
* Louis Group's *
" Pak antarkan aku ke Rumah Sakit Medical. " Ucap Tuan Albert terburu-buru.
" Baik Tuan. " Jawab supir pribadi keluarga Louis.
Sepanjang perjalanan Tuan Albert sangat mencemaskan putri semata wayangnya. Dia tidak ingin lagi kehilangan wanita yang penting dalam hidupnya, Beliau pun menjadi takut jika Olivya pergi meninggalkannya sama seperti mendiang Istri tercintanya.
" Tuhan,,, Jangan sampai terjadi apa-apa pada putriku. Aku tidak sanggup jika kehilangannya... " Gumam Albert dalam hati.
* Rumah Sakit Medical *
Rey dan Alex bergegas menuju ruang IGD, Disana terlihat Riska duduk menunduk sembari menangis.
" Nona Riska, Bagaimana kondisi Olivya? " Tanya Rey dengan raut muka khawatir.
Riska pun terkejut melihat Rey dan Alex sudah sampai disini, Karna dia tahu saat menelfon Rey sedang rapat penting.
" Ah tuan Rey, Saya tidak tahu tuan. Dokter masih menangani Olivya. " Jawabnya dengan bibir yang bergetar, Terlihat jelas Riska masih merasa shock. Bagaimana tidak? Dia melihat dengan jelas mobil itu menabrak Olivya cukup keras membuat tubuhnya terpental ke trotoar.
" Astaga, Olivya jangan sampai terjadi hal buruk padamu. " Ucap Rey frustasi. Mereka hanya diam sembari menunggu dokter keluar dari IGD.
" Nak Rey..... " Ucap seseorang yang tidak asing di telinga Rey. Mereka bertiga pun menoleh ke sumber suara tersebut, Terlihat Ayah Olivya berjalan tergesa-gesa menuju mereka.
" Paman... " Rey segera berdiri menghampiri calon mertuanya.
" Nak Rey, Bagaimana keadaan Olivya??? " Tanya tuan Albert dengan raut muka sedih.
" Dokter masih menanganinya paman, Rey belum tahu kondisinya. " Ucap Rey sedih.
" Maaf paman, Rey tidak bisa menjaga Olivya dengan baik. " Imbuhnya merasa bersalah.
" Sudahlah nak, Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa Olivya tiba-tiba kecelakaan? " Tanyanya, Rey pun bingung karena dia terlalu panik sampai tidak menanyakan bagaimana Olivya bisa mengalami kecelakaan.
" Paman... Sebenarnya tadi sewaktu aku dan Olivya selesai makan siang bersama kita akan pulang dan sedang menunggu taxi online pesanan kita. Tetapi Olivya melihat di seberang jalan ada yang menjual makanan kesukaannya dan dia ingin membelinya, Saat menyebrang Olivya mendahuluiku tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya. " Jelas riska membuat mereka terkejut.
" Astaga... Apa saat menyebrang jalan kalian tidak melihat-lihat dulu? " Tanya tuan Albert.
" Kami sudah melihat tidak ada kendaraan yang lewat paman, Kami hanya melihat ada mobil hitam yang sedang berhenti. Tapi aku tidak tau jika tiba-tiba mobil itu menabrak Olivya. " Imbuhnya membuat Rey dan Alex curiga, Sementara tuan Albert hanya terdiam.
" Sepertinya mobil itu sengaja mencelakakan Olivya, Alex tolong selidiki masalah ini. " Perintah Rey, Alex pun mengiyakannya.
" Baik tuan, Saya permisi dulu. " Rey pun mengiyakannya, Alex segera bergegas menuju tempat kejadian dan menyuruh bawahannya ikut menyelidiki masalah ini.
Kini Rey dan tuan Albert merasa risau menunggu dokter keluar dari ruang IGD.
Ceklekkk....Krieeetttt.... bunyi pintu ruang IGD membuat mereka bertiga menoleh bersamaan.
" Apa disini ada keluarga pasien? " Tanya dokter harun.
" Saya ayahnya dok, Bagaimana keadaan anak saya? " Tuan Albert dan Rey menghampirinya.
" Tuan... Putri anda sudah melewati masa kritis. Beruntung benturan di kepalanya tidak terlalu keras jadi tidak menimbulkan masalah yang serius, Kita hanya menunggu pasien sadar. Pasien akan segera di pindahkan ke ruang perawatan. " Jelasnya membuat Rey dan tuan Albert merasa lega, Riska pun bersyukur Olivya bisa selamat.
