My Woman

My Woman
Dilema Riska



Pagi hari Riska sudah bangun dari tidurnya dia pun sudah bersiap untuk berangkat ke kantor Rey.


" Riska, Ibu mau bicara. " Riska pun berhenti setelah mendengar ucapan ibunya.


" Ada apa bu? " Tanyanya heran.


" Siapa yang mengantarmu tadi malam? " Tanya Nyonya Berta pada putrinya.


" Bukan siapa siapa, Aku pergi dulu. "


" Tunggu !!! Riska apa maumu? Siapa laki laki tadi malam? Kau menolak perjodohan dengan Hendri tetapi kau di antar oleh seorang pria ! Siapa dia? "


" Buu... Dia hanya temanku. Berhentilah berbicara tentang perjodohan, Sampai kapanpun aku tidak ingin dijodohkan dengannya ! "


" Apa kurangnya Hendri? Dia tampan dan kaya raya jika menikah dengannya kau tidak perlu repot repot bekerja lagi ! "


" Buuu, Dia itu bukan pria baik ! Pertemuan pertama pun dia bersikap kurang ajar padaku ! " Ucapnya dengan kesal.


" Jangan banyak alasan ! Pokoknya nanti ibu akan mengatur pertemuanmu lagi dengannya ! Kau harus datang dan bersikaplah yang baik ! " Ucapan Ibu Riska membuatnya merasa sakit hati dia pun segera pergi ke kantor menggunakan taksi.


Saat Riska pamit pulang terlebih dulu setelah menerima telfon dari ibunya di acara makan siang bersama Rey dan Alex ternyata dia di suruh pulang untuk menemui Hendri dan keluarganya.


* Flashback On *


" Ada apa ya ibu menyuruhku pulang terburu-buru, Jadi aku meninggalkan Oliv kan haiss. "


Setelah sampai di rumah ternyata ada sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah Riska.


" Mobil siapa ini? Apa ibu kedatangan tamu? " Ucapnya seraya masuk kedalam rumah.


" Bu aku pulang, Ada apa ibu menyuruhku cepat cepat pulang? Dan mobil siapa di depan? " Riska bertanya pada ibunya yang kala itu sedang duduk di meja makan tanpa tahu ada 3 orang lainnya yang sedang bersama ibunya.


" Kemarilah... " Ucap Nyonya Berta Riska pun berjalan menuju meja makan dan terkejut melihat ada orang asing yang sedang bersama ibunya.


" Tuan Lison, Nyonya Stella dan Nak Hendri perkenalkan ini putri saya Riska. Ayo Riska beri salam "


" Ha..halo Tuan Nyonya... " Ucap Riska gugup karena sedari tadi Hendri menatapnya dengan penuh arti.


" Halo Riska senang bertemu denganmu " Sapa Nyonya Stella tersenyum ramah sementara Tuan Lison hanya tersenyum.


" Riska duduklah... " Perintah ibunya membuat Riska terpaksa menurutinya.


" Riska... Tuan Lison dan Nyonya Stella sepakat dengan ibu untuk menjodohkanmu dengan Hendri. Kita sudah membahas tentang acara pertunangan yang akan di adakan pekan depan. Bersiaplah dengan Hendri pilihlah gaun untuk acara pertunangan. " Ucapan Nyonya Berta membuat Riska terkejut, Sementara Hendri tetap menatap Riska tanpa berkedip.


" Apa??? Perjodohan??? Buu... Kenapa tiba-tiba? Ibu tidak bilang apa-apa padaku. Aku tidak mau bertunangan. " Ucapnya seraya berdiri membuat keluarga Tuan Lison terkejut.


" Jaga sikapmu Riska !!! " Bentak Nyonya Berta namun Riska tidak menghiraukannya.


" Maaf Tuan Nyonya... Saya tidak setuju dengan perjodohan ini saya permisi. " Riska segera berlalu pergi ke kamarnya. Nyonya Berta pun tidak bisa mencegahnya dia malu dan minta maaf terhadap Tuan dan Nyonya Lison atas sikap putrinya.


" Tante, Bolehkah aku menyusul Riska? " Ucap Hendri dengan sopan membuat Nyonya Berta luluh.


" Silahkan Nak Hendri, Naiklah ke atas " Hendri pun segera naik ke atas tangga menuju kamar Riska. Di kamar Riska sedang berbaring sembari menangis dia bahkan tidak tau ada orang yang masuk ke kamarnya.


Hendri yang melihat tubuh Riska sedang terbaring menjadi bernafsu dan mendekap tubuh Riska secara tiba tiba. Riska pun terkejut melihat Hendri di kamarnya dan hampir berteriak namun tangan Hendri dengan cepat membungkamnya.


" Ssttt... Diamlah honey aku tidak akan menyakitimu. "


Ucap Hendri sembari menindih tubuh Riska, Riska pun meronta-ronta ingin di lepaskan tetapi apa daya cengkraman Hendri sangat kuat membuatnya tidak bisa melawan.


