
Pagi harinya Rey sudah berangkat ke London dengan jet pribadinya untuk mempersingkat waktu, Rey hanya pamit lewat telefon pada Olivya.
" Olivv... Apa Rey sudah berangkat? " Tanya ayahnya sembari memakan sarapannya.
" Sudah ayah " Jawab Olivya dengan tersenyum Tuan Albert hanya mengangguk.
" Oliv, Sebenarnya ayah ingin tahu kenapa bisa kamu menjadi model? Apa karena keinginanmu sendiri? Atau paksaan Mama Helena? "
" Em ini keinginan Oliv sendiri kok " Jawabnya berbohong.
" Oliv, Sedari kecil papa tahu kamu tidak berminat dengan profesi seperti itu kehidupanmu juga selalu disorot kan itu membuatmu tidak nyaman juga. "
" Maafkan Oliv ayah, Memang ini semua bukan kemauanku. " Ucapnya sembari menunduk membuat ayahnya berhenti memakan sarapannya dan menatap putri semata wayangnya.
" Katakan saja Oliv, Kamu putri ayah satu satunya jangan sembunyikan apapun dari ayah " Ucapnya sembari menatap lekat Olivya.
" Sebenarnya Oliv terpaksa ayah, Mama memaksaku dengan alasan untuk membantu biaya pengobatan ayah jadi mau tidak mau aku menjadi model " Ucap Olivya bersedih.
" Bukannya tabungan ayah juga cukup untuk membiayai pengobatan ayah? Lalu kenapa dia menyuruhmu melakukan itu. "
" Entahlah ayah, Beberapa bulan setelah ayah kecelakaan Oliv disuruh berhenti kuliah dan menjadi model. Penghasilan Olivya juga harus di berikan pada mama karena untuk biaya pengobatan ayah. "
" Apa? Lalu untuk apa dia sampai menggelapkan uang perusahaan. Oliv sepertinya kamu sudah dimanfaatkan olehnya, Maafkan ayah karna kondisi ayah kamu harus menderita. " Ucap Tuan Albert membuat Olivya bersedih.
" Tidak ayah ini semua bukan salah ayah. Oliv terlalu lemah jadi mereka memanfaatkan aku dengan mudah. Tapi Oliv sekarang tidak selemah dulu " Ucapnya sembari tersenyum.
" Putri ayah sudah dewasa " Ucap Tuan Albert sembari mengelus rambut Olivya.
" Lalu bagaimana kau bisa bertemu Rey? " Imbuhnya membuat Olivya gugup.
" Iituu karena Rey menolongku ayah, Waktu itu aku dijebak oleh mama untuk tidur bersama pria tua tetapi aku berhasil kabur dan kebetulan aku bertemu Rey. Dia membantuku ayah, entahlah bagaimana nasibku jika tidak bertemu dengannya. "
" Apaa !!! Dia sampai menjebakmu? Benar benar tidak bisa dimaafkan !!! Ayah harus menjebloskan dia ke penjara !!! " Ucap Tuan Albert seraya berdiri hendak pergi namun di cegah Olivya.
" Ayah sudahlah, Mereka juga sudah di usir dari sini itu sudah cukup. Lagian Oliv tidak apa apa ayah. " Ucapnya membuat ayahnya luluh.
" Yasudah jika itu maumu nak, Ayah harus berterimakasih pada Rey. Dia sudah banyak membantu kita. " Mendengar perkataan ayahnya Olivya pun merasa bahagia.
" Lalu apa kamu mau jadi model terus Oliv? Kamu bisa kuliah lagi Oliv. "
" Sekarang belum bisa ayah, Kontrak kerja sama dengan perusahaan Rey belum habis aku masih punya sedikit pekerjaan. Setelah itu baru Oliv mau hengkang dari profesi itu. "
" Baiklah, Terserah apa maumu "
***
Malam harinya Rey sedang makan malam bersama mama dan papanya. Dia tiba sore hari dan langsung menghubungi kekasihnya untuk melepas rindu. Tuan Arthur dan nyonya Merry senang akan kepulangan anak semata wayangnya.
