
"Sher gue duluan ya"ucapku sedikit meledek sherly yang baru masuk kerja.
"Ih lo mah,kagak main dulu?"ucap sherly.
"Enggak ly,pulang capek gue"ucapku memijat kedua ujung dahiku.
"Gimana kemaren?"ucap sherly yang sudah tahu bahwa aku dijodohkan.
"Gue gak suka gaunnya,dia selingkuh,Rey udah punya pacar!"ucapku duduk diruang tunggu.
"Apaaa?Rey punya pacar?"ucap sherly kaget.
Aku Hanya mengangguk "pusingg deh,hidup gak Ada yang sejalan banget sama kemauan"
"Jangan ngomong gitu deh,Sana udah pulang maen sana,jangan terlalu dipikirin"ucap sherly.
"Okee,byee"ucapku Lalu menuju parkiran.
Aku segera menaiki mobilku Dan berniat berhenti ditaman Kota yang cukup dekat dengan batalyon.
Aku memarkirkan mobilku Lalu turun,duduk dikursi panjang taman.
Aku melihat sekelilingku.
Apa?Jaya?perempuan Itu lagi?cowok macam apa?ucapku dalam hati.
Dengan cepat aku mengabadikan moment Itu,namun ketika Aku sedang merekam kejadian romantis Itu seorang Anak kecil terjatuh disamping bangku taman yang Aku duduki.
Aku segera menyimpan ponselku ke dalam slingbag berwarna silver.
"Huhuhuhuhuhu"tangis Anak perempuan Itu memeganggi lututnya.
Aku berlutut dihadapannya.
"Adek kenapa?jatoh ya?"ucapku.
Anak Itu hanya mengangguk lalu menangis lagi.
"Kakak anter pulang ya Rumah kamu dimana?"ucapku mengelus kepalanya.
Ia menunjuk gang yang besar didekat taman.
"Ayo"ucapku menuyun Anak perempuan Itu Dan membawa sepedanya.
Aku memasukan sepeda Anak kecil Itu kebagasi.
"Ayo masuk"ucapku berbicara pada Anak kecil Itu.
Anak perempuan Itu masuk Dan duduk disampingku.
"Kok adek bisa jatoh sih,emangnya mama sama ayahnya kemana?"ucapku bertanya.
"Bunda lagi dikantor,papah sibuk mainin laptop dari pagi.tapi Aku boleh main keluar katanya."ucap dia masih sesegukan.
"Dimana rumahnya?"ucapku ketika sudah memasuki gang.
"Itu kak yang warna Merah"ucap Anak Itu menunjuk Rumah berlantai Dua yang mewah.
Setelah sampai aku memencet belnya Dan seorang lelaki keluar dari Rumah mewah Itu.
"Pak maaf ini tadi anaknya jatuh,Saya bawa kesini"ucapku mengelus pucuk kepala anaknya tanpa melihat wajah ayahnya.
Ketika Aku melihat wajah ayah dari Anak kecil ini..
"Kak Kevin?"ucapku menunjuk Tak menyangka.
"Bentar...bentar ya Allah Keira kan?"ucap dia sedikit lupa.
"Gimana kak kabarnya?"ucapku setelah berjabat tangan.
"Ya gini,kamu gimana?"
"Alhamdulillah,baik...kok nikah Tak ngundang-ngundang?eh udah punya Anak berapa"ucapku sedikit tertawa.
"Jalan 2,Mana suami kamu?"ucap dia sedikit celingukan.
"Wahh boro-boro suami pacar juga belom Ada kak"ucapku kemudian tertawa.
"Yaudah ayo masuk dulu?"ucap Kevin.
"Iya makasih kak Aku masih Ada urusan,Itu sepedanya di bagasi ku"ucapku menunjuk Mobil berwarna Merah.
Kemudian Kevin membawa sepedanya Dan setelah Aku berpamitan Aku segera pulang.
Aku berniat menjenguk baby shalsa aku segera menuju batalyon.
Baru Saja aku sampai disana Aku melihat Rey yang menghampiriku.
Aku sudah melihatnya dari jauh mau pergi tapi keadaan udah gak mungkin.
"Keira....maafin aku...Aku Tau Aku Salah"ucap rey memegang tanganku.
"Apa?kamu dijodohin??"ucap Rey yang sedikit kecewa.
Aku hanya mengangguk Dan tersenyum.
"Jaga terus kak Gita ya kak,Aku bahagia bisa lihat kakak bahagia sama kak Gita"ucapku berpura pura ikhlas namun sebenarnya tidak.