" Baik dok terimakasih, Tolong pindahkan Olivya ke ruang VVIP dan berikan perawatan yang terbaik. " ucap Rey.
***
Di sebuah bar terlihat seorang wanita cantik sedang berbincang dengan lelaki misterius.
" Apa kau sudah melakukan pekerjaanmu? " Tanya wanita itu.
" Tentu, Aku sudah melakukan yang kau inginkan. Mungkin sekarang dia sedang berada di antara hidup dan mati. " lelaki itu menyunggingkan sudut bibirnya, Wanita itu pun tertawa puas.
" Mana buktinya? " Pinta wanita itu, lelaki itupun menyodorkan beberapa foto yang menampilkan Olivya tergeletak berlumuran darah, Saat melancarkan aksinya dia pun meminta seseorang untuk memotret kejadian itu untuk menjadi bukti.
" Haha bagus, Aku suka cara kerjamu. Terimalah bayaranmu. " Ucapnya sembari menyodorkan amplop cokelat yang terisi segepok uang. Lelaki itupun merasa senang dengan bayarannya.
" Terimakasih senang bekerja sama denganmu nona, Hubungi aku jika kau memerlukan jasaku lagi. " Ucap lelaki itu sembari tersenyum licik, Dia pun meninggalkan wanita itu.
" Huh kau lihat kan Olivya? Aku bukan tandinganmu haha, Akan kurebut semua milikmu termasuk Rey. " Wanita itu tertawa bahagia dan memesan beberapa beer lagi.
***
Di satu sisi Alex sudah menemukan buktinya, Dia melihat CCTV di depan restoran itu. Alex sangat jeli memperhatikan setiap reka adegan saat kejadian berlangsung, Dia pun sudah menangkap pria yang memotret kejadian itu.
Setelah mengancam pria itu akhirnya dia memberi tahu rekannya yang menabrak Olivya, Tidak butuh waktu lama Alex dengan mudahnya menangkap pria itu. Tidak heran Alex dengan mudahnya menyelidiki masalah ini, Karena dulu sebelum menjadi tangan kanan dari Rey. Alex pernah bergabung dalam kelompok agen rahasia.
" Katakan, Siapa yang menyuruhmu? " Alex menatap dingin pada pria yang ada di hadapannya.
" Aku tidak di suruh siapapun !!! " Ucapnya dengan tegas, Alex pun merasa marah dan memukul leher lelaki itu. Pukulannya sangat keras membuat nafas lelaki itu tersenggal-senggal.
" Tuu...tuannn, Saya akan beritahu. " Ucapnya saat Alex akan menginjak dadanya, Alex pun menghentikan tindakannya.
" Katakan !!! " Alex kembali duduk menunggu jawaban lelaki itu.
" Saya di suruh oleh seorang gadis cantik yang bernama Stefi tuan. " Ucapnya membuat Alex terkejut mendengar nama yang tidak asing itu, Dia pun sudah paham apa motif di balik ini.
" Tolong lepaskan saya tuan, Kumohon... " Pintanya sembari bersujud di kaki Alex, Dia merasa takut dengan pria di hadapannya karena dia merasa pria itu orang yang tidak mudah di hadapi.
Alex mengacuhkannya dan segera menghubungi Tuannya. Rey dengan cepat menerima panggilan dari Alex.
" Halo tuan, Saya sudah menangkap orang yang menabrak nona Olivya. Dia hanya suruhan seseorang. "
" Siapa orang itu? Dan apa motifnya "
" Nona Stefi yang menyuruhnya tuan, Sepertinya karena nona Stefi cemburu pada nona Olivya. "
" Begitukah? Baiklah kau sudah tau kan apa yang harus kau lakukan Alex? Dia berani menyentuh wanitaku, Beri hukuman yang lebih pedih. " Ucap Rey dengan penuh penekanan.
" Baik tuan, Lalu bagaimana dengan lelaki ini tuan? "
" Jebloskan ke penjara... "
" Baik tuan "
Setelah menerima perintah dari Rey, Alex segera menghubungi stasiun televisi untuk menayangkan beberapa scandal dari stefi. Seketika media di hebohkan dengan scandal dari seorang model cantik itu.
Stefi terkejut setelah di hubungi managernya karena masalah ini, Dia tidak menyangka scandal ini mencuat ke publik. Semua orang pun menjadi tahu untuk menjadi seorang model stefi rela menjual keprawanannya kepada pihak management yang menanguinya. Managernya pun terkejut mengetahui ini.