my love secretary

my love secretary
meminta restu



setelah sepulang berbelanja Rania pun pergi ke kamarnya, ia merebahkan kan badan nya, terasa lelah, ia pun membuka ponsel nya, ,,, ia membuka pesan masuk ,,


"kamu lagi apa??


"kok gak di bales"


panggilan telepon 10x


siapa lagi yang menghubungi nya sebanyak itu, ia itu adalah Andre ,,, dia yang mengirim pesan, Rania pun mebalas pesan Andre,


"aku abis dari mall, ngajak ponakan ku belanja, sama makan di sana"


setelah terkirim tak lama kemudian Andre menelpon


drtttt drrtttt drrtttt getar ponsel nya


"hallo"


Rania menjawab telpon


"kamu kok baru bales sih, aku telponin juga gak di angkat"


"ia maaf, tadi aku habis ke mall, aku gak bawa hp, aku lupa masukin hp nya lagi di cas"


"benerr,,, aku kangen sayang" niat nya Andre mau marah pada Rania tapi hati nya pun puluh setelah mendengar suara Rania


"baru juga beberapa hari gak liat aku, 3hari lagi juga aku pulang Jakarta,"


"ya udah bareng aku, aku mau nyusul kamu ke sana,,"


"hahh, serius,,," Rania pun kaget mendengar pernyataan Andre yang akan menyusul.


"ia sayang,, bolehkan " dengan nada memelas


"ia boleh, kamu mau ketemu bunda ku"


"oh tentu sekalian aku akan melamar mu bila perlu"


"benerr, serius, "


"iya sayang, tapi aku rasa nunggu waktu yang pas deh, biar bunda mu ketemu dulu sama aku, nanti baru ngomongin lamaran"


"iya iya,,, ya udah aku tunggu yah, aku juga kangen, biasa ngekorin kamu beberapa hari ini GK ngekorin, berasa ada yang aneh,,!!


"hahaha, kamu bisa aja,ia sayang tunggu aku yah"


"siiaaapp bos kuuhh" Rania tersenyum merasa bahagia mendengar suara kekasih nya walau hanya dari hp.


*****


sekitar jam 3sore Andre pergi ke kampung Rania, dengan pak Ridwan yang menyetir dan memang pak Ridwan sudah tau rumah Rania,karna pernah mengantar kan nya dulu waktu Rania menjadi sekertaris pak Wijaya.


"pak Ridwan pernh ke sini" tanya Andre penasaran


"ia mas, sudah pernah daerah nya sudah sedikik kota kok, tidak terlalu di kampung,,!!"


"tapi daerah nya masih terlihat sejuk kok , rumah mbak Rania juga termasuk besar di kampung itu"


"sebesar rumah yang ia tinggali di Jakarta, ??? tanya Andre lagi


"di Jakarta rumah mba Rania sedang, di kampung nya rumah nya luas ,bunda nya juga pengusaha, ia punya beberapa butik"


"kok pak Ridwan tau," Andre pun penasaran


"ia pak,dulu kan saya pernah menginap di rumah mba Rania, dan berbagi cerita dengan bundanya dan Tante nya mba Rania," jelas pak Ridwan


"oh gitu ya, "


beberapa jam mereka pun sampai di rumah Rania yang besar dan luas, seperti rumah seukuran rumah Andre


"ini rumah Rania pak" tanya Andre kagum melihat desain rumah Rania yang klasik tapi indah dan asri


"iya pak, ini rumah nya"


Andre pun turun dari mobil nya,ia pun tidak membawa mobil rania,,, tapi membawa mobil alfard milik nya, ia melihat mereka sedang kumpul di depan rumah,, ,, .


melihat mobil Andre Rania pun berdiri dan melangkah ke arah Andre,


"sudah sampai mas, "ia pun menyambut dan mencium punggung tangan Andre seperti sudah menjadi suami nya,


"ia sayang, " jawab Andre tersenyum


"ayo masuk, bunda ada di depan sedang kumpul"


Rania tersenyum dan mengantarkan pada keluarga nya .


