
Rania dan Andre kembali ke kantor nya setelah menyelesaikan meeting dengan klien nya. .. Andre terus menggandeng tangan Rania sampai di suatu ruangan ia mengumumkan pada semua karyawan nya, bahwa ia telah bertunangan dengan Rania,
"selamat siang, pak" sapa salah satu karyawannya.
"siang " Andre pun menyapa mereka yang hampir tiba jam makan siang,
.
"hari ini saya akan memperkenalkan tunangan saya pada kalian semua.." Andre memperkenalkan Rania dengan seluruh karyawan nya, agar tidak ada gosip gosip yang tidak enak lagi tentang Rania,
"waahhh selamat ya pak atas pertunangan nya, jangan lupa ya pak nanti undang kita " mereka memberi selamat dengan tulus
"sebagai perayaan,kalian boleh makan apapun gratis di kantin, saya yang akan bayar , "
.
"wah beneran pak,,, terimakasih ya pak" sorak mereka bergembira bahagia ,
Rania yang hanya tersenyum melihat mereka yang langsung menyerbu kantin .
dan salah satu karyawan itu mendekat pada Rania, ya siapa lagi kalau bukan orang yang sangat mencintai Rania, namun harus mundur sebelum berperang , karna ia memilih melihat wanita yang ia cintai bahagia walaupun bukan dengan nya.
"hai RAN, selamat ya atas pertunangan kamu, " Bagas menghampiri nya dan memberikan ucapan selamat .
.
"terimakasih ya gas, " Rania pun tersenyum pada Bagas.
"pak Andre ,tolong jaga Rania dengan baik, jangan pernah membuat dia menangis,jaga selalu perasaan nya dan jangan sampai pernah menyakitinya" bagas meminta pada Andre.
.
"tenang saja gas, aku akan berusaha sebaik mungkin ,untuk menjaga dan membahagiakan nya kamu tidak usah khawatir " jawab Andre dengan sedikit nada kesal,, karna cemburu nya melihat Bagas begitu perhatian pada calon istrinya .
.
"terimakasih pak, kalau gitu saya permisi, aku duluan ya RAN" Bagas meninggalkan Rania, dengan perasaan yang sangat menyesakan dada nya.
****
setelah makan siang berlalu Rania pun kembali ke meja nya,dan mendata segala pekerjaan nya, dan segala jadwal Andre sebelum ia mengundurkan diri, dan saat itu Andre keluar dari kantor nya menghampiri Rania,
"Rania,kamu ikut saya nanti malam, ke acara ulang tahun anak pak Lee Cang min , direktur PT Chevron "
.
"aku sudah memesan gaun,.dan sebentar lagi sampai, "jelas Andre pada Rania.
.
.
Rania pun pergi ke salon terdekat kantor nya, dan memakai gaun yang diberikan oleh Andre, sangat pas dan sangat elegan, dres berwana maroon dengan sedikit hiasan di daerah dada dan pinggang nya membuat Rania semakin cantik di balut gaun mewah nya,
Rania pun keluar dari salon menghampiri Andre yang bersandar di body mobil di depan salon ,
mata Andre terpana melihat kecantikan Rania, yang sangat cantik sekali memakai gaun yang ia pilih.
"mas, ayo berangkat" Rania mengepak bahu Andre karna sudah ia panggil pun Andre tak bergeming. tak menghiraukan suara Rania.
"eehhh. iyaaa ayoo." Andre tergagap....
.
"mas kenapa sih" Rania yang merasakan keanehan pada lelaki itu.
.
"aku gak papa, aku cuma terpesona sama kamu,kamu cantik sekali" Andre memuji nya dengan tulus.
.
"ah mas, bikin aku malu saja, aku jadi GR nih" Rania dengan wajah merona. dan malu.
Andre pun tersenyum, melihat wajah Rania yang sangat merah.
saat mereka sampai di pesta nya, Raniapun turun dari mobil nya bersama dengan Andre membukakan pintu mobil nya, memegang tangan nya turun dari mobil..
Rania dan Andre pun jalan, memasuki gedung tempat acaranya di selenggarakan.
" Andree " tiba tiba ia memeluk Andre tanpa menghiraukan wanita yang berada di samping Andre.
Rania pun nersa kesal,dengan sikap wanita itu, tapi ia berusaha tenang, dan bersikap biasa.
"mas akhirnya kamu datang juga, " Clara melepaskan pelukannya,dari Andre
"iya aku datang, atas permintaan ayah mu"
.
"Clara" Rania kaget melihat wanita yang memeluk calon suami nya itu ,dia adalah orang yang sama yang pernah merebut kekasih nya dulu.
"Rania," Clara pun menyadari kehadiran Rania.
"kalian saling kenal" tanya Andre pada mereka berdua
"tidak, aku tidak kenal dia, mas aku keluar dulu, kamu temui saja dulu direktur Lee, aku permisi sebentar" Rania pun dengan sesak nya pergi meninggalkan Andre dan Clara.
Andre yang tidak tau permasalahan mereka pun, merasa ada yang salah, tapi ia tidak menanyakan nya pada Rania, ia tahu kalau Rania tidak akan memberi tahu nya.
..
.
"ayo mas, kamu mau ketemu papah,biar aku antar" Clara mengantarkan Andre, menemui papah nya, dan Andre pun mengikuti Clara.
.
