
3 Bulan kemudian
"Ma Keira pake Baju ini aja deh pas malem resepsi pedpor nya ya?"ucapku mengacungkan kebaya modern berwarna coklat Dan silver.
"Iya bawa aja itu"ucap mama memasukan beberapa high hills kedalam koper kecil.
"Kamu mau pake yang Mana sepatunya?"ucap mama sibuk.
"Yang ngambung aja sama bajunya ma,yang bagus ya"ucapku sembari rebahan dilantai kamarku.
"Cepet mandi Bukan malah tiduran"ucap mama.
Aku menggangguk Dan segera mengambil Baju yang akan digunakan.
Beberapa menit kemudian Aku sudah keluar dari kamar mandi,beberapa koper sudah siap digunakan begitupun dengan beberapa Tas yang sudah disiapkan oleh aku Dan mama.
"Keiraaa cepet mandinya"ucap mama dari bawah.
"Iya ini udah"ucapku sembari menepukan beauty blender.
Setelah 15 menit kemudian Aku sudah siap Dan membawa beberapa koper kelantai pertama.
"Masih Ada kopernya non?"tanya seorang pembantu Rumah tangga.
"Ada bi masih Ada Dua koper lagi"ucapku,kemudian pembantu itu segera membawakan koper tersebut.
"Udah siap ini?coba cek takut Ada yang ketinggalan?"ucap Ayah mengingatkan.
"Enggak kok yah,Ayo berangkat udah gak sabar ini"ucapku sembari menalikan tali sepatuku.
"Yaudah ayo masuk kemobil"ucap Ayah pergi keluar Rumah.
Beberapa jam penerbangan pun telah berlalu dan sampailah Aku Dan kedua orang tuaku di Jakarta Timur,Kota kelahiranku.
Aku menghembuskan nafasku ketika menginjakan kaki dibandara International Halim Perdanakusuma.
"yah abang Mana?"gerutuku sembari membenarkan hijabku.
"Bntar lagi nyampe mungkin"ucap Ayah mengajakku duduk diruang tunggu.
"Lama ih"ucapku membuka handphone.
"Mamaaaaaa"suara lantang seseorang memecahkan kemalasanku.
Seketika Aku berdiri Dan berhambur kearah suara tersebut,memeluk lelaki yang masih terbalut rapih dengan seragam kebesarannya.
"Abangg,kei kangen sama abang"ucapku masih dalam dekapannya.
"Abang juga kangen sama keira,"ucap abangku mengelus kepalaku.
"Yaudah ayo pulang"ucap ayah.
Kami pun segera kemobil Dan pergi kerumah.
"Bang...bang nanti sore ya"ucapku sembari membuka pintu rumah.
"Nanti sore apa?"ucap abangku membuka bagasi mobil Merah tersebut.
"Ih kan udah Janji masa lupa"ucapku memanyunkan bibirku.
"Iya iya Ayo masuk"ucap abangku menarik koperku Dan koper mama Ayah.
"Abang Janji ya,jangan bohong"ucapku hendak menaiki Anak tangga dan segera membersihkan tubuhku.
"Iyaa ibu dokter,Ayo mandi dulu makan terus tidur"ucap abang kearah Dapur.
"Jalan-jalannya kapan?"sambarku sedikit teriak.
"Iya nanti kalo gak besok cepet mandii"Samar abang Tak kalah kencang.
Aku pun menaiki tangga sembari menghentakkan kakiku dengan kencang.
"Gak baik kalo gitu tuh bu dokter,jangan cemberut dong"ucap abang didepan tangga kemudian tertawa.
"Ya biar orang kamu nya juga gitu"ucapku masih sambil jalan.
"Lah embel-embel abangnya Mana?"ucap abang menekankan kata abangnya.
"Tau ah malesin"ucapku memasuki kamarku.
Kemudian aku segera merebahkan tubuhku dan hendak pergi kekamar Mandi.
Setelah Mandi akupun merebahkan tubuhku Dan menutup mataku mencoba untuk tidur Dan akupun terlelap dalam tidur tersebut.
"Hehh bangun!"ucap abangku menggoyangkan tubuhku.
