
Hari ini Hari keempat aku berdiam diri dirumah sakit.
"Keiraaa abang bawa apaa"ucap bang Keenan membuka pintu rumah sakit Dan mendapatkan Keira sedang menangis.
"Heey kamu kenapa?"tambah bang Keenan menyamperi Keira.
"Bangg..Robi bang Robi"ucapku menangis dalam pelukan bang Keenan.
"Jangan dipikirin abang udah suruh dia jauh dari kamu,kamu gak boleh mikirin dia,dia gak baik buat kamu,kalo iya dia Sayang sama kamu dia gak bakal ngelakuin Hal yang ngebuat kamu sakit,percaya sama abang masih banyak cowok diluar Sana yang mau sama kamu"ucap bang Keenan menenangkanku.
"Tapi bang,aku sayang dia"ucapku menangis sesegukan.
"Dengerin kata bang kenzi kalo kamu Sayang sama Robi."ucap bang Keenan.
"Yaudah makan dulu ya"Lanjut bang keenan Lalu menyuapiku.
Baru Saja empat suap Aku sudah menyudahi makanku.
"Bang udah ah kenyang,mau tidur."ucapku menutup mulutku.
"Yaudah minum,tidur ya"ucap Ang keenan.
"Kak putri Mana bang?"ucapku melirik bang keenan.
"Lagi bantuin mama bikin Kue,kan mau Ada tamu"ucap bang Keenan.
"Assalamualaikum.."ucap Robi membukakan pintu ruang rawat Keira.
"Mau apa lagi kamu kesini?mau Aku tembak kau?"ucap bang Keenan berdiri dari duduknya.
"Enggak bang Aku ini kan pacarnya Keira,jadi aku ya wajarlah nengok Keira"sambar robi.
"Bi yaudah kamu kerja aja aku gak papa kok"ucap keira senyum kecut.
"Tapi kan bee..."ucap Robi terpotong.
"Aku gak papa kasian si Rena"ucap Keira memalingkan wajahnya.
"Tapi bee.."tambah Robi terpotong lagi.
"Adik Saya bilang apa?kamu budek apa apa sih?enggak dilorekin telinga seberapa bulan sih?"emosi bng Keenan meludak seketika.
"Aku gak papa,gak usah khawatirin aku"ucap Keira.
"Kerja yang bener Bukan malah pacaran!"ucap bang Keenan menyinyir Robi ketika dia keluar dari ruang inap.
"Yaudah tidur ya,abang gak mau kamu lama-lama disini"ucap bang Keenan tersenyum Dan duduk disofa.
Akupun segera tidur namun sebelum Itu Aku mendapatkan ponselku yang berdering menandakan pesan masuk.
Unknown
Get well soon Keira❤
^^^Keira putri.K^^^
^^^Thxx:)^^^
^^^BTW dari dulu aku nanya kok Gak pernah dijawab sih?siapa kamu Itu sebenernya?^^^
Last seen nya Langsung berubah,akupun segera menanyakan kepada bang Keenan siapa tahu dia tahu seseorang yang selalu men-Dm Aku Ataupun meng-whatsapp ku.
Aku pun segera menyimpan ponselku diatas nakas yng berada disamping ranjang kasurku Dan Aku memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhku.
Sore ke-4 yang Suasana nya masih sama seperti hari-hari sebelumnya.
Namun Suasana yang berbeda kini Aku rasakan,kedatangan Robi Dan rena yang membuatku sedikit resah.
"Aku tuh khawatir banget sama kamu waktu kamu kecelakaan kei"ucap Rena memecah keheningan.
"Hahhaha,tenang aja kali Aku gak bakalan mati"ucapku tersenyum angkuh.
"Bicara apa sih kamu bee"ucap robi mengernyitkan alisnya.
"Kalo Aku mati jagain Robi ya,Aku percaya kamu bisa jagain dia lebih dari apa yang Aku bayangin"ucapku dengan nada dingin.
"Apa sih kei,ngaco kamu"ucap Rena sembari tersenyum malu.
"Yang ngaco Itu Aku atau kalian berdua sih?"ucapku dengan ekspresi Dan nada yang dingin.
Setelah aku debat secara tidak Langsung dengan makhluk yang Tak kasat mata ini dokterpun masuk Dan memberikan kabar bahagia.
"Permisi Ananda Keira?"ucap dokter Itu tersenyum ramah.
"Iya Saya abangnya dok"ucap bang Keenan memberhentikan aktivitasnya yang sedaritadi memainkan game online kesukaannya.
"Ananda Keira bisa pulang sore ini,administrasinya bisa diselesaikan dibagian keuangan ya Pak,ingat jangan banyak pikiran ya kei,Mari saya tinggal"ucap dokter Itu lagi.
"Ayo bang pulang,bosen aku disini mulu"ucapku menekankan kata bosan.
"Em Kita pulang duluan ya kei,cepet sembuh"ucap Rena mengalunkan tangannya kedalam tangan Robi yang sempat Aku lihat namun Aku tidak mempedulikannya.
"Iya Hati-Hati dijalan,jaga hati pula?!"ucapku tersenyum.
Kemudian mereka pergi dari Kamar rawatku.
"Kurang ajar tu cewek"ucap abangku melirik kedua muda mudi tersebut.
"yaaa gitulah"ucapku tersenyum.
____
"Assalamualaikum,mama,ayahh,Sayang Aku pulang"ucapku membopong Keira kearah ruang tv.
"Keira udah bisa pulang kamu?"ucap kak putri menghampiriku membawa piring ditangannya.
"Iya kak,kata abang kakak sama mama lagi bikin Kue?"ucapku.
"Iyanih coba dulu aja"ucap kak putri.
"Pasti enak deh kak"ucapku kemudian membawa Satu buah kue putu.
"Gimana?"ucap kak putri girang.
"Enakk..enak banget kak"ucapku melahap habis Kue yang aku ambil tersebut.
"Abisin aja,kakak kedapur ya,kalo mau apa apa panggil kakak"ucap kak putri kemudian bergegas pergi kearah Dapur.
"Tuh gitu bang enaknya punya kakak perempuan tuh,Lah ini punya abang cowok bisanya cuma nyuruh Itu ini"ucapku Lalu memencet tombol on pada remote tv.