MY LETTU

MY LETTU
TIGA PULUH TUJUH



Setelah selesai mengobati ujung dahinya,Aku segera menyimpan beberapa alat medis.


"Dok ini Ada yang terluka lagi Bagaimana?"ucap seorang perawat bertanya kepadaku.


"Cukup parahkah?"ucapku mengalungi stetoskop berwarna hitam tersebut.


"Saya tangani saja dok,dokter bisa obati lelaki tadi"ucap dokter disya.


Aku mengangguk Dan menghampiri lelaki tersebut.


Pagi telah berganti siang,siang berganti sore,dan sore pun akan segera berganti malam.


Para TNI-AD ini segera menuju posko.


Beberapa sup dengan nasi sudah tersaji dimeja depan posko.


Aku menggambil Satu buah mangkuk yang berisi sup hangat tersebut Dan membawanya kedalam posko.


"Pak makan dulu ya Saya sudah bawain sup"ucapku duduk disebelah ranjang kecilnya.


Lelaki itu bangun dari tidurnya,dan menidurkan tubuhnya sekitar 160°.


Aku menyuapinya dengan telaten.


Kemudian seorang tentara menghampiri Kita.


"Asikk nih menang bu dokter,Cantik lagi"goda lelaki itu kemudian melirikku.


"Kak Aldi?"ucapku berdiri dari dudukku.


"Keiraaa?"ucap kak Aldi kemudian menunjuk dan menghampiriku,Aku hanya mengangguk.


"Loh kok bisa disini,bukannya kamu di kalimantan?"ucap Aldi kebingungan.


"Kei udah pindah kak,ya ikut tugas Ayah"ucapku kemudian duduk dn menyuapinya lagi.


"Bro,tuh cewek yang lu pikirin setiap Hari,yang lo selaluu aja nanyain dia"ucap Aldi menaikan alisnya,lelaki itu Hanya tersenyum.


Setelah selesai makan Aku pergi meninggalkan tentara Itu,saat aku ingin berjalan keluar posko tanganku sudah digenggam oleh lelaki itu.


"Kemana?"Tanya lelaki itu.


Aku malah tidak berani menjawabnya dan membalikan mukaku.


"Mau kemana kei?"Tanya lelaki itu lagi.


"Duduk disini"tambah lelaki itu lagi.


Akupun duduk disebelah ranjang dengan kepala menunduk.


"Tadi mau kemana?"oceh lelaki itu untuk yang ketiga kalinya.


"Keluar Pak"ucapku singkat.


"Setua inikah Aku disebut bapak?"ucap lelaki itu melepaskan tanganku.


Aku Hanya menggelengkan kepalaku.


"Aku gak nyangka Kita bisa ketemu lagi"ucap lelaki itu masih menatapku.


Aku terdiam Aku pikir dia masih membenciku Karena aku pernah merusak hubungannya dengan pacarnya Itu dulu.


"Aku tidak akan membencimu kei"ucap lelaki itu lagi.


"Aku tau Aku salah,aku tau Aku ini cuma cowok yang gak Tau diri"tambah lelaki itu lagi.


"Aku sangat kehilanganmu sewaktu kamu pergi,Aku pikir kamu gak bakalan lagi kembali,aku menyesal telah melakukan Itu semua"tambah lelaki itu bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuh kekarnya di ranjang kecil.


"Kak Rey..."ucapku dengan nada getar.


"Maafin aku"ucap kak Rey lagi.


Aku Hanya diam lalu menyeka air Mata yang akan terjun bebas dipipiku.


"Mau kemana lagi?"ucap kak Rey ketika aku beranjak dari tempat duduk Itu.


Aku tidak menjawab pertanyaannya,aku  bergegas keluar posko dan memasuki tenda khusus dokter.


Rey POV


Aku Dan beberapa tentara lain sudah siap untuk tempur,sebelum kami berangkat menuju lokasi,kami diberikan arahan dari atasan kami.


Setelah selesai aku Dan tentara lainnya menuju titik lokasi.


Kami dibagi menjadi beberapa bagian Aku dibagi kearah jarum jam pukul 2 bersama beberapa anggota TNI-AD lainnya.


Ketika aku mengisyaratkan pasukan untuk Maju aku lengah,seorang ******* tersebut berhasil melukai dadaku dengan pistol Jenis arcus 94.


Seketika tubuhku ambruk,aku bisa mendengar suara anggota tentara yang mengatakan


"Cepat panggil dokter"


"Dokter....dokter"


"Pak tahan Pak,tenaga media sebentar lagi datang"


Mataku sudah buram langit yang kutatap sekarang sudah mulai menghitam.


Aku Rasa Ada seseorang yang datang kemudian menghubungkan dokter agar membawaku keposko.


Setelah Itu aku tidak sadarkan diri.


Aku membuka mataku ketika aku ditandu oleh dua perempuan  Dan Satu wanita yang mencoba membantu seseorang yang menggotongku.


Aku bisa melihat setengah wajahnya yang sedikit kecemasan.


Wajahnya yang sangat sempurna perpaduan Kulit yang berwarna sawo matang,pipi yang berwarna peach,hidung yang sedikit lancip Dan bibir mungil berwarna pink.


Satu kata untuk dokter perempuan ini;Cantik!


Namun belum puas Aku melihat wajahnya,bau amis yang sangat menyengat yang aku cium.


Kepalaku pusing mataku berkunang-kunang,Lalu aku tidak sadarkan diri lagi.


Aku mencoba membuka mataku,Aku sudah sampai di posko?,batinku dalam hati.


Aku melirik seorang wanita yang sedang mengobati lebam didaerah ujung dahiku.


Aku menatap wanita Itu sangat lekat,ya dia adalah wanita tadi yang membawaku keposko.


Dan dia adalah seseorang yang sangat Aku rindukan.keiraaa!


Saat aku sedang menatap indah wajah manisnya is menjauhkan mukanya dari penglihatanku.


"Maaf Pak Saya lancang"ucap wanita Itu.


Aku Hanya tersenyum Karena bisa mendengar suara indah wanita yang sangat aku rindukan secara Langsung,Aku menaikan alisku Karena ia bilang lancang.


"Baju anda"tambah wanita Itu kemudian melirik kearah baju PDL ku yang sedikit robek dibagian dada kiri.


Aku Hanya mengangguk Karena aku masih merasakan sakit dibagian dada kiriku.


Setelah perempuan Itu melirik kearah bajuku,ekspresi wajahnya terlihat sedikit bingung dan tertegun tidak menyangka.


"Apa ini sudah selesai?"ucapku melihat manik matanya yang sedang menunduk.


Namun lagi-lagi wanita Itu tidak menjawab.


Ia hanya melanjutkan mengobati ujung dahiku yang sedikit lebam.


.


.


.


.


Yeeeee udah ketebakkan?kan?kan?kan😂


Next deh jangan lupa like,Komen,and subscribe eh Bukan ini Bukan Chanel YouTube😑😂😂.


Jangan lupa like,Komen,dan follow ya!


Follow juga IG author: azmirohadatul_


Terimakasih🤗🙏