My Woman

My Woman
Hancur



" A-aku tidak mengerti apa maksudmu, Arghh " ucapnya Stefi terbata-bata, Cekikan di lehernya semakin kuat membuatnya kesulitan bernafas. Rey pun melepaskan tangannya dan berbalik menghadap keluar jendela karena tidak ingin melihat tubuh Stefi yang masih telanjang.


Uhukk...uhukk... Dia mengatur nafasnya kembali, dadanya terasa sesak.


" Masih berpura-pura? Aku memiliki buktinya nona Stefi. Berani sekali kau menyentuh wanitaku !!! Apa kau sudah bosan hidup hah? "


" Hahahaa, Jadi kau sudah tahu? Baguslah... Apa wanita sialan itu sudah mati? " melihat Stefi tidak merasa bersalah amarah Rey kembali memuncak bahkan dia sekarang ingin menghabisi wanita itu, Tetapi dia tidak ingin mengotori tangannya.


" Apa yang membuat kau berani mencelakainya !!! " Tanyaya tanpa membalikan badannya.


" Huh tentu saja karena kau !! Aku sudah lama menyukaimu Rey, Tetapi kau tidak pernah meresponku ! Kau selalu mengabaikanku, Tetapi tiba-tiba wanita itu menjadi kekasihmu !!! Apa kurangnya aku !!! "


" Dengar baik-baik ! Aku hanya mencintai Olivya, aku tidak pernah tertarik denganmu ! Apa kau pikir aku mau dengan seorang wanita rendahan yang menjual kesuciannya demi sebuah uang dan popularitas hah ! "


" Itu berita bohong !!! " bantah Stefi masih membela diri.


" Haha bodoh !! Mana mungkin aku mau menyebarkan berita bohong? " Stefi pun kehabisan kata-kata, Dia tidak menyangka jika keburukannya di bongkar oleh orang yang di sukainya.


" Baiklah aku memang sudah tidak suci lagi, Tetapi apa kekasih sialanmu itu masih suci hah !!! Pasti dia sudah tidur dengan beberapa pria tua demi sebuah uang haha. Rey... Rey... wanitamu itu sama denganku jadi jangan munafik. " Stefi pun menyeringai licik. Rey pun sudah tidak bisa membendung emosinya lagi, Dia pun segera meminta Alex untuk ke ruangannya.


Alex yang sedari tadi sudah di depan pintu ruangan Rey pun segera masuk, Dia pun terkejut melihat Stefi yang sedang terduduk di lantai dengan keadaan tanpa sehelai benang pun. Pakaiannya pun berserakan dimana-mana, Alex segera memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Rey. Stefi pun segera mengambil bajunya untuk menutupi tubuhnya.


" Alex, Bawa wanita ini ke ruangan rahasiamu dan suruh beberapa wanita untuk memberikannya pelajaran... Setelah itu jebloskan dia ke penjara. " ucap Rey dengan dingin, Stefi pun membelalakan matanya dan merasa takut.


" Baik tuan... " jawab Alex sembari membungkukan badannya.


" Dan satu lagi, Sebarkan video ini ke internet. " Rey sedari tadi merekam tindakan stefi yang melucuti pakaiannya dan berniat menggodanya, Stefi pun terkejut mengetahui itu.


" A-apa isi video itu !!! " Tanyanya membuat Rey tersenyum sinis.


" Tentu berisi tentang kau yang mencoba menggodaku Nona, Coba kau pikir bagaimana reaksi publik mengetahui kelakuanmu ini? Scandalmu saja masih belum reda ditambah dengan video ini. " Rey tersenyum puas melihat wajah Stefi pucat pasi.


" Bagaimana kau bisa sekejam ini Rey !!! Setelah scandal itu apa kau belum puas mempermalukanku !!! Bahkan kau ingin menjebloskanku ke penjara !!! Sekarang kau ingin menyebarkan video itu !!! Kau keterlaluan !!! "


" Kejam?? Keterlaluan?? Lalu apa yang kau lakukan itu tidak kejam dan keterlaluan ha? Ini belum seberapa, Nikmatilah waktumu di penjara dengan rasa malu. Bahkan kau tidak akan bisa lagi berkarir di dunia modeling setelah keluar dari penjara. " ucapnya dengan dingin.


