
Sesampainya dikantor Rey dan Olivya melakukan pekerjaan masing masing. Bahkan Riska datang lebih dulu dari Olivya. Setelah mengantar Olivya Rey langsung menuju ruangannya sendiri.
" Oliv, Kau terlambat kenapa? " Tanya Riska.
" Tadi ayah pingsan di kantor kak "
" Benarkah? Lalu bagaimana kondisi ayahmu? "
" Ayah sudah baik baik saja kak "
" Syukurlah, kau tau Oliv? Tadi Stefi menggunjingmu terus dan bilang pada para staff kalo kamu memanfaatkan posisi kekasih Tuan Rey untuk berlaku seenaknya ! " Gerutu Riska dengan nada kesal.
" Benarkah kak? Bukannya aku ijin terlambat karena ada masalah penting tetapi kenapa dia bilang begitu? "
" Huh tenang saja mereka tidak percaya dengan ucapannya. Aku benar benar ingin merobek mulutnya itu ! "
" Sudahlah kak biarkan saja dia berbicara apa, Kakak ini galak sekali hehe " Ucap Olivya terkekeh.
" Tentu saja aku tidak mau kamu di jelek-jelekan Oliv, Aku hanya galak sama orang yang aku benci "
" Berati kakak benci juga sama asissten Alex? " Goda Olivya.
" Apa apaan kau ini bawa bawa nama asisten gila itu, Sudahlah cepat kau harus segera bersiap. "
Olivya pun mengiyakan dan segera pergi bersiap karena jadwalnya di undur jadi Olivya punya waktu sedikit untuk bersiap terlebih dahulu.
***
Sementara itu Rey baru saja mendapat telfon dari papanya karena mamanya jatuh sakit.
" Alex, Kau siapkan penerbanganku besok ke London aku harus pulang dulu karena mama sakit " Ucap Rey pada Alex.
" Apa anda mau pakai jet pribadi saja tuan? "
" Yah itu bisa lebih cepat "
" Baik tuan, Akan saya siapkan. "
" Kau tidak perlu ikut Alex, Uruslah pekerjaan disini saat aku pergi kau yang memegang kendali disini. "
" Apa tidak apa-apa tuan? "
" Ya kau tenang saja "
" Baik tuan "
Rey pun berencana memberi tahu Olivya saat pulang bersama nanti. Sebenarnya dia enggan jauh dari kekasihnya tetapi apa daya dia sangat sayang pada ibunya jadi mau tidak mau dia harus pergi ke London.
***
Di satu sisi Nyonya Helena sedang bersama pemuda selingkuhannya, Mereka sedang makan siang bersama di salah satu restoran mewah. Jarak usia mereka terpaut 10 tahun tetapi Nyonya Helena tidak malu berkencan dengan pria muda. Sebaliknya pria itu hanya memanfaatkan Nyonya Helena.
" Sayang, Habis ini kita ke apartemen ya? " Ucap Nyonya Helena pada Kevin kekasihnya.
" Kita belanja dulu saja ya sayang? Aku ingin membeli pakaian tetapi aku tidak punya uang, Aku pinjam dulu ya? " Bujuk Kevin pada Helena.
" Baiklahh tapi habis ini kita ke apartemen ya sayang? Aku sudah rindu padamu. " Balasnya.
" Tentu saja sayang, Aku akan memanjakanmu " Ucap Kevin menyeringai penuh arti.
" Yasudah ayo kita ke mall " Ajak Nyonya Helena, Kevin pun mengiyakannya.
Nyonya Helena dan Kevin berbelanja beberapa pakaian dan sepatu tentu saja Nyonya Helena yang membayar semuanya. Kevin hanya seorang pengangguran dan dia memang sering memanfaatkan wajahnya untuk memikat wanita yang kesepian dan butuh kehangatan seorang pria.
Kala itu Kevin bertemu Helena di sebuah Club malam saat Helena bersama teman sosialitanya, Kevin merayu Helena untuk menari bersamanya. Melihat ketampanan Kevin, Helena pun terpikat dan menjalin hubungan sampai saat ini.
Selesai berbelanja mereka pergi ke apartemen milik Kevin yang di sewa Helena tentunya, Mereka biasa bersama disana untuk saling melepas hasrat masing masing. Sebenarnya Kevin hanya menuruti keinginan Helena karena hanya kegagahannya di atas ranjang yang bisa dia berikan pada helena selain itu segala materi dan kebutuhannya Helena yang memenuhi.
