
Olivya dan Rey sudah sampai di rumah sakit, Rey meminta ijin untuk menemui Tuan Albert. Olivya pun dengan senang hati mengijinkan Rey menemui Ayahnya.
Ceklekk... Olivya membuka pintu ruangan ayahnya disana Tuan Albert sedang melamun seketika lamunannya buyar melihat Olivya masuk bersama Pria Asing.
" Ayah kau sedang apa? Apa ayah sudah makan? " Tanya Olivya.
" Sudah Oliv ayah sudah makan, Kau bersama siapa? " Tanya Albert sembari memandang Rey.
" Ah perkenalkan ini Tuan Rey dia yang sudah berkali kali menolongku ayah " Ucap Olivya tersenyum.
" Halo Tuan Albert perkenalkan saya Rey teman putri anda " Ucap Rey tersenyum menjabat tangan Tuan Albert.
" Halo Nak Rey terimakasih sudah menolong putri saya, Sebenarnya apa yang terjadi dengan putri saya nak? " Tanya Tuan Albert.
" Ah itu sebenarnya... " Ucap Rey ragu.
" Tidak apa ayah nanti Oliv akan bercerita tapi tidak sekarang ya? " Ucap Olivya lembut.
" Baiklah.. " Tuan Albert pun tersenyum, Rey cukup lama berbincang dengan Tuan Albert tentang bisnis membuat Olivya tersenyum senang. Rey pun segera pamit mengingat hari sudah malam.
" Tuan saya pamit dulu semoga anda lekas sembuh " Ucap Rey sopan.
" Terimakasih Nak Rey hati hatilah " Sahut Tuan Albert sembari tersenyum.
" Kalau begitu Oliv antar Tuan Rey dulu ya ayah? " Ucap Olivya Tuan Albert pun mengangguk tersenyum.
Olivya mengantar Rey sampai ke depan rumah sakit dia pun berterimakasih pada Rey. Rey mengangguk dan tersenyum sembari masuk ke mobil, Olivya yang melihat Rey sudah pergi diapun masuk kembali menemani ayahnya.
Di dalam mobil Rey tidak henti hentinya tersenyum seraya memejamkan matanya, Alex yang melihat perubahan dalam sikap tuannya pun tersenyum senang.
***
Di kediaman keluarga Louis Nyonya Helena dan Elina sedang merencanakan sesuatu, Mereka ingin mengambil alih perusahaan Tuan Albert atas nama mereka. Satu satunya cara adalah untuk melenyapkan Olivya.
" Maa apa rencanamu untuk melenyapkan Olivya? " Ucap Elina seraya duduk disamping ibunya.
" Mama juga masih bingung bagaimana cara melenyapkan anak sialan itu " Ucap Nyonya Helena.
" Tapi ma jika dia langsung di lenyapkan itu tidak akan membuatnya menderita "
" Tenang saja untuk saat ini mama tidak akan melenyapkan Olivya, Tetapi mama akan membuatnya semakin menderita " Ucap Nyonya Helena tersenyum licik.
" Ma aku juga ingin jadi artist " Ucap Elina.
" Apa kau tidak mau mewarisi perusahaan ayah tirimu? " Tanya Nyonya Helena.
" Tentu saja aku mau tapi untuk saat ini aku ingin jadi artist terkenal ma, Aku bosan mendengar pujian untuk Olivya di kampusku " Rengek Elina.
" Baiklah nanti mama akan meminta kenalan mama untuk menjadikanmu artist dalam waktu singkat " Ucap Nyonya Helena tersenyum licik.
" Wah benarkah ma? Terimakasih mama kali ini aku akan lebih terkenal dari Olivya huhh liat saja nanti " Ucap Elina menyeringai.
Mata mata di keluarga Louis pun segera memberi tahu rencana ibu dan anak itu pada Rey. Rey pun tersenyum licik karena jika Elina menjadi terkenal itu akan mempermudah rencananya.
***
Tokk...Tokkk..Tokk..
" Masuklah.. " Sahut dari dalam ruangan.
" Permisi Tuan Max, Ada apa anda memanggil kami? " Tanya Aiden pura pura tidak tahu.
" Duduklah dulu.. " Ucap Tuan Max seraya menutup laptopnya dan menatap mereka berdua, Aiden dan Clarisa pun duduk berusaha tenang.
