan pekerjaan ini? "


" Sepertinya tidak Oliv, Nanti akan kupikirkan bagaimana kedepannya. "


" Baiklah kak, Semangat ya hehe. " Ucap Olivya membuat Riska tersenyum senang.


Mereka pun segera kembali ke kantor Rey karena masih ada beberapa urusan disana. Olivya dan Riska sedang menunggu taksi online pesanannya, Melihat di seberang jalan ada yang menjual sate cumi membuat Olivya ingin membelinya.


" Wah kak, Itu ada yang jual sate cumi. Beli yuk? " Ajaknya pada Riska.


Riska pun mengiyakannya, Melihat jalanan tidak ada kendaraan yang lewat mereka pun segera menyebrang. Olivya sangat antusias untuk membeli jajanan kesukaanya jadi dia berlari kecil mendahului Riska. Tapi tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi menuju Olivya.


Braakkkkkk !!!! Akhhhhhhh !!!!


Mobil itu menabrak Olivya dengan cepat tubuhnya pun terpental ke trotoar, Mobil itu bergegas pergi meninggalkan Olivya. Riska pun terkejut melihat kejadian itu.


" Astaga Oliiivvv !!! " Teriak Riska berlari ke arah Olivya.


Pengunjung restoran dan penjual di seberang jalan pun segera menghampiri mereka dan menolongnya, Salah satu dari mereka segera menghubungi Ambulance untuk membawa Olivya kerumah sakit.


Darah terlihat keluar dari kepala Olivya karena benturan di atas aspal. Ambulance pun datang beberapa menit setelah di hubungi, Riska pun segera ikut ke rumah sakit.


" Oliv,, Sadarlah Oliv... Hiks hikss " Riska menangis melihat kondisi gadis yang di anggapnya seperti adiknya sendiri.


Sesampainya di Rumah Sakit, Olivya segera dibawa ke IGD. Riska pun mengambil ponsel Olivya dan segera menghubungi Rey dan Ayah Olivya. Mendengar kabar itu Rey bergegas meninggalkan rapat penting di perusahaannya dan menuju Rumah sakit, Sementara Tuan Albert pun terkejut mendengar kabar Putrinya kecelakaan.