
siang ini setelah Andre makan siang Andre seketika mendapat kabar tentang ayah nya,yang berada di rumah sakit Singapura.
tiba tiba ponsel Andre berdering
"hallo mam,???
Andre menjawab telpon dari mama nya,
"Dre gimana kabar kamu???
"baik mam, aku sehat gimana keadaan mama dan papa di sana..apa papa sudah mendingan,,"
"syukur jika kabar mu baik, Dre kamu kesini ya, papa kamu sekarang sedang kritis,, kamu hubungi Kaka mu,,,
" apa mam, kenapa mama baru ngabarin aku mam, baiklah aku kesana mam ,mam yang sabar tunggu aku doakan ke adaan papah agar cepat membaik. .. "
"iya Dre , trimakasih sayang,kamu tidak usah panik ya tetap tenang,,,."
"ia mam, aku sebisa mungkin akan tetap tenang,"
"ya sudah mama tutup telpon nya dulu ya sayang ..
" mama Andre pun mengakhiri telpon nya.
"RAN keruangan saya,sekarang!!! ...
"ia pak ada apa.."
"bawa baju mu dan baju ku ,kita akan ke Singapore sore nanti "
dan Andre pun langsung menyuruh Rania menyiapkan tiket dan pakaian nya dan Andre , Andre mengajak Rania ikut ke Singapore untuk menemani nya.
"dan jadwalkan ulang meeting dengan klien aku akan menjenguk papahku ke Singapore"
"baik pak, apakah pa Wijaya sakit nya parah pak.. " tanya rania, yang merupakan mantan sekretaris pak wijaya dulu ..
"ia RAN papaku sedang kritis, " jawab Andre lesu..
"sabar ya pak, kita doakan pak Wijaya semoga cepat melewati masa kritis nya.. "
Rania pun replek memeluk pak Andre dan mengusap punggung nya,,,
"makasih ya RAN,," wajah Andre seketika memerah karna di peluk sang pujaan hati..
"maaf pak saya replek peluk bapak,, maafin saya pak.." Rania meminta maaf..
"gak papa kok RAN aku ngerti" ..
senyum Andre pada Rania
wajah Rania pun langsung memerah..
dan pamit keluar untuk menyiapkan keperluan Andre dan dirinya..
setelah selesai mengepak barang bawaan nya untuk di bawa ke Singapore, Rania pun menelpon supir nya untuk mengantarkannya kerumah pak Andre dan mengemas barang bawaan Andre,
dan kembali ke kantor setelah mengurus semua yang di perlukan,,
"RAN, ada apa,,,kok kamu buru buru gitu,,," tanya Santi
"ia san , aku sama pak Andre mau ke Singapore, mau menjenguk pak Wijaya san, pak Wijaya kritis,, " jawab Rania dengan wajah yang khawatir