MY LETTU

MY LETTU
EMPAT PULUH LIMA



"Bibi mama udah berangkat?"ucapku menanya ketika baru saja pulang bekerja.


"Iya non,baru aja berangkat kok sama bapak"ucap asisten Rumah tanggaku.


"Mama bilang mau nginep bi?"ucapku menanyakan.


"Nyonya nginep non,kalo bapak pulang soalnya bagian tugas lagi"ucap asisten Rumah tanggaku.


"Yaudah Keira nyusul mama,kei mau nginep dirumah abang bi,kei berangkat bawa mobil"ucapku mengambil kunci mobil Lalu menyalami tangan asisten Rumah tanggaku.


"Hati-hati dijalan ya non"ucap asistenku yang masih terdengar olehku.


"Iya bii"ucapku sedikit berteriak.


"Kemudian aku menancapkan gas membelah Kota Jakarta yang bercuaca panas ini.


Sebelum aku kerumah abang Aku membeli beberapa buah,Dan makanan ringan disebuah supermarket.


Ketika aku akan mengambil buah naga yang tinggal 2 wadah lagi.


Tangan seseorang sudah memegangnya sebelah wadah Dan tanganku juga.


Aku melirik kearah lelaki itu,kemudian Kita sedikit tertawa.


"Loh Keira..lagi belanja?"ucap Rey menunjukku.


"Iya ini mau kerumah abang"ucapku melepaskan pegangan dari wadah buah tersebut.


"Yaudah ini ambil aja"ucap Rey memasukan buah Naga ketroli yang Aku pegang.


"Bener?"ucapku bertanya.


Rey Hanya mengangguk.


Lalu Aku memilih beberapa buah dengan Rey.


"Kakak lagi beli apa?"ucapku ketika berjalan menuju rak bagian snack.


"Beli buah sama snack aja"ucap dia mengambil beberapa snack potato.


"Masukin sini aja biar gak susah"ucapku melihat troliku.


Kemudian ia menaruh beberapa buah Dan snack kedalam troliku.


"Udah?"ucap dia menanyakan,aku Hanya mengangguk.


"Kakak kesini sendiri?sama siapa?Naik apa?"ucapku bertanya.


"Aku kesini sendiri,Naik pesawat jet"ucap dia sedikit tertawa.


"Ih yang bener"ucapku sedikit menahan tawa.


"Iya bener,orang jet nya juga diparkir khusus"ucap dia mengajakku tertawa.


"Nanti pulangnya bareng aja ya"ucapku tersenyum.


Dan Hanya didapati anggukan oleh Rey.


"Totalnya 256.500"ucap kasir Itu melirik kearahku.


"Loh?"ucap wanita Itu bertanya Tanya Dan menunjuk kearahku Dan kearah Rey.


Aku Hanya mengernyitkan alisku Lalu melirik Rey,tangannya sudah membulat dipinggulku.


"Lo siapanya Rey?"ucap wanita itu lagi.


Kok Aku kayak kenal tapi dimana ya,iya Aku pernah kenal kok,kak Reva?bentar..ih apa dia gak Inget Aku gitu ya?ucapku dalam batin.


Aku melirik kearah kak Rey,matanya berkedip,ya ciri-ciri Aku harus berbohong.


"Dia calon suami Keira,Dua Hari yang Lalu Kita baru tunangan.nih cincinnya"ucapku menunjukan tanganku yang memang menggunakan cincin namun Bukan cincin tunangan atau cincin couple.


"Keira?"ucap perempuan Itu lagi.


"Kembaliannya ambil aja ya rev,Ayo bee"ucap Rey membawa kresek putih Dan masih mengandengku.


Aku merogoh slingbagku mengasih kunci mobil ke kak Rey.


Aku segera mengambil alih kresek yang dibawa oleh kak Rey Dan masuk kedalam Mobil disebelah kursi pengemudi.


"Loh kok kak Reva bisa kerja disitu sih kak?"ucapku ketika sudah dalam Mobil.


"Perasaan waktu Itu dia daftar jadi pramugari?"tanyaku lagi.


"Gak keterima"ucap dia ketus.


"Terus kenapa juga tadi kakak Langsung gituin aku?terus kenapa juga Aku kayak disuruh bohong gitu?"ucapku memborong pertanyaan.


"Biar dia gak suka neror Aku terus,cape Aku sama ulahnya,untung kamu Peka kei"ucap kak Rey tersenyum masam.


"Iyalah Keira kan Peka gak kayak kamu"mataku memelankan kata kamu.


"Aku juga peka kamu minta dihalalin Aku kan"ucap Rey membuatku terkejut.


"Enggak ih siapa juga yang mau sama kamu,Aku kan bohong jadi biar dia percaya aja"ucapku membela diriku sendiri.


