
Pagi itu Olivya sudah disibukan dengan beberapa pemotretan, Sebelum pergi Olivya menyempatkan untuk menemui ayahnya untuk pamit bekerja.
" Ayahh.. Oliv pergi dulu ya? Ada pemotretan pagi ini dan nanti siang Oliv mau bertemu seseorang untuk membahas kontrak kerjasama. Nanti sore Olivya akan langsung kesini kalau urusan Olivya sudah selesai. " Ucap Olivya tersenyum melihat ayahnya sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan perawat.
" Baiklah Oliv, Hati hati ya " Ucap Tuan Albert tersenyum sembari mengelus rambut Putrinya.
" Siap ayahh, Jaga diri ya Ayah Oliv pergi dulu " Pamit Olivya seraya mencium tangan Ayahnya, Tuan Albert pun tersenyum.
**Hotel luxury**
Pagi itu Aiden dan Clarisa mulai terbangun dari tidurnya, Mereka belum sadar yang di tidur disampingnya pria asing.
" Arghhh, Lelah sekali rasanya kepalaku juga masih terasa pusing " Ucap Clarisa sembari mengucek kedua matanya dan melihat lelaki yang dikira Rey disampingnya tapi dia terkejut setelah melihat wajahnya.
" Akhhhhhhhh siapa kau !!! " Teriak Clarisa yang langsung membangunkan lelaki itu.
" Ba.. bagaimana kau bisa di sini !!! " Imbuhnya membuat lelaki itu tertawa.
" Haha tenang nona apa kau lupa? Kau yang menggodaku terlebih dahulu, Bahkan kau memohon kepadaku untuk tidur denganmu. " Ucap lelaki itu sembari menyeringai.
" Aa..Apa?? Bagaimana mungkin !!! Seingatku Tuan Rey lah yang bersamaku tadi malam kenapa sekarang kau yang berada disini hah !!! " Teriak Clarisa dengan gugup.
" Ingatanmu benar benar buruk nona, Kau sendiri yang memintaku untuk memenuhi hasratmu yang menggebu gebu bagaimana mungkin aku menolaknya haha " Tawa lelaki itu sembari mulai berpakaian, Rekaman kejadian tadi malam pun dia ambil tanpa sepengetahuan Clarisa.
" Pergi kau dari sini !!! " Ucap Clarisa frustasi dia sama sekali tidak ingat kejadian tadi malam.
" Tanpa kau suruh aku juga akan pergi nona, Oh iya jika kau ingin lagi jangan sungkan untuk menemuiku dengan senang hati aku akan melayanimu " Lelaki itu pun menyeringai dan pergi meninggalkan Clarisa yang sedang bingung.
" Tuan tugas saya sudah selesai rekaman ini mau bagaimana tuan? " Ucap pria asing itu sembari menelfon seseorang.
" Kerja bagus !!! Kau berikan saja pada manager disitu uangnya sudah ku transfer " Ucap lelaki di seberang sana.
" Baik tuan terimakasih "
Sementara Clarisa sedang bingung dengan kejadian tadi malam tiba tiba dia dikagetkan oleh Aiden yang tiba tiba masuk ke dalam dengan tergesa gesa serta tampilan acak acakan.
" Clarisaa apa yang terjadi tadi malamm kenapa saat aku terbangun ada pria asing disampingku harusnya kan Tuan Alex " Ucap Aiden terburu buru.
" Aa...paaa??? Kau juga tidur dengan pria asing??? " Tanya Clarisa terbata bata.
" Iyaa !!! Seingatku tadi malam aku bercinta dengan Tuan Alexx kenapa malah pria asing yang ada disampingkuuu !!! " Teriak Aiden.
" Mana kutau !!! Seingatku juga aku bermalam dengan Tuan Rey bahkan kami melakukan berkali kali kenapa Tuan Rey tidak ada !!! Malahan pria asing yang kutemui !!! " Bentak Clarisa merasa frustasi.
" Bagaimana mungkin bukankah tadi malam kita sudah menyuruh pelayan untuk menaruh bubuk perangsang itu tapi kenapa malah kita yang kena ??? " Ucap Aiden bimbang.
" Pasti ini tidak ada yang beres kita harus tanyakan pada pelayan itu !!! " Ucap Clarisa segera berpakaian dan segera mencari pelayan itu.
" Hei kau, Kemari cepat !!! " Teriak Clarisa kepada pelayan yang di suapnya.
" Iya nona? Ada yang bisa saya bantu? " Ucap pelayan itu pura pura tidak tau apa yang terjadi.
" Heh bukankah ku suruh kau menaruh bubuk itu di minuman pria yang bersamaku tadi malam !!! Kenapa malah aku yang meminumnya !!! " Ucap Clarisa tidak sabar.
" Maksud anda Tuan Rey? Pemilik hotel ini? " Ucap pelayan itu tersenyum penuh makna.
