
"Ampun, jangan hajar aku lagi. Aku salah apa sama kalian?" Dengan tangan dan kaki terikat di sebuah pohon Ayahnya Centini minta maaf kepada sekelompok pemuda yang menculik dan menghajarnya.
"Enggak ada salah sih sebenarnya. Tapi aku memang lagi pingin aja menghajarmu," sambil meninju pria setengah baya itu Abangnya Salma berkata. Terlihat wajahnya sangat puas saat memukuli pria itu.
"Tolong lepasin aku. Aku harus mencari anakku yang kabur," Kata pria itu lagi.
"Lepasin? Soal itu nunggu kamu mati dulu. Kau bilang mencari anakmu yang kabur? Buat apa? Mau diperkosa lagi?"
"Enggak. Aku enggak pernah melakukan hal seperti itu. Tolong lepasin aku," sambil terus menahan sakit dia berkata dengan setengah terisak.
"Mau dilepaskan? Syaratnya berat lho," perkataan yang disampaikan dibarengi senyum jahat ala psikopat.
"Apa syaratnya?"
"Bagian yang menggantung di selangkanganmu ku potong sampai tak bersisa. Mau?" senyumannya makin menjadi, ditambah ia sedang memegang gunting besar ditangannya.
"Jangan, jangan di potong. Aku masih membutuhkannya," Tentu saja dia pasti bakal menolak.
"Untuk memperkosa wanita lain? Enggak akan ku maafkan."
"Aku cuma melakukan hal itu pada istriku saja," wajahnya sangat ketakutan sekali.
"Omongan bajingan mana bisa dipercaya. Lagian anak tiri yang kau nodai itu ada di rumahku. Jadi jangan khawatir."
"Beneran?"
"Lihat ini," Abangnya Salma berkata sambil menunjukkan fotonya Centini yang sedang tertidur pulas.
***
Bukan masalah setia kawan atau tidak, sebagian dari mereka ada yang baru dan akan memulai rumah tangga. Kalau diri mereka sebenarnya tidak masalah. Yang mereka masalahkan adalah kehidupan pasangan mereka. Bagaimanapun cita-cita mereka adalah membahagiakan orang terkasih yang akan menemani sepanjang hidup.
Setelah diberitahu fotonya, mereka segera bergerak. Untunglah tidak sampai seharian mereka berhasil menemukan sasaran. Dengan sedikit trik kotor mereka bisa membuatnya tidak sadarkan diri dan kemudian mengikatnya disebuah pohon besar yang tumbuh ditempat yang hampir tidak ada manusia disana . Setelah selesai, masing-masing dari mereka langsung pergi. Setidaknya mereka sudah menuruti kehendak temannya yang terbilang gila oleh mereka.
Biasanya orang sudah lama temu kangen di mana gitu, ini malah minta bantuan buat menculik orang. Mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi benar-benar tindakan gila. Sesuatu yang tak pernah terduga itu rasanya tidak ingin dipercayai walaupun kenyataan.
***
"Kau memang tidak punya salah, tapi aku akan menghukum kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Aku akan mengantarmu ke neraka paling dalam."
"Jangan bunuh aku. Aku mohon!"
"Setidaknya kita berdua bakal ke neraka bersama," abangnya Salma benar-benar terlihat seperti seorang psikopat sungguhan. Senyumannya terlihat sangat menakutkan. Mungkin itu adalah luapan dari rasa kecewa karena waktu itu ia tak dapat menyelamatkan seorang wanita dari jeratan nafsu sang ayah .
"Kalau begitu ceritakan dosa yang tak bisa diampuni itu. Aku tidak akan membunuhmu," abangnya Salma mulai melunak. Setelah sempat menggila akhirnya dia mulai berpikir juga. Sebenarnya lebih enak membunuhnya langsung, tapi ia tidak ingin masuk penjara. Lebih baik menggiring dia ke penjara, toh dia juga bakal kena siksaan yang lebih berat disana. Ia sudah sering mendengar bahwa di penjara napi yang memiliki kasus serupa tak akan diampuni oleh siapapun disana.
Ia sebenarnya tidak ingin membagi kesenangan ini, tapi kalau sampai membunuhnya masa depannya bakal suram hanya karena dia menghabisi lelaki bejat satu ini. Ikan yang terlihat lezat ini mau tidak mau harus diberikan kepada orang lain.
"Baik, aku bakal jujur. Tapi aku mohon lepaskan aku , aku sudah enggak kuat lagi begini."
"Ceritakan dulu semua perbuatanmu, baru ku ampuni nyawamu."
"Baik, aku akan ceritakan semuanya," pria itu kalah, dia menceritakan segala kebejatannya dari awal hingga akhir. Sembari mendengarkan, Abangnya Salma merekam cerita itu. Bagaimana juga kali ini ia akan melaporkan kejadian yang membuat seseorang yang tidak bersalah menjadi trauma. Biar, disana ia dapat hukuman. Walaupun tidak mati dipenjara, saat keluar pun ia bakal mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan bejatnya itu.