
Pagi hari di kediaman keluarga Williams Nyonya Merry sibuk menyiapkan sarapan sendiri untuk putranya dan suaminya. Sementara itu Rey sedang menghubungi Olivya lewat video call.
" Hai sayang, Bagaimana kabarmu? " Tanya Rey dengan tersenyum melihat wajah kekasihnya.
" Aku baik Rey, Kau sendiri bagaimana? "
" Aku baik baik saja sayang, Apa saja yang kau lakukan hari ini sayang? "
" Syukurlah Rey kapan kau akan pulang? Aku baru selesai melakukan pemotretan Rey. "
" Em entahlah mama menyuruhku disini sedikit lebih lama sayang. " Ucapnya berbohong membuat Olivya seketika menatap Rey dengan sendu.
" Berapa lama? Aku sangat merindukanmu Rey. Apa mama baik baik saja? "
" Entahlah sayang, Aku juga sangat merindukanmu. Mama baik baik saja dia sudah sehat "
" Baiklah aku akan menunggumu, Jaga dirimu Rey "
Ucap Olivya tersenyum tipis.
" Tentu sayang, Kau juga harus menjaga dirimu sampai aku pulang ya? " Pinta Rey membuat Olivya mengangguk.
" Em sayang, Kontrak kerja sama kita akan berakhir beberapa hari kedepan. Kau ingat kan? " Ucap Olivya membuat Rey tersenyum.
" Tentu saja sayang, Apa ada masalah? Aku bisa memperpanjang kerja sama kita lagi agar kau bisa selalu berada di kantorku. "
" Tapi Rey bukankah kau tau aku sebenarnya tidak terlalu suka profesi ini "
" Tentu saja, Apa kau ingin hengkang dari dunia modeling? "
" Iya Rey setelah kontrak kerja sama denganmu habis aku akan mengundurkan diri dari dunia modeling. "
" Baiklah sayang, Tunggu aku pulang kita akan membahas ini lagi ya? " Ucap Rey dengan lembut membuat Olivya tersenyum.
Mama Merry pun melihat putranya sedang berbincang dengan kekasihnya lewat panggilan video, Mama Merry tiba tiba muncul dan menyapa Olivya. Olivya yang terkejut menjadi gugup walaupun hanya lewat panggilan video dia pun menyapa ibu dari kekasihnya.
Setelah cukup lama mereka berbincang, Olivya dan Rey pun mengakhiri panggilan videonya.
" Rey dia sangat cantik, Dia juga sopan ya? " Nyonya Merry tersenyum setelah berbincang dengan Olivya.
" Iya ma, Apa kau menyukainya? "
" Ya untuk saat ini kesannya cukup baik, Bawalah dia kemari agar mama bisa mengenalnya lebih dekat " Rey pun mengangguk.
" Cepatlah ayo kita sarapan, Bukannya kau akan segera pulang ke negara A. " Perintah Nyonya Merry seraya meninggalkan putranya keluar.
Rey pun menghubungi Alex untuk menyiapkan kejutan kepulangannya dan menyiapkan makan malam di tepi pantai, Rey pun menyuruh Alex untuk mengajak Olivya berbelanja sebuah gaun.
Perbedaan 4 jam di london dan negara A membuat rey tiba di negara A sekitar jam 8 malam.
***
Elina menjalani kesehariannya seperti biasa ya walaupun dia sudah tidak tinggal di kediaman keluarga Louis. Dia cukup kesal tetapi karena karirnya yang sedang gemilang membuatnya tidak merasa terbebani.
Sementara Nyonya Helena belum melakukan apapun dia hanya sibuk bersama Kevin. Kevin yang mengetahui Helena telah di usir ingin segera meninggalkannya tetapi saat tahu anak dari Helena artis yang sedang naik daun membuatnya ingin mendekati Elina.
***
Olivya dan Riska sedang berjalan ke arah lift tetapi Alex menahannya dan mengatakan bahwa Rey meminta Olivya berbelanja sebuah gaun untuk di pakai malam ini.
" Saya hanya menjalankan perintah saja Nona. "
" Jadi aku harus ikut denganmu? Apa aku boleh mengajak kak Riska? " Perkataan Olivya membuat Riska mengeryit heran dan sejenak beradu pandang dengan Alex tetapi melihat sikap dingin Alex membuat Riska kesal.
