My spoiled husband

My spoiled husband
23



"Kau mau jus tomat?."


"Tidak suka tomat."


"Lalu kenapa kau menanam tomat?."


"Ibu dan bi Tari menyukainya, jadi aku menanamnya, kau juga suka tomat?."


"Aku? aku juga tidak suka. Oh, bagaimana jika jus wortel saja?."


"Em.. iya."


"Ya sudah lepaskan dulu, aku akan mengambilnya."


"Tidak, biar aku saja, kau sedang hamil."


"Baiklah, cabut 2 buah wortel, aku akan memetik beberapa stroberi untum membuat kue, bolehkan?."


"Boleh, jika kau kuat melakukannya, sayang."


"Oke."


"Hai, kalian sedang apa?." celetuk Mila.


"Mencuci." sahut Arjuna.


"Kenapa mencuci di kebun?."


"Apa kau tidak melihatnya, huh? apa matamu bermasalah?."


"He-hei, santai."


"Tch."


"Arjunaaa... tidak boleh seperti itu dengan orang lain."


"But i don't like she, babe."


"Walaupun begitu, kita harus tetap menghargai."


"Permisi tuan.. nona.. nyonya Rika, nyonya Jeo, tuan Ko dan nona muda Sasa pulang."


"Lalu?."


"Mereka ingin menginap disini, tuan."


"Begitu. Baiklah, terimakasih."


Arjuna berdiri dan mendatangi istrinya.


"Ayo, nanti saja kita lanjutkan."


"Tapi--"


"Sudah, biar bi Rini saja yang mengambilnya."


"Benar, non, biar saya saja."


"Ya sudahlah."


...~`• - •`~...


Didalam, Violet mendatangi mendatangi anggota keluarga dirumah itu, sedangkan Arjuna pergi membersihkan tubuhnya.


"Cantik sekali menantunya.. pasti Violet ya?." ujar Jeo, tante Arjuna.


"Iya, tante.."


"Hmm.. Arjuna main berapa ronde, sayang? sampai langsung jadi gitu." timpal Rika.


"Ibu.."


"Ahahaha ibu bercanda."


Violet menoleh ke samping kanannya, ia melihat Sasa yang hanya berdiam diri dan ia berinisiatif mengajaknya berbicara.


"Halo.. namanya siapa, cantik?."


"Sasa.. Sasa Claudia."


"Namanya cantik seperti orangnya."


"Aunty bisa aja."


"Kamu tidak sekolah?."


"Izin, tan."


"Dia pura-pura sakit hari ini agar tidak sekolah, hah.. anak pemalas." sahut Ko.


"Ah.. begitu. Em.. bagaimana jika kita makan buah stroberi, anggur, ceri, dan buah-buahan yang lain saja?."


"Oh ya benar, kebun dibelakang sudah jadi." lanjut Clea.


"Benarkah?!."


"Tentu saja benar, ayo."


"Cari Violet?." tanya Rika.


"Iya."


"Dia sedang di kebun bersama Clea dan Sasa." kata Rika.


Arjuna mengangguk dan ingin menyusul, namun, Ko mencegatnya.


"Biarkan saja mereka, lagipula mereka para perempuan dan kita para lelaki bermain catur saja. Aku akan membuat hukuman bagi yang kalah, jika kalah akan mendapatkan dare dari yang menang.''


"....Baiklah."


...~`• - •`~...


"Payah, masa kau kalah? bukankah dulu kau sering menang?."


"Sudahlah, cepat kasih saja dare nya.''


"Hm? kau ingin cepat-cepat memeluk istrimu? tapi kan dia sudah kembali dan sedang membuat kue, melihatnya dari sini juga bagus daripada memeluknya."


"Aku tidak sama seperti om."


"Ah iya juga, kau kan mirip dengan ayahmu."


"Candaan om tak lucu, tentu saja aku anak ayah."


"Hahaha.. baiklah-baiklah. Dare nya yaitu... kau jangan memeluk ataupun menciumnya hingga nanti malam."


"Apa? apa tidak ada dare yang lain selain itu?."


"Tidak ada, om sudah memikirkannya matang-matang, om tahu kau begitu lengket dengan istrimu itu. Kenapa kau terlihat kecewa?."


"Aku benci dare ini."


"Ayolah, nanti malam kau bisa sepuasnya memeluk atau menciumnya."


"Hm."


"Jika kau melanggarnya, kau harus mentraktir kita malam ini."


Arjuna hanya mengangguk dan kemudian pergi mendatangi sang istri. Tapi, sebelum ia memeluk Violet, ia berhenti di belakang Mila dan berucap.


"Apa yang kau campurkan di dalam kue buatan mu tadi? apakah racun? atau.. sesuatu yang dapat memabukkan seseorang?." bisik arjuna, agar tak ada yang mendengar.


Perkataan Arjuna mengagetkan Mila yang sedang mengolesi krim di kue buatannya. Mila berbalik dan menjawab.


"A-aku tidak! aku tidak mencampurkan apapun kedalam kue itu! aku hanya menambahkan gula."


"Hei, kalian berdua kenapa ribut-ribut? apa ada sesuatu yang salah?." tanya Violet dengan pandangan yang masih sibuk mengajari Sasa.


"Babe.."


"Hm?."


Violet menoleh kesamping, namun, ia terkejut dengan Arjuna yang tiba-tiba ada disampingnya.


"Kau hobinya mengageti orang saja. Ada apa?."


"Jangan memakan kue buatan wanita itu."


"Iya-iya, baiklah."


"Aunty.. krimnya habis."


"Oh, tunggu ya."


"Babe.."


"Apalagi?."


Wajah cemberut terpasang diwajah lelaki itu, sangat lucu.


"Iya.. apa? cepat katakan."


"Kata om, dare nya aku harus itu sama kamu."


"Itu?."


"Lho?! dare nya bukan seperti itu, tapi kau mulai dari sekarang jangan memeluk ataupun mencium Violet, kau ini main mengganti dare dari om saja." pekik Ko.


Arjuna tak menghiraukan dan tetap mendekati sang istri. Ia memeluk dan mencium pipi Violet.


"Kau melanggar dare dari om Ko."


"Aku tidak peduli, aku tidak bisa tidak ada di dekat mu walau hanya sehari, hidupku seperti hampa, tak ada kehidupan."


"Kau ini, kebanyakan alasan."


"Kau melanggarnya, berarti malam ini kau harus mentraktir kita semua."


"Asik! makan sepuasnya!." pekik Clea.


"Itu tidak masalah."


"Baiklah, nanti biar om yang akan carikan restoran terbaik."