
" Oliv ayo kita segera berangkat ke kantor Tuan Rey akan ada beberapa pemotretan di sana " Ucap Riska seraya mengambil tas nya.
" Ahh baiklah ayo kak "
Mereka pun berangkat ke kantor Rey, Sementara itu Rey sedang tidak ada di kantor karena ada meeting di luar.
Setelah sampai mereka langsung menuju resepsionist.
" Selamat siang nona, Model saya akan melakukan pemotretan. Dimana tempatnya ya? " Tanya Riska pada resepsionist itu.
" Oh anda Nona Riska dan Olivya ya? Silahkan naik saja ke lantai 7 disana ada ruangan studio khusus untuk pemotretan. " Jawab resepsionist itu dengan sopan.
" Baiklah terimakasih. "
Riska dan Olivya segera menuju lantai 7 disana sudah ada beberapa crew dan makeup artis yang akan merias Olivya, Mereka pun melakukan perkenalan terlebih dahulu.
Banyak crew laki laki yang terpukau dengan kecantikan Olivya apalagi sikapnya yang baik hati dan tidak sombong seperti kebanyakan model lainnya, Disana pun ada model lain yang di kontrak sebelum Olivya yang bernama Stefi.
" Nona Olivya mari ikut saya anda harus segera berias diri " Ucap Silvia MUA yang merias Olivya.
" Baiklah, Kak aku titip tas dan ponselku ya " Ucap Olivya seraya pergi menyusul Silvia.
Selagi Olivya di rias, Silvia berusaha akrab dengan model yang di riasnya. Olivya pun menanggapinya dengan senang hati.
" Nona Oliv sudah berapa lama anda berkarir di dunia modeling? " Tanya Silvia yang terus merias Olivya.
" Ah saya sudah 2 tahun berkarir di dunia modeling Nona " Ucap Olivya sopan.
" Wah hebat juga Nona dalam 2 tahun sudah menjadi model terkenal, Kudengar anda juga di minta untuk bermain film ya? "
" Benar nona, Tapi saya kurang minat untuk bermain film "
" Wah sayang sekali padahal anda pasti lebih terkenal Nona " Ucap Silvia seraya menggeleng heran.
" Ini saja sudah cukup Nona " Ucap Olivya tersenyum.
" Jadi model saja aku sebenarnya tidak senang apalagi menjadi aktris haih aku benar benar tidak berminat " Gumam Olivya.
" Panggil saja saya Silvia nona Oliv " Ucap Silvia tersenyum.
" Kalau begitu panggil saya dengan Olivya saja Nona Silvia "
" Baiklah Olivya " Jawab Silvia tersenyum.
Usai merias Olivya, Silvia pun membantu Olivya memakai gaunnya. Olivya pun segera melakukan beberapa pemotretan dan mengikuti arahan sang fotografer dengan baikk.
***
Rey sudah kembali ke kantornya bersama Alex dia pun tahu Olivya sudah menjalani pemotretan dan Rey mampir sebentar untuk melihat pemotretannya.
" Ah Tuan Rey selamat siang " Ucap salah satu staff disitu.
" Hmm... Bagaimana pemotretannya? " Tanya Rey dingin dan menoleh kesembarang arah untuk mencari Olivya.
" Berjalan baik tuan Nona Olivya melakukan pekerjaanya dengan baik tetapi Nona Stefi melakukan beberapa kesalahan " Ucap staff tersebut dengan gugup.
" Bereskan masalah itu " Perintah Rey.
" Baik tuan, saya permisi dulu " Ucap staff tersebut berlalu meninggalkan Rey.
Olivya yang sudah selesai melakukan pemotretan pun segera istirahat sebelum pulang, Dia duduk bersama Riska. Rey pun menghampirinya.
" Nona Oliv apa kau nyaman disini? " Ucap Rey tersenyum dan takjub dengan kecantikan Olivya.
" Eh Tuan Rey, Sangat nyaman tuan terimakasih " Ucap Olivya tersenyum sopan.
" Baguslah jika kau nyaman, Em apa kau ada waktu nanti malam Nona? " Tanya Rey membuat Olivya terkejut.
" Apa kau mau makan malam denganku Nona? "
" Makan malam? Emm baiklah tuan, Anda ingin makan malam dimana? " Ucap Olivya gugup membuat Rey tersenyum.
" Nanti akan kuberi tahu bolehkah aku meminta nomor ponselmu? " Ucap Rey sedikit gugup.