" Rey... bagaimana perkembangan bisnismu di negara A ? "
" Sangat baik pa "
" Baguslah "
" Ma kenapa mama ikut makan malam disini? Kenapa tidak dikamar saja? " Ucap Rey sembari menatap wajah pucat ibunya.
" Ma... Sudahlah tidak usah di bahas lagi. Mama tau kan aku sangat tidak suka dijodohkan? "
" Tapi Rey, Mama hanya ingin melihatmu bahagia nak, Apa kau terus saja memikirkan Alisa sampai tidak mau menjalin hubungan dengan gadis lain? " Ucap Nyonya Merry dengan raut wajah khawatir.
" Ma ini tidak ada hubungannya dengan wanita itu, Sudahlah jangan pernah sebut nama itu ma. Lagipula aku sudah memiliki kekasih di negara A dan aku sangat mencintainya jadi mama berhenti menjodohkanku. " Ucapnya membuat Tuan Arthur dan Nyonya Merry terkejut mendengarnya.
" Yang benar nak, Kau tidak bohong pada mama kan? Siapa gadis itu? "
" Iya Rey, Siapa kekasihmu? " Tanya Tuan Arthur yang juga penasaran dengan gadis yang bisa menaklukan anaknya.
" Namanya Olivya ma pa, Dia gadis baik " Jawabnya singkat membuat kedua orang tuanya semakin penasaran.
" Olivya? Nama yang cantik, Apa dia bekerja Rey? " Tanya Nyonya Merry.
" Yah dia seorang model ma "
" Baiklah kapan kau akan mengenalkan dia pada kami? " Ucap Tuan Arthur.
" Secepatnya pa, Tidak usah khawatir "
***
Di satu sisi Elina dan Nyonya Helena sudah mendapatkan apartemen yang cukup elite, Sebenarnya Nyonya Helena ingin tinggal bersama Kevin tetapi dia tidak ingin Elina tahu jika dia menjalin hubungan dengan seorang pemuda seumuran dengan anaknya.
" Bagaimana bisa sih ayah Olivya tau tentang penggelapan dana perusahaan ma !!! " Tanya Elina dengan nada ketus.
" Mama juga heran kenapa dia bisa tau !!! "
" Lalu bagaimana hidup kita sekarang ma? Kita di usir bahkan tidak mendapatkan apapun dari keluarga Louis !!! "
" Diamlah !!! Mama juga pusing memikirkan ini, masih untung kan kau bisa menjadi artis dan punya penghasilan? Jangan lupa itu semua karna mama, Bukannya kau punya beberapa sugar daddy mintalah uang pada mereka !!! " Ucap Nyonya Helena merasa frustasi.
" Huh lagi lagi harus aku yang berkorban, Kalau mama bekerja dengan becus dan hati hati mana mungkin kita ketahuan dan di usir dari rumah !!! "
" Tutup mulutmu !!! Kau itu hanya tau meminta uang dan berfoya-foya sekarang giliran kamu yang berusaha mencari uang bagaimanapun caranya !!! "
" Huh aku tidak terima dengan semua ini !!! Kita harus balas dendam ma !! Aku tidak rela melihat Olivya bahagia sementara nasib kita begini !! "
" Kau tenang saja pasti kita akan balas dendam, Kau ingin merebut kekasih Olivya kan? Gunakanlah posisimu sebagai artis untuk mendekatinya " Ucap Nyonya Helena sembari tersenyum licik.
" Yah tentu saja aku akan merebut kekasihnya, Dia lebih pantas denganku daripada dengan gadis bodoh itu "
" Tentu saja putriku lebih pantas bersanding dengan Tuan Rey, Godalah dia tidak mungkin dia mau menolak wanita sepertimu "
" Tentu saja ma, Aku pasti bisa mendapatkannya. "
Elina pun mulai menghubungi beberapa pria yang pernah tidur dengannya untuk mentransfer beberapa jumlah uang untuknya dengan imbalan akan menemani mereka satu malam.
***
Rey pun merencanakan pulang ke negara A lebih cepat karena ibunya sudah sehat dan ingin segera membawa olivya untuk di kenalkan pada orang tuanya karena Mama Merry terus mendesak Rey agar segera membawa Olivya ke London. Rey pun senang karena ibunya menerima kehadiran Olivya.