My Woman

My Woman
Dia wanitaku



Rey mengantar Olivya hingga ke ruangan pemotretan membuat para staff dan crew terkejut melihat Olivya sangat dekat dengan sang raja bisnis.


" Sayang kau baik baik disini ya? Nanti kita pulang bersama " Ucap Rey dengan lembut.


" Hei Rey, Bukankah ini sudah di kantor jangan panggil aku seperti itu nanti akan jadi bahan gosip di sini " Bisik Olivya.


" Tenang saja sayang jika ada yang membuatmu menjadi bahan gosip aku tidak segan segan memecatnya, Kau ini wanitaku dan aku ingin semua orang tau " Ucap Rey lembut membuat pipi Olivya bersemu merah.


" Terserah kau saja Rey, Yasudah aku masuk dulu ya? "


" Iya sayang " Ucap Rey seraya berlalu menuju ruangannya.


Para staff dan crew pun melanjutkan pekerjaannya setelah melihat mereka berdua bahkan mereka menjadi segan terhadap Olivya, Namun di satu sisi Stefi tidak terima akan hal itu.


" Nona Olivya mari ikut saya anda harus segera di rias " Ucap Silvia canggung.


" Ah Silvia kenapa kau canggung begitu? Panggil namaku seperti biasa saja " Ucap Olivya sembari menepuk bahu Silvia.


" Tapi kan anda kekasih dari Ceo disini Nona "


" Memang kenapa? Aku tetap Olivya temanmu hehe " Kekeh Olivya membuat Silvia tersenyum.


" Baiklah Oliv, Ayo kurias dirimu "


Silvia dan Olivya segera menuju ke ruangan makeup disana Stefi juga baru selesai di rias, Melihat Olivya Stefi menjadi kesal.


" Ada wanita penggoda ternyata " Ucap Stefi sembari memainkan rambutnya.


" Sudahlah Nona Stefi, Apa anda tidak lelah mencibirku? " Jawab Olivya dengan santai.


" Huh baru jadi kekasih Tuan Rey saja sudah sombongg ! "


Olivya hanya diam tidak menghiraukan cibiran Stefi membuat Stefi bertambah kesal dan pergi dari situ.


" Oliv, Dimana Riska? Kok aku tidak melihatnya ya " Tanya Silvia.


" Oh kak Riska? Dia hari ini sedikit terlambat katanya ada urusan di rumah " Jawab Olivya yang di balas anggukan Silvia.


Stefi pun masih kesal dengan Olivya, Dia cemburu karena Olivya bisa mendapatkan Rey sementara dirinya tidak pernah di lirik sama sekali.


" Tunggu saja Olivya, Aku akan merebut Tuan Rey darimu dan mendepakmu dari sini haha " Ucapnya.


Olivya sudah selesai di rias dan memulai pemotretan, Para crew dan staff merasa segan terhadap Olivya membuat Olivya tidak nyaman. Olivya pun berkata jika mereka harus bersikap seperti biasa. Mereka pun terkejut dengan sikap model cantik itu walaupun dia menjadi kekasih dari Rey sang raja bisnis tetapi dia sama sekali tidak sombong, Banyak yang memuji kebaikan dan kerendahan hati Olivya membuat Stefi sangat kesal.


" Dasar wanita jal*ang !!! Dia sekarang cari muka dihadapan seluruh staff disini huhh liat saja nanti " Ucap Stefi sembari memikirkan cara untuk mencelakai Olivya.


***


Sementara itu Rey sedang di sibukkan dengan mengecek data penjualan brand fashion terbarunya yang dibintangi Olivya, Produknya melonjak drastis dan sangat laku di pasaran membuat keuntungan besar bagi perusahaan.


Tokk...Tokk...Tokk...


" Masuklah.. " Sahut Rey.


Ceklek... Pintu terbuka dan Alex pun masuk.


" Tuan saya sudah mendapat informasi tentang adik tiri Nona Olivya " Ucap Alex.


" Katakan.. "


" Rupanya Nyonya Helena meminta Tuan Jacob untuk menjadikan Nona Elina sebagai artis dengan instant tuan, Tuan jacob setuju jika Nona Elina bersedia tidur dengannya "


" Oh jadi Elina setuju tidur dengan Tuan Jacob ya? Hmm menarik, Kumpulkan buktinya Alex itu bisa menjadi senjata jika mereka menyakiti olivya "


" Baik tuan "


***


Di kediaman keluarga Louis, Nyonya Helena sedang berusaha mencari muka pada suaminya.


