
Jika Alex dan Riska sedang tenggelam dalam kediaman mereka masing masing berbeda dengan Rey dan Olivya yang sedang bermesraan.
" Sayang, Tutup matamu sebentar. " Pinta Rey membuat Olivya penasaran.
" Memang ada apa sayang? "
" Tutup saja sebentar "
" Eum baiklah " Olivya pun menutup matanya, Rey segera mengambil kotak kecil di sakunya dan membuka kotak itu, Disana terdapat cincin dengan berlian kecil dan indah.
" Bukalah matamu " Ucapnya membuat Olivya membuka matanya dan terkejut ketika Rey sedang berjongkok dihadapannya, Tiba tiba terdengar bunyi bunga api yang meledak di atas awan yang menyinari pantai yang indah itu. Di atas awan tertulis kata *Will You Marry Me* membuat Olivya meneteskan air mata bahagia. Pertunjukan bunga api itupun di saksikan oleh pengunjung di restoran itu termasuk Alex dan Riska.
" Apakah ada yang melamar seseorang disini? Wah indah sekali, Pasti itu pria yang sangat romantis. " Celoteh Riska yang tidak tau jika itu pertunjukan dari Rey untuk Olivya.
Sementara Alex yang sudah tahu memasang muka datar dan biasa saja tapi dia senang rencana kejutan tuannya berjalan lancar.
" Olivya Louis, Maukah kau menikah denganku? " Ucap Rey membuat Olivya semakin terharu.
" Ya aku mau Rey " Balasnya membuat Rey tersenyum senang dan memasangkan cincin di jari manis Olivya. Cincin itu terlihat simpel namun terkesan elegan.
Olivya pun langsung memeluk Rey dalam dalam.
" Terimakasih kau mau menjadi istriku " Rey berkata sembari mengecup kening Olivya.
" Terimakasih juga kau telah memilihku " Ucap Olivya semakin mengeratkan pelukannya.
" Tapi Rey apa mama papamu tau kau melamarku? " Ucapnya sedikit cemas.
" Belum sayang, Tapi mereka akan segera tau. Lamaran ini belum secara resmi ini inisiatifku sendiri dan untuk lamaran resminya aku akan segera melakukannya tetapi aku harus ijin dulu pada ayahmu dan aku akan membawamu ke London untuk bertemu mama dan papa "
" Eum bertemu mereka? Apa mereka akan setuju dengan hubungan kita? Apa mereka akan menyukaiku Rey? " Ucapnya dengan raut wajah khawatir.
" Tentu saja, Bahkan mereka yang memintaku untuk membawamu ke sana "
" Benarkah? "
" Benar sayang " Rey berkata lembut membuat Olivya merasa tenang.
Mereka pun segera meninggalkan tempat itu dan menuju parkiran untuk pulang, Kebetulan Alex dan Riska sedang berjalan ke arah mobil.
" Alex, Kau antarkan Nona Riska kerumahnya. Aku akan kembali bersama Olivya. "
" Baik tuan. "
" Eh kak apa tidak apa kakak di antar asisten Alex? "
Ucap Olivya menghampiri Riska.
" Tidak apa Oliv, Pulanglah dengan Tuan Rey "
" Baiklah kak, Kau hati hati ya " Olivya dan Rey pun pergi meninggalkan Alex dan Riska.
Alex terlebih dahulu masuk kedalam mobil, Riska pun mengikutinya tetapi dia duduk di belakang.
" Nona, Apa aku supirmu? " Alex berkata tanpa mengalihkan pandangannya kedepan.
" Ah maafkan aku, Aku akan pindah ke depan " Riska pun terpaksa duduk di samping Alex.
Melihat Riska sudah berpindah tempat Alex segera mengemudikan mobilnya meninggalkan parkiran restoran itu. Dalam perjalanan Alex hanya menanyakan alamat Riska selebihnya mereka hanya diam sampai tiba di kediaman Riska.
" Terimakasih tuan untuk hari ini, Maaf merepotkan anda untuk mengantar saya. Hati hati ya tuan " Riska pun segera turun dari mobil Alex.
" Tunggu dulu nona " Ucap Alex menghentikan langkah kaki Riska.
" Ya tuan? "
" Terimalah ini " Alex menyodorkan sebuah tas belanja membuat Riska merasa heran.
" Bukalah nanti, Aku pergi dulu " Alex segera meninggalkan Riska dengan pikiran yang sedang bingung.
