My Woman

My Woman
Sadar



Sudah 2 hari Olivya masih belum sadar, Rey dan tuan Albert pun merasa cemas. Mereka pun bergantian menjaga Olivya, Jika Rey sedang ada rapat penting tuan Albert yang menjaga Olivya begitupun sebaliknya. Tetapi jika mereka berdua sedang ada urusan mendadak Riska lah yang menjaga Olivya.


Riska pun sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai Manager. Tekanan dari ibunya untuk menikahi Hendri membuatnya yakin untuk pergi dari rumah. Nyonya Berta pun membiarkan Riska pergi, Bahkan beliau megancam agar Riska tidak kembali ke rumah lagi jika tidak mau menikah dengan Hendri.


" Oliv... Mengapa kau masih belum sadar? Apa kau tidak ingin menemuiku lagi? Aku rindu sikap manjamu padaku Oliv... kau sudah seperti adik kandungku sendiri, Sadarlah kita semua bersedih melihatmu seperti ini. " terlihat mata Riska berkaca-kaca melihat keadaan Olivya.


Riska masih merasa bersalah atas kecelakaan itu, Dia bahkan ingin menggantikan posisi dirinya dengan Olivya. Riska pun merasa lelah setelah menangis sehingga dirinya tertidur disamping ranjang Olivya sembari memegang tangan Olivya.


Jemari Olivya mulai bergerak matanya pun perlahan-lahan terbuka, Kepalanya terasa pusing dan pandangan matanya pun sedikit kabur karena cahaya lampu di ruang VVIP cukup terang. Olivya merasa asing dengan tempat ini, Dia pun melihat Riska yang sedang tertidur.


" Kak... " ucapnya sembari menepuk pipi Riska sehingga membangunkannya.


" O-oliv... Kau sudah sadar? " Riska pun terkejut dan merasa bahagia.


" Em kak, Apa yang terjadi? Mengapa aku di sini? "


" Kau kecelakaan Oliv, Apa kau tidak ingat saat kita selesai makan siang dan kau menyebrang jalan karena ingin membeli sate cumi? " Olivya pun mengingat kembali kejadian waktu ada mobil berwarna hitam dengan kecepatan tinggi menghampirinya.


" Ah aku ingat kak, Lalu berapa hari aku disini? "


" Sudah 2 hari kau tidak sadar Oliv, Aku panggilkan dokter dulu untuk memeriksamu. " Olivya pun mengiyakannya, Riska segera keluar untuk memanggil dokter.


Dokter pun segera memeriksa keadaan Olivya, Sementara itu Riska segera memberi tahu Rey dan tuan Albert tentang Olivya yang sudah sadar.


Mendengar kabar itu Rey pun menutup rapatnya dan segera menuju Rumah Sakit bersama Alex. Tuan Albert pun merasa lega dan segera menemui putrinya.


*


" Bagaimana keadaanya dok? " tanya Riska.


" Keadaannya cukup baik Nona, Tapi tubuhnya masih lemah. Nona Olivya harus lebih banyak beristirahat. " Riska pun merasa lega.


" Nona Olivya, Minum obat yang teratur ya? Istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak berfikir agar kepala nona tidak terasa pusing. "


" Baik dok. "


" Baiklah saya permisi dulu. " Dokter pun berlalu meninggalkan ruang perawatan Olivya.


Riska kembali duduk dan memberikan Olivya air putih dan membantunya untuk duduk menyandarkan badannya.


" Kak dimana Ayah? Lalu apa Rey tidak kesini? "


" Mereka sedang ada urusan penting Oliv, Tentu saja tuan Rey kemari. Bahkan dia menjagamu bergantian dengan Ayahmu, Jika mereka tidak ada urusan yang penting mereka tidak akan meninggalkanmu. " Olivya tersenyum mendengarnya, Dia benar-benar beruntung memiliki 2 sosok lelaki yang sangat menyayanginya.


" Oiya aku baru tahu jika Stefi yang mencoba mencelakaimu Oliv, Dia menyuruh seseorang untuk menabrakmu. Tapi dia sekarang sudah berada di penjara. " Olivya pun terkejut mendengarnya.


" Benarkah? Aku tidak menyangka jika dia berani melakukan hal itu, tetapi baguslah jika dia sudah di penjara. Tapi bagaimana kakak tau jika Stefi yang mencelakaiku? "


" Aku melihat di televisi, Bahkan di internet berita ini sangat heboh dan lebih mengejutkan lagi Stefi terlibat scandal tentang dirinya yang menjual keprawanannya pada pihak Managementnya ! " ucap Riska terlihat sangat bersemangat.


