My Woman

My Woman
Menyatakan perasaan



Rey melihat Olivya terdiam cukup lama membuatnya berpikir jika Olivya tidak menyukainya.


" Olivya apa kau tidak menyukaiku? Baiklah aku minta maaf atas perkataanku tadi " Ucap Rey sembari melepas tangan Olivya.


" Tiii...tidakk Reyy ehh maksudku Tuan Rey saya hanya gugup dan terkejut mendengarnya. Saya hanya merasa tidak pantas karena saya hanya wanita biasa sementara tuan seorang pembisnis tersohor " Ucap Olivya sedih.


" Siapa bilang kamu tidak pantas? Kamu wanita hebat Oliv aku sangat kagum padamu sebenarnya aku sudah merasa tertarik padamu saat pertemuan pertama kita tetapi aku belum menyadarinya namun lambat laun aku mulai menyadarinya " Ucap Rey seraya menggenggam tangan Olivya lagi.


" Bahkan aku sudah tau tentangmu aku meminta Alex untuk mencari tahu tentangmu, Sebenarnya aku tau kamu tidak memiliki kekasih tetapi aku hanya memastikan saja secara langsung padamu " Imbuhnya membuat Olivya terkejut.


" Jadi selama ini tuan sudah tahu tentangku? " Tanya Olivya tak percaya.


" Sudah kubilang jangan panggil aku tuan " Ucap Rey tersenyum.


" Maaf Rey " Sahut Olivya.


" Tentu aku tau semua tentangmu Oliv bahkan tentang insiden di hotelku waktu itu aku juga sudah memberi pelajaran pada tua bangka itu agar tidak macam macam lagi "


" Ah benar juga, Jika dia baik baik saja pasti dia sudah membuat nama baikku tercemar " Ucap Olivya mulai menyadari kenapa setelah kejadian itu Tuan Edward tidak membalasnya.


" Tenang saja aku sudah membuatnya tidak berani macam macam "


" Terimakasih Rey, Kau sudah banyak membantuku " Ucap Olivya tersenyum.


" Tentu saja apapun kulakukan untuk wanita yang kucintai " Ucap Rey membuat Olivya tersipu malu.


" Jadi apa kau mau menjadi kekasihku Oliv? " Imbuhnya.


" Aa..aku mauu Rey " Jawab Olivya .


Rey pun segera memeluk erat Olivya, Olivya sangat senang dan membalas pelukan itu.


" Terimakasih Oliv, Aku janji akan menjagamu dengan baik " Ucap Rey seraya mencium kening Olivya.


" Sama sama Rey, aku sangat mencintaimu " Ucap Olivya membuat Rey terkejut.


" Benarkah? kupikir hanya aku yang mencintaimu sayang " Bisik Rey membuat Olivya malu dan memukul bahu Rey.


" Kalau aku tidak mencintaimu untuk apa aku mau menjadi kekasihmu dasar aneh " Ucap Olivya sembari merucutkan bibirnya.


Melihat Olivya yang menggemaskan itu Rey pun tak segan untuk mencium bibir Olivya, Olivya yang baru pertama kali berciuman pun kaget dan menahan nafasnya.


" Mmpphhhh... Reeee..eyyy " Ucap Olivya terputus putus hampir kehabisan nafas membuat Rey menyudahi ciumannya.


" Heyy bernafaslah kenapa kau menahan nafasmu sayang "


" Bagaimana aku tau aku baru pertama kali berciuman ! Kamu tiba tiba menciumku siapa yang tidak terkejut ? Huhhh " Ucap Olivya kesal.


" Maafkan akuu, Habisnya kau sangat menggemaskan membuatku tidak bisa menahan untuk menciummu sayang " Ucap Rey seraya memeluk Olivya.


Olivya pun sudah tidak merasa kesal lagi, Mereka segera pulang dari restoran itu. Alex yang melihat kemesraan mereka berdua pun sudah bisa menebak jika mereka berdua sudah menjalin kasih.


" Reyy... Apa kau pernah punya kekasih? " Tanya Olivya penasaran membuat Rey diam cukup lama.


" Pernah sayang " Ucap Rey dengan lembut.


" Berapa banyak? "


" Hanya satu "


" Apa dia cinta pertamamu? " Tanya Olivya semakin penasaran.


" Apa kau pernah berciuman juga dengannya? " Tanya Olivya cemas.


" Emm...Pernahhh sayang ada apa kau menanyakan hal itu? " Ucap Rey.