" Apa ya ini? Ah sudahlah kubuka nanti saja aku ingin berendam malam ini hais lelahnyaa. " Riska pun berjalan masuk ke dalam rumahnya. Dia tidak tau ibunya memperhatikan dirinya ketika turun dari sebuah mobil mewah.
Riska berendam cukup lama dan memakai aroma therapy untuk membuat badannya rileks. Setelah selesai dia pun penasaran ingin membuka tas yang di berikan Alex padanya.
" Astaga, Bukannya ini gaun yang ku inginkan saat di butik tadi? " Ucapnya terkejut melihat gaun yang di berikan Alex padanya.
" Tapi kenapa Tuan Alex memberinya untukku? Ini kan sangat mahal. " Riska pun mencoba gaun itu, Riska benar benar terlihat cantik mengenakan gaun itu.
" Cantik sekali gaun ini, Yah harganya juga sangat mahal. Tapi kenapa ya Tuan Alex memberinya untukku? Apa ini memakai uang Tuan Rey? Tetapi itu tidak mungkin, Apa ini memakai uang pribadinya? Tapi mengapa dia memberikan ini untukku ya? Ah sudahlah besok ku tanyakan saja di kantor " Riska pun segera merebahkan badannya di ranjang dan terlelap dalam tidurnya.
Sementara itu Alex yang masih dalam perjalanan pulang merasa gelisah.
" Mengapa aku membelikan gaun untuknya ya? Apa aku sudah gila tiba tiba memberinya sebuah gaun, Hahhh kira-kira dia berpikir apa tentangku yang tiba tiba memberinya sebuah gaun??? Tapi dia terlihat menyukai gaun itu, Dia pasti sangat cantik ketika memakainya. " Alex bergumam sendiri dan tersenyum memikirkan Riska.
***
Disisi lain Rey dan Olivya tengah duduk bersama Tuan Albert di ruang tamu.
" Paman, Malam ini saya telah melamar putri anda secara pribadi tetapi saya akan melamarnya secara resmi secepatnya. Apa anda mengijinkan putri anda untuk kunikahi paman? " Tanya Rey dengan sopan membuat Tuan Albert tersenyum.
" Nak rey, Jika Olivya bersedia tentu aku akan mengijinkan. Kau juga anak yang baik sudah berkali-kali menjaga putriku bahkan kau sudah membantuku. Aku sangat senang jika putriku mempunyai suami sepertimu yang terpenting adalah kebahagiaan Olivya. " Jawabnya sembari mengelus rambut putrinya.
" Terimakasih sudah merestui kami ayah " Olivya memeluk ayahnya dengan erat.
" Sama sama Oliv, Berbahagialah. "
" Apa orang tuamu sudah tahu Rey? Apa mereka setuju kau menikahi Oliv? Kami tidak sepadan dengan keluargamu, Aku takut orangtuamu tidak setuju dan menyakiti hati putriku. "
" Paman tidak perlu khawatir, Orang tuaku pasti akan setuju bahkan mereka ingin aku segera membawa Olivya ke london untuk menemui mereka. Apa paman mengijinkan? "
" Baiklah aku mengijinkan, Jagalah Oliv baik baik. "
" Tentu saja paman terimakasih. " Tuan Albert pun mengangguk dan tersenyum.
Rey pun pamit untuk pulang, Olivya pun mengantarnya sampai ke depan.
" Aku pulang dulu ya sayang? "
" Baiklah, Hati hati ya? "
" Tentu saja "
" Eum rey, Aku belum pernah ke rumahmu kau lupa ya? " Ucap Olivya sembari merucutkan bibirnya.
" Ah ya aku lupa, Bagaimana kalau besok setelah pulang dari kantor? " Bujuk Rey membuat Olivya senang.
" Benarkah? Jangan bohong Rey "
" Iya sayang aku tidak berbohong. "
" Baiklah janji ya? "
" Iya aku janji "
" Yasudah pulanglah, Hati hati "
" Baiklah aku akan pulang, Apa kau tidak mau memelukku? " Goda Rey membuat Olivya tersipu malu.
" Baiklahh..." Olivya memeluk erat Rey membuat pria itu bahagia, Rey pun mencium kening kekasihnya.
Setelah itu Rey pun pulang ke rumahnya, Olivya pun segera masuk kedalam rumah. Hari ini dia sangat bahagia karena Rey sudah melamarnya.