" Alex, Seret wanita itu keluar. Aku muak melihat wajahnya ! "


Alex pun mengiyakannya dan membawa Stefi keluar walaupun wanita itu masih belum berpakaian rapi.


" Tuan tolong maafkan aku, jangan jebloskan aku ke penjara !!! " Teriaknya tetapi tak di hiraukan Rey.


***


Alex membawa Stefi ke tempat yang sama sewaktu mengintrogasi orang yang menabrak Olivya, Tempat itu memang khusus untuk memberikan pelajaran bagi penghianat maupun musuh yang mencoba mencelakai Rey. Disana sudah ada beberapa wanita bawahan Alex yang mahir bela diri, Mereka khusus di pekerjakan Alex untuk menghukum seorang wanita.


Stefi mulai di siksa terlebih dahulu sebelum di jebloskan ke penjara, Tubuhnya pun di penuhi lebam akibat siksaan dari bawahan Alex. Setelah di rasa cukup Stefi di antar ke penjara dengan beberapa bukti yang akurat.


Di media dan internet sudah heboh dengan video ketika Stefi berusaha menggoda pemilik dari Williams Company, Bahkan mereka heran Stefi sangat berani mengusik pria dingin itu. Belum usai dengan scandal ini salah satu media pun memberitakan jika Stefi masuk penjara di karenakan percobaan pembunuhan pada model cantik Olivya. Seketika para awak media dan wartawan memadati kantor polisi untuk mewawancarai Stefi. Kedua orang tua Stefi pun terkejut mendengar berita itu.


" Suamiku... Apa yang sudah di lakukan putri kita, Kenapa dia sampai menjadi seperti ini. Dia bahkan hampir melenyapkan nyawa seseorang hiksss..hiksss..hiksss... " Ibu Stefi pun menangis setelah melihat tayangan di televisi hari ini.


" Istriku tenanglah, Kita ke kantor polisi ya? Kita tanyakan pada mereka tentang kebenarannya. "


Mereka pun segera menuju ke kantor polisi untuk melihat keadaan putri satu-satunya.


***


Rey segera menuju ke Rumah Sakit setelah urusannya selesai, Dia pun terkejut melihat banyaknya wartawan dan beberapa media yang ada di depan Rumah Sakit.


" Hei... itu tuan Rey. " Ucap salah satu wartawan membuat wartawan yang lain berlari menghampiri Rey. Beberapa pengawal pun telah siaga menghadang para wartawan yang mendekat.


" Tuan Rey, mengapa anda berada di sini? Apa anda ingin menjenguk Nona Olivya? Apa hubungan anda dengannya. " Ucap salah satu wartawan.


" Iya tuan, Apa anda tahu tentang kasus yang menimpa Nona Stefi? Apa komentar anda tentang video Nona Stefi yang menggodamu tuan? " Tanya yang lain. Rey pun mau tidak mau harus menjawab pertanyaan ini .


" Dengarkan ini, Nona Olivya adalah kekasihku dan untuk kasus yang menimpa Nona Stefi itu karena dia mencoba mencelakai kekasihku. Untuk video itu memang benar dia mencoba menggodaku, Selebihnya aku tidak bisa berkomentar banyak. " mendengar jawaban Rey para wartawan dan pihak media pun menjadi terkejut.


Rey pun berjalan menembus kerumunan wartawan dan pihak media dengan bantuan pengawalnya. Dia segera berjalan menuju ruang VVIP tempat Olivya dirawat.


Ceklekk... Krieettt... Riska dan Tuan Albert pun menoleh seketika melihat seseorang masuk yang tidak lain adalah Rey.


" Paman... Olivya belum sadar? " ucap Rey sembari menghampiri ayah Olivya.


" Kau sudah kembali Rey, Olivya belum sadar. " Terlihat wajah tuan Albert sangat bersedih. Riska pun masih terlihat berlinang air mata.


Rey pun menghampiri Olivya dan duduk di sampingnya, Hatinya merasa sakit melihat wanita yang amat di cintainya terbaring lemah dengan luka perban di kepalanya. Bibirnya yang berwarna merah seperti buah cerry segar terlihat pucat pasi.


" Sayang sadarlah... Maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Seharusnya aku ikut denganmu tadi, kau tidak akan menjadi seperti ini jika aku bersamamu. " Ucapnya seraya menggenggam tangan Olivya dan mengecupnya.