my love secretary

my love secretary
rindu itu berat



setelah kejadian itu , Andre dan Rania ramai menjadi bahan perbincangan orang sekantor nya, dan membuat Bagas semakin penasaran dengan jawaban Rania, tentang gosip yang beredar.


kebetulan Bagas sedang berjalan menuju kantin , dan Rania dan santi pun menuju kantin,


"Rania,tunggu" teriak Bagas perlahan.


Rania pun memberhentikan langkah nya,dan menghadap ke arah suara yang memanggil nya.


"ada apa gas,"Rania dengan santai


"kamu mau ke kantin, " tanya nya


"ia gas,kamu mau kesana juga,..????


"iya,,, aku juga mau kesana, bareng ya,"


mereka bertiga pun berjalan menuju kantin bersama, kemudian memilih tempat duduk yang ada di pojok.


"gas,kamu mau pesan apa," tanya Santi pada Bagas yang sedari tadi merasa gugup akan menanyakan sesuatu,Santi mengerti ada apa dengan Bagas .


"eh aku ,,,, aku pesan orange jus sama mie goreng aja" Bagas memesan makanan nya.


"baik lah,yang ini saja " ,Santi menunjukkan beberapa menu para waiters


Bagas pun menatap wajah Rania, yang sejak tadi hanya diam saja,tidak seperti biasa nya, ..


Rania memang memikirkan banyak hal, ia pun merasa tidak enak mendengar perkataan orang-orang tentang diri nya, dulu ia tidak pernah ambil pusing tentang gosip yang menyebar tentang diri nya, tapi gosip kali ini membuat gadis cantik ini pun sedikit terbawa emosi ,


"RAN, kamu baik baik aja kan ??? Bagas mengkhawatirkan Rania


"gak tau juga gas, aku merasa gak enak sama semua orang " jawaban rania pada Bagas dengan lirih .


"kenapa harus merasa begitu RAN, kamu kan gak ngapa-ngapain mereka" Santi ikut menyambung


"RAN, aku ingin bertanya sama kamu, apa bener kamu pacaran sama pak Andre..??? Bagas mengungkapkan pertanyaan nya yang sudah ia pendam ..


Rania mengangkat wajahnya,dan melihat ke arh bagas,, dengan merasa bersalah tak memberi tahu nya sejak awal


"maafin aku ya gas, aku gak bilang sama kamu lebih awal, aku emang pacaran sama pak Andre,"


jawab Rania dengan lirih


"gak papa Rania, mengerti keadaan kamu, mungkin kamu belum siap mengatakannya."


"terima kasih Bagas, kamu udah mau ngertiin aku" Rania pun tersenyum .


"kamu gak usah dengerin lagi omongan omongan yang gak penting buat kamu ran,kamu harus jaga hubungan kamu sama pak Andre" Santi memberikan dukungan pada sahabat nya itu. .


"iya RAN, gak usah dengerin mulut mulut receh mereka" Bagas pun ikut memberikan saran


"iya iya,,... aku dengerin kalian, aku gak akan dengerin lagi ocehan ocehan mereka," Rania pun sedikit lebih baik dengan bantuan dan dorongan dari sahabat dan teman nya.


setelah makanan datang mereka pun menyantap makan mereka, sesekali mereka pun tertawa, dan Bagas pun mengerti jawaban dari Rania membuat ia sedikit kecewa tapi ia sadar jika ia dengan paksa mengungkapkan perasaan nya,ia akan kehilangan teman dan wanita yang ia cintai, ia hanya merasa puas jika melihat Rania bahagia. .


****


setelah pulang kerja, Rania langsung menuju kamar nya,ia membersihkan diri nya, sedangkan di bawah Andre baru saja sampai , karna ia tidak pulang bersama kekasih nya itu. ia pun datang kerumah nya.


"bik, apa Rania sudah pulang ke rumah"Andre menanyakan pada bik Yani.


"sudah den, ada di kamar nya mau bibi panggilin "


"tidak usah bi, saya akan ke kamarnya saja.. "


"baik lah den, kali gitu nanti bibi bawain minum ke kamar neng Rania"


bik Yani pun kembali ke dapur dan andrepun menuju ke kamar Rania,


*****


"aahhhh mas kenapa kamu disini" Raniapun kagett melihat Andre duduk di tepi ranjang nya,


Andre pun melihat Rania yang hanya memakai Anduk saja, pikiran nya pun menjadi buyar..


"tutup mata kamu mas," dengus Rania


"iya, mas tutup mata, jangan lama-lama" Jawab Andre menggoda


"hiiss, ini orang nyebelin banget,,,, kenapa sih main masuk aja, bikin aku malu aja" rutuk Rania pada Andre


setelah mengambil baju nya Rania pun kembali ke kamar mandi, memakai baju nya, dan tak lama ia keluar.