" Suamikuu, Apa kau sudah meminum obat? " Tanyanya membuat dahi Tuan Albert berkerut.


" Ya sudah "


" Yah baik baik saja, Aku mengurusnya dengan baik " Ucap Nyonya Helena berbohong, Akhir akhir ini sebenarnya ada masalah keuangan di perusahaan karena sebagian besar uang perusahaan digunakan secara pribadi olehnya.


" Baguslah, Kenapa bukan Olivya saja yang mengurus perusahaan? "


" Em tentu saja karena Olivya ingin menjadi model sayang "


" Aku tau putriku dari kecil, dia sama sekali tidak suka dengan profesi seperti itu. Dia lebih cocok masuk dunia bisnis bahkan dia mengambil mata kuliah tentang bisnis, Apa kau yang memaksanya untuk menjadi model? " Tanya Tuan Albert dengan raut muka serius.


" Mana mungkin aku memaksanya sayang " Jawabnya dengan ekspresi gugup.


" Jangan sampai kau memaksa putriku Helen !!! "


" Tidak akan suamikuu kau tenang saja, Olivya sudah seperti putri kandungku sendiri " Ucapnya seraya tersenyum.


" Kau keluarlah aku ingin istirahat "


" Baiklah suamiku "


Nyonya Helena pun pergi dari kamar suaminya dia gugup karena sudah di curigai.


" Ma aku pulanggg " Ucap Elina seraya menghampiri ibunya.


" Bagaimana hari pertamamu Elin? Apa lancar? "


" Tentu saja ma, Hari ini aku dapat tawaran bermain film layar lebar karena di promosikan Tuan Jacob !! " Ucap Elina merasa senang.


" Wah benarkah? Baguslah sepertinya tidak sia sia kau mau menemani Tuan Jacob satu malam haha " Ucap Nyonya Helena seraya tertawa.


" Haha benar ma, Tua bangka itu bisa di andalkan juga ternyata "


" Kau harus lebih terkenal dari Olivya Elin, Keadaan perusahaan ayah tirimu juga sudah tidak stabil karna uang perusahaan sudah mama gunakan untuk kepentingan kita "


" Kok bisa ma? "


" Yah kau tau kan kebutuhanmu dan mama sangat besar? Jadi mau tidak mau mama harus memakai uang perusahaan "


" Yah sudahlah ma tidak usah dipikirkan toh aku akan jadi artis terkenal dan banyak uang, Kita tidak akan jatuh miskin jika perusahaan itu bangkrut " Ucap Elina tersenyum licik.


" Kau benar sekali "


Mereka berdua sibuk dengan percakapan itu sehingga tidak sadar Olivya dan Rey sudah masuk kerumah.


" Eh mama, Ada Olivya dan kekasihnya " Ucap Elina terkejut.


" Biarkan saja "


" Tapi maa, Aku tertarik dengan pria tampan ituu aku ingin merebutnya. Bukankah dia sangat kaya ma? Aku tidak rela Olivya mendapat lelaki seperti itu !! "


" Kau benar juga, Cobalah kau dekati dia saat Olivya tidak bersamanya Elin " Ucap Nyonya Helena tersenyum licik.


Rey dan Olivya masuk ke kamar ayahnya tanpa memperdulikan mereka berdua, Rey menyapa Tuan Albert dan berbincang sebentar lalu pamit untuk pulang.


" Rey kau hati hati dijalan ya? Hubungi aku kalau sudah sampai "


" Iya sayang, Aku pulang dulu kau masuklah temani ayah " Ucap Rey seraya mencium kening Olivya.


Olivya pun menurut dan masuk ke kamar ayahnya lagi, Rey segera bergegas untuk pulang tetapi Elina memanggilnya.


" Tuann tunggu sebentar " Ucapnya seraya menghampiri Rey. Rey pun berhenti tanpa menoleh.


" Tuann, Kau yang berada di acara konferensi pers itu kan? " Ucapnya basa basi.


" Ada apa? " Ucap Rey dingin.


" Bolehkah saya berkenalan denganmu tuan? " Ucap Elina seraya menjulurkan tangannya. Tetapi Rey malah meninggalkan elina.


" Hei tuan kenapa kau pergi !!! " Teriak Elina dengan kesal melihat mobil Rey pergi meninggalkan halaman rumahnya.


" Sialannn !!! Baru kali ini ada lelaki yang menolakku, Liat saja nanti kau pasti akan ku dapatkan. Akan kubuat kau bertekuk lutut di hadapanku haha "Ucap elina tersenyum penuh kelicikan.