"Nggak dek..nggak...dia yang Sayang sama Aku,Aku gak sayang sama dia kok"ucap Rey mencoba menjelaskan.
"Aku percaya kok Sama kakak"ucapku tersenyum.
"Abang sayang kamu dek"ucap Rey memegang kedua tanganku.
"Adek juga Sayang abang,tapi keadaan yang memisahkan Kita"ucapku melepaskan tangannya.
"Aku pulang duluan ya bang, assalamualaikum"ucapku membalikkan badanku.
"Dekkk..."lirihnya.
Setelah beberapa langkah aku melirik kebelakang kepala rey yang menunduk Dan tangannya menutupi mukanya.
"Maafin Keira bang..."ucapku lalu memasuki Mobil.
__________
"Gimana bajunya mau gak yang ini?"ucap mama bertanya dengan halus padaku.
"Emang modelnya gak Ada yang lebih gimana gitu?"ucap ku melirik kedua orang tua Jaya.
"Itu sudah paling bagus,nak"ucap bunda Jaya.
"Yaudah deh kalo gitu batalin aja pernikahannya,lagian Jaya udah punya pacar Bukan?"ucapku sangat enteng.
"Maksud kamu apa Keira?"ucap Ayah yang sedikit Marah.
"Yaa,,Jaya udah punya pacar yah,jadi buat apa Kita nikah,lagian Aku gak suka sama dia"ucapku melirik Jaya.
"Maksud kamu apa ya?"ucap Jaya pura-pura bingung.
"Pura-pura lupa atau pura-pura gak Tau sih?"ucapku membuka password ponselku.
"Maaf ya tan..om aku udah pikir beberapa Kali Dan Aku udah bulat dengan pilihannku,aku cabut pernikahanku."ucapku melihat wajah kedua orang tua Jaya.
"Lah kok bisa gini,aku gak terima!"ucap Jaya melihat wajahku.
"Gak terima?Aku juga gak pernah nerima kamu jadi calon suami Aku!"ucapku membalas pembicaraan Jaya.
"Keira kamu gak boleh gitu!"ucap Ayah yang sudah Marah.
"Jadi Ayah lebih Sayang sama dia yang bisanya menyakiti hati Anak Ayah sendiri?"ucapku sedikit bergetar.
"Maksud kamu apa?"ucap abangku mengeluarkan suaranya.
"Jaya selingkuh bang!"ucapku sedikit berteriak.
Semua orang yang berada didalam ruang tamu ini,sedikit tercengang.
"Kamu bisa memfitnahku seperti itu"ucap Jaya so sabar.
"Aku fitnah kamu?ini Bukan lagi soal fitnah,tapi ini real!"ucapku sedikit Marah.
"Real?Mana buktinya?dimana Aku selingkuh?"kini perdebatan antara aku Dan Jaya pun semakin memanas kedua orang tua Kita tidak berbicara sedikitpun bahkan abangku.
"Ini apa ini?"ucapku menunjukan video yang terekam waktu aku kekedai ice cream.
"Banyak orang yang mirip sama Aku kei.."ucap dia mencoba membela dirinya sendiri.
"Banyak?jika banyak ini apa?"ucapku memperlihatkan wajah Jaya bersama seorang wanita yang sedang bersender dibahu Jaya.
"Apa Itu yang kamu maksud fitnah?"ucapku sedikit meredakan emosiku.
"Ayah,mama,abang Keira gak mau nikah sama cowok kayak gitu!maaf ya om tante kalo Kali ini Keira cukup keras!"ucapku.
"Jaya...maksud kamu apa?"ucap papahnya Jaya.
"Enggak pah..."ucap Jaya menundukkan kepalanya.
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya pak darma,bu Rika...saya sekeluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya,Saya putuskan untuk mencabut pernikahan antara Jaya Dan Keira....Saya meminta maaf Pak..bu...."ucap papah Jaya yang sedikit malu.
"Saya memafkan kalian,tapi mohon maaf silahkan tinggalkan tempat ini,Saya Dan keluarga semua berharap anda tidak lagi datang ketempat kediaman kami."ucap ayah mengusir namun secara halus.
Kemudian keluarga Jaya pun pergi dari rumahku dengan keadaan dongkol,kecewa Dan sangat malu.
"Bener kan ma,apa yang dikatakan Keira selama ini,diatuh cowok gak baik"ucapku.
"Iya nak Iyaa Mama percaya kamu"ucap mama memelukku.
"Kei...maafin Ayah ya yang sudah paksa kamu menikah dengan cowok yang gak bener"ucap Ayah.
"Iya yahh"lanjutku Lalu memeluknya.