
Siang itu Nyonya Helena berkunjung ke rumah sakit bersama Elina, Kebetulan sekali Olivya sedang berada disana jadi mereka pun bertemu. Keadaan Tuan Albert semakin membaik membuat Olivya merasa senang.
Ceklekk..
" Sayang, Kau sudah sadar? Maaf ya aku baru mengunjungimu akhir akhir ini aku sibuk mengurus perusahaan. " Ucap Nyonya Helena seraya memeluk Tuan Albert membuat Olivya terkejut dengan kedatangan mereka.
" Hai ayah, Bagaimana keadaanmu? Aku sangat merindukanmu. " Elina mulai memainkan aktingnya membuat Olivya mengeryit heran.
" Kalian datang? Aku sudah baik baik saja " Ucap Tuan Albert tidak peduli dengan ibu dan anak itu.
" Bagaimana keadaan perusahaan? " Imbuhnya tanpa menatap Nyonya Helena, Membuat Nyonya Helena marah sebenarnya dia masih mencintai suaminya hanya saja perlakuan Tuan Albert yang sama sekali tidak pernah menyentuhnya dari awal menikah sampai sekarang membuatnya merasa kecewa dan benci.
" Tentu saja baik baik saja sayang kau tidak usah khawatir aku akan mengurusnya " Nyonya Helena melirik ke arah Olivya menatap dengan tajam membuat Olivya merasa takut.
" Elina kau temani ayah dulu ya mama mau bicara dengan kakakmu sebentar, Ayo Oliv kita keluar "
" Oke ma aku akan menemani ayah " Ucap Rlina tersenyum licik, Nyonya Helena pun keluar terlebih dulu.
" Ayah Oliv keluar dulu ya. " Tuan Albert pun tersenyum menganggukan kepala.
Olivya pun keluar dari ruangan ayahnya, Nyonya Helena langsung menarik kasar tangan Olivya dan menyeretnya keluar rumah sakit.
" Maa lepaskan !!! tangankuu sakitttt !!! " Ronta Olivya tapi Nyonya Helena tidak bergeming.
Plakkkkk !!!!!
" Dasar anak tidak tau diri !!! Berani sekali kau kabur dari hotel bahkan kau tidak kembali kerumah !!! Tidur dimana kau hah !!! " Tamparan keras mendarat di pipi kanan Olivya.
" Maa !!! Aku tidak mau menggadaikan tubuhku demi uang !!! Tega sekali mama menjebakku !!! Apa salahku padamu maa daridulu aku selalu diam dan menuruti perintah mama !!! Tapi kenapa mama tega menjebakku !!! hiks hiks " Teriak Olivya sembari menangis, Perih di pipinya tidak sebanding dengan luka dihatinya.
" Salahmu? Kau ingin tau apa salahmu hah !!! Salahmu adalah kau telah lahir !!! Ibumu merebut ayahmu dariku !!! Sehingga ayahmu memilih menikahi ibumu daripada aku yang sudah mengejarnya waktu kuliah dulu !!! Bahkan sudah matipun ibumu masih saja membuatku tidak bisa memiliki ayahmu !!! Bahkan ayahmu sama sekali tidak pernah menyentuhku dari awal menikah sampai sekarang !!! " Ucap Nyonya Helena membuat Olivya terkejut dia tidak menyangka sahabat ibunya berkata seperti itu tentang ibunya yang sudah meninggal.
" Ibu tidak mungkin seperti itu ma !!! " Bantah Olivya membuat Helena semakin murka.
" Huh tau apa kau !!! Kau dan ibumu sama saja pembawa sial bagiku !!! Dengar baik baik, Aku akan membuat hidupmu menderita !!! Bila perlu kubuat kau menyusul ibumu !!! Tentu tidak sekarang karna aku masih akan memanfaatkanmu !!! Dan jangan sampai kau bicara apa apa dengan ayahmu atau kubuat ayahmu menyusul ibumu juga hahaha " Ancam Nyonya Helena kepada Olivya, Membuat Olivya terdiam dan merasa takut. Nyonya Helena pun tersenyum licik, Dan memerintah Olivya untuk pergi dari rumah sakit.
" Cepat kau pergi dari sini !!! Aku muak melihatmu !!! "
" Tapi aku masih ingin menemani ayah kumohon ma biarkan aku disini " Ucap Olivya memohon tapi tidak digubris oleh Nyonya Helena.
" Pergi atau kubuat ayahmu koma kembali !!! " Ancam Nyonya Helena, Membuat Olivya terpaksa pergi tanpa pamit kepada ayahnya. Dia yakin Nyonya Helena tidak main main, Menjebaknya saja dia bisa apalagi membuat ayahnya koma lagi bahkan bisa jadi membuat ayahnya meninggal maka dari itu Olivya memilih mengalah untuk keselamatan ayahnya.
