my love secretary

my love secretary
biang onar



"kamu sering sering lah main ke kantor" Rangga yang sedang duduk di kursinya membuka suara setelah beberapa saat sibuk melihat lihat isi laptopnya.


"untuk saat ini belum bisa sering sering,, aku juga sedang mempersiapkan untuk pernikahanku, dan lagi lusa sudah mau masuk ramadhan, waktu nya jadi makin berkurang"


.


"iya iya... calon pengantin... jangan terlalu cape, dan stres, harus cukup istirahat"


"iya Abaaang ... terimakasih atas perhatiannya" Raniapun tersenyum melihat ke arah Rangga yang duduk di kursinya,sedangkan Rania duduk di sofa,dan menunggu seseorang.


"kamu kemarin habis pulang, "


"iya kak, aku lagi kangen aja sama bunda, tapi bunda juga nanti kesini kok"


"oh, , syukurlah.aku belum sempat berkunjung kerumah ayahmu,salamkan saja yah padanya."


"siap komandan, "


"ya elaaah mulai..." tawa nya pun tergelak..


sedangkan di luar pintu diam diam ada yang penasaran apa yang mereka bicarakan, dan tak sengaja pintu itu terbuka.


siapa yang ada di balik pintu itu,,,,???


ya siapa lagi kalau bukan Clara ,yang ingin tahu siapa yang membuat nya bangkrut,hingga yang tersisa rumah yang ia tempati saja.


"Clara" Rania kaget melihat Clara terhuyung masuk kedalam ruangan


"ka...kamu..." Clara menunjukkan jarinya pada Rania. kaget melihat Rania yang ada di kantor bekas milik ayahnya itu.


"ada apa???" Rania membalas ucapan Clara


"jadi kamu,,, yang bikin aku bangkrut"


Clara menampar Rania di depan Rangga.


"cukup,, kamu ini apa apaan,, masuk tanpa permisi dan langsung membuat onar" Rangga mulai emosi dengan kehadiran Clara.


"biarkan dia bicara,kak...,aku akan mendengarkan apa yang dia keluhkan"


Rangga pun menuruti kemauan Rania.


"bicaralah, " Rania sambil duduk di sofa nya.


"aku ingin kamu kembalikan perusahaan ini padaku"


"atas dasar apa kamu meminta yang bukan milikmu lagi"


"kamu ,,," Clara berdiri dari duduknya


"apa,,, kamu kira aku gak bisa lawan kamu,,, aku masih kasihan sama kamu.. rumah dan aset yang lain tak ku ambil juga"


"kamu kira, dengan harga saham perusahaan mu yang menurun drastis setelah penolakan kerja sama dengan Wiratmaja ,kamu bisa mempertahan investor lain, saham pemegang saham banyak yang di jual dengan harga murah,, lalu apa salahnya aku membeli, dan memajukan lagi perusahaan ini,kamu sudah tidak peunya hak lagi di sini"


"ini perusahaan papah ku..dia yang membangun ini dari nol. " Clara pun bersih kukuh dengan pendirian nya.


"pikirkan kesalahan mu, kamu yang menyebabkan semua ini, "


"aku,,"


"yahh kamu,dengan gaya hidup sosialita mu kamu sering memakai dana perusahaan,dan kamu juga sudah membuat aku malu tempo hari"


"kapan aku mempermalukan mu, "


"haahh,,, kamu gak inget,,, biar aku kasih tau dosa kamu ke aku..,, kamu itu dulu teman baik ku, tapi kamu malah merusak nya dengan menikung pacarku, dan baru baru ini,, kamu juga menampar aku di mall, apa kamu gak mempermalukan aku, kamu itu sudah keterlaluan, sebaiknya kamu itu pikirkan akibat dari semua itu,,,"


"aku tidak pernah menyesal, membuat kamu menderita" Clara semakin menjadi.


"oohh, begitu,, jadi aku juga gak menyesal membuat kamu seperti sekarang.jatuh miskin dan membuat kamu malu"


"awas saja nanti,tunggu pembalasan ku"


"gak mungkin, aku pasti bisa merebutnya kembali ,,kamu tunggu saja sampai aku merebutnya kembali"


.


"baiklah,jika kamu bisa, sudahlah aku tak ingin ribut dengan mu, aku sudah memaafkan kamu, sebentar lagi bulan ramadhan,aku gak mau memendam benci kepada mu,"


"halaah alasan,,, "


"tolong panggilkan security,,aku sudah malas meladeni dia"


dan seseorang pun memanggil kan keamanan di kantor Rania,dan segera membawa Clara keluar,


"pak, lain kali jika orang ini masuk kesini lagi. usir saja ,,,masukan ke dapat blacklist.


"baik Bu"


security itupun menurut pada bosnya.


.dan setelah tak lama security membawa Clara keluar Andre pun tiba di kantor Rania.


"kamu duduk dulu ,,, mau minum biar aku buatkan" Rangga menenangkan rania yang sudah emosinya meningkat.


"terima kasih, "


Andre memasuki ruangan Rangga,dan melihat Rania menangis di sofa. dengan sigap ia langsung menghampiri Rania.


"kamu kenapa sayang,siapa yang membuatmu menangis, bilang sama mas"


Andre yang baru datang itu panik melihat wanita yang sangat ia cintai itu menangis. dan memeluk Rania erat.


Rangga yang baru masuk memberikan air pada Rania,


"minum dulu, biar kamu tenangan "menyodorkan segelas air pada Rania


"ada apa Rangga, kenapa dia menangis."


"pembuat onar datang, dan membuat Rania emosi"


"siapa yang kamu maksud,Sintia"


"bukan,, anak mantan pemilik gedung ini"


"Clara..,"


"heemm"


"beraninya dia masih mengusik kehidupan calon istriku"


"sudahlah mas, jangan di perpanjang,,,aku sudah maafin semua kesalahannya,aku juga gak


mau,gara gara dia , semuanya jadi kacau"


"Hem,, ia sayang,, mas akan ikut keputusan kamu.. "


"mas, kita makan siang bareng aja yah sama kak Rangga, "


"iya, ayo kita berangkat, "


"sini mas lap dulu air matanya, kamu gak usah pikirkan orang yang tak jelas seperti dia,fokus sja sama persiapan pernikahan kita"


"iya iya... "


"hmmmz,, jangan bikin jomblo iri doang,"


Ranggapun tersenyum melihat Rania yang sudah kembali tersenyum.


mereka bertiga pergi makan bersama, dan di luar pun sangat ricuh ,,, dengan kedatangan Andre ke kantor ini.


gosip gosip yang beredar berbeda beda, mereka hanya mendengar tanpa mengkonfirmasi hubungan mereka.dan mereka hanya ingin memberikan undangan saat nanti tiba waktunya