" Tidak usah Oliv, Kau pergi saja sana aku akan pulang dengan taksi "
" Kak temani aku ya? Kita kan jarang pergi bersama kakak selalu sibuk, Bolehkan Tuan Alex? "
" Terserah nona saja, Mari nona ikut saya " Ucapnya sembari berjalan lebih dulu. Olivya pun senang dan menyeret lengan Riska untuk ikut dengannya, Sedangkan Riska hanya pasrah.
Diperjalanan Alex hanya diam mengemudikan mobil pribadinya, Sementara Olivya dan Riska sibuk berbicara sepanjang perjalanan.
Mereka pun tiba di mall dan menuju butik, Mereka di sambut hangat dan dilayani dengan baik. Olivya terlihat memilih beberapa gaun untuk di pakai, Riska pun menyukai salah satu gaun tetapi melihat harganya yang sangat mahal membuatnya mengurungkan niat untuk membelinya.
" Kak apa kau tidak mau membeli sebuah gaun? " Tanya Olivya ketika melihat Riska memperhatikan sebuah gaun.
" Tidak Oliv mana bisa aku membeli gaun semahal ini " Ucapnya sembari memperlihatkan bandrol harga gaun yang ia inginkan.
" Astaga mahal sekali, Ah apa gaun ini juga mahal? " Olivya langsung mengecek harga gaunnya dan dia terkejut melihat harganya, Walaupun dia seorang model tetapi Olivya lebih memilih membeli baju yang harganya standar dan tidak terlalu mahal karna Olivya tidak suka menghamburkan uang.
Melihat Olivya yang mengembalikan gaunnya ke tempatnya membuat Alex heran dan menghampirinya.
" Apa ada masalah nona? Apa anda tidak suka gaunnya? Mari kita ke tempat lain. "
" Ah tidak Tuan Alex, Aku hanya terkejut melihat harganya kita ketempat lain saja ya? Cari yang standar saja harganya " Pinta Olivya membuat Alex tersenyum.
" Jangan khawatir nona ini permintaan Tuan Rey, Ambilah yang nona suka dan pakailah malam ini. "
" Ah baiklah. " Olivya pun berlalu mencoba beberapa gaun ditemani Riska sementara Alex kembali duduk di ruang tunggu. Tetapi Alex menuju kasir untuk membayar sebuah gaun dengan uang pribadinya.
Ketika Olivya keluar dari ruang ganti dia berpapasan dengan seorang pria yang tak asing baginya tetapi dia tidak bisa mengingat pria itu, Pria itu menatap Olivya dengan seksama dan menyapanya.
" Kau Olivya kan? " Tanya pria asing itu.
" Ah iya anda siapa tuan? "
" Kau lupa padaku? Menarik sekali ya " Ucapnya membuat Olivya mengeryit heran.
" Maaf tuan, Saya permisi dulu " Olivya segera berlalu meninggalkan pria itu dan menghampiri Riska yang sedang melihat beberapa gaun. Pria itu mengejar Olivya tangannya hampir meraih lengan Olivya tetapi ada yang menghentikannya.
" Sayang? Kau sedang apa? Aku sudah selesai ayo kita ke kasir " Ucap seorang gadis seksi.
" Yasudah ayo " Pria itupun pergi dan menuju ke kasir.
Pria itu bernama Marvel dia salah satu pria yang tergila gila pada Olivya sewaktu di kampus dulu, Dia terkenal playboy dan sombong. Marvel pernah taruhan dengan temannya bahwa dia bisa mengajak kencan Olivya, Tetapi Olivya menolaknya mentah mentah di tempat umum hingga dia merasa malu dan dendam pada Olivya.
Dia berusaha menjebak Olivya tetapi sebelum itu terjadi Olivya sudah berhenti kuliah.
" Bukankah dia Olivya ya? Model yang sedang naik daun itu? " Ucap gadis yang bersama Marvel ketika mereka sedang membayar belanjaanya.
" Model? " Tanya Marvel dengan penasaran.
" Iya dia model sayang, Ternyata wajahnya seperti itu ya? Huh hanya lebih cantik sedikit saja sudah sangat terkenal. " Gerutu gadis itu menatap sinis pada Olivya yang sedang berbincang dengan riska.
" Model ya? Wah menarik juga ya, Olivya aku pasti akan membalasmu " Gumam Marvel dalam hati dan tersenyum licik.
Sementara Olivya sudah tidak memikirkan pria asing itu dan memberikan gaun yang dia pilih pada Alex, Alex pun segera membayarnya dengan kartu milik Rey.