My Wedding Dream

My Wedding Dream
33. Jualan, Ketakutan, Penasaran



Setelah satu bulan sejak dirinya tidak lagi bekerja ditempat sebelumnya, ia kini berjualan siomay keliling sambil mencari informasi lowongan kerja. Sebenarnya saat pertama kali jualan ia merasa sangat canggung sekali, namun sekarang hal itu sudah berkurang.


Sekarang dia mulai nyaman dengan apa yang dilakukannya sekarang. Banyak melihat tingkah laku pembeli yang rata-rata adalah anak kecil, membuatnya jadi ingin punya anak kecil sendiri. Sebenarnya ia sudah berusaha hampir setiap malam, tapi memang belum dikasih kepercayaan saja oleh yang diatas.


Lagipula kondisi keuangannya sekarang lagi kurang stabil, untungnya ia punya istri yang pandai mengolah uang. Dia juga yang membuatnya tetap kuat setelah dipecat. Rasanya beruntung sekali punya istri Salma.


Hal yang menyebalkan saat berjualan menurutnya itu kemarin, saat mantan datang tanpa sengaja. Sebenarnya dia tidak masalah, cuma dia itu tidak tahu malu. Dulu aja saat Fiky berharap dia malah pergi, sekarang setelah rasa itu hilang dia baru minta balikan. Memang parah itu orang. Fiky jelas menolak mentah-mentah ajakannya. Ia sekarang bahkan berusaha untuk tidak melewati jalan itu lagi apapun yang terjadi.


Dia mungkin dulunya suka mainin gonta-ganti pacar, namun sekali serius ia bisa menjadi makhluk paling setia dimuka bumi. Setelah mengenal Salma, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk terus bersama dengannya hingga maut datang . Menurutnya, istrinya adalah tujuan hidupnya sekarang. Demi dia, ia akan melakukanakukan apapun asal ia bisa bahagia.


Godaan mantan seperti apapun takkan ia hiraukan. Dia telanjang pun Fiky takkan tergoda. Ia akan berusaha setia apapun yang terjadi. Ia merasa, sebagai seorang lelaki memang sudah seharusnya bersikap begitu.


***


Centini beberapa hari ini jadi semakin takut dengan Dani, keponakan bosnya itu. Bukan tanpa alasan kali ini. Ia pernah beberapa kali memergoki Dani seperti sedang berusaha untuk mengintipnya. Rasanya sungguh tidak nyaman.


Ia ingin sekali bilang kepada Bosnya, tapi keponakannya itu benar-benar bermuka dua. Ia bisa dengan mudah membalikkan fakta. Lagian ia juga tak ingin membuat kecewa kakaknya Salma.


Ia ingat waktu itu ia datang tanpa harapan dirumahnya Salma. Waktu itu, dirinya yang hancur ditolong oleh mereka. Ia tak tahu dengan apa harus membalasnya, yang ia tahu ia tak ingin mengecewakan kakaknya. Sebisa mungkin ia akan berusaha untuk bertahan. Ia melakukannya demi untuk membalas budi mereka.


***


Abangnya Salma, belakangan ini merasa gelisah. Entah kenapa rasanya selalu bermimpi buruk mengenai Centini. Di dalam mimpinya ia selalu melihat dia seolah minta pertolongannya. Ia berteriak dengan suara yang memilukan.


Setiap kali ia bercerita mengenai mimpinya itu kepada Centini, ia hanya ditertawakan saja olehnya. Seolah-olah tidak terjadi sesuatu, hanya saja dari nada suaranya, nampak sekali suaranya terdengar seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu. Abangnya Salma ingin tahu , tapi ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sekarang.


Dia mendapatkan pekerjaan dari salah seorang temannya. Gajinya lumayan besar tapi tidak bisa ditinggal. Ingin rasanya ia berhenti saja agar bisa menemui Centini. Tapi ia merasa tidak enak. Dalam setiap doanya, ia selalu berharap Centini baik-baik saja.