
setelah pengumuman bangkrut nya PT Chevron ,Rania menyuruh orang kepercayaan nya menjadi direktur di perusahaan Chevron, ia pun mengganti nama perusahaan menjadi" Prima Tama internasional" dan menggabungkan cabang cabang perusahaan Rania yang terdahulu.
setelah menjadi direktur utama ,namun ia hanya sesekali mengecek pekerjaan kantor, ia tak terlalu tertarik dengan bisnis nya, ia hanya ingin mengembangkan apa yang sudah ia dapat.
namun ia menyerahkan nya kepada seseorang yang bisa dia percaya, yaitu Rangga. Rangga akan mengurus segala pekerjaan di kantor baru nya, dan hanya perlu memberi tahu Rania poin penting nya saja, karna Rangga tau Rania adalah wanita cerdas dalam berbisnis,namun ia hanya ingin menikmati sebagai wanita biasa.
setelah permasalahan perusahaan selesai,Rania pun sudah bisa bersantai lagi.
hari ini sungguh cerah, Rania berniat menemui Andre di kantor nya, dan ia juga penasaran siapa sekertaris baru yang Andre rekrut , Raniapun memajukan mobilnya dan menuju ke perusahaan Andre.
sesampainya nya ia di parkiran, ia pun menelpon Andre terlebih dahulu.
drrrtttt drrrttttt drrtttt
handphone Andre pun bergetar saat meeting mereka akan berakhir.
"maaf saya terima telepon sebentar" Andre pun mengangkat telpon nya
"hallo"
"mas, kamu ada di mana???
"mas masih di kantor, ada apa"
"ok ,gak papa aku ada di bawah, aku masuk yah"
"Iyah,mas lagi meeting dulu ,mas tutup yah"
"oh maaf aku ganggu,ya sudah" Raniapun menutup telponnya dan turun dari mobilnya.
Rania yang sudah lama, tak berkunjung ke perusahaan ini,merasa seperti baru ke kantor nya.
Rania pun berjalan menuju kantor Andre di tengah jalan salah satu karyawan menyapanya.
"hai Rania,, sudah lama tak kesini,"
.
"ia aku sudah tidak bekerja lagi di sini, aku sekedar mampir "
"kamu mau ketemu sama pak Andre yah"
.
Rania pun hanya tersenyum tak memberi jawaban,
"aku ke atas dulu yah, selamat bekerja"
.
"iya ,, kamu temui dulu sana,"
Raniapun memasuki lift khusus untuk Andre, agar lebih cepat sampai ke kantor nya.
setelah sampai di lantai 11, Rania pun melihat sosok gadis yang sedang bekerja di mejanya, siapa lagi kalau bukan Santi sahabat nya , teman sebangku nya.
"haiiiii, serius banget"
wanita itu berdiri di depan meja Santi dan membuat Santi terkejut.
"raniaaaaaaa" Santi pun langsung bangun dan memeluk Rania.
.
"kamu kok baru main ke sini, aku kangen"
"alaaaaahhhhh tinggal main ke rumah aja sih, kenapa . .."
"akukan sibuk,, kerja"
"iyaa iyaa,,, aku juga sudah pindah ke rumah ayah,, tapikan malah jadi lebih dekat " rumah ayah Rania memang berjarak dekat dengan rumah Santi hanya berbeda beberapa kompleks .
walau rumah Santi tak sebesar rumah Rania , dan Raniapun tak pernah mengajak Santi ke rumah ayahnya, Santi hanya tahu Rania hanya seorang anak yang sederhana, dan Rania pun tak pernah menceritakan latar belakang keluarga nya.karna santi tak pernah bertanya kepada nya.
walau anak orang kaya, tingkah Rania hanya seperti gadis biasa,tak pernah memamerkan apa yang ia punya, dan selalu apa adanya saja dirinya.
"mana aku tahu RAN, rumah ayah mu,kamu kan gak pernah bawa aku ke rumah ayah mu. "
"pulang kerja main yah ke rumah ku, pulang bareng aku,mau yah"
"kerjaan ku masih banyak,"
"biar aku bilang sama mas Andre, biar hari ini kamu pulang cepat"
"aku jadi gak enak, "
"biarin sekali kali ,aku ke kantor dulu yah " Rania tersenyum dan berjalan memasuki kantor Andre. menunggu di ruangan andre.tak lama Andre dan Bagas datang.
"siapa" Bagas tak mengenali Rania yang sedang menghadap belakang duduk di kursi Andre,
"bos kamu " kata Andre yang membuat Rania berbalik badan .
"mas," Rania baru menyadari Andre dan Bagas masuk..
"cantik sekali "Dalam batin nya.
"ini sekertaris kamu mas,," Rania menunjuk Bagas heran .. Rania pikir sekertaris Andre adalah wanita seperti dirinya.
"iya sayang,Bagas sekertaris mas,, Rangga kan sudah kamu ambil.." mengingat Rangga yang selalu mendampingi dan membantu Andre dalam segala tugas nya.
Rania hanya tersenyum mendengar celotehan Andre,yang seakan tak rela ia mengambil orang yang sangat dipercayai nya.
"mas sudah makan, kita makn siang bareng yah"
"belum sayang, iya ayo"
", aku ajak Santi juga yah"
"iya,,gas,ayo makan bersama kami" Andre pun mengajak Bagas, ikut makan bersama dengan mereka,mengingat Bagas dan santu adalah teman terdekat Rania.
"iya.. " Bagaspun ikut dengan mereka.
"kita mau makan di mana mas" .
.
"kita makan di restoran dekat sini saja,"Andre sembari ia menggandeng tangan Rania,dan membuat wajah calon istri nya merona.
"mass,, ini kantor mu loh"..Rania merasa canggung jika di tatap banyak pasang mata.
"gak papa, kamu kan calon istri mas,,"
mereka pun keluar dari kantor Andre,
"san, ayo ikut kita , Bagas juga ikut" Rania mengajak Santi
"boleh" Santi pun bergabung dengan mereka.
.
mereka pergi ke restoran yang dekat dengan kantor nya lalu makan bersama dengan teman-temannya,
sesekali melemparkan candaan dan tawa mereka berkumpul ,sudah lama rasanya tak berjumpa dengan mereka berdua. Rania sangat senang . .
setelah makan mereka pun kembali ke kantor dan mengerjakan pekerjaan nya kembali.
Andre dan Rania di dalam kantor, hanya mereka berdua. Andre menjadi kurang fokus melihat wanita cantik ini ada di dalam kantor nya.
iapun segera menyelesaikan pekerjaannya.
"sayang" Andre mendekat Rania yang sedang membaca buku di sofa ,
.
"hmm"
.
"mas kangen kamu,," .
.
"aku juga mas, maka nya aku kesini,, mas kan masih sibuk.. "
"iya sayang,mas kan menargetkan pekerjaan mas agar cepat selesai, biar pas nanti bisa honeymoon "
.
"mas, Minggu depan sudah masuk bulan ramadhan loh" ..
"iya sayang, hari Jum'at kita daftar ke kantor KUA "
"iya mas,, "
"oh iya, aku pulang duluan yah,aku ajak Santi main ke rumah"
.
"ya sudah, nanti mas nyusul kamu ke rumah"
.
.
"boleh Santi pulang cepat yah"
.
"iya sayang,,boleh"
"trima kasih sayang,, Rania mencium pipi calon suami nya itu.
terimakasih tuhan, telah memberikan lelaki yang sangat begitu sayang kepadaku ,Rania bersyukur memiliki Andre. setelah kepahitan dalam hidup nya terobati, Rania menemukan cinta nya.