
Setelah rania dan Santi keluar dari kantor, mereka langsung menuju ke parkiran dan Santi sangat kagum dengan mobil yang ada di depannya.
"waaahhh,,mobil siapa ini.. keren" takjubnya
.
"mau naik " tanya Rania sambil tersenyum melihat kekaguman temannya itu.
.
"mau banget ran,tapi ini mobil siapa coba,maen naik naik aja mobil orang"
.
"ayo naik, Rania membuka pintu mobilnya dengan menekan tombol yang ada di kuncinya" .
.
"ini beneran,ini mobil kamu ran"
.
"iya san, bukan aku yang beli tapi ayahku yang beliin"
.
"oh iya,, aku belum pernah tau ayahmu sekaya itu"
.
"ayo masuk Dulu jangan di depan pintu aja" Rania mengajak Santi yang sedari hanya diam didepan pintu mobilnya masuk kedalam mobil,
"benar benar Baru kali ini naik mobil mewah,"
.
"jangan lebay deh, mobil mu juga kan bagus sama saja, rasa nya mobil itu sama"
.
"oh iya ran, dengar dengar perusahaan Clara bangkrut, kamu udah dengar"
.
.
"udah,maaf yah san, aku belum cerita sama kamu sebenarnya"
.
.
"sebulan yang lalu aku ketemu sama dia, dia nampar aku di depan banyak orang di mall, dia nuduh aku godain mas Andre,dia ngata ngatain aku di depan umum, aku terlalu sakit hati sama perilaku dia, dan aku sudah terlanjur kesal aku yang membuat keluarga Clara bangkrut"
.
.
"apaa...??? Santi kaget mendengar pernyataan Rania.
.
"maaf juga aku selama ini menyembunyikan identitas ku"
.
"sebenarnya aku anak dari Rudianto Wiratmaja , tapi aku gak pernah membuka identitas ku, aku hanya ingin kehidupan yang biasa, tak ingin mengandalkan nama orang tuaku" Rania menjelaskan nya panjang lebar kepada Santi , tentang siapa dirinya.
.
"aku ngerti ran,aku paham apa maksud mu. walaupun kamu orang punya atau orang biasa , aku akan tetap jadi sahabat kamu ran, walau aku sedikit minder dengan status kita, aku ngerti kok kamu ngelakuin ini semuanya agar kamu terlihat setara dengan kita" Santi memang sangat memahami Rania, dia tahu sifat Rania yang tak ingin terlalu terlihat menarik perhatian banyak orang.
" dan aku pikir ada bagusnya kamu menyembunyikan hal ini dari publik,kalau gak begini mana tahu kamu kelakuan si Robby dan Clara, "
"iya sih, tuhan begitu baik padaku, sehingga memperlihatkan kelakuan mereka kepadaku"
"tapi ayahku baru saja memperkenalkanku sama seluruh koleganya,, "
" tapi kamu sekarang kan akan menikah Ran , kamu gak perlu khawatir lagi , dan kamu mendapatkan pak Andre itu tidak mengandalkan keluarga mu"
"iya juga sih"
setelah mereka mengobrol banyak hal di mobil, akhirnya mereka sampai di kediaman Wiratmaja.
"ini beneran rumah kamu ran,," Santi terkagum melihat rumah Megah di hadapan nya.
"iya, ayo masuk"
"eh kakak sudah pulang, ini siapa kak" Kevin adik Rania yang melihat Rania dan Santi masuk langsung menyambut nya.
"Kevin ini kak Santi teman kakak"
"ah iya aku ingat, yang waktu itu di rumah kakak kan"
"ia, Vin,"
"hallo kak,"
"hallo juga,"
"ayo duduk dulu san, biar aku suru bibi bikin minum,"
mereka pun keruang tamu dan berbincang-bincang, ,, melepas kangen nya, yang sudah satu bulan tak bertemu .
setelah rania mengajak makan malam Santi, dan keluarga nya, Rania mengantarkan kan Santi.
setelah mengantar Santi Rania kembali ke rumahnya, dan melihat siapa yang ada di dalam rumah,, seorang lelaki yang sedang berbincang dengan ayahnya. ya siapa lagi kalau bukan calon suaminya. .
"mas, kamu sudah lama"
.
"baru kok, belum terlalu lama"
.
"aku ke atas dulu yah,mau ganti baju"
.
.
setelah mengganti bajunya dengan pakaian rumah, Rania dan kedua orangtuanya berbincang-bincang mengenai pernikahannya.
"gimana persiapannya, " ayah Rania menanyakan persiapan untuk acara pernikahan nya.
.
"Alhamdulillah sudah mencapai 80%,tinggal souvernir dan undangan yang belum di siapkan, gaun sudah 80% jadi,, " Andre menjawab pertanyaan ayahnya,
"iya yah, hari besok lusa aku sama mas Andre akan mendaptarkan pernikahan kita, "
"syukurlah kalau sudah tinggal sedikit"
.
"kamu sudah makan malam belum ndre" tanya mama Rania
"hmms belum mah, biar nanti Andre makan di rumah"
"kamu ini,kenapa gak bilang dari tadi, kak sana siapin Andre makan"
"ayo mas makan dulu,ikut aku"
Rania mengajak nya ke meja makan.
"kamu mau makan apa mas,"
"apa aja yang kamu masak"
"nasi goreng mau"
.
"iya,,"
"sebentar yah,aku buatkan"
tidak perlu menunggu lama, nasi goreng spesial dari Rania terhidangkan, dan Rania pun menyodorkan satu piring nasi goreng dan airnya.
"nih mas, makan dulu"
.
"trimakasih sayang" Andre pun melahap nasi goreng buatan Rania, yang selalu saja terasa enaka apa pun masakan yang Rania masak.
karna memang kemampuan Rania dalam memasak sangatlah ahli, karna sejak kecil ia sudah belajar memasak bersama bundanya,
dan di tambah lagi harus hidup mandiri di negri orang, beberapa tahun .
Rania menyelesaikan S1 nya di Harvard university,
dan menyelesaikan S2 nya di Singapura,
dengan jangka lima tahun, ia menyelesaikan semua study nya.
hingga ia belajar hidup mandiri, mengerjakan segala sesuatu nya sendiri.
jadi ia sudah terbiasa dengan hal memasak dan beres beres rumah.
benar-benar membuat orang lain takjub melihat Rania, sudah cantik pintar dalam segala hal, membuat Andre sangat beruntung mendapatkan cinta dari Rania.