
Selesai berbelanja Olivya dan Riska diantar ke sebuah salon ternama, Mereka pun heran dengan Alex karna mengajak mereka kesini.
" Tuan Alex, Kenapa kita kesini? " Tanya Olivya bingung. Riska lebih banyak diam karena dia tidak suka dengan Alex.
" Nona anda juga di minta untuk berias jadi saya membawa anda kemari, Silahkan nona " Ucapnya sembari masuk ke dalam salon, Olivya dan Riska pun mengikutinya dengan bingung. Olivya enggan untuk bertanya lagi karena jawabannya selalu sama alasannya pasti hanya menjalankan perintah dari Rey.
Setelah masuk Olivya dan Riska di sambut hangat dan di persilahkan memilih perawatan yang di inginkan.
Melihat pekerja di salon melayani Riska juga membuatnya merasa heran.
" Nona silahkan anda nikmati perawatan disini, Manager anda juga boleh melakukan perawatan. Saya akan menunggu nona di luar. " Alex pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
" Baiklah... " Jawab Olivya sementara Riska mengeryit heran.
" Apa apaan asisten gila itu? kenapa tiba tiba menjadi baik begini? Ah sudahlah lumayan juga, aku juga sudah lama tidak pergi ke salon yah hitung hitung menyegarkan pikiranku dengan masalah di rumah "
Gumam Riska dalam hati.
Olivya dan Riska pun sedang di manjakan dengan perawatan di salon itu sementara Alex di luar sedang menelfon bawahannya untuk memantau persiapan makan malam di tepi pantai.
***
Rey baru saja tiba di negara A beberapa pengawal terlihat berjalan di belakangnya membuat orang yang melihatnya merasa segan pada Rey.
Tidak semua orang tahu jika Rey sang raja bisnis dan pemilik dari Williams Company. Hanya orang tertentu yang mengetahuinya karna Rey tidak suka di ekspos.
" Apa Alex sudah menyiapkan semuanya? " Tanya Rey pada bawahannya.
" Sudah tuan "
" Lalu dimana dia sekarang? "
" Tuan Alex sedang bersama Nona Olivya dan managernya di salon tuan "
" Baiklah, Bawa aku ke tempat itu "
" Baik tuan "
***
Olivya dan Riska sudah selesai melakukan perawatan bahkan Olivya sudah mengenakan gaun yang tadi di belinya.
" Tuan Alex, Kita mau ke mana lagi? " Tanya Olivya dalam perjalanan.
" Ke suatu tempat Nona " Ucapnya sembari fokus mengemudi.
" Iya tapi kemana? Kenapa juga aku harus memakai gaun ini? "
" Nanti anda akan tau Nona " Jawaban Alex membuat Olivya memilih diam. Sementara Riska sudah tertidur karena merasa lelah.
Di perjalanan yang mereka tempuh memerlukan waktu 1 jam lamanya. Olivya pun heran mengapa Alex membawanya ke arah pantai tetapi lagi lagi dia hanya memilih diam.
Setibanya disana Alex memarkirkan mobilnya dan membuka pintu untuk Olivya. Olivya pun keluar dan melihat sekeliling dia heran karena di bawa ke sebuah restoran mewah di tepi pantai.
" Tuan Alex, Kenapa kau membawaku kemari? " Tanyanya heran tetapi hanya dibalas senyuman oleh Alex.
" Mari nona ikut saya "
" Eh tapi bagaimana kak Riska? Dia tertidur apa aku harus membangunkannya? "
" Tidak perlu Nona, Nanti saya akan menjaganya. Mari ikut saya " Alex pun berjalan menuju tepi pantai membuat Olivya merasa heran tetapi dia tetap mengikutinya.
Olivya mengikuti langkah Alex dengan pikiran yang menyimpan pertanyaan macam macam, Tetapi dia melihat banyak lilin sepanjang perjalanan dan ada dua buah kursi dan meja yang di hias dengan cantik dan ada taburan bunga mawar dan lampion di sekitarnya membuat Olivya takjub.
" Baiklah ... " Jawab Olivya dan melanjutkan melihat pemandangan yang indah ini. Alex pun sudah pergi dan kembali ke mobil.
Rey yang melihat Olivya sedang tersenyum senang membuatnya bahagia dia berjalan mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
" Apa kau merindukanku sayang? " Ucapnya sembari memeluk erat wanita pujaannya, Olivya pun terkejut dengan kedatangan kekasihnya.
