my love secretary

my love secretary
memperkenalkan



tibanya mereka di tempat acara , Rania dan Andre berjalan bersama di belakang ayah dan ibu Rania, dan di ikuti adik nya, Kevin .


"selamat datanga pak Wiratmaja, senang bisa Bertemu dengan anda" salah satu kolega nya, dan menjabat tangan.


.


namun Andre yang mengenal beberapa orang yang ada di sana dan berbaur dengan mereka.


dan pak Wiratmaja pun memanggil nya dan berkumpul di tengah acara.


"para hadirin yang terhormat, mohon perhatian nya sebentar," pak Wiratmaja menginterupsi di sela sela obrolan mereka,


mereka pun sejenak mendengarkan pak Wiratmaja.."


"saya berdiri disini, ingin memperkenalkan putri sulung saya, Rania Kinanti Wiratmaja." jelas pak Wiratmaja pada seluruh koleganya.


"waahh, tidak menyangka pak Wiratmaja punya Anak gadis, kenapa baru di perkenalkan saya kira pak Wiratmaja hanya mempunyai anak laki laki"


.


.


"iya, dulu anak saya tidak ingin membuka identitas nya, karna ia ingin hidup mandiri. dan sekarang ia telah berhasil mempunyai beberapa bisnis di bidang properti."


.


"wah benar benar gadis yang sangat istimewa, "


"senang bisa mengenal nya, "


"saya juga akan memperkenalkan direktur muda PT graha internasional, calon menantu saya"


"wahhh ,,, pak Andre, " mereka yang mengenal Andre pun sangat terkejut atas pemberitahuan pak Wiratmaja,


"saya Andre Alexander Wijaya, dan ini Rania Kinanti Wiratmaja,calon istri saya, saya merasa sangat beruntung mendapatkan Rania, terlepas dari keluarga yang kaya, ia adalah sosok wanita yang pintar, dan sangat sederhana, dialah sekertaris saya"..


"waahh, selamat yah pak Andre," para kolega nya pun memberikan selamat pada mereka.


"maaf telah menyita waktu kalian, hari ini mari kita makan bersama, mari kita merayakan nya,dan terimakasih atas kedatangan nya. " pak Wiratmaja menutup nya,


mereka pun mulai memakan makan malam mewah nya, dan tamu yang datang pun merasa bahagia atas jamuan yang di hidangkan di acara pertemuan mereka.


pak Wiratmaja memang sudah lama ingin memperkenalkan Rania sebagai anak nya , namun Rania selalu menolak nya, karna selama ini ia hanya ingin berada di kehidupan normal nya sebagai pegawai, tidak ingin mereka merasa sungkan keoada nya karena statusnya sebagai anak konglomerat.


setelah mereka makan malam, mereka pun pamit untuk pulang, dan Andre dan Rania pun berpamitan kepada ayah Rania.


"yah aku pulang dulu yah, aku tidak menginap"


"kenapa tidak tinggal di sini aja nak, udah malam juga,"


"yah kasian bik Yani sendirian, aku tadi gak pamitan,lain kali aku nginap di sini "


"ya sudah hati hati yah, kamu pulang sama Andre kan"


"iya ayah, aku pulang sama mas Andre kok"


"baik lah, ndre jaga Rania yah,, " ayahnya pun mempercayakan Rania pada Andre .


"iya yah, kami pamit yah, sudah malam"


Andre pun berpamitan kepada calon mertua nya itu dan mereka pun pergi meninggalkan kediaman Wiratmaja .


***""


"mas gak cape dari pagi sudah kerja, dan menghadiri pertemuan, sekarang nganterin aku pulang," Rania merasa tak enak.


"sebenarnya mas juga sudah ingin istirahat, tapi mas khawatir kalo kamu bawa mobil sendiri" Andre berkata terus terang.


"gak papa kali mas, aku masih kuat kok buat nyetir sendiri"


"mobil kamu kan di kantor,"


"mass mas, mobil ayah kan banyak"


"oh iya mas lupa, sekarang kan kamu anak pak Wiratmaja" Andre pun tertawa menggoda Rania.


"iya iya, kamu tetap Rania yang mas kenal, kamu tetap menjadi Rania , sekertaris mas"


Andre meraih tangan Rania dan mencium tangan nya.


Rania pun hanya tersipu ,dan merona.dan kemudian iapun sampai di rumah Rania.


"mas, kalo cape nginep aja di sini, takut nya kamu ngantuk nanti kenapa-kenapa di jalan"


"ya udah mas tidur di sini,di kamar kamu yah.." goda nya.


"idiihh ,, " dengan nada malas.


mereka pun masuk kedalam rumah , dan Rania menunjukan kamar untuk Andre, dan Rania pun masuk kedalam kamarnya.


"mas nih baju ganti kamu, " baju Andre yang ada di rumah Rania yang sengaja tak di ambil setelah ia kembali dari kampung Rania.


"iya sayang, terimakasih"


Rania pun hanya mengantarkan baju saja lalu ia kembali kedalam kamarnya dan mengganti baju nya dengan piyama tidur nya, dan iapun terlelap,dan di kamar Andre pun sama ia sudah merasa lelah seharian melakukan pekerjaan.


*****


Rania yang pagi ini sudah bangun pagi pun memasak untuk sarapan dengan bik Yani.


"bik.. bibi pasti bosan setiap hari sendirian kalau aku kerja"


"iya sih neng kadang kadang"


"bibi diam di rumah bunda saja yah bi, aku kasian sama bibi" Rania yang tak tega meninggalkan bik Yani sendirian


"gak papa neng, kalo bibi ke rumah bunda nanti neng siapa yang bantuin"


"gak papa bi, aku akan tinggal di rumah ayah.bibi bantu bantu bunda saja,di sana .. dan bibi juga pasti kangen sama anak bibi, kan kalau dari rumah bunda bibi bisa sering-sering nengokin anak bibi"


"emang neng mau diam di rumah bapak yah, "


"ia bik, sebelum menikah aku akan diam di rumah ayah, karna kasian ayah aku gak pernah ikut tinggal sama ayah"


"ya sudah kalo begitu, bibi akan kerumah bunda besok pagi"


"makasih ya bik, bibi udah ngertiin Rania,ngejaga Rania, bantuin Rania ,maafin Rania ya bik, sering ngerepotin bibi"


"gak papa neng, bibi juga senang bisa kerja sama neng,,"


Rania dan bik Yani sudah menyiapkan untuk sarapan, Rania memanggil Andre di kamar


"mas,, udah bangun" panggil Rania dari balik pintu


"sudah,sayang, masuk dulu sini"


"kenapa mas," Rania masuk kedalam kamar Andre.


"baju mas mana,, mas mau ganti"


Andre hanya melilitkan handuk di pinggang nya.


"ya ampun mas, aku lupa,,aku ambilin duku bentar ,,maaf yah" Rania segera m mengambilkan pakaian Andre.


"nih mas, aku tunggu di meja makan,"


"iya sayang, terimakasih ya,,"sambil menarik tangan Rania, dan memeluk pinggang ramping Rania ..


"mass,,, pakai dulu baju mu.. malu tau" Rania sangat malu melihat Andre dari dekat dengan memakai sehelai handuk saja membuat Rania deg degan ..dan ia pun langsung kabur lari pergi ke meja makan.


andre hanya tersenyum melihat kelakuan Rania.


dan segera memakai baju nya, dan sarapan bersama Rania .


Andre yang telah menelpon pak Ridwan supir nya


pun datang menjemput nya berangkat ke kantor bersama.