MY LETTU

MY LETTU
DUA PULUH ENAM



WhatsApp


.


.


.


Unknown


Happy birthday my doctor❤


^^^Keira Putri.K^^^


^^^Maaf anda siapa ya?kok anda tau segala Hal tentang saya?^^^


Unknown


Kamu gk perlu Tau siapa Aku,yang harus kamu Tau Aku Sayang kamu!


^^^Keira Putri.K^^^


^^^Maksudnya apa ya?^^^


Unknown


Gimana kabar kamu kei?aku harap baik baik aja ya:)


^^^(Cuma diread)^^^


Unknown


Maaf kalo aku ganggu waktu kamu,Aku tau kamu pasti sibuk:(


Unknown


Jaga kesehatan ya❤


^^^(Cuma diread)^^^


"Hey ngelamun mulu?"ucap Robi menghampiriku.


"Punya masalah ya?cerita dong"tambah Robi duuk disebelahku.


Aku tidak menghiraukan pertanyaannya dan sibuk memutar mutarkan ponselku.


"Aku ganggu ya?"tambah Robi untuk ketiga kalinya.


"Enggak kok"ucapku seadanya.


"Nanti malem Aku kerumah kamu ya"ucap Robi memegang tanganku.


"Mau apa?"ucapku melepaskan genggaman tangan Robi.


"Main aja,mama sama ayahmu Ada?"Tanya Robi.


Aku hanya mengangguk Dan berdiri.


"Aku duluan keruangan ya,Ada jadwal operasi"ucapku meninggalkan dia dengan nada yang cukup dingin.


Aku masih bertanya-tanya siapakah pengirim chat Itu?mengapa dia bisa mengenalku?sudah cukup lama dia selalu mengucapkan sesuatu ketika aku senang Ataupun sedih,apa yang harus aku lakuin?.


Aku segera duduk diruang kerjaku, kemudian membuka ponselku Dan melihat info profile WhatsApp nya.


"Hm,online?jadi penasaran deh"ucapku bermonolog sendiri.


"Coba ah iseng iseng"sambungku sembari memencet tombol vidcall Dan sedikit tertawa.


Aduh dingkat pula,mati Aku batinku.


"Ekhemm,maaf ini siapa ya?"sahutku namun tidak dijawab oleh seseorang itu.


"Bisa dijawab pertanyaan Saya tadi?atau bisakah Saya melihat wajah anda?"tambahku lagi,namun tidak Ada jawaban lagi.


Aku mematikan vidcallanya Dan aku mendapatkan beberapa chat dari dia.


Unknown


Maaf Aku gak bisa tunjukin wajah aku,Aku pikir kamu akan membenciku nantinya:'(


^^^Keira Putri.K^^^


^^^Saya tidak akan memebncimu jika kamu tidak menyakitiku,percayalah!^^^


Aku melihat layar ponselku dengan penuh penasaran,namun chat terakhir yang Tak kunjung ia balas.


Kemudian Salah seorang pasien menyadarkan Aku dari lamunan.


_________


"Permisi non ini Ada tamu"ucap Salah seorang asisten Rumah tanggaku.


"Iya bi,udah Ada orangnya?"ucapku masih didalam Kamar.


"Iya non,pokoknya rame banget deh dibawah"tambah dia.


"Hah? rame?"ucapku sembari melihat kearah bawah.


"Yaudah bi aku duluan"tambahku tergesa gesa.


"Nah ini calonnya?"ucap salah seorang wanita paruh baya yang duduk disamping Robi.


Aku Hanya menaikan sebelah alisku dan melirik kearah mama sembari tersenyum dan menyuruhku duduk disampingnya.


"Iya mih ini calon Robi yang suka Robi ceritain ituloh mah"ucap Robi melihatku.


Aku mengernyitkan alisku "maksudnya ini apa ya bi?"tanyaku.


"Jadi,ekhem kedatangan Aku sama Mami dan Papa ku kesini,Aku mau ngelamar kamu,apa kamu bersedia


Jadi calon istriku?"ucap Robi menatapku penuh kelembutan Dan seperti sedikit keterpaksaan.


"Sumpah Aku gak ngerti apa yang kamu omongin"ucapku masih dengan alis hitam yang menyatu.


"Nak Robi ini ngelamar kamu nak,kamu mau jadi calon istrinya?"ucap mama sembari mengelus punggungku.


Refleks aku langsung menggeleng.


"Kenapa?"ucap mama lembut.


"Keira belum mikir sejauh ini ma,yah,tan,om,bi"ucapku melihat Satu persatu wajah mereka.


"Keira masih pengen jalanin karir Keira,Keira belom siap"ucapku memegang tangan mama.


"Maaf ya,mungkin benar apa yang dikatakan Anak Saya,mohon maaf ya bu"ucap mama tersenyum ramah.


"Nanti beberapa bulan lagi kami kesini coba aja nak keira bisa menerima robi"ucap wanita Itu.


Setelah beberapa jam berbincang bincang keluarga Robipun pergi untuk pulang karna sudah malam.


"Keira sini dulu mama mau bicara"ucap mama diruang keluarga.


"Iya ma"ucapku membalikan tubuhku Dan menghampiri mama Dan Ayah.


"Kamu kenapa gak terima dia?"ucap ayah membuka pembicaraan.


"Keira belum siap jadi calon istrinya Robi yah,lagian Keira masih seneng kerja masih mau ganti ganti pasangan,Keira belum serius yah,Keira juga belum bisa ngebahagiain Ayah,mama,bang Keenan sama bang kenzi"ucapku menundukan kepalaku.


"Ayah sama mama udah bahagia liat kamu sukses begitu Pula abang-abangmu nak"tambah Ayah.


"Tapi yah aku gak suka sama dia"ucapku terus terang.


Ayah Dan mama hanya diam tidak bisa membalas jawabanku.


"Aku kekamar duluan ma yah, udah ngantuk"ucapku kemudian berlari kecil menaiki Anak tangga.


Aku membuka WhatsApp Dan membaca chat yang kemarin,percakapan dari seseorang yang masih belum aku ketahui siapa namanya,tapi mengapa dia selalu tau Hal Hal mengenai diriku.