" Baa..baik tuan ini nomornya " Jawab Olivya terbata bata karena terlalu gugup.
" Baiklah terimakasih Nona, Aku akan menghubungimu nanti " Ucap Rey tersenyum hangat sembari pergi dari situ.
Beberapa staff dan crew pun terkejut melihat sikap atasannya yang tidak pernah mereka lihat karena sedari dulu Rey sangat dingin terhadap wanita entah apa yang membuatnya seperti itu tetapi sikapnya terhadap Olivya sangat berbeda.
" Wahh beruntung sekali Nona Olivya diajak makan malam oleh Tuan Rey aku benar benar irii "
" Aku juga ingin makan malam bersama Tuan Rey ahhh irinyaaa " Bisik para staff wanita dan membuat Stefi merasa kesal.
" Kurang ajar sekali model baru itu, aku yang dari dulu mencari perhatian tuan rey pun tidak pernah di hiraukan sekarang malah dia diajak makan malam oleh tuan rey didepan para staff dan crew disini benar benar mengesalkan !!! " Gumam Stefi menahan kekesalannya.
Sementara itu ponsel Olivya berdering ada sebuah pesan baru dari nomor tidak dikenal.
" Pukul 8 malam aku akan menjemputmu nona oliv bersiaplah " Bunyi pesan itu membuat pipi Olivya bersemu merah Riska pun menyadarinya.
" Hei heii itu pasti pesan dari Tuan Rey kann, Wahhh hebat sekali kau Oliv diajak makan malam dengan bos dingin tetapi tampan haha " Gurau Riska membuat Olivya semakin malu.
***
Pukul 8 malam Olivya sudah siap dan tidak lama Rey sudah tiba untuk menjemputnya, Melihat itu Olivya pun segera keluar Rey pun segera menghampiri Olivya dan tajkub dengan penampilan Olivya karena dia sangat cantik malam itu.
" Tuan? Jadi berangkat sekarang? " Tanya Olivya tetapi Rey hanya diam karena sibuk memandangi wajah Olivya.
" Emm Tuan Rey?? " Ucap Olivya seraya menepuk bahu Rey menyadarkan lamunannya.
" Ah... Iya nona ayo kita berangkat " Ucap Rey canggung.
Diperjalanan Rey dan Olivya terdiam dan sama sama canggung merekapun sibuk dengan pikiran masing masing hingga sampai di sebuah restoran mewah.
" Ayo Nona Olivya " Ajak Rey mengulurkan tangannya pada Olivya, Pipi Olivya pun bersemu merah karena perlakuan hangat Rey.
Mereka disambut oleh pelayan restoran itu dan diantar ke ruang VIP, Olivya berjalan dengan anggun sembari merangkul lengan Rey mereka pun menjadi pusat perhatian semua orang.
" Silahkan duduk tuan dan nyonya, ini daftar menunya " Ucap pelayan sembari menyodorkan daftar menu.
Rey dan Olivya memesan pasta dan beberapa makanan lainnya, Pesanan pun segera dihidangkan.
" Silahkan dinikmati tuann,,, nyonyaa " Ucap pelayan tersebut sembari meninggalkan mereka berdua.
" Mari makan Nona Oliv " Ucap Rey tersenyum.
" Baik tuan " Sahut Olivya tersipu malu.
" Emm Nona Oliv apa kau punya seorang kekasih? " Ucap Rey membuat Olivya tersedak dan Rey pun mengambilkan minum untuk Olivya.
" Tidak punya tuan " Ucap Olivya membuat Rey tersenyum.
" Benarkah??? Jadi bolehkan aku mendekatimu nona o Oliv??? " Ucap Rey seraya meraih tangan Olivya.
" Emm maksud tuan bagaimana? " Ucap Olivya gugup dan jantungnya berdetak kencang.
" Aku ingin dekat denganmu Olivya, Mengenalmu lebih baik lagi bolehkah? Dan jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi jika di luar pekerjaan panggil saja namaku. " Ucap Rey tersenyum.
" Aaa...anda tidak bercanda kan tuan? "
" Sudah kubilang jangan panggil aku tuan lagi, Tentu saja aku tidak bercanda "
" Emm taaapii " Ucap Olivya ragu, Dia semakin gugup dan tegang.
" Bagaimana iniii aku memang jatuh cinta dengan tuan rey tetapi apa aku pantas??? "