"selamat malam pak, terimakasih atas undangannya"Andre pun menjabat tangan dengan direktur Lee.
.
"akhirnya kamu datang juga ndre" direktur Lee yang memang sedang menunggu dirinya
"duduk dulu " direktur Lee mempersilahkan nya duduk. dan Andre pun duduk di sofa Clara pun duduk di samping nya.
"aku gak akan basa basi kepada mu ndre, aku meminta mu kesini ada hal yang ingin aku sampaikan"
"ada masalah apa ya pak, bukannya malasalah perusahaan anda sudah di tangani "
"Clara kamu keluar dulu, temani teman temanmu. " direktur Lee sengaja menyuruh nya keluar agar bisa menyakinkan Andre. dan Clara pun menurut ia keluar meninggalkan ruangan itu.
.
"ndre, aku meminta kamu jadi menantuku, untuk menikahi Clara sebagai istrimu."
"apa" Andre pun kaget dengan permintaan direktur Lee, ia tahu direktur Lee dan ayah nya adalah teman, namun Andre tak habis pikir dengan permintaan nya.
"maaf pak Lee, aku menolaknya"
"kenapa ndre, kurang apa Clara anak yang cantik, cerdas ia juga dari orang berada" tanya nya pada Andre yang langsung menolak permintaan nya.
"maaf pak Lee, aku sudah bertunangan, keluarga ku juga sudah menentukan tanggal pernikahan kita" jelas Andre pada direktur Lee,
"maafkan saya ndre, saya tidak tahu kalau kamu akan menikah" direktur Lee menyesal mengatakan keinginan nya.
"tidak apa pak, aku mengerti "
.
"jika memang tidak ada urusan lain, maaf say keluar dulu, calon istri saya ada di luar" Andre pun pamit meninggalkan direktur Lee
di luar ia mencari cari sosok wajah yang pergi tadi, dan ia pun melihat Rania berdiri di depan mobil, karna memang mobil adnre di kunci jadi ia tak bisa masuk hanya menunggu di sisi mobil.
"sayang,,, kamu ngapain di sini sendiri" Andre pun memakai kan jaket nya karna malam semakin dingin Rania hanya memakai dres tipis.
.
"mas,, " Rania yang menangis pun terdiam mendengar suara Andre,
"kenapa kamu menangis, apa aku berbuat salah,kamu gak kenapa-kenapa kan" Andre yang cemas Rania marah melihat dirinya di peluk oleh wanita lain.
Rania pun hanya menangis' dan segera masuk kedalam mobil, dan Andre pun masuk kedalam nya,
"sayang kamu kanapa, bilang sama mas,biar mas ngerti salah nya dimana" Andre pun memeluk Rania,
"mas gak salah, cuma aku nya aja yang baper, liat dia(Clara) " Rania yang sangat merasa sakit hati melihat Clara memeluk calon suami nya,
"kalau kamu belum siap cerita, mas akan menunggu kamu siap sayang, jadi mas saja yang bercerita kepada mu,"
"tadi didalam, pak Lee memintaku untuk jadi menantunya" Andre langsung memberi tahu Rania,
"lalu,, kamu jawab apa " tanya Rania sedikit penasaran apa yang di katakan Andre pada pak Lee
.
"aku jawab aku tidak bisa, aku sudah bertunangan dan akan menikah" jawab andre jujur
"terimakasih mas, " Rania pun Memeluk Andre .
"sudah yah jagan menangis lagi, ayo kita pulang kamu pasti sudah lelah"
Rania pun mengangguk kan kepalanya,dan Andre pun segera mengemudikan mobil nya membelah jalan di Jakarta yang malam ini terlihat lancar dan tak banyak mobil yang berlalu lalang.
mereka pun sampai di depan rumah Rania, dan Andre pun cepat membuka kan pintu mobilnya.
.
"ah mas aku kan bisa sendiri" Rania merasa bahagia mendapatkan perlakuan dengan penuh kasih sayang dari calon suaminya itu.
"tidak apa apa sayang, mas siap kok jadi bucin kamu"
Andrepun tersenyum melihat Rania tersenyum,ia bahagia gadis nya tidak menangis lagi.
"nah gitu dong tersenyum,kan lebih cantik, ya udah kamu masuk dulu"
"mas gak mau mampir dulu," Rania yang basa basi menawarkan Andre mampir, karna memang sejatinya ia tak ingin berjauhan dengan Andre dan Andre pun sama sebaliknya, ia pun tak ingin berpisah lama lama dengan kekasih nya.
"ini sudah malam sayang, mas harus pulang, nanti mama berpikir macam-macam kalo mas nginep di sini" Andre pun merasa tak pantas sudah larut bertamu walau itu rumah calon istrinya.
.
"hmmzz, ya udah mas hati hati yah bawa mobil nya, " Rania pun mengerti dengan keadaan nya, tak pantas mengundang kaki kaki larut malam .
"cup" Andre pun mencium Rania, di bibirnya dan membuat Rania kaget dan langsung memegang bibirnya.
"mas pulang yah, " Andre pun lalu masuk kedalam mobil nya dan meninggalkan rumah Rania
sedangkan Rania tersenyum senyum sendiri, mendapat ciuman dari Andre yang tiba tiba, membuat nya bahagia sekali dan selalu memegang bibir nya sambil tersenyum lalu ia pun masuk kedalam rumah nya.