my love secretary

my love secretary
pergi belanja



beberapa hari sudah ada di rumah, Rania sering menghabiskan waktunya untuk berkumpul dengan keluarga nya, ibu nya yang tinggal dengan adik perempuan nya dan anak adik nya sangat senang dengan kepulangan Rania,


sedangkan ia pun sangat senang bisa berkumpul dengan keluarga nya,


Rania pun mengajak keponakan nya berbelanja, ia pun pergi ke salah satu mall yang ada di kota nya,


"dek jalan jalan yuk ke mall" ajak Rania kepada ponakan nya,ponakan Rania itu laki laki tapi ia sering menemani Rania pergi bila sedang pulang


"ayo teh , nda anterin, tapi belanjain ya" sahut indra, indra memanglah masih remaja yang masih duduk di bangku sekolah kelas XI SMA,


"ayoo tenang aja, teteh beliin tapi jangan banyak-banyak, abis ntar duit teteh" jawab Rania sambil bercanda


"ah bisa aja si teteh mah"jawab Indra


"udah ayo pergi, ambilin kunci mobil nya di laci bawah TV teteh ambil tas dulu"


"asiaaappp" indrapun mengambil kunci nya dan menunggu Rania keluar.


"udah dek,ayo,, sini kunci nya!!


indrapun memberikan kunci nya dan masuk kedalam mobil


"teh mobil teteh baru," tanya Indra yang melihat mobil Rania berbeda dan dari Rania sampai memang di dalam garasi .


"bukan dek, ini mah mobil pacar teteh,mobil teteh dia yang pake" jelas Rania pada Indra


"wih pacar nya orang kaya ya teh mobil nya mewah gini" Indra takjub melihat mobil mewah yang ia naiki


"Alhamdulillah, dia orang yang ada dek, tapi kita kalo suka sama orang gak boleh cuma lihat dia kaya atau miskin, maka nya nanti kalo kamu udah gede cari pacar jangan yang cuma liat fisik dan materi doang" Rania dengan panjang lebar menjelaskan


"ia teh, ntar kalo udah dewasa nda cari kerja biar bisa banggain mama sama teteh yang udah nyekolahin nda" jawab nda dengan bersungguh-sungguh


"bagus kalo gitu, jadi anak baik,yang rajin belajarnya biar pinter "


"ia teh, nda akan rajin dan semangat buat belajar"


beberapa menit kemudian ia memarkir kan mobil nya di tempat parkir dan melangkah menuju pintu masuk mall, beberapa pasang mata melihat Rania,dengan tajam Tan terpesona, dengan kecantikan Rania, yang hanya berdandan natural dan sedikit riasan,



"ayo dek, kamu pilih aja yang kamu mau, teteh liat liat dulu " tutur Rania


"ia teh,nda mau liat sepatu ya teh,


"ia udah teteh juga mau liat sepatu"


Rania dan Indra pun memilih sepatu, setelah itu memilih beberapa baju dan ia pun membayar ke kasir,


saat ia mengantri di kasir, ada seseorang yang menjumpai nya


"Rania,kamu Rania kan " tanya seorang lelaki mendekat pada nya.


"eh,,ia aku Rania,"


"kamu masih kenal aku gak, aku Alfian,teman SMA mu dulu" ..


"ahh iaa Fian, apa kabar"


"baik,ran kamu apa kabar, "


"aku juga baik, ini anak mu" Rania menunjuk anak kecil yang di gendong Alfian


"ia Ran, ini anak ku ,kamu udah punya anak."


"ah aku merried aja belom, udah punya anak aja"


"ahh, aku kira kamu udah merried,"


"belum, doain aja yah biar jadi nikah"


"ah ia aku doain kok,. biar cepetan nikah,,,oh iya ini istriku" seorang wanita menghampiri mereka


Rania menjabat tangan istri Fian


"aku Rena, istri mas alFian"


"ah aku bayar dulu ya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi"


Rania memberikan belanjaan nya pad kasir, dan ia pun pergi ke smping nya, setelah mereka membayar ia pun pergi ke salah satu restoran yang ada di sana


"mba Rena Fian, kita makan dulu ya bareng"ajak Rania


"ia ayo aku juga udah laper, maklum anak masih asi" jelas Rena


"ia mba aku taro dulu belanjaan ya ke mobil sebentar,, nanti aku nyusul ke dalam, aku titip ponakan ku dulu."


"iya , tenang aja aku tunggu" jawab mereka


Rania pun pergi ke mobil menaruh belanjaan nya, dan ia pun segera kembali ke restoran menghampiri mereka


"maaf ya ,kalian jadi nunggu"


"ia gak papa, ayo mau pesen apa, aku udah pesan tadi " kata Alfian


"oke oke" Rania melambaikan tangan pada pelyan dan menunjukan pesanan nya


sambil menunggu makanan mereka pun berbincang


"sini aku mau coba gendong Dede nya dong,boleh gak"


"boleh kok, nih Dede nya"


"uuuuhh Dede,gemes bangett,,, lucu"


"kamu tinggal di mana sekarang ran, masih kerja"


"ia aku tinggal di Jakarta,aku masih kerja jadi sekertaris,ini Alhamdulillah aku ada libur seminggu jadi aku sempetin pulang, aku kangen sama bunda udah beberapa bulan gak pulang"


jawab Rania dengan panjang lebar


"oh, kerja nya harus kemana mana ngikutin bos nya dong"


"ya gimana lagi, udah kerjaan aku, aku juga udah nyaman sih sama kerjaan nya, kamu sekarang kerja apa "


"yah aku punya bengkel kecil kecilan, cukup lah buat nafkahin anak istri aku"


"wah udah punya usaha sendiri enak dong,"


"aku denger kamu juga buka toko sembako serba ada dan matrial , toko nya rame terus"


"ah ia, emang aku punya toko dan matrial, itu bisnis buat kehidupan mama aku,penghasilan nya, yang jaga juga bibi aku, "


"wah enak dong masih muda udah sukses"


"Alhamdulillah, di bilang sukses sih belum,tapi rejeki Alhamdulillah lancar"


"Alhamdulillah ya, semoga bisnis kamu makin besar yah"


"amiin, semoga bengkel kamu juga semakin besar dan rame ya"


setelah mereka makan dan berbincang mereka pun pamit, dan berpisah di parkiran,, Rania dan Indra pun pergi melaju menuju rumah,


******


Rania memang mempunyai bisnis matrial dan toko sembako, yang penghasilannya memang bunda nya yang simpan untuk kebutuhan Rania nanti, sedangkan bunda nya berbisnis di bidang fashion ia mempunyai beberapa butik dan juga puluhan kontrakan, bunda Rania yang memutuskn tidak menikah lagi setelah perceraian nya, ia pun membuka beberapa bisnis untuk menghidupi anak satu satu nya itu,


seusia Rania yang terbilang sukses dengan mempunya penghasilan sendiri tapi ia lebih senang bekerj di kantor sebagai sekertaris, .