
Hari yang cerah menyambut tidurku.
Hari ini aku meng-izinkan diriku untuk tidak bekerja.
"Keira sebelum berangkat makan dulu,baca lagi yang semalem,jangan sampai lupa"ucap mama ketika Aku duduk diruang makan.
"Iya ma"ucapku mengambil Dua potong roti dan membuat Susu coklat.
Setelah selesai sarapan aku membenarkan make-up ku kemudian Aku menunggu kak Rey dibawah.
Beberapa menit kemudian kak Rey datang dengan Mobil jeepnya.
"Mama Keira berangkat ya,kak Rey udah didepan"ucapku menghampiri mama.
"Iya bu Aku sama Keira berangkat dulu doain lancar"ucap Rey menyalami tangan mama.
"Iya didoain lancar"ucap mama tersenyum Aku kemudian.
"Kok deg-degan gini ya bang"ucapku diiringi dengan tawaan.
"Bawa santai aja"ucap Rey masih fokus menyetir.
"Tapi semalem kamu udah baca semua tentang aku kan?"ucap Rey melirikku.
"Udah"ucapku masih memegang sebuah dokumen.
Beberapa jam telah berlalu Aku keluar dari ruangan bercat hijau tersebut.
"Abis ini Kita harus Lanjut ke atasan kamu,adek capek bang"ucapku sedikit patah semangat.
"Dek jangan gitu dong,kalo gitu Kita gak bakal bisa nikah,emang ini harusnya kalo kamu mau nikah sama tni"ucap rey menjelaskan.
"Tapi bang,sepusing iniii?"ucapku menaiki Mobil Jeep milik kak Rey.
"Iyaa,Kita pasti bisa laluin ini,kuncinya cuma sabar"ucap Rey menyemangati diriku.
Keesokan harinya aku Dan kak Rey menuju atasan dia,setelah beberapa jam disana aku sudah bisa Dan sudah dapat restu dari mereka untuk melaksanakan pernikahan.
Setelah selesai soal pengajuan Aku kembali fokus untuk mempersiapkan pernikahanku dengan kak rey.
H-2 Hari tepatnya menuju pernikahanku.
Aku sedang membantu mama memasak ketika Aku akan membersihkan ruang makan.
Seorang asisten Rumah tanggaku menghampiriku memberikan satu buah kardus berwarna coklat.
"Non ini Ada paket"ucap seorang asisten Rumah tanggaku.
Kemudian Aku menghampiri mama.
"Ma,mama pesen barang?"tanyaku menghampiri mama.
"Enggak,emangnya Ada apa?"ucap mama melirik kearahku.
"Ini bi ijah kasih Aku paket ini,Aku Kira mama yang pesen?"ucapku ketika berbicara dengan mama.
"Ada apa ini ribut-ribut?"ucap Ayah yang baru Saja pulang kerja.
"Ini yah mungkin paketnya Salah alamat,coba dilihat dulu kei"ucap mama menghampiri paket Itu.
"Bener kok atas nama Keira,tapi gak Ada nama pengirimnya ma?"ucapku sedikit bingung.
"Yaudah coba dibuka aja"ucap Ayah menyarankan.
"Iya ya,siapa tau fans Aku ya yah"ucapku kemudian tertawa.
Aku membawa pisau kemudian membuka paket tersebut.
Aku melihat mama,Lalu mengangguk memberikanku kode untuk membukanya.
Ketika Aku membuka kotak hitam Itu,berapa terkejutnya ketika fotoku memakai seragam dokter lengkap dengan stetoskopnya dipenuhi oleh cairan Merah Dan jarum kecil.
Dan terdapat Satu fotoku ditempelkan oleh jarum Itu ke boneka yang lehernya sobek dan memiliki bercak darah.
Seketika Aku ketakutan.
"Mamaaaaaaaa"ucapku melemparkannya.
"Keira ada apa?"ucap Ayah melihat wajahku yang ketakutan.
"Ituuuu"ucapku menunjuk kotak hitam tersebut.
Mama membawanya kemudian melihat semua isi kotak tersebut mama membuka Satu persatu dan mendapatkan Surat dengan pulpen Merah.
"Jauhi Rey atau nasibmu akan sama dengan boneka Itu!
"Siapa yang berani melakukan ini?"ucap ayah sedikit Marah.
"Telpon keluarga Rey sekarang suruh Mereka datang kerumah Kita nanti malam"ucap Ayah merebut kotak hitam.
Malam pun tiba,keluarga Rey sudah ada dirumahku, wajah Mereka seperti kaget.
"Ada apa ini Pak?"ucap bu Eva;bunda Rey.
"Jadi begini,tadi Siang Ada yang mengirim paket,isinya ini"ucap Ayah menyodorkan box berwarna hitam Itu.
Rey mengambilnya Lalu membukanya,ia terkejut begitu Pula dengan ayah Dan bunda Rey.
"Apa Rey masih Ada ikatan dengan masalalu nya?"ucap mama.
"Enggak ma"ucap Rey menatap mama.
"Ini?"ucap mama lagi memberikan kertas bertuliskan pulpen Merah.
"Renna?"bisik rey,namun bisa terdengar oleh kami.
"Renna?"ucap Ayah bertanya-tanya.
"Iya yah ini renna"ucap Rey meyakinkan.
"Ada hubungan apa renna sama kamu?"ucap papah Rey.
"Dia mantan rey pah"ucap Rey.
"Selesaikan urusanmu dengan dia"ucap Ayah menjelaskan.
"Rey gak Ada lagi hubungan sama renna pah,yah"ucap Rey meyakinkan kembali
Aku hanya terdiam tidak bisa bicara,waktu Rey berbicara renna Lah pelakunya.
"Berbicaralah besok dengan renna"ucap mama.
"Iyaa ma"tambah Rey.
.
.
.
Next beberapa part lagi Langsung tamat,lagi coba Cari inspirasi,Cari ide buat cerita baru lagii.
Kakak-kakak semoga cepet diajak pengajuan sama abang ya🤗🙏