"Ah jujur aja keiraaa"ucap Rey menggodaku.


"Enggak ih"ucapku sedikit bete.


"Udah tuh udah sampe"ucapku keluar dari dalam mobilku.


Aku Lalu mengasih kresek Rey.


"Hati-hati dijalan"ucapku sangat refleks.


"Eh Keira,sama siapa?nak Rey masuk dulu Ayo,Masa cuma nganterin doang sih Ayo masuk"ucap mama mengagetkanku.


"Iya tante"ucap Rey menyalami mama.


"Ayo masuk,Keira ajak dong kamu mah gimana"ucap mama tersenyum.


"Udah gak papa tante diluar aja,gerah ini"ucap rey.


"Yaudah mama tinggal masuk dulu ya"ucap mama kemudian diangguki oleh Kita berdua.


"Mau minum apa kak?"ucap ku duduk diteras depan Rumah.


"Es Teh aja"ucap dia.


Aku segera masuk Lalu membuat minum untuk kak Rey.


Setelah beberapa menit kemudian Aku membawa sebuah gelas yang berisi Teh dengan esbatu.


"Ini kak"ucapku menaruh diatas meja.


"Jadi gak jadi pulang Aku"ucap dia menyeruput air Teh.


"Ya kenapa Sana pulang"ucapku sedikit mengusir.


"Ngusir?masih bete ya"ucap kak Rey sedikit tertawa.


"Nggak"ucapku memainkan ponselku.


"Eh tehnya kurang manis gak?gimana rasanya?"ucapku sangat penasaran.


"Kurang manis,tapi kalo minumnya sambil liat wajah kamu sih manisnya bikin Aku diabetes"ucap prajurit negara ini yang mencoba menggombaliku.


"Ih gombal"ucapku sedikit gemas.


"Ya iyalah,secara senyum kamu bikin semua cowok diabetes"ucap Rey sedikit tertawa Dan meminum lagi es teh.


"Apalagi kalo kamu kasih senyuman atau bercanda sama si Aldi,bikin Aku iri Tau"tambah dia.


Aku hanya bisa terdiam karena ia sangat jujur menanggapinya.


"Eh ini dimakan ya,sedikit tante buat"ucap mama memberikan Kue putu ayu.


"Jangan dikasih mama,ih Keira gak kebagian"ucapku mengambil piringnya.


"Eh jangan gitu malu"ucap mama menaruh lagi piringnya.


"Kebiasaan dia gitu,dimaklum ya,Anak perempuan satu-satunya sih,kalian udah pacaran ya?kapan mau pengajuannya Rey?"ucap mama sangat mengagetkanku.


"InsyaAllah secepatnya tante,nanti Rey minta restu dulu sama om darma"ucap Rey berbicara pada mama.


"Ditunggu secepatnya ya"ucap mama memasuki Rumah.


"Mama kamu udah ngasih restu,gimana?"ucap Rey menghadapkan tubuhnya kehadapanku.


"Maksudnya apa sih kak?"ucapku pura pura tidak mengerti.


"Pura-pura gak ngerti kamu mah"ucap Rey melihat pergelangan tangannya yang ditempeli jam tangan.


"Em udah malem aku harus pulang,nanti malem aku telpon deh kalo ada waktu ya"ucap Rey berdiri kemudian melangkah pulang.


"Iya kak,hati hati"ucapku melambaikan tanganku.


Ketika aku sedang memainkan ponselku tiba-tiba kak Rey menelponku.


Aku segera pindah ke ruang tamu Karena mama,kak putri Dan baby Cantik sudah tidur.


"Waalaikumsalam kak"ucapku membalas jawabannya Lalu mengload speaker.


"Belom tidur?"ucap kak Rey.


"Belom kak,masih melek nih,yang lainnya Mana udah tidur apa kak?sepi banget?"...


"Yah kamu mah kebiasaan begadang sih,iya udah pada tidur Ada juga yang masih telponan,besok kamu masuk sip apa?"...


"Aku masuk sip pagi kak"...


"Besok Aku bagian pesiar,besok Kita jalan-jalan ya?nanti Aku jemput kamu "...


"Iya kak"...


"Yaudah Sana sekarang tidur ya,udah malem"....


"Iyaa abang tentaraaaa"...


"Night capersitku"....


Kemudian sambungan telpon tersebut mati.


"Hah capersitku?"ucapku menatap foto profil WhatsApp kak Rey.


"Kenapa coba dulu harus main teka-teki gitu?Lah sekarang baru dikasih foto profil"monologku sendiri sembari melihat foto kak Rey yang menggunakan seragam PDLnya Dan mendekap shotgun didadanya.


Sungguh sangat gagah prajurit negaraku!