"Heumm diem "ucapku memalingkan tubuhku.
"Ayo jadi nggak?"ucap abangku dan seketika aku Langsung terbangun.
"Ayo berangkat"ucapku dengan rambut acak-acakan.
"Siap siap dulu gih,abang tunggu dibawah"Kata abangku sedikit tertawa.
"Lama banget sih"ucap abangku.
"Gak ih cuma 15 menit aja"ucapku mengahmpiri Ayah Dan mama.
"Mau kemana?"ucap Ayah masih setia dengan Koran harian favoritnya.
"Main keluar yah,gak papa ya?"ucapku meminta izin.
Ayah hanya mengangguk Tanda mengiyakan "kei berangkat ma,yah"ucapku Lalu menyusul abangku yang sudah Ada didepan Rumah.
"Abang yang Traktir ya"ucapku menutupkan pintu Mobil Jeep tersebut.
"Hemm"ucap abangku melajukan mobilnya.
"Bang,abang kok gak suka kekalimantan sih?"tanyaku.
"ya kan aba...(terpotong)"
"Bang Keira pengen ketemu sama capersit abang dong bang"ucapku sembari melihat kekaca Mobil.
"Oh ya bang,abang Tau gak bang Keira dapet juara dokter umum Itu loh bang!"ucapku sangat bawel.
"Iya aba(terpotong lagi).."
"Bang...bakso situ enakloh bang,waktu kei masih sekolah suka makan disitu sama..."ucapku berhenti mengoceh.
"Loh kok berhenti sih?"ucap abangku melirik sebentar kearahku.
"Em,enggak kok bang gak papa"ucapku meliriknya dengan senyuman.
"Ayo dong cerita lagi"ucap abangku mengelus pucuk jilbab berwarna coklat tersebut.
"Nggak ah males"ucapku memalingkan wajahku.
"Gak baik loh punya masalah dipendam sendiri,Ayo cerita sama abang!"ucap abangku memberhentikan mobilnya disebuah mall.
"Udah sampe,Ayo turun bang"ucapku mengalihkan topik pembicaraan.
Bang Keenan hanya menuruti setiap permintaan dan kemauanku.
"Bang beli ice cream ya kei yang tunggu sini,abang yang beli kan abang baik"ucapku sembari duduk.
"Iya apa sih yang gak buat adek abang"ucap abangku kemudian pergi dari hadapanku tanpa menanyakan "ingin Rasa apa.
Beberapa menit kemudian abangku datang membawa dua corong ice cream rasa strawberry.
"Jeng..Jeng...Jeng"ucap abang duduk dihadapanku.
"Aaaa makasih"ucapku menyambar Satu ice cream tersebut Dan melahapnya dengan cepat.
"Bangg..."mataku ditengah-tengah memakan ice cream.
Bang Keenan menaikan alisnya sebelah.
"Bang kenzi lagi apa ya,kok Keira jadi tiba-tiba rindu waktu kei masih kecil,kei suka dibeliin ice cream Rasa strawberry sama bang kenzi"ucapku kemudian melahap Ice cream tersebut.
Bang Keenan tersenyum kemudian berkata "bang kenzi sekarang udah bahagia kei,dia disana pasti lagi liat adik-adiknya ini,abang yakin bang kenzi bangga sama kamu"ucap bang Keenan.
"Kenapa sih bang kenzi harus pulang secepat ini"ucapku menundukan kepalaku.
"Allah lebih Sayang sama bang kenzi kei,kamu jangan nangis kalo,bang kenzi pasti sedih liat kamu nangis"ucap abangku meraih daguku.
Aku tersenyum Dan menghapus air mataku.
"Gitu dong"tambah abangku tersenyum.
"Bang kei me kamar Mandi dulu ya"ucap Keira berdiri.
Setelah beberapa menit kemudian aku datang sepertinya abangku telah berbicara dengan seseorang yang sudah pergi namun aku bisa lihat is menggunakan seragam PDL TNI-AD.
"Udah?"Tanya abangku.
"Udah,siapa bang"ucapku melirik kebelakang.
"Temen abang,yaudh Ayo pulang."ajak abangku.
.
.
.
.
.
Keira with abangnya😍😍❤️