"mas, kamu kebiasaan ya, masuk masuk kamar cewek gak permisi dulu" Rania melipat tangan nya dengan cemberut


"maafin mas sayang, mas gak sengaja,mas gak tau kalo kamu lagi mandi"


jawab Andre menenangkan Rania yang akan marah


"mas kangen aja sama kamu, "


memang Rania hanya bertemu sebentar dengan Andre selanjutnya ia memeriksa proyek di luar,sedangkan Andre meeting bersama klien.


"lebay ,,,, baru beberapa jam aja gak ketemu,"Raniapun meledek nya kemudian tersenyum .


Andre merangkul pinggang Rania,yang berdiri di hadapan nya..


"mas akan selalu rindu sama kamu, walau pun itu hanya satu menit" jAndre tersenyum dan mencubit hidung mancung Rania.


"jangan rindu mas, rindu itu berat biar aku saja yang rindu" Rania meniru kan kalimat di salah sati film Indonesia, "dilan 1990" dan Andre pun tertawa mendengar ucapan Rania.


"mas gak pulang kerumah dulu" tanya Rania,yang melihat Andre masih mengenakan kemeja kantor nya.


"belum sayang, mas mampir kesini dulu karna mas udah kangen sama kamu" jawab nya denga tangan tetap merangkul pinggang ramping Rania


"mas mau mandi dulu di sini, baju mas kan ada di sini," tawar Rania, yang memang baju Andre tersimpan di lemari nya ,karna waktu pulang kampung kemarin di masukan pada koper Rania. .


"hmmzz,,,, boleh " memang sudah ingin mandi ,karna merasa sangat lelah .


"ya udah mas mandi dulu sana ,aku turun dulu biat cofee" Rania pun keluar kamar nya .. dan pergi ke dapur.


****


"bibik udah makan belum" tanya Rania


"sudah neng, bibik udah makan."


"ya udah bik istirahat aja,biar mas Andre aku yang bikinin cofee" Rania melihat bik Yani selesai membuat makan malam untuk nya ...


"ia neng, bibi taro piring nya dulu," bik Yani sedang merapikan piring nya.


sambil menunggu Andre selesai mandi,Rania pun duduk menonton TV, ... pas sekali drama Korea yang sedang tayang.


"what wrong with secretary Kim"


"kok aku merasa cerita nya seperti aku, sekertaris menjadi pacar bos nya" batin Rania dan wajah nya memerah mengingat hal romantis nya.


tak lama kemudian Andre pun turun, dan duduk di samping nya,


"mana cofee mas" Andre meminta cofee nya


"eeeehhhh, kamu udah selesai,, kamu gak mau makan dulu aja, ngofee nya nanti aja" Rania menawarkan pada Andre


"boleh,,, mas juga dah laper" memang sedari siang ia tak makan apapun karna terlalu sibuk dengan pekerjaan nya .


"ya udah makan dulu yuk, aku juga laper. " ajak Rania.


Andre pun duduk di bangku dan Rania pun mengambilkan nasi dan lauk pauk nya.


layaknya seorang istri ..Andre pun tersenyum pada melihat Rania dengan cekatan melayani nya seperti seorang suami . dan mereka pun makan malam bersama.


setelah mereka selesai makan, Rania membereskan nya dan Andre menunggu di depan tv ..


"mas, kamu jadi mau cofee nya"


"tidak sayang, mas kenyang. mas pulang dulu yah, sudah malam.." Andre berpamitan pada Rania


"loh, udah mau pulang... " Rania merasa tak ingin berjauhan dengan Andre


"iya sayang, sudah malam.. kamu gak rela mas pulang,kali gitu mas nginep aja yah," goda Andre pada Rania


"yeeeyyy ,,mau nya kamu...,, " Rania mencibir kekasih nya itu ..


"kunci mobil sama handphone mas ada di kamar kamu,,,,"


"ya udah aku ambilin dulu, "Rania berjalan menuju kamar nya, dan mengambilkan nya.


"nih mas kunci sama handphone nya, "


"terimakasih calon istri kuh"


Andre memeluk Rania dan mencium pangkal rambut nya.


"mas pulang yah,,," Andre pun keluar menuju mobil nya


Andre pun berhenti melihat ke belakang, melihat Rania berdiri di depan pintu..


ia pun kembali,dan mencium kening Rania .. sebenarnya Andre tak ingin pulang. ia ingin terus bersama Rania tapi ia sadar bahwa mereka belim menikah.


"mas pulang dulu yah,,,, "Andre mengulang nya lagi


."ia mas, hati hati yah" Rania mencium tangan Andre dan Andre pun masuk kedalam mobil nya kemudian ia melajukan mobilnya ..