My Woman

My Woman
Rumor



Sore itu Rey meminta Alex untuk menyewa restoran makanan Jepang, Olivya dan Riska tidak keberatan karena mereka juga menyukai makanan itu. Rey dan Alex berangkat terpisah dengan Olivya dan Riska karena Riska membawa mobil sendiri.


" Tuan, Saya sudah mendapatkan bukti kecelakaan Tuan Albert dan Nyonya Adeline. Semua bukti mengarah ke Nyonya Helena saya juga heran kenapa polisi tidak menyelidiki kecelakaan ini " Ucap Alex.


" Biarkan saja kau simpan saja bukti itu, Mungkin aku akan membutuhkannya untuk membantu Olivya " Ucap Rey dengan tenang.


" Kau juga suruh orang untuk mengawasi kediaman keluarga Louis laporkan padaku gerak gerik dari ibu tiri Olivya dan adik tirinya " Imbuhnya.


" Baik tuan " Ucap Alex.


Sementara itu dalam perjalanan Riska menanyakan hubungan Olivya dan Rey.


" Oliv.. Kamu ada hubungan apa dengan Tuan Rey? " Ucap Riska membuat Olivya terkejut dan gugup.


" Hubungan? Apa maksudmu kak? " Jawab Olivya bingung.


" Hei sudahlah jangan kau tutup tutupi kulihat kau selalu gugup dan pipimu bersemu merah seperti tomat jika didepan Tuan Rey " Ucap Riska tersenyum menggoda Olivya, Olivya seketika malu.


" Dan katanya dia yang menolongmu saat di jebak ibu tirimu, Apa kau sudah berterimakasih dan mengembalikan jas nya? " Imbuh Riska.


" Sudah kak bahkan dia meminjamkan jasnya lagi padaku tapi sudah ku kembalikan sekalian " Ucap Olivya.


" Oh benarkah? Kapan kau melakukan itu? " Tanya Riska penasaran.


" Waktu acara jamuan kak kan aku pulang lebih dulu kebetulan aku bertemu dengannya dan dia mengantarkanku ke rumah sakit tapi karna gaunku sedikit terbuka jadi dia meminjamkan jasnya lagi " Ucap Olivya tersenyum mengingat itu.


" Sudah itu saja? " Tanya Riska semakin penasaran.


" Em dia juga menolongku kembali saat aku berjalan sendirian dan menangis karna aku di usir dari rumah sakit bahkan aku di tampar Mama Helena " Ucap Olivya sedih.


" Hah? Kau ditampar? Bagaimana bisa ! Kenapa kau tidak memberi tahuku Oliv ! " Ucap Riska terkejut.


" Sudahlah tidak perlu cemas kak aku baik baik saja aku tidak ingin merepotkanmu, Lagipula Tuan Rey menolongku bahkan dia mengantarku pulang jadi sekalian saja kusuruh mampir sebentar untuk mengembalikan jasnya dan dia malah mengobati lukaku kak " Ucap Olivya tersipu malu.


" Wahh benarkah? Pantas saja Tuan Rey menatapmu terus menerus dia juga selalu tersenyum padamu, Padahal yang ku dengar dia sangat dingin dan cuek pada wanita sangat sulit untuk di dekati kau tau kan gosip yang beredar di malam jamuan itu Clarisa menggoda Tuan Rey tapi justru Clarisa yang dipermalukan tapi ini aneh sikapnya padamu sangat berbeda apa dia menyukaimu? " Ucap Riska.


" Menyukaiku? Jangan bercanda kak aku hanya wanita biasa sama sekali tidak pantas untuk di sukai orang sebaik Tuan Rey " Ucap Olivya sedih.


" Heyy kau model terkenal dan berbakat kata siapa kau wanita biasa? Aku yang jadi managermu saja bangga padamu " Ucap Riska membuat Olivya tersenyum.


" Sudahlah kak fokus saja menyetir jangan berpikir yang aneh aneh " Ucap Olivya.


" Huh kau ini " Ucap Riska terkekeh.


Mereka pun tiba di restoran tersebut, Rey pun mengajak Alex untuk makan siang bersama walaupun dia hanya asisten pribadinya tetapi Rey menganggap Alex seperti saudaranya sendiri.


" Mari masuk Nona Olivya Nona Riska " Ucap Rey sembari memasuki restoran tersebut Olivya dan Riska pun mengangguk dan mengikuti Rey memasuki ruang khusus pelanggan VIP.


Mereka sudah memesan makanan masing masing, tidak lama makanan sudah terhidang di meja mereka.


" Silahkan nikmati makanan ini Nona Olivya dan Nona Riska " Ucap Rey.


" Terimakasih tuan " Sahut Riska dan Olivya, Mereka menikmati makan siang itu dengan tenang.