" Ah Rey kau sudah kembali? Katanya kau masih lama disana " Olivya pun berbalik menatap Rey dan memeluknya.
" Aku sangat merindukanmu sayang hiks...hikss..." Olivya pun menangis melihat Rey kembali, Entah kenapa walaupun mereka tidak bertemu selama 3 hari itu sudah membuat Olivya bersedih.
" Hei kenapa kau menangis? Apa tidak suka dengan kejutan ini? " Rey menghapus air mata kekasihnya.
" Bukan begitu, Aku sangat suka tetapi kau bohong akan lama di sana itu membuatku sedih Rey. "
" Baiklah maafkan aku, Aku hanya ingin memberimu kejutan sayang. Jangan menangis lagi ya? Aku kan sudah di sini. " Ucapan Rey membuat Olivya tersenyum.
" Duduklahh... Kau sangat cantik malam ini " Goda Rey membuat Olivya tersipu malu.
" Jadi kau yang menyuruh alex untuk membawaku pergi berbelanja ke salon? Pantas saja Alex tidak menjawab pertanyaanku terus huh curang " Olivya merucutkan bibirnya membuat Rey gemas dan menciumnya.
Olivya sudah terbiasa menerima ciuman dari kekasihnya itu, Kini dia pun sudah bisa mengimbangi Rey. Mereka berciuman cukup lama dengan pemandangan yang indah dan suara desiran ombak membuat suasana bertambah romantis.
" Iya aku yang menyuruhnya mengajakmu berbelanja, Apa kau senang dengan kejutanku? "
" Tentu aku senang dengan semua ini sayang, Terimakasih Rey " Rey pun tersenyum sembari mencium tangan Olivya.
Pesanan Rey pun datang dan mereka segera menyantapnya, Mereka saling melepas rindu dan menikmati momen ini. Bahkan Olivya lupa jika riska masih tertidur di mobil.
***
Di mobil Alex duduk sembari menatap ke belakang kemudi melihat Riska yang sedang terlelap. Wajahnya yang cantik dan terlihat dewasa membuat Alex menyukainya. Tiba tiba Riska terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat Olivya sudah tidak ada di sampingnya.
" Kau sudah bangun Nona? " Tanya Alex mengejutkan Riska.
" Em dimana ini? Olivya kok tidak ada? Berapa lama aku tidur? " Riska bertanya bertubi tubi membuat Alex menghela nafas.
" Nona Olivya sedang makan malam bersama Tuan Rey, Anda tertidur cukup lama. "
" Benarkah? Ah lalu aku bagaimana? Mana mungkin aku mengganggu mereka. Tolong antarkan aku pulang Tuan Alex. " Pintanya namun perutnya berbunyi cukup keras bahkan Alex pun mendengarnya.
" Ah maaf.. " Riska wajahnya memerah menahan malu membuat Alex tersenyum tipis.
" Sepertinya anda lapar nona, Mari kita makan malam terlebih dahulu. " Alex pun keluar dari mobil dan menunggu Riska turun, Mau tidak mau Riska pun turun dari mobil. Alex pun memesan tempat duduk yang dekat ke tepi pantai namun berbeda dengan pesanan khusus untuk tuannya.
Alex pun memanggil seorang pelayan dan memesan makanan untuknya, Sementara Riska disuruh memilih sendiri makanannya. Sebenarnya ini pertama kali Alex makan bersama seorang wanita.
Pesanan mereka pun datang dan mereka segera menyantap makanan mereka masing masing. Riska dengan lahap menyantap makanannya membuat Alex tersenyum melihatnya.
" Tuan kenapa anda melihatku begitu? Apa ada sesuatu yang menempel di wajahku? " Tanyanya membuat Alex terkejut.
" Tidak... " Jawabnya dengan singkat. Riska pun melanjutkan makannya.
Riska melihat pemandangan di sekitar pantai, Sungguh indah dan sangat romantis membuatnya merasa senang dan sedikit melupakan beban pikirannya.
" Aku tidak pernah datang ke tempat ini karena sibuk bekerja, Sungguh indah sekali tempat ini seharusnya aku datang bersama kekasihku tetapi aku malah bersama dengan asisten dingin ini huh. Tetapi lumayan juga hehe lagipula aku tidak punya kekasih dan orang ini cukup tampan walaupun sikapnya benar benar menyebalkan " Gumam Riska dalam hati sembari menatap wajah pria dingin itu.