" Begini... Aku sudah mendengar rumor yang beredar tentang kalian, Apa ada penjelasan dari kalian? " Ucap Tuan Max serius.
" Begini tuan kami di jebak saat makan malam dengan Tuan Rey " Ucap Aiden membela diri.
" Benar tuan kami hanya di jebak " Imbuh Clarisa.
" Tuan Rey? Bagaimana mungkin dia menjebak kalian? Bukankah Nona Clarisa sendiri yang menggodanya sewaktu acara jamuan pekan lalu? " Ucap Tuan Max.
" Aa..anu tapi kali ini kami benar benar di jebak tuan percayalah pada kami " Sangkal Clarisa.
" Aku tidak percaya alasanmu pasti kau sudah menggodanya lagi dan berusaha menjebaknya tetapi malah kalian sendiri yang terjebak " Ucap Tuan Max.
" Bukankah sudah aku peringatkan? Jangan berani mengganggu dia tapi kalian tidak mendengarku sekarang kalian malah berusaha menjebaknya, Aku sudah tidak bisa mentolerir kelakuan kalian. Aku jadi mengalami kerugian karna ulah kalian ! Sekarang kalian tidak perlu berada di sini lagi. " Imbuh Tuan Max.
" Tapi tuan... " Ucapan Clarisa terpotong setelah melihat isyarat untuk diam dari Tuan Max.
" Nona Clarisa anda bukan model di Management ini lagi silahkan kau pergi dari sini dan anda Nona Aiden kau juga diberhentikan secara paksa karena ada yang melaporkanmu tentang prostitusi dengan modelmu " Ucap Tuan Max, Clarisa dan Aiden pun hanya diam dan tidak bisa berkata apa apa lagi.
Tokkk... Tokk... Tokkk...
" Permisi tuan kami datang untuk menangkap Nona Aiden atas tuduhan prostitusi di dunia modeling " Ucap salah satu polisi.
" Silahkan pak " Ucap Tuan Max.
" Mari nona ikut kami " Ucap polisi tersebut.
" Tidak pak, Saya tidak mau saya tidak bersalah !!! " Teriak Aiden histeris, Clarisa pun hanya diam merasa takut.
" Nona tolong jangan menyulitkan kami, Jelaskan saja dikantor nanti " Ucap polisi tersebut seraya memborgol tangan Aiden.
" Clarisaaaa tolong aku !!!! " Teriak Aiden tapi Clarisa hanya diam dan pergi.
Polisi pun membawa keluar paksa Aiden, melihat kejadian itu para model dan staff disana bergosip. Olivya dan Riska juga melihatnya, Olivya merasa kasihan tapi tidak dengan Riska.
" Kasihan sekali kak mereka " Ucap Olivya.
" Untuk apa kasian? Toh mereka sendiri yang membuat dirinya seperti itu sudah lah lagian mereka juga sering berbuat jahat padamu. " Ucap Riska membuat Olivya diam.
Model lainnya pun sedang bergosip seraya mencibir Aiden dan Clarisa, Clarisa pun sudah pergi dari gedung itu. Berita tentang penangkapan Aiden dan di depaknya Clarisa dari Maxime Management menjadi berita utama hari ini.
Para wartawan pun segera memadati apartemen Clarisa, Clarisa pun terkejut dan meminta supir taksi untuk membawanya ke hotel.
" Sialannnn !!! Kenapa bisa jadi beginiii !!! Sekarang apa yang harus kulakukan aku benar benar tidak bisa berpikir lagi, Aku tidak mungkin bisa menjadi model lagi. Aku juga tidak mau kembali ke kampung !!! Semua ini gara gara manager bodoh itu !!! Kenapa bukan riska saja yang menjadi managerkuuu aku pasti akan sukses seperti olivya !!! Dia bahkan di kontrak tuan rey aku benar benar irii !!! " Umpat Clarisa dalam hati.
Sebenarnya dulu Clarisa tidak menghalalkan segala cara untuk karirnya tetapi karna melihat Olivya terkenal dalam waktu yang cukup singkat membuatnya iri hati dan Aiden memanfaatkan situasi itu untuk menghasutnya agar dia tidur dengan beberapa pengusaha agar di sponsori dan semakin terkenal.