
andre dan rania sampai di tempat bunda rania tinggal, dan memarkirkan mobil y di depan halaman rumah.
"assalamu'alaikum bunda. " mereka berdua memberi salam.
"Walaikum salam, sudah pulang" balas bunda.
"iya bun, nih mas andre bawa makanan buat nanti buka, aku taruh dapur dulu yah bun. "
rania melangkah menuju ke dalam dapur.
"sehat bun, "sapa andre pada calon mertuanya
" alhamdulillah, bunda sehat ,, gimana persiapan nya, sudah semua"
"iya bun sudah, tinggal menunggu hari H
nya.."
"semoga semua nya lancar yah , bunda hanya bisa berdoa untuk kelancaran kalian"
"iya bunda, terimakasih atas do'a nya, aku bersyukur mendapatkan restu dari bunda sangat lah penting.. "
"bun,, " rania memeluknya dari belakang.
"heii sudah besar loh,,, masih saja begini.. "
"gak papa bun, kapan lagi aku begini, "
"mas, mandi dulu sana.. aku siapin bukaan dulu"
"iya... mas naik dulu, "
andre pun beranjak dari duduknya, dan pergi menaiki tangga masuk kedalam kamar.
.
.
setelah adzan magrib berkumandang, mereka menyantap makanan yg terhidang di meja makan.
setelah melaksanakan sholat tarawih dan makan malam andre pun pamit pulang
.
"bun, andre pamit pulang dulu yah,, "
"iya, nak hati hati di jalan,"
bunda dan rania mengantarkan andre keluar.
setelah andre melajukan mobil nya menuju perjalanan pulang , tiba tiba mobil nya di hadang oleh tiga orang pereman dan diberhentikan di jalan sepi.
"turun... " gertak pereman itu sambil menggebrak kaca mobilnya.
"turun, serahkan semua barang berharga mu,kalau tidak aku akan membunuhmu"
"dkk, hadapi aku dulu kalo kau mau" andre pun tidak takut terhadap preman preman tersebut.
salah satu preman memulai perkelahian nya, dan di susul oleh teman teman nya,
dan salah satu dari mereka mengeluarkan pisau belati nya, dan ingin menikam tubuh nya, tapi sayang usaha mereka gagal, andre dengan cepat menghindar dan mengalahkan mereka semua dengan tangan kosong, karna ilmu bela diri yang ia pelajari sejak kecil andre menguasai beberapa jurus bela diri, hingga bisa melindungi diri nya dari bahaya..
preman itu terkapar di bahu jalan, dan andre segera menelpon polisi agar cepat menangkap mereka, karna andre khawatir bukan dirinya saja yang akan jadi korban jika di biarkan begitu saja.
tak lama polisi itu datang, dan membawa mereka ke kantor polisi, dan andre pun ikut untuk di mintai keterangan.
setelah sampai rumah andre membaringkan dirinya, dan merasakan lelah, dan sakit di bagian bahu nya,yang terkena sayatan pisau saat berkelahi tadi,
ia mengobati lukanya, dan tak ingin memberi tahu siapapun, tentang kejadian ini, karna andre sangat khawatir mereka akan menjadi cemas jika mendengar kabar tidak enak ini.
setelah mengobati luka nya, andre melihat layar ponselnya, dan melihat beberapa panggilan yang tak terjawab,
dan beberapa pesan masuk.
"mas kamu sudah sampai, "
"mas, "
"mas, kok gak di angkat"
andre melihat pesan pesan itu dan langsung bergegas menghubungi calon istrinya itu.
"hallo assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam,"..
" maaf sayang tadi aku ada urusan sebentar, jadi gak liat handphone "
"iya gak papa, mas sudah sampe"
"iya mas baru sampe rumah"
"syukurlah, aku khawatir karna kamu gk ada kabar,, karna kamu pulang sendiri sekarang lagi rawan mas, "
"iya,, mas gak kenapa napa kok, mas ngerti kamu khawatir, maaf yah sayang.. lain kali mas kasih kabar dulu kalo ada kepentingan..
" iya mas,, bobo gih mas pasti cape, besok kan masuk kerja"
"iya sayang,,, mas tidur dulu yah, selamat malam sayang, mimpiin mas yah"
"ihh... mass..
iya, malam juga.. " rania tersenyum, malu dan merebahkan tubuh nya ke kasur. ..
sambil memeluk handphone yang di pegangnya