" Aa...aapa !!! Tuan Rey pemilik hotel ini ??? " Ucap Clarisa yang terkejut dengan pengakuan pelayan itu.
" Apa maksudmu !!! " Sahut Aiden yang tak kalah terkejutnya.
" Tuan Rey adalah pemilik hotel ini, bagaimana mungkin saya menjebak atasan saya sendiri nona? " Ucap pelayan itu dengan senyum sinis dan meninggalkan mereka berdua.
Aiden dan Clarisa terdiam karna syok, mereka tidak tau Rey lah pemilik hotel itu. Rencana mereka kembali gagal justru merekalah yang terjebak mereka pun segera meninggalkan hotel itu.
***
" Oliv sebentar lagi kita berangkat yaa, Tidak enak jika membuat klien kita menunggu. " Ucap Riska.
" Oke kak sebenarnya aku lapar tapi pasti nanti kita akan terlambat " Ucap Olivya murung.
" Ah kau tahan sebentar ya setelah dari sana kita langsung mampir ke restoran. " Ucap Riska dan Olivya pun hanya mengangguk.
Setelah istirahat sebentar mereka pun segera menuju Williams Company. Mereka langsung menuju resepsionis dan disuruh naik ke lantai 10.
Tokk...Tokk...Tokk...
" Masukk.. " Sahut dari dalam
" Permisi tuan, Diluar ada Nona Olivya dan managernya katanya mereka sudah ada janji " Ucap sekertaris pribadi Rey.
" Persilahkan masuk " Ucap Rey tersenyum tipis.
Olivya dan Riska pun segera masuk ke ruangan Rey.
" Permisi tuan " Ucap Riska dan Olivya.
" Silahkan duduk Nona Riska dan Nona Olivya " Ucap Rey, mereka pun duduk.
" Baiklah kalian ingin minum apa? " Imbuh Rey.
" Teh saja tuan " Ucap mereka berdua. Rey pun segera menelfon sekertarisnya untuk menyiapkan 2 cangkir teh dan camilan. Tidak lama seorang office girl membawakan tehnya mereka pun di persilahkan untuk minum dahulu.
" Baiklah Nona Riska sesuai tawaran kami kemarin apa Nona Olivya bersedia menjadi model brand ambassador kami? " Tanya Rey sembari melirik ke arah Olivya dan tersenyum membuat Olivya gugup dan pipinya bersemu merah.
" Kami sudah sepakat mau bekerja sama dengan anda Tuan Rey " Ucap Riska dengan sopan.
" Benar Tuan Rey " Sambung Olivya sembari tersenyum.
" Baiklah ini perjanjian kontrak kerja sama kita silahkan dibaca dan jika ada yang keberatan silahkan tanyakan saja, Jika tidak silahkan tanda tangan disini. " Ucap Rey seraya menyodorkan dokumen pada Riska dan Olivya.
Riska dan Olivya membaca dengan teliti, Sementara Rey menatap Olivya tanpa berkedip. Isi kontrak kerja sama itu tidak memberatkan pihak Olivya sehingga mereka segera menandatangani kontrak. Sebenarnya Rey tidak pernah turun tangan langsung hal sepele begini tetapi kali ini dia berinisiatif untuk mengurusnya sendiri.
" Ini tuan kami sudah tanda tangan " Ucap Riska membuyarkan lamunan Rey.
" Oh baiklah jika begitu selamat atas kerja sama kita Nona Riska dan Nona Olivya " Ucap Rey seraya menjabat tangan Riska dan beralih ke Olivya.
" Terimakasih tuan mohon bantuannya " Ucap mereka berdua.
" Baiklah Nona riska nanti asisten pribadiku akan menghubungi anda untuk jadwal pemotretan Nona Olivya " Ucap Rey.
" Baik tuan kalau begitu kami permisi dulu " Ucap Riska tapi tiba tiba perut Olivya berbunyi cukup keras membuat Rey dan Riska menoleh ke arah Olivya seketika.
" Ahh maafkan saya " Ucap Olivya menunduk malu.
" Tidak apa nona Oliv, Apa kau belum makan siang? " Tanya Rey tersenyum membuat Riska yang melihatnya heran karena rumor tentang Rey yang bersikap dingin dan tidak mudah didekati berbanding terbalik dengan sikapnya terhadap Olivya.
" Sebenarnya kami akan mampir ke restoran tuan " Ucap Riska.
" Ah kalau begitu kita pergi bersama saja kebetulan saya juga akan pergi makan siang " Ucap Rey.
" Baiklah jika itu tidak merepotkan anda Tuan " Ucap Riska.
" Maaf merepotkan anda Tuan Rey " Ucap Olivya sungkan.
" Tidak usah sungkan Nona Olivya saya justru senang bisa makan siang bersama anda " Ucap Rey tersenyum membuat jantung Olivya berdebar.
" Apa tuan rey menyukai olivya? sedari tadi dia terus memperhatikan olivya. " Gumam Riska.