Nyonya Helena pun kembali keruangan Tuan Albert, Elina dan Tuan Albert seketika menoleh kearah Nyonya Helena.
" Dia pergi sayang katanya ada jadwal pemotretan " Ucap Helena sembari duduk disamping suaminya.
" Kenapa dia tidak pamit padaku? Apa kau melakukan sesuatu padanya? " Tatap Tuan Albert curiga pada istrinya, Membuat Nyonya Helena gugup.
" Aa.. apa? Mana mungkin sayang dia sedang terburu buru makanya dia tidak sempat pamit kepadamu " Tuan Albert pun percaya dan kembali istirahat, Nyonya Helena dan Elina segera pulang karna mereka tidak sudi lama lama berada disitu.
Disatu sisi Olivya sedang berjalan ditrotoar sembari menangis, Dia berjalan tak tentu arah meratapi nasibnya. Jalanan disekitar sedang sepi jadi tidak ada yang tau jika yang sedang berjalan sembari menangis seorang model cantik Olivya Louis.
Bekas tamparan Nyonya Helena masih membekas di wajah Olivya, Tiba-tiba ada mobil yang menghampiri Olivya dan seseorang turun menghampirinya. Olivya terus berjalan menunduk tidak sadar yang ada yang menghampirinya.
" Nona Oliv? Kenapa kau menangis? " Ucap seorang lelaki memegang bahu Olivya membuat Olivya berhenti dan menoleh kebelakang.
" Ah tuan sedang apa anda disini? " Tanya Olivya sembari mengusap air matanya, Ternyata pria yang menghampirinya adalah Rey.
" Aku baru saja menghadiri acara di sekitar sini dan apa yang kau lakukan disini sembari menangis? " Rey mengeryit melihat bekas tamparan diwajah olivya, Pipinya yang putih membuat bekas itu terlihat sangat jelas apalagi tamparan tadi sangat keras.
" Ahh tidak apa tuan saya hanya sedang jalan jalan saja " Olivya tersenyum mencoba menutupi kebenarannya.
" Ya sudahlah ayo ikut aku akan ku antarkan kau pulang " Ajak Rey dan Olivya mengangguk tidak keberatan, Sebenarnya tadi Alex yang melihat Olivya berjalan sembari menangis dan langsung memberi tahu tuannya yang sedang sibuk dengan ponselnya. Mengetahui jika itu Olivya, Rey segera meminta mobilnya berhenti dan menghampiri Olivya.
Sepanjang perjalanan Olivya lebih banyak diam, Dia hanya memberitahukan alamatnya saja dan Rey pun ikut diam karna tahu suasana hati Olivya sedang tidak baik. Setelah sampai Olivya mengajak Rey untuk mampir seraya dia ingin mengembalikan jas yang di pinjamkan padanya. Rey pun mengiyakan ajakan Olivya, Walaupun dia sedang sibuk tapi dia meminta jadwalnya untuk diundur. Entah mengapa Rey ingin menemani Olivya hari ini.
Olivya membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Rey dan Alex untuk masuk sementara supir Rey tetap berada di mobil.
" Nona Oliv bolehkah aku meminta air hangat dan handuk kecil? " Pinta Rey, Membuat Alex dan Oliv heran tetapi Olivya mengiyakan permintaan tamunya tersebut.
" Ah tunggu sebentar tuan akan ku ambilkan, Tapi bisakah kau menunggu sebentar? Aku ingin berganti pakaian dan mengambil jasmu " Pamit Olivya dan dibalas anggukan Rey.
" Alexx, Tolong kau selidiki apa yang terjadi hari ini pada Olivya " Perintah Rey pada Alex.
" Baik tuan "
Olivya sudah kembali membawakan jas, Air hangat dan handuk kecil untuk Rey.
" Ini tuan jas anda, Lalu untuk apa air hangat ini? " Tanya Olivya penasaran, Tetapi Rey hanya diam dan duduk disamping Olivya mulai mengompres pipi Olivya.
" Ahh apa yang anda lakukan tuan " Ucap Olivya gugup dan merasa malu.
" Biarkan aku mengompres lukamu nona " Ucap Rey hangat membuat Olivya hanya diam dan menurut, seketika jantung Olivya berdetak kencang ketika berdekatan dengan Rey.
" Sepertinya anda sudah jatuh cinta pada nona olivya tuan " Gumam Alex melihat perhatian tuannya pada Olivya.