" Kau sangat cantik, Tubuhmu juga cukup seksi tetapi kenapa kau menolak perjodohan ini? Apa aku kurang tampan? " Hendri menyeringai sembari melihat tubuh Riska, Riska tetap memberontak sekuat tenaga.


" Kau mau kulepaskan? Diamlah jangan berteriak maka aku akan melepasmu. " Ucapnya membuat Riska mengangguk. Hendri pun melepaskan tangannya yang membekap mulut Riska.


" Apa maumu !!! Jangan kurang ajar padaku !!! " Ucap Riska sembari mendorong tubuh Hendri. Diapun hanya tertawa.


" Mauku? Menikahlah denganku honey. "


" Menikah? Jangan mimpi !!! Aku tidak mau !!! "


" Maka akan kubuat kau mau, Aku hanya ingin kau menjadi istriku di depan orangtuaku. Jangan berpikir karena aku menyukaimu. "


" Kau tidak perlu tau alasanku, Kau hanya perlu menikah denganku. Jika kau tidak mau maka aku akan membuatmu mau. " Hendri pun pergi setelah mengucapkan kata kata itu.


Mendengar ancaman itu membuat Riska sedikit takut dan berusaha keras menolak perjodohan itu tetapi ibunya tetap memaksanya untuk menikah dengan Hendri. Untuk Tuan Lison dan Nyonya Stella mereka memaklumi sikap Riska dan tetap menunggu kabar baik dari Nyonya Berta.


Setelah dia menolak dijodohkan, ibunya jadi menyita semua fasilitas Riska termasuk mobilnya. Maka dari itu dia jarang pulang dan berangkat dengan Olivya.


* Flashback Off *


" Nona kita sudah sampai. " Ucap supir taksi membuyarkan lamunan Riska.


" Ah terimakasih pak, Ini uangnya. " Ucap riska sembari memberikan beberapa lembar uang dan turun dari taksi yang ditumpanginya. Dia pun bergegas ke ruangan pemotretan mengingat ini hari terahir Olivya melakukan pemotretan di kantor Rey.


" Kak riskaa... " Ucap Olivya setelah turun dari mobil Rey dan bergegas menghampiri Riska.


" Hei kau baru datang Oliv. " Sapanya sembari melihat ke arah Rey dan Alex yang sedang menghampirinya.


" Iya kak, Ayo kita langsung ke ruang pemotretan. " Ajaknya dan Riska pun mengiyakannya.


" Rey aku ke atas bersama kak Riska saja ya? " Pintanya Rey pun tersenyum.


" Baiklah sayang "


Olivya dan Riska pun bergegas meninggalkan Rey dan Alex.


" Astaga aku lupa tentang gaun itu. " Ucap Riska membuat Olivya mengeryit heran.


" Gaun apa kak? "


" Kau ingat kan Oliv gaun yang aku inginkan saat dibutik? Asisten gila itu memberikannya padaku. "


" Maksudmu Tuan Alex kak? "


" Iya siapa lagi Oliv "


" Benarkah? Wah bukannya itu mahal sekali ya kak? Tapi kenapa Tuan Alex memberi gaun itu kak? "


" Kau saja bingung apalagi aku, Setelah mengantarku pulang dia memberiku gaun itu. Aku bahkan tidak tau jika tas itu isinya sebuah gaun. "


" Jangan-jangan Tuan Alex menyukaimu kak. " Goda Olivya membuat Riska terkejut.


" Mana mungkin asisten dingin sepertinya menyukaiku, Kau ini jangan mengada-ngada. "


" Lalu untuk apa dia memberimu gaun semahal itu kak? Pakai uang pribadinya lagi, Kan kakak bukan siapa-siapanya "


" Iya juga ya, Ah sudahlah nanti kutanyakan saja padanya. "


" Yasudah tanyakan saja padanya kak, Oiya kak tadi malam aku dilamar rey. Aku sampai lupa memberi tahumu kak maaf ya hehe. "


" Hah? Kau dilamar? Iiih kenapa baru memberi tahuku Olivvvv... Tunggu dulu jangan jangan bunga api yang tadi malam itu Tuan Rey yang menyiapkannya untuk melamarmu? " Tanya Riska penasaran.


" Iya kak, Aku juga tidak percaya Rey akan membuat kejutan seperti itu. "


" Wahh kau beruntung sekali Oliv, Ternyata Tuan Rey pria yang romantis yah? Kapan aku menemukan pria seperti itu huh "


" Bukankah sudah ada Tuan Alex kak? hehe " Goda olivya membuat pipi Riska bersemu merah.


" Apa benar tuan alex menyukaiku seperti kata olivya? Tapi mana mungkin... " Batin Riska dalam hati.


###


**Halo readers...๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Mohon maaf jika saya jarang update karena beberapa hari ini sedang tidak enak badan dan mood saya sedang tidak karuan. Tapi saya berusaha untuk tetap update demi para pembaca hehe.


Mohon dukungannya yaa readers... Jangan lupa like+komen+vote dan rating bintang 5 ๐Ÿ˜


Dukungan kalian sangat berarti bagi saya terimakasih๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—**