"assalamu'alaikum,,"salam Andre pada bunda Rania dan mencium tangan bunda Rania


"bunda ini kenalkan mas Andre bos Rania di kantor," Rania memperkenalkan Andre pada bunda nya


"oh pak Andre, yang bos nya Rania anak pak Wijaya,,.. " bunda Rania sedikit tau tentang nya


"ia bunda, ayo masuk dulu ke dalam jangan berdiri di luar, ayo ayoo kita duduk dulu, "


ajak bunda Rania pada Andre dan pak Ridwan


"neng Rania, sana bikin minum buat tamu nya, "bunda nya pun menyuruh nya mbuatkan minum


"iya bunda, mas mau minum apa "


"mau kopi saja, seperti biasa"


"pak Ridwan mau minum apa pak"


"kopi saja mbak Rania" ucap pak Ridwan


Rania pun pergi ke dapur membuat kan kopi, dan di dapur ada Tante nya yang sering ia panggil bibi (dalam kata orang sunda)


"neng,itu siapa" tanya bibi nya yang tidak tau


"calon bi, " Rania sambil tersenyum


"ah yang bener,, benern gak,calon nya"


"iya bi,beneran "


Rania meyakinkan


kemudian iapun keluar membawa kopi dan cemilan nya, pak Ridwan dan Andre pun langsung meneguk kopi yang di sajikan Rania,


"bunda, sebenar nya saya mau memperkenalkan diri saya sebagai pacar nya Rania, "Andre pun menyatakannya pada bunda Rania


"ah, benarkah, Alhamdulillah anak saya laku juga dapet yang ganteng pula " kata bunda Rania dengan terus terang dan terlihat senang


"bunda tidak keberatan kan saya memacari Rania,saya berniat serius sama Rania Bun" Andre pun menjelaskan perasaan nya pada bunda Rania yang memang berniat melamar Rania


"Alhamdulillah kalo begitu, kapan nak andre mau membawa keluarga nak Andre bertemu dengan keluarga bunda" bunda menanyakan pada Andre


"insyaallah bulan depan bunda,Andre akan membawa mama dan Kaka Andre" Andre menjawab pertanyaan bunda dengan santai.


"Alhamdulillah, semoga lancar ya sampai nanti ke jenjang pernikahan, amiin"


"amiin, doakan saja bunda asalkan bunda merestui kami ,, "


"bunda pasti merestui kalian, bunda bahagia mendengar kabar ini,nak Andre sebaik nya istirahat dulu Rania menyiapkan kamar untuk nak Andre dan pak Ridwan,, "


"baik bunda, terimakasih " Andre pun lega mendapatkan kan restu dari bunda Rania,


ok Ridwan membawa tas Andre yang berisi baju salin, memberikan nya pada Andre


dan mereka pun pergi ke kamar masing masing.


pak Ridwan yang di ajak oleh bik Yani ke kamar tamu ..


sedangkan Rania mengantarkan Andre ke kamar nya, karna kamar tamu hanya tinggal satu kamar kamar lain telah terisi oleh keponakan dan bibi nya.


"mas, kamu tidur di kamar ku" Rania memberi tahu Andre


"kita tidur berdua," tanya Andre menggoda Rania


"iih ngga lah mas,aku tidur sama bunda, masa belum halal udah mau tidur berdua,,,, bukan muhrim tau" Rania mendengus


"mas kira kita tidur berdua,abis kamu ajak mas ke kamar kamu,,,"


"mas mas, pikiran mu,, udah kamu tidur, dah malem, aku ke kamar bunda dulu,,,, "


Andre pun menarik tangan Rania, hingga jatuh ke ranjang,,


"iihh mas, kamu ngapain sih.. " Rania pun kaget di tarik oleh Andre


" peluk dulu sayang, aku kangen,, "


"nih aku peluk, " Rania memeluk Andre


dan Andre pun memeluk Rania dengan erat, dan mencium bibir Rania, hingga merasa sesak,


"mas, udah ah,, nanti kamu kebablasan,aku ke kamar bunda yah " Rania menghentikan aksi Andre dan menyadarkan Andre


"ya ampuunn, makasih sayang kamu mengingatkan mas," Andre pun merasa bersalah


" iya mas , aku masuk dulu ya ke kamar bunda udah malem,selamat istrhat" Rania mencium pipi Andre dan ia keluar kamar ,dan masuk kekamar bunda nya, dan ia pun tertidur di samping bundanya .