Walaupun Helena sudah berumur tapi tubuhnya tetap di rawat itu yang membuat Kevin mau mau saja melayaninya, Toh dia tidak merasa dirugikan malahan dia merasa untung. Kevin juga punya kekasih di belakang Helena.
***
Malam harinya Tuan Albert sudah menunggu istrinya untuk membicarakan masalah di kantor tetapi Nyonya Helena tidak kunjung pulang. Olivya pun sudah berada di rumah dan dia merasa sedikit sedih karena besok Rey akan berangkat ke London.
" Oliv kenapa kau bersedih? " Tanya Albert pada putrinya.
" Ah ayah, Oliv hanya merasa sedih karena Rey besok akan ke London untuk beberapa hari "
" Memang ada apa? Apa karna urusan bisnis? "
" Tidak ayah, Ibunya sedang sakit dan Rey di suruh pulang dulu "
" Yasudah tidak usah bersedih, Rey pasti akan kembali secepatnya " Ucap Albert membuat Olivya tersenyum.
Tibatiba Elina dan Nyonya Helena pulang secara bersamaan. Melihat itu Tuan Albert langsung memanggil mereka berdua.
" Helenaa Elinaa, Kemari sebentar aku ingin berbicara " Ucapnya membuat Nyonya Helena dan Elina merasa heran.
" Ada apa suamiku? " Tanya Helena sembari duduk.
" Iya ayah ada apa? Elin lelah ingin segera istirahat "
" Helena kenapa kau memecat Leo tanpa sepengetahuanku? " Ucap Tuan Albert membuat Nyonya Helena terkejut.
" Dan kenapa kau memecat banyak karyawan kepercayaanku dan memperkerjakan karyawan yang tidak jujur !!! " Imbuhnya dengan nada kesal.
" Sa...sayang apa maksudmu aku memperkerjakan karyawan yang tidak jujur? Em untuk masalah Leo itu karena dia tidak becus dalam bekerja jadi aku memecatnya. " Ucap Nyonya Helena dengan gugup.
" Kau pikir aku tidak tau Helen? Kau merekrut karyawan yang tidak jujur bahkan mereka korupsi !!! Manager keuangan yang dipekerjakan olehmu juga sudah di jebloskan ke penjara, Semua karyawan yang kau pekerjakan sudah kupecat !!! Dan untuk Leo kau tau dia orang kepercayaanku selama bekerja dia selalu jujur . Tanpa persetujuanku kau tidak bisa memecatnya !!! " Ucap Tuan Albert setengah berteriak membuat Helena takut. Olivya hanya diam dan Elina terkejut bahwa ayah tirinya tahu perbuatan ibunya.
" Aku benar benar tidak tau mereka korupsi, Untuk masalah Leo aku minta maaf karena tidak memberi tahumu " Ucapnya pura pura tidak tahu.
" Kau pikir aku bodoh? Kau juga terlibat dalam penggelapan dana di perusahaanku ! Setiap bulan uang perusahaan masuk ke rekening pribadimu ! Untuk apa uang sebanyak itu hah ! Perusahaanku terancam bangkrut karna ulahmu itu ! "
" Masih untung aku tidak menjebloskanmu ke penjara mengingat kau mengurus Olivya dari kecil tapi kau dan Elina harus segera angkat kaki dari rumah ini ! " Imbuhnya membuat Helena dan Elina terkejut, Olivya pun tak kalah terkejutnya.
" Apa !!! Sayang maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi tolong jangan usir aku " Ucap Nyonya Helena memohon.
" Iya ayah, Tolong maafkan mama jika kami di usir kami harus tinggal dimana?? " Ucap Elina.
" Aku tidak peduli, Cepat berkemaslah !!! "
" Tolong pikirkan lagi sayang maafkan aku " Pinta Nyonya Helena.
" Keputusanku sudah bulat, Kalian harus pergi dari sini ! "
" Tapi ayah... "
" Pergi !!! " Ucap Tuan Albert dengan berteriak, Mereka pun mau tidak mau harus pergi.
Nyonya Helena dan Elina segera berkemas dan pergi meninggalkan rumah itu, Mereka terpaksa tidur di hotel dulu sebelum mencari tempat tinggal. Olivya sebenarnya merasa kasihan cuma dia tidak bisa melupakan perbuatan ibu tirinya saat menjebaknya.