" Nona Olivya, bagaimana keadaan ayahmu? " Tanya Rey setelah menghabiskan makanannya.


" Sudah jauh lebih baik tuan " Ucap Olivya tersenyum.


" Baguslah, Lalu kapan beliau akan pulang? " Sambung Rey.


" Mungkin beberapa hari lagi tuan " Jawab Olivya membuat Rey mengangguk.


Drttt...Drttt.. Bunyi ponsel Riska, Dia pun pamit untuk mengangkat telfonnya.


" Tidak apa kak aku bisa naik taxi " Ucap Olivya sembari tersenyum.


" Yang benar? Maaf ya Oliv kalu begitu aku pulang dulu kau hati hati ya, Tuan Rey saya pamit dulu ada kepentingan mendadak terimakasih makan siangnya " Pamit Riska.


" Baiklah nona hati hati " Ucap Rey, Riska pun segera pulang.


" Tuan sepertinya saya juga harus segera pergi ke Rumah Sakit, Terimakasih tuan atas jamuannya " Ucap Olivya seraya berdiri.


" Tunggu nona biarkan aku antarkan bolehkan? " Pinta Rey membuat Olivya merasa merepotkan.


" Tidak perlu tuan saya bisa sendiri " Tolak Olivya secara halus.


" Tolong jangan menolak nona " Ucap Rey dengan serius.


" Ba..baiklah jika tidak merepotkanmu " Ucap Olivya canggung.


" Sama sekali tidak " Ucap Rey tersenyum senang.


Mereka pun menuju Rumah Sakit XX, Selama di perjalanan Rey dan Olivya mengobrol tentang dirinya masing masing.


***


*Maxime management*


Aiden dan Clarisa masih merasa kesal dengan kejadian tadi malam, Tiba tiba dia mendengar rumor bahwa Olivya akan menjadi model brand fashion terbaru dari Williams Company.


" Hei kau sudah dengar? Olivya akan menjadi model brand fashion terbaru dari Williams Company loh " Ucap Reina salah satu model dibawah naungan Maxime management.


" Sudahh, Beruntung sekali dia bisa di kontrak oleh Tuan Rey " Timpal Sasa yang juga seorang model cantik.


" Huh aku sungguh iri, Tetapi Olivya memang pantas mendapatkan itu dia baik dan juga tidak sombong tidak seperti Clarisa yang kecentilan dan sok cantik itu kau ingatkan bagaimana dia dipermalukan di jamuan malam itu saat menggoda Tuan Rey haha aku benar benar senang melihatnya dipermalukan " Ucap Reina, Mereka belum sadar jika Aiden dan Clarisa mendengarnya.


" Kau benar dia bersikap seperti model terkenal saja bahkan dia sering memamerkan tubuhnya entah berapa orang yang sudah tidur dengannya untuk mendapatkan kontrak kerjasama dan sponsor haha " Timpal Sasa terus tertawa.


" Apa maksudmu wanita gila !!! " Ucap Clarisa seraya mendorong bahu Sasa.


" Wah wah wah ternyata kau mendengarnya baguslah " Ucap Sasa terkekeh.


" Jaga mulut kalian atau kurobek mulutmu ! " Ucap Aiden.


" Wah lihatlah Reina mereka berdua benar benar seperti wanita jal*ng haha, Eh apa itu bekas dileher kalian " Ucap Sasa seraya menyibakkan rambut Clarisa dan Aiden yang menutupi leher mereka.


" Astagaaaa banyak sekali tanda kissmark dileher kalian " Ucap Reina merasa jijik.


" Wah kalian habis tidur dengan pria tua mesum ya semalam? hahaha " Cibir Sasa seraya tertawa membuat Aiden dan Clarisa merasa kesal dan malu.


" Aku kira hanya Clarisa yang tidur dengan sembarang pria ternyata managernya juga haha sungguh mengejutkan " Timpal Reina.


" Hei ayo kita bilang pada semua orang kalau Clarisa dan managernya menjajakan tubuhnya untuk mendapatkan sponsor ! " Ucap Sasa seraya menarik Reina pergi dari situ.


" Heh tunggu kaliann !!! " Ucap Clarisa namun mereka tidak menghiraukan.


" Bagaimana ini Clarisa tamat sudah riwayat kita pasti ini akan menjadi bahan gosip disini aku tidak mau dipermalukann " Ucap Aiden gugup.


" Diamlah dasar bodoh !!! Aku juga pusing memikirkannya jika Tuan Max mendengarnya pasti kita akan di depak dari sini !!!! " Ucap Clarisa frustasi.


Sementara itu Sasa dan Reina sudah menyebarkan gosip Clarisa dan Aiden seketika semua menjadi heboh, Berita itupun sampai ke telinga Tuan Max.