MY LETTU

MY LETTU
LIMA PULUH ENAM



Hari ini sekitar pukul 16.00 sore keira dan Rey mengunjungi rumah renna,tepatnya apartement renna.


Namun keira memilih untuk menunggu didalam Mobil, Keira fikir Mereka harus menyelesaikan masalahnya secara empat Mata.


Rey mengetuk pintu bertuliskan angka ratusan tersebut.


Satu menit....Dua menit....tiga menit....empat menit.


Pintu tersebut baru terbuka,menunjukan perempuan yang cukup tinggi,dengan hidung yang lumayan lancip Dan bibir Merah yang seksi.


Renna yang menggunakan celana jeans diatas lutut.


"Rey.....akhirnya kamu datang juga baby"ucap renna yang Langsung menyosor pada dada bidang milik Rey.


Keira menunggu didalam mobil dan ia mulai bosan.


Ia hanya bisa melihat Mobil yang berlalu lalang dan beberapa orang yang memasuki apartment yang cukup mewah tersebut.


Keira pun memutuskan untuk menyusul Rey yang mungkin ia fikir sudah berbicara dengan renna.


Ia memencet tombol lift menaiki lantai 3.


Setelah sampai dilantai 3 betapa mengejutkannya,seseorang yang amat ia cintai sedang berpelukan mesra dengan wanita masalalunya.


Ataukah wanita Itu yang menginginkan calon suaminya?


Keira menghampiri mereka.


Rey yang mencoba melepaskan tangan renna yang setia menggenggam pinggul Rey.


"Eh lo datang lagi?"ucap renna melihat Keira sangat jijik.


"Ren,gue tau lo yang kirim kotak Itu kan sama Keira?"ucap rey diam diposisinya sepertinya ia sangat nyaman dalam posisinya sekarang.


Keira Hanya bisa terdiam melihat Ulah Mereka.


"Siapa yang bilang gitu baby,pasti dia kan"ucap renna memeluk Rey lagi.


Rey mencoba melepaskannya namun dengan Cara yang halus.


Aku Hanya memutarkan bola mataku lalu Aku melipat tanganku didepan dadaku.


"Na,lepasin bener kamu yang lakuin Itu?"ucap rey lagi.


"Iya Aku emang kenapa?"ucap renna melihatku Tak suka.


Keira Lalu memutar balikkan badanku memencet tombol lift Lalu turun ke lantai bawah.


Keira sempat melirik kebelakang, benar feeling Keira,Rey tidak akan mengejarnya.


Apa dia lebih memilih renna daripada aku?batin keira bertaya-tanya.


Keira segera menyetopkan taxi lalu berhenti dicaffe biasa.


Setelah sampai dicaffe yang biasa keira datangi dengan Rey,keira segera memesan cappuccino latte.


Keira duduk sendirian sembari memijat ujung dahinya yang tak terasa sakit sama sekali.


Tiba-tiba seseorang memegang pashmina nya.


Rey tersenyum takut.


Aku melepaskan tangannya dari pucuk kepalaku.


Ia duduk dihadapanku Dan memesan minuman.


"Jadi pengen peluk mantan deh"ucap Keira mengudak-ngudak minuman yang ia pesan tadi.


"Jadii rindu mantan juga"sambung keira.


"Dek,jangan gitu dong"ucap Rey memegang tangannya.


"Kamu nya juga gitu"ucapku menepis tangannya.


"Tapi Itu gak kayak yang kamu lihat"ucap Rey menaikan sedikit volume suaranya.


"Gak kayak yang Aku lihat?"ucap Keira masih kalem.


"Terus yang peluk pelukan Itu apa?"tambah keira dengan nada yang mulai serius.


"Dek percaya deh sama Aku"ucapnya.


"Buat apa dipercayain kalo hasilnya gini terus,buat apa,capek Aku capekkk!"ucap Keira sedikit Marah.


"Aku lagi usahain,kamu sabar dong,gak semuanya kebukti sekarang"amarah Rey kini memuncak, ia berbicara seperti Itu sembari menggebrak meja.


Keira tersentak kaget.


Tubuhnya kini lemah Tak berdaya.


Apakah iya seseorang yang ia cintai akan memarahinya seperti Itu,ia Rasa Ayah dan mamanya tidak pernah memarahinya seperti itu.


Keira meninggalkan Rey dengan airmata yang sudah menetes di pipi mulusnya.


Ia berjalan terus menerus,Rey yang mencoba mengejar Keira.


Rey berhasil menggenggam kembali tangan mungil Keira.


"Apa?"ucap Keira dengan mata yang sudah berlinang dengan airmata.


"Dek maafin aku,Aku tau aku salah"ucapnya sangat enteng.


Keira hanya terdiam tidak menjawab perkataannya,ia hanya memberontak melepaskan genggaman tangan Rey.


"Dek!"sentak Rey yang membuat hati Keira tersayat lagi.


"Abang minta jangan gini,abang Tau abang Salah"ucapnya mencoba meyakiniku.


"Sikap abang masih sama kayak dulu,abang egois!"ucap Keira Lalu menyetopkan taxi dan pergi dari hadapan Rey.


Rey Hanya bisa diam tidak berkutik Ataupun melakukan sesuatu.


Ia berfikir bahwa ia salah mendidik dirinya sendiri.


Bagaimana,hubungannya dengan Keira jika seperti Itu.


Sedangkan pernikahannya akan dilangsungkan 2 Hari lagi.