My Woman

My Woman
Senjata makan tuan



** Rumah Sakit XX **


Sore itu Olivya mengunjungi ayahnya lagi setelah tahu Nyonya Helena dan Elina sudah pulang, Olivya melihat ayahnya yang sedang terlelap. Olivya akhirnya menemui dokter untuk menanyakan kondisi ayahnya.


Tokk...Tokk...Tokk


" Masuk " Sahut dari dalam ruangan.


" Permisi Dokter, Apa anda sedang sibuk? " Tanya Olivya pada Dokter Robert.


" Ah tidak Nona Oliv, Silahkan duduk apa ada yang bisa saya bantu? " Ucap Dokter Robert tersenyum ramah.


" Begini dok, Bagaimana kondisi ayah saya? Kapan ayah saya bisa pulang? " Tanya Olivya penasaran.


" Begini Nona Oliv, Sebenarnya kondisi Tuan Albert sudah sangat membaik tetapi beliau masih membutuhkan beberapa perawatan jadi mungkin beberapa hari ini beliau harus tetap disini dan ada sedikit dampak dari kecelakaan beliau " Ucap Dokter Robert dengan raut muka serius.


" Apa dampaknya dokter? Apa dampaknya parah? " Ucap olivya mulai khawatir.


" Tidak nona ini masih bisa di atasi hanya saja mohon jangan membuat Tuan Albert terlalu banyak berfikir karna kepala beliau terbentur cukup keras membuat sistem syarafnya melemah tetapi untuk saat ini kondisinya tidak bahaya untung saja beliau tidak gagar otak dan setelah pulang dari sini saya sarankan Tuan Albert jangan terlalu banyak beraktifitas dulu. " Jelas Dokter Robert.


" Baiklah dok terimakasih kalu begitu saya permisi dulu " Ucap Olivya sembari meninggalkan ruangan Dokter Robert dan menjaga ayahnya hingga malam hari.


****


** Hotel Luxury **


Disatu sisi saat pukul 8 malam Aiden dan Clarisa sudah tiba di Hotel Luxury sembari menunggu kedatangan Rey, Bahkan mereka sudah menyuap salah satu pelayan untuk memasukan bubuk perangsang di minuman Rey nanti. Mereka berdua tidak tau jika Rey pemilik hotel ini, Rey yang sudah mengantisipasi jebakan Clarisa menyuruh karyawannya mengawasi gerak gerik mereka berdua bahkan dia sudah menyiapkan hadiah untuk mereka berdua.


Beberapa menit kemudian Rey pun tiba bersama Alex mereka langsung menuju meja yang di pesan Clarisa, Melihat Rey Clarisa langsung tersenyum menggoda sementara Rey hanya memberikan ekspresi datar dan dingin.


" Selamat malam Tuan Rey terimakasih anda sudah berkenan bertemu dengan kami, Silahkan duduk tuan " Sapa Aiden sembari tersenyum.


" Baiklah langsung saja pada intinya apa yang membuatmu ingin bertemu denganku nona? " Ucap Rey dingin, Alex pun hanya diam memperhatikan gerak gerik mereka berdua.


" Em tuan begini saya hanya mau meminta maaf atas kejadian kemarin malam maaf jika saya lancang " Ucap Clarisa dengan tersenyum.


" Benar tuan, Kami hanya berniat untuk meminta maaf maka dari itu kami mengundang anda untuk makan malam bersama " Sambung Aiden membuat Rey dan Alex tersenyum tipis.


" Kalian pikir tuan tidak tau rencanamu? Huh sungguh dua wanita menjijikan ! kita lihat saja sebentar lagi siapa yang akan terjebak disini " Batin Alex.


Clarisa sibuk memandang Rey bahkan matanya sampai tidak berkedip dia juga sibuk membenarkan dressnya yang dibagian atas sangat terbuka bahkan gaunnya nampak tidak muat menampung buah dadanya dia sengaja melakukan itu untuk membuat Rey meliriknya, Rey yang melihat tingkah Clarisa benar benar merasa jijik.


" Tuan silahkan anda memilih makanan yang anda inginkan " Ucap Clarisa sembari menyodorkan menu pada Rey.


" Kau juga Tuan Alex " Imbuh Aiden, sebenarnya Aiden sedikit tertarik dengan Alex wajahnya pun cukup tampan.


Rey dan Alex memesan menu yang sama, Beberapa saat kemudian pelayan menyajikan hidangan kepada mereka. Semua karyawan di Hotel dan Restoran itu tau jika Rey pemilik Hotel Luxury bahkan mereka sudah menaruh bubuk perangsang yang diberikan Clarisa di minuman Clarisa dan Aiden.