" Ah tidak apa kupikir hanya aku yang berciuman denganmu " Ucap Olivya sedih dan mulai menjaga jarak dengannya, Rey yang melihat itu segera menarik Olivya dan memeluknya.


" Sayangg dengarkan akuu, Memang benar aku pernah berciuman dengannya tapi hanya itu saja tidak lebih jika melakukan hal diluar itu pasti aku hanya melakukannya dengan istriku dan dia hanya masa laluku hanya cinta masa kecilku dia juga sudah mengkhianatiku jadi kau tidak perlu merasa khawatir karena sekarang yang ku inginkan hanya kamu Oliv, Kau percayakan padaku ? " Ucap Rey dengan lembut seraya mengelus rambut Olivya.


" Benarkah? " Ucap Olivya menatap Rey dengan tatapan sendu.


" Iya benar percayalah hanya kau yang akan ku nikahi dan menjadi Nyonya Williams " Ucap Rey dengan serius membuat Olivya tersenyum.


" Baiklah aku percaya padamu, jangan tinggalkan aku Rey "


" Tidak akan sayang " Ucap Rey lembut.


Selama perjalanan pulang Olivya terus menerus berada di pelukan Rey, Entah mengapa pelukannya sangat nyaman senyaman pelukan ayahnya. Sementara itu Alex menjadi panas dingin melihat kemesraan mereka berdua hingga dia memilih untuk bermain dengan ponselnya.


Sesampainya di apartemen Olivya segera turun Rey pun mengantarnya sampai ke depan pintu.


" Sayang aku pulang dulu ya? Istirahatlah bukankah besok ada pemotretan lagi? Tetapi jika kau lelah aku akan memindahkan jadwalmu " Ucap Rey.


" Tidak perlu Rey, Walaupun aku sudah menjadi kekasihmu aku tidak bisa seenaknya sendiri aku akan bertanggung jawab dengan pekerjaanku "


" Baiklah jika itu maumu jangan sungkan meminta bantuanku aku akan melakukan apapun untukmu "


" Baiklah,, Pulanglah mereka menunggumu di mobil " Ucap Olivya lembut.


" Baiklah aku pulang dulu, Jaga dirimu sayang sampai jumpa besok " Ucap Rey tersenyum dan mencium kening Olivya lalu dia pun pergi.


Melihat Rey yang sudah pergi Olivya segera masuk dan membersihkan diri, Ketika dia akan pergi tidur ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


" Selamat malam sayang tidurlah dengan nyenyak semoga mimpi indah aku mencintaimu " Isi pesan dari Rey membuat Olivya bahagia.


" Aku juga mencintaimu sayang sampai jumpa besok! " Balas Olivya.


" Aku tidak menyangka jika aku akan menjadi kekasih Rey, ternyata perasaanku terbalas terimakasih tuhan telah mengirimkan pria sebaik Rey dalam hidupku " Ucap Olivya dan mulai terlelap.


***


Di satu sisi Nyonya helena sudah menghubungi temannya untuk membuat elina menjadi Artist secara instant , Temannya pun menyetujui asalkan Elina mau menemaninya satu malam jika Nyonya Helena tidak mau Elina harus berusaha sendiri dan kemungkinan untuk menjadi Artist sangatlah kecil.


" Elinn, Mama sudah meminta teman mama untuk membuatmu menjadi artist dengan cepat tetapi dia ingin kamu menemaninya satu malam. Bagaimana ? "


Tanya Nyonya Helena.


" Apaa !!! Memang tidak ada cara lain ma??? Beri saja dia uang yang banyak " Ucap Elina.


Sebenarnya Elina bukan gadis baik baik dia sudah tidur dengan beberapa kekasihnya tetapi jika dia harus tidur dengan pria tua dia masih tidak mau, Sementara Nyonya Helena pun punya selingkuhan seorang pemuda selama ini tanpa sepengetahuan suaminya. Karna Tuan Albert yang tidak pernah menyentuhnya membuat dia memilih untuk selingkuh dan dia menjadi ketagihan melakukannya dan sudah lama menjalin kasih dengan pemuda.


" Dia tidak mauu katanya jika kau tidak mau dia tidak akan membantumu dan kau harus berusaha sendiri dan kemungkinan untuk menjadi Artist sangat kecil "


" Huhhhh menyebalkan !!! Baiklahh demi aku menjadi terkenal aku akan menemaninya kau atur saja ma " Ucap Elina mendengus kesal.


" Baiklahhh nanti mama akan hubungi dia lagi "