" A-apa ! Aku tidak menyangka jika dia wanita seperti itu. "


" Kau bisa lebih terkejut kalau kau melihat video yang tersebar di internet saat dia melucuti pakaiannya di depan kekasihmu Oliv ! Dia benar-benar gila berani sekali dia menggoda tuan Rey, sampai telanjang di depannya. "


" Astaga kak, Yang benar saja? Apa yang terjadi? apa Rey melakukan sesuatu bersamanya? " Olivya pun merasa takut jika Rey tergoda oleh Stefi. saat Riska ingin menjelaskan mereka berdua dibuat terkejut melihat kedatangan Rey.


" Sayang??? Kau sudah sadar??? " Rey segera masuk menghampirinya dia pun tak segan memeluk Olivya.


" Rey kau sudah datang? Aku merindukanmu. Dimana Ayah? "


" Tanyalah satu-satu, Aku merasa lebih baik Rey hanya sedikit pusing tapi tidak apa-apa. Aku belum lapar nanti aku akan makan. "


" Baiklah katakan padaku jika kau butuh sesuatu. " Olivya pun mengangguk sembari tersenyum. Rey merasa senang bisa melihat senyuman wanitanya lagi.


" Rey, Bolehkah aku bertanya sesuatu? " ucap Olivya dengan ragu.


" Katakan sayang. " Rey tersenyum sembari mengusap rambut Olivya.


" Video itu, Apa kau melakukan sesuatu dengan Stefi? "


Rey pun terkejut mendengarnya.


" Tidak sayang, Aku tidak melakukan apapun aku hanya merekamnya untuk mempermalukannya. " ucap Rey dengan penuh keyakinan, Dimatanya pun tidak terlihay kebohongan sedikitpun.


" Benarkah? Kau mempermalukannya? Tapi mengapa Rey? Apa kau yang sudah menjebloskan dia ke penjara? " Olivya makin penasaran dengan kejadian saat dia tidak sadarkan diri.


" Yah aku yang menjebloskannya, Tentu saja karena dia berani menyentuh wanitaku. " Olivya di buat tercengang saat mendengarnya.


" Apa kau juga yang membuat scandal itu? "


" Yah itu aku dan scandal itu benar adanya sayang, Aku hanya menyebarkannya. "


" Astaga sayang, Apa itu tidak terlalu berlebihan? Bahkan dengan menjebloskan dia ke penjara itu sudah cukup. "


" Tentu itu belum seberapa sayang, Dia lebih kejam karna mencelakaimu. Bahkan dia berani mengotori mataku dengan tubuhnya dan menggodaku. " ucap Rey dengan nada kesal.


" Baiklah sayang, Terimakasih sudah melakukan ini untukku. " Rey pun tersenyum mendengar ucapan dari Olivya.


" Tentu, Apapun untukmu. " Rey pun mengecup kening Olivya membuat Riska dan Alex merasa panas dingin melihat kemesraan mereka.


" Nona, bagaimana jika kau tau tuan Rey menyuruhku untuk menyiksa nona Stefi sebelum mengirimnya ke penjara? Mendengar itu saja kau sudah berkata berlebihan haisss... " Gumam Alex sembari menggelengkan kepalanya.


Saat Olivya dan Rey sedang berbincang, Mereka pun di kejutkan dengan kedatangan tuan Albert yang langsung menghampiri Olivya.


" Oliv... Putriku... kau sudah sadar nak... " tuan Albert pun memeluk Olivya dengan mata berkaca-kaca. Olivya pun membalas pelukan Ayah tercintanya.


" Ayah... Oliv rindu. " ucapnya dengan tersenyum membuat tuan Albert merasa bahagia.


" Ayah juga rindu, Syukurlah kau selamat. Ayah tidak bisa hidup tanpamu nak. " tuan Albert pun menitikan air mata membuat Olivya bersedih.


" Maafkan Oliv ayah, Oliv membuat ayah bersedih. "


" Tidak apa nak, Yang penting sekarang kau selamat. "


Olivya dan tuan Albert pun berpelukan cukup lama, Rey yang melihat itu menjadi bahagia karena Olivya memiliki seorang ayah yang sangat peduli padanya.


###


**Halo readers🤗


Selamat hari raya idul fitri ya bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin😊


Walaupun lebaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya jangan bersedih ya🤗 Tetap semangat !!!


Semoga pandemi ini segera berlalu dan kembali normal seperti biasa, Tetap jaga kesehatan dan kebersihan ya. Semoga sehat selalu 😍😍😍


Love you all🤗**