" Silahkan nikmati makan malam ini Tuan Rey dan Tuan Alex " Ucap Aiden, Sementara Clarisa tersenyum licik karna sebentar lagi dia bisa tidur dengan Rey.


Usai menghabiskan hidangan tersebut Aiden dan Clarisa merasa pusing dan tubuhnya merasa panas, Melihat hal itu Rey pun tersenyum tipis sementara Alex sudah menyuruh dua orang laki laki bayaran untuk membawa Clarisa dan Aiden ke kamar yang sudah di sediakan untuk menjebak mereka.


Rey dan Alex langsung pergi setelah itu, Sementara di kamar Hotel Aiden dan Clarisa sedang digerayangi laki laki asing tetapi Clarisa mengira Rey lah yang sedang mencumbunya dan Aiden sudah melakukan itu terlebih dahulu karna dia mengira laki laki asing itu adalah Alex.


" Alex kau simpan baik baik rekaman itu, Itu akan berguna jika dia macam macam lagi denganku " Ucap Rey dingin.


" Baikk tuan, Bagaimana kontrak kerjasama kita dengan Nona Olivya tuan? " Tanya Alex.


" Kau urus besok, Sekarang hubungi manager Olivya dulu suruh mereka ke kantor besok " Perintah Rey sembari tersenyum mengingat Olivya.


***


Drrt... Drttt... Drrtt.. Ponsel Riska berdering nyaring membuat Riska yang sudah terpejam seketika terkejut dengan suara ponselnya.


" Halo Tuan Alex, Ada apa malam malam anda menghubungi saya? " Ucap Riska seraya menahan kantuk.


" Nona Riska Tuan Rey meminta anda dan Nona Olivya untuk pergi ke kantor, Beliau ingin membahas kontrak kerjasama dengan anda dan Nona Olivya " Ucap Alex.


" Ah baik tuan, Pukul berapa saya harus kesana? " Tanya Riska.


" Pukul 2 siang nona tolong jangan terlambat " Ucap Alex seraya mengakhiri panggilan itu.


" Baikk tuu... " Tuttt...Tuttt.. Ucapan Riska terputus saat melihat panggilan sudah di akhiri.


" Huh dasar orang aneh ! Seenaknya saja menelfon dan memutus sambungan telfonnya ! Setidaknya sampai aku selesai ngomong kek ! Dasar menyebalkan ! " Gerutu Riska seraya merebahkan tubuhnya ke kasur dia ingin tidur lagi tetapi dia ingat harus memberitahu Olivya jadi dia memutuskan menelfon olivya.


" Halo Oliv, Sedang apa kau? " Telfon Riska segera dijawab Olivya.


" Aku sedang di rumah sakit kak menjaga Ayah, ada apa kak? " Tanya Olivya.


" Ah bagaimana keadaan Ayahmu? " Tanya Riska.


" Sudah lebih baik kak, Apa yang ingin kakak katakan kenapa tidak menjawab? " Protes Olivya.


" Besok siang kita harus ke kantor Tuan Rey untuk membahas kerja sama kita, Dan paginya kau ada sesi pemotretan bagaimana Oliv? " Tanya Riska.


" Tuan Rey? " Tanya Olivya tak percaya.


" Iya jangan bilang kau lupa bukankah sudah kuberitahu? " Protes Riska, Olivya memang sedikit pelupa apalagi akhir akhir ini dia sibuk menjaga ayahnya yang baru siuman.


" Ahh astaga maaf aku baru ingat kak "


" Dasar anak ini, Baiklah itu saja yang ingin ku katakan jaga kesehatanmu Oliv dan sampaikan salamku pada Ayahmu maaf aku belum bisa menjenguknya " Ucap Riska.


" Baiklah kak tidak apa apa " Jawab Olivya.


" Ya sudah aku tidur dulu ya Oliv aku sangat mengantuk " Ucap Riska sembari menguap.


" Baik kak selamat beristirahat ! " Ucap Olivya memutus panggilan itu.


" Kenapa aku jadi gugup begini ya apa karna aku mau bertemu dengan Tuan Rey? Tetapi aku senang bisa bertemu dengannya " Ucap Olivya tersenyum.


" Astaga apa yang kau pikirkan Oliv !!! Kau tidak pantas untuknya " Ucap Olivya sembari menepuk dahinya berkali kali.