my love secretary

my love secretary
tumbang



setelah jam istirahat tiba Rania merasa tidak enak badan, suhu badan nya juga panas, namun Rania tetap mengerjakan tugas nya. dan ia pun menemani Andre pergi rapat dan sampai kembali ke kantor, Rania yang berjalan di samping Andre pun jatuh tak sadarkan diri,


.


.


Andre yang melihat calon istrinya jatuh segera sigap menompang nya,


.


.


"sayang bangun, sayang" Andre merasa panik dan segera memanggil pak Ridwan untuk menyiapkan mobil.


.


.


Andre dengan sigap menggendong Rania,dan membawa nya masuk kedalam mobil,dan memangku nya menuju rumah sakit,


.


.


"pak kita ke rumah sakit, cepetan ya pak"


Andre khawatir melihat kondisi Rania yang tidak sadarkan diri.


.


.


"sayang, badan kamu panas banget.."


.


.


setelah sampai di rumah sakit .menggendong Rania ke ruang UGD,dan meletakkan nya di salah satu tempat tidur kosong,


.


.


"dokter tolong lihat keadaan calon istri saya dok" Andre segera memanggil dokter


.


.


dokter memeriksa Rania, dan memberikan infus dan mengecek laboratorium.


.


.


"maaf pak, calon istri anda harus di rawat inap dulu, selain kecapean , sepertinya calon istri anda juga terkena typus"


jelas dokter pada Andre.


.


.


"baik dok, " Andre menurut.pada dokter ,dan memanggil pak Ridwan agar memesan kamar VIP untuk Rania.


.


.


setelah Rania di pindahkan ke dalam kamar, Rania pun terbangun.melihat tangan nya sedang di infus.


.


.


"mas ,aku di rumah sakit" tanya Rania menoleh pada Andre


.


"iya sayang, kamu kenapa gak bilang sama mas, kalo kamu sakit,mas khawatir banget tadi kamu pingsan"


.


"tadinya aku juga mau bilang, mas tapi aku harus temenin kamu dulu meeting, aku takut kamu repot"


.


.


"iya mas, maafin aku lain kali aku gak akan kaya gitu lagi"


Andre yang menggenggam tangan Rania menciumi punggung tangan Rania terus, ia tak sanggup melihat wanita yang ia cintai terbaring lemah ,


"mas telpon mama sama ayah kamu, sebentar lagi mama datang, kalo ayah mas gak tau tadi masih ada urusan di kantor nya. " jelas Andre pada Rania.


.


"ia mas terimakasih, kamu juga harus istirahat"


"iya sayang, tapi mas akan nungguin kamu sampai kamu sembuh"


"kerjaan kantor gimana, ??


.


"udah di urus sama Rangga"


.


rania hanya diam, mengerti calon suaminya sangat mengkhawatirkan nya, sehingga ia meninggalkan semua kegiatan nya di kantor,


tak lama pintu terbuka, dan mama Amelia pun datang,


.


"ya ampun sayang,, kamu kenapa.,?? apa sudah merasa baikan"


mama Amelia yang khawatir pada calon mantu nya itu memegang tangan nya


.


"iya mah, masih agak pusing sedikit"


.


"kamu sudah makan, mama bawakan bubur untuk kamu, makan yah" mama Amelia mengambil jingjingan yang di bawanya.


.


"mama suapin yah"


calon mertuanya sangat perhatian padanya, dan sangat mengkhawatirkan nya.


.


"terimakasih mah, " Rania pun makan bubur yang si suapi calon mertuanya.


.


Andre yang melihat mama nya sangat perhatian kepada Rania tersenyum bahagia melihat ibunya menyayangi calon menantu nya.


tak lama pun ibu tiri dan adik nya datang menjenguk Rania ,


"sayang,, kamu sakit apa,, mama sampai gemetar mendengar kamu di rawat di rumah sakit" ibu tiri nya memeluk Rania


"aku tidak apa-apa mah, cuma masih agak pusing"


"biar mama temani kamu malam ini yah, "


"iya mah, "


"kak cepet sembuh yah, mama sampai kaget tadi waktu dengar Kaka di rawat, "adik nya pun mendoakan Rania,


"iya sayang, doain Kaka yah,semoga Kaka cepet sembuh"Rania tersenyum di ranjangnya dengan keadaan lemas


"kamu istirahat dulu yah sayang, mama pulang dulu, besok mama kesini lagi," mama Amelia pamit pada Rania.


"iya mah, " Rania menjawab lirih


"bu saya pamit pulang dulu yah, saya titip Rania,"


"iya Bu, saya akan jaga Rania,hati hati di jalan"


"iya,."


"ndre Kamu temani Rania yah"


"iya mah aku juga akan menginap di sini malam ini"


"ya sudah mama pulang yah"


ibu tiri Rania dan adiknya masih berada di rumah sakit, Andre keluar sebentar untuk membeli beberapa makanan untuk nya